Suatu fenomena yang kerap terjadi setelah Ramadhan berlalu, maka berlalu pula seluruh vaktifitas ibadah kita. Ibadah taraweh yang setiap hari dilaksanakan ketika bulan Ramadhan, maka diluar bulan Ramadhan sudah tidak dilaksanakan lagi, karena tidak ada taraweh diluar bulan Ramadhan. Sehingga sholat malam-nya pun tidak lagi dikerjakan. Termasuk amal-amal ibadah yang lain, semisal tilawah quran, sodaqoh dan lain-lain juga demikian keadaannya. Dimana ketika bulan Ramadhan kita gemar membangun-nya namun ketika Ramadhan berlalu kita meninggalkannya. Masjid sudah mulai terlihat sepi lagi sehingga fenomenanya seperti sebelum Ramadhan datang. Ibarat seorang wanita yang memintal benang dan kemudian merusaknya dengan tangannya sendiri.

Padahal saat bulan syawal Allah menyuruh kita untuk menambah pahala, Rasulullah saw bersabda, “Dari Abu Ayyub Al Anshari RA, bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Barang siapa mengerjakan puasa Ramadhan, lalu dilanjutkan dengan puasa enam hari di bulan Syawal, maka bagaikan berpuasa setahun penuh” {Muslim 3/169}. disini sudah bisa kita ambil hikmahnya agar kita selalu istiqomah ba’da Ramadhan.

Dan perlu kiranya kita menjaga ibadah yang sudah kita bangun di bulan Ramadhan karena hal tersebut sudah menjadi kewajiban kita. Kenapa kita perlu memelihara ibadah kita seperti halnya ketika di bulan Ramadhan? karena kalau tidak maka resikonya seperti halnya pada kebanyakan kaum muslimin. Bagaimana sikap salafus sholeh setelah ramadhan

Bisyr bin Harist al Hafi berkata, ”Ada suatu kaum yang gemar beribadah dan bersungguh-sungguh (hanya di bulan Rhamadhan saja) Maka ia berkata,”Seburuk-buruk kaum adalah yang mengenal Allah di bulen Rhamadhan saja. Lantas ia meletakkan beberapa titik pada sejumlah huruf seraya berkata,”Sesungguhnya orang yang sholih adalah yang beribadah kepada Allah dan bersungguh-sungguh sepanjang tahun

Suatu kaum dari kalangan salafush sholih per nah menjual seorang budak perempuan. Saat tel ah dekat di bulan Ramadhan, budak tersebut menyaksikan mereka mempersiapkan berbagai aneka makanan dan minuman yang lezat dan enak. Sibudak bertanya alasan mereka melaku kan hal tersebut. Mereka menjawab, ”Kami mempersiapkan untuk bulan Ramadhan, maka si budak perempuan tadi berkata,”Kalian hanya berpuasa dibulan Romadhon ? Sungguh, aku dulu tinggal bersama suatu kaum yang menga nggap seluruh waktu mereka adalah bulan Ramadhan. Kembalikan saya kepada mereka.

Hasan Basari mengatakan, “Orang mukmin! Siapa orang mukmin? Demi Allah, bukan orang mukmin yang beramal satu bulan atau dua bulan, satu tahun atau dua tahun. Tidak! Demi Allah, Allah tidak menjadikan waktu tertentu buat orang, kecuali kematian.”

Ada beberapa hal penting untuk menjaga nilai-nilai kebajikan yang kita bangun di bulan ramadhan, yaitu :

Membangun semangat untuk terus menuntut ilmu. Hal ini penting agar yang kita lakukan memiliki dasar. Oleh karena itu untuk mengokohkan dan mengistiqomahkan apa yang kita bangun layaknya di bulan Ramadhan memang tidak ada jalan lain kecuali memperbaharui terus ilmu yang kita punya. Tradisi belajar mengajar harus terus dibangun.

Senantiasa sholat berjamaah di masjid

Dan orang-orang yang senantiasa memelihara pelaksanaan shalat-shalat mereka, mereka itulah yang akan mendapatkan surga, yaitu surga Firdaus. Mereka kekal di dalam surga itu. (QS Al-Mumunuun[23]9-11)

Orang-orang yang selalu memelihara shalatnya dengan baik, mereka itu di akhirat kelak dimuliakan dalam surga-surga (QS Al-Maa’rij 34-35)

Senantiasa sholat sunnah rhawatib

Rasulullah saw bersabda, “Barangsiapa yang tetap melakukan shoalat sunnah dua belas rakaat sehari semalam, maka dia akan masuk surga, yaitu empat rakaat sebelum zhuhur, dua rakaat setelah shalat zhuhur, dua rakaat setelah sholat magrib, dua rakaat setelah shalat Isya dan dua rakaat sebelum subuh (HR Muslim)

Tidak ada dari seorang muslim yang melakukan shalat dua rakaat selain shalat faddhu setiap harinya kecuali Allah memba ngunkan untuknya rumah di surga atau di bangunkan baginya rumah di surga (HR Bukhari)

Senantiasa qiyamulail

“Sebenarnya orang-orang yang beriman kepada ayat-ayat Kami adalah orang-orang yang ketika diingatkan dengan ayat-ayat Al-Qur’an mereka merunduk bersujud seraya bertasbih dengan memuji Tuhan mereka. Mereka tidak bersikap sombong di muka bumi. Mereka bangun di malam hari untuk berdoa kepada Tuhan mereka dengan penuh rasa takut dan harap. Mereka juga mendermakan sebagian harta yang Kami karuniakan kepada mereka. Tidak seorang pun mengetahui rahasia pahala yang menyejukkan mata yang Allah sediakan bagi orang-orang beriman. Pahala itu sebagai balasan atas amal shalih yang telah mereka lakukan di duia (QS As-Sajdah [32] 15-17)

“Orang-orang yang taat kepada Allah dan bertauhid dimasukkan ke dalam surga-surga dan mata air-mata air yang mengalir. Mereka selalu menikmati semua yang disediakan bagi mereka oleh Tuhan mereka di surga. Sungguh orang-orang mukmin di dunia dahulu adalah orang-orang yang beramal shalih. Mereka shalat Tahajud pada sebagian malam. Mereka selalu memohon ampun kepada Allah di waktu sahur. (QS Adz-Dzaariyat [51)15-18)

“Wahai Muhammad, apakah sama orang yang bangun malam hari untuk melakukan shalat tahajud dan takut kepada hari akhirat dengan orang yang kafir? Wahai Muhammad, katanlah, “Apakah sama orang-orang yang berilmu dengan orang yang tidak berilmu? Sungguh hanyalah orang yang mempunyai akal sehat yang mau ingat kepada peringatan Allah. (QS Az-Zumar [39]9)

Senantiasa puasa sunnah

“Allah menyediakan ampunan dan pahala yang sangat besar bagi laki-laki muslim dan perempan muslim, laki-laki mukmin dan perempuan mukmin, laki-laki yang taat dan perempan yang taat, laki-laki yang jujur dan perempuan yang jujur, laki-laki yang sabar dan perempuan yang sabar, laki-laki yang patuh dan perempuan yang patuh, laki-laki yang mengeluarkan shadaqah dan yang perempuan yang mengeluarkan shadaqah, laki-laki yang berpuasa dan perempuan yang berpuasa, laki-laki yang menjauhi zina dan perempan yang menjauhi zina, laki-laki yang banyak mengingat Allah dan perempuan yang banyak mengingat Allah. (QS. QS. AlAhzab [33]35)

“Orang yang berpuasa di dalam surga nanti akan diberi makanan dan minuman apa saja yang mereka suka, dan juga wanita.

Para malaikat berkata para penghuni surga, “Silahkan kalian makan dan minum dengan senang hati. Karena selama hidup didunia dahulu kalian telah beramal shalih (QS. AL-Haqqah [69)24)

Mujahid dan lainnya mengatakan ayat ini turun mengenai orang-orang yang berpuasa.

Sahl bin Sa’ad meriwayatkan, Rasulullah saw bersabda, “Sesungguhnya di dalam surga ada satu pintu yang diberi nama ar-Rayyan, dimana pada hari kiamat, orang-orang yang berpuasa akan masuk surga melalui pintu itu. Tidak ada orang lain selain mereka yang akan masuk pintu itu. Pada saat itu, akan ditanyakan, “Mana orang-orang yang berpuasa? Mereka pun bangkit lalu masuk ke surga melalui pintu itu. Ketika mereka telah masuk, pintu itu akan ditutup kembali, sehingga tidak ada seorang pun yang dapat melaluinya (HR Bukhari Muslim)

Abu Hurairah meriwayatkan dalam hadist qudsi yang bunyinya, “Semua amal anak Adam itu untuknya, kecuali puasa. Puasa itu untuk-Ku dan Aku sendiri yang membalasnya. Puasa adalah perisai, apabila kalian sedang berpuasa, janganlah bicara kotor dan jangan marah. Jika kalian dicaci atau dipukul oleh seseorang, katakanlah, “Aku sedang berpuasa.’ Demi Dzat yang jiwa Muhammad berada di Tangan-Nya, bau mulut orang berpuasa, lebih harum disisi Allah dari bau minyak kasturi. Orang yang berpuasa mendapat dua kegembiraan; pertama, ketka berbuka, kedua ketika dia bertemu dengan Tuhannya, dia gembira dengan pahala puasanya (HR. Bukhari & Muslim)

Maksudnya adalah, orang yang berpuasa akan diberi balasan, karena puasa merupakan bagian dari kesabaran. Allah swt berfirman,

Sesungguhnya hanya orang-orang yang sabar yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas (az-Zumar [39]10)

Maksud dari dari “puasa untuk-Ku adalah puasa adalah merupakan ibadah yang paling Kucintai dan Kusukai. Firman ini cukup menjadi bukti keutamaan puasa atas ibadah-ibadah yang lain.

Abu umamah berkata kepada Rasulullah, “Rasulullah perintahkan aku mengerjakan satu amalan.” Rasulullah saw bersabda, “Berpuasalah, karena puasa tidak ada bandingannya.” Abu Umamah berkata demikian hingga tiga kali dan dijawab oleh Rasulullah dengan jawaban yang sama (HR Ibnu Khuszaimah)

Senantiasa taubat

Kecuali orang yang bertaubat, beriman dan beramal saleh. Dan mereka akan diberi pahala surga. Mereka tidak sedikit pun diperlakukan zhalim (az-Maryam [19]60)

“Dan bertaubatlah engkau semua kepada Allah, hai sekalian orang Mu’min, supaya eng kau semua memperoleh kebahagiaan. (an-Nur 31)

Senantiasa membaca & mentadaburi Al-Qur’an

Sesungguhnya orang-orang yang selalu membaca Al-Qur’an dan mendirikan shalat dan mendermakan sebagian harta yang Kami karu niakan kepada mereka secara diam-diam atau pun terang-terangan, mereka mengharapkan amal shalih mereka tidak sia-sia, laksana peda gang yang tidak ingin rugi (QS Faathir [35]29)

Al-Qur’an yang Kami turunkan kepadamu penuh berkah agar mereka menghayati ayat-ayat nya dan agar orang-orang yang berakal sehat mau berpikir dengan benar (QS Shaad 29)

Maka tidakkah mereka menghayati Al-Qur’an ataukah hati mereka terkunci? (tertutup oleh setan) (Muhammad 21)

Senantiasa Dzikir

Hai orang-orang yang beriman, berzdikirlah (dengan menyebut nama) Allah, zikir yang sebanyak-banyaknya. Dan bertasbihlah kepada-Nya diwaktu pagi dan petang. (QS Ahzab 40-41)

Senantias berbuat jujur

Dari Abdullah bin Mas’ud RA, dia berkata, “Rasulullah SAW telah bersabda, ‘Kalian harus berlaku jujur, karena sesungguhnya kejujuran itu akan membimbing kepada kebaikan. Dan kebaikan itu akan membimbing ke surga. Seseorang yang senantiasa berlaku jujur dan memelihara kejujuran, maka ia akan dicatat sebagai orang yang jujur di sisi Allah. Dan hindarilah dusta, karena sesungguhnya kedustaan itu akan menggiring kepada kejahatan dan kejahatan itu akan menje rumuskan ke neraka. Seseorang yang senantiasa berdusta dan memelihara kedus taan, maka ia akan dicatat sebagai pendusta di sisi Allah.'” {Muslim 8/29}

Senantiasa silaturahim

Dari Anas bin Malik RA, dia berkata, “Saya pernah mendengar Rasulullah SAW bersabda, ‘Barang siapa ingin dilapangkan rezekinya dan dipanjangkan umurnya, maka hendaklah ia menyambung tali silaturahim” {Muslim 8/8}

Senantiasa infak

Sesungguhnya laki-laki dan perempuan yang berderma, serta orang-orang yang mengorbankan hartanya untuk membela agama Allah, kelak mereka mendapatkan pahala yang dilipatgandakan. Mereka kelak mendapatkan pahala yang sangat banyak di akhirat (QS Al-Hadid[57]18)

Wahai manusia, jika kalian mau mender makan harta kalian untuk membela Islam, nisca ya Allah akan melipatgandakan pahala bagi kali an dan mengampuni dosa kalian. Allah adalah Tuhan yang Maha Pemberi balsan kebaikan lagi Maha Penyantun (QS At-Taghaabun64]17)

(Abu Azzam)