Jangan Meniru Atau Mengikuti Orang-Orang Kafir

Abu Abdullah Yusuf Azzam

Fenomena saat menjelang tahun baru, umat muslim ikut-ikutan merayakan tahun baru masehi. Banyak diantara saudara kita ikut merayakan dengan ikut berkumpul di keramaian, jalan-jalan di puncak, atau sekedar menonton televisi sampai tengah malam atau berkumpul bersama sambil bermain kembang api dan makan-makan. Di TMII ada sekitar 3.639 tembakan kembang api belum termasuk di Ancol dan Monas. Ada yang mengadakan pesta live musik bahkan para pejabat pemerintah seperti gubernur turut menyanyi. Mereka membuang-buang waktu dan uang, karena kurangnya keilmuan atau masih mengedepankan hawa nafsu.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menghabiskan anggaran sebesar Rp 46 miliar untuk perhelatan sejumlah acara di sepanjang tahun 2013. Kebijakan itu diklaim meningkatkan jumlah wisatawan asing atau lokal di DKI Jakarta.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Jakarta Arie Budhiman menjelaskan, total anggaran Rp 46 miliar itu untuk membiayai lebih dari 260 festival dan pagelaran berbasis seni dan budaya.

“Pokoknya tiada hari tanpa festival. Jakata memang harus terus dimeriahkan dengan acara-acara itu sehngga meningkatkan daya tarik wisatawan untuk terus berdatangan ke Jakarta,” ujar Arie ditemui setelah acara Jakarta Night Festival, Rabu (1/1/2013), seperti dikutip Tribunnews.

Mereka membuang-buang waktu dan uang, karena kurangnya keilmuan atau masih mengkedepankan hawa nafsu. Mereka tidak hanya melakukan pemborosan tetapi membuang-buang waktu dengan percuma.

Allah berfirman, “Wahai Muhammad, berbuatlah baiklah kamu kepada kaum kerabat. Berikanlah hak kaum kerabat, orang-orang miskin dan orang-orang yang kehabisan bekal dalam perjalanan. Janganlah kamu membelanjakan hartamu sedikit pun untuk hal yang haram. Sungguh orang-orang yang membelanjakan hartanya untuk hal yang haram adalah teman-teman setan. Setan senantiasa membangkang kepada Tuhannya. (QS Al-Israa[17]26-27)

Saudaraku janganlah meniru, mengagumi dan mengikuti orang-orang kafir. Karena Allah sangat benci dan murka terhadap orang-orang kafir. Sangatlah tidak pantas jika kita ikut-ikutan orang kafir seperti ikut merayakan natal, tahun baru masehi, valentine, sistem ekonomi liberal, pluralisme, sekurilisme, dan demokrasi sebagai ideologi, atau gaya hidup yang lain. Kebanyakan dari kaum muslim mengikuti orang-orang kafir tanpa mereka sadari.

Rasulullah sudah mengingatkan dalam sabdanya, “Sungguh kamu benar-benar akan mengikuti cara hidup orang-orang sebelumnya, sejengkal demi sejengkal, sehingga seandainya mereka itu masuk ke lubang biawak, pasti kamu akan mengikuti juga. Para sahabat bertanya; “Apakah mereka itu Yahudi dan Nasrani? Jawab Rasulullah saw, siapa lagi kalau bukan mereka (HR Muslim)

Allah berfirman, Wahai Muhammad, apakah belum datang saatnya bagi seorang mukmin, hati mereka menjadi tenang dengan mengingat Allah dan mematuhi Al-Qur’an. Orang-orang mukmin jangan mengikuti jejak kaum Yahudi dan Nasrani yang diberi Taurat dan Injil sebelumnya kemudian mereka merubah isinya. Kaum Yahudi dan Nasrani telah melalui masa yang panjang mereka banyak berbuat dosa sehingga hati mereka manjadi keras. Sebagian besar dari umat Yahudi dan Nasrani menjadi orang yang menyimpang dari Taurat dan Injil (QS Hadiid [57]16)

Rasulullah saw melarang hal-hal yang menyerupai urusan orang kafir. Sewaktu Rasulullah saw musyawarah dengan para sahabat tentang bagaiamana caranya, mengumpulkan manusia untuk melakukan sholat, ada yang usul dengan cara meniup terompet. Rasulullah tidak setuju sebab itu menyerupai perbuatan orang Yahudi. Kemudian ada yang usul dengan cara memukul lonceng. Rasulullah juga tidak setuju, sebab itu perbuatan orang Nasrani. Sampai akhir pertemuan masih belum sepakat. Besoknya Abdullah bin Zaid bin Abdul Rabbuh sewaktu tidur diajar seseorang kalimat adzan, setelah itu dia sampaikan kepada Rasulullah saw dan beliau menyetujuinya.

Rasulullah juga melarang, shalat di saat terbit serta terbenam matahari, sebab di saat itu orang-orang kafir sedang menyembah matahari.

Rasulullah juga melarang shalat dengan berselimut kain, sebab itu menyerupai ibadah orang Yahudi (HR Al-Baihaqi)

Rasulullah juga bersabda, Perbedaan antara puasa kita dan puasanya orang ahli kitab adalah makan sahur (HR Muslim)

Rasulullah saw puasa hati Asyura yakni tangal 10 Muhamarram, beliau juga memerintahkan para sahabat puasa di hari itu, tetapi setelah beliau mengetahui orang Yahudi dan Nasrani mengagungkan hari itu dan berpuasa juga di hari itu, maka beliau bersabda. Insya Allah tahun depan kita akan puasa tanggal 9 Muharram. Rasulullah tidak sampai tahun depan, beliau meninggal dunia

Rasulullah bersabda, “Cukurlah kumis dan peliharalah jenggot (HR Muslim)

Beliau juga bersabda, “Potonglah kumis dan lebatkan jenggot dan kami harus menyelisihi orang Majusi (HR Muslim)

Kamu memberi salam seperti salamnya orang Yahudi, bahwasanya salam mereka itu dengan mengangguk kepala dan tepuk tangan dan isyarat (HR Nasa’i)

Bersihkan halaman rumahmu dan janganlah kamu menyerupai orang Yahudi (HR Tirmizi)

Barangsiapa yang menyerupai kaum, maka dia adalah termasuk golongan mereka (HR Abu Dawud)

Dengan dalil-dalil di atas menunjukkan, bahwa menyelisihi orang kafir dan meninggalkan perbuatan yang menyerupai mereka adalah di antara tujuan syariat Islam. Maka hendaknya ummat Islam, baik laki-laki atau perempuan supaya tetap komitmen terhadap ajaran agamanya.

Orang-orang kafir menginginkan orang-orang muslim untuk mengikuti gaya hidupnya dan tidak segan mengeluarkan dana yang banyak misalnya perhelatan besar musik. Mereka datang ke acara tahun baru untuk melihat pentas musik dengan meninggalkan sholat jamaah, sholat qiyamul lail dan pada akhirnya kesiangan tidak sholat subuh.

Orang-orang kafir ingin agar orang Muslim meninggalkan Al-Qur’an, tidak memahami Al-Qura’an tidak mau membaca terjemahan dan tafsir Al-Qur’an dan mengamalkannya sehingga tidak ada keinginan lagi untuk dakwah, amar maruf nahi munkar, jihad dan untuk menegakkan syariat Islam. Allah berfirman

Orang-orang kafir berkata: “Janganlah kalian dengarkan Al-Qur’an ini. Hendaklah kalian buat keributan supaya kalian dapat mengalahkan suara bacaan Al-Qur’an.” Karena itu, sungguh Kami akan menimpakan adzab yang berat kepada orang-orang kafir. Di akhirat Kami akan berikan balasan yang lebih buruk daripada dosa yang mereka lakukan di dunia. Begitulah balasan neraka bagi musuh-musuh Allah. Mereka kekal di dalam neraka, sebagai hukuman atas pengingkaran mereka kepada Al-Qur’an.” (QS. Fusshilat, 41: 26-28)

Dalam sistem poleksosbudhankam (politik ekonomi sosial budaya hukum, pertahanan dan keamanan) kebanyakan negara muslim mengadopsi sistem barat.

Allah sudah mengingatkan bahwa orang kafir sangat menginginkan sistem hidup orang muslim mengikuti dia bahkan mereka siap untuk menanggung dosanya dan kembali menjadi kafir .

“Allah berfirman, “Orang-orang kafir berkata kepada orang-orang mukmin, “Wahai orang-orang mukmin, ikutilah cara hidup kami. Kami akan menanggung segala dosa kalian selama kalian mengikuti kami.” Padahal sebenarnya orang-orang kafir itu tidak sedikit sedikit pun sanggup menanggung dosa-dosa mereka sendiri. Sungguh orang-orang kafir itu berdusta (QS Al-Ankabut [29]12)

Wahai orang-orang mukmin sebagian besar kaum Yahudi dan Nasrani menginginkan kalian menjadi kafir setelah kalian beriman. (QS AL-Baqarah[2]109)

 

Bagaimana Al-Qur’an mengupas tentang orang-orang kafir ;

Perumpamaan orang kafir

Dan perumpamaan orang yang menyeru orang kafir adalah umpama seperti domba yang digiring oleh pengembalanya. Domba itu tidak dapat memahami seruan pengembalanya kecuali sekedar mendengar teriakan. Orang-orang kafir itu tuli, bisu dan buta karena kekafirannya itu mereka tidak dapat memahami dakwah Muhammad (QS Al-Baqarah [2]171)

Wahai Muhammad, bacakanlah kepada kaum Quraisy berita yang telah Kami sampaikan melalui Al-Qur’an. Ternyata kaum kafir Qurassy mengabaikannya, maka setan terus-menerus memperdayakan mereka. Karena itu kaum kafir Qurasiy menjadi golongan yang sesat. Sekiranya Kami berkehendak menjadikan semua kaum kafir Qurasiy beriman niscaya mereka Kami jadikan mau mengikuti Al-Qur’an. Akan tetapi, kaum kafir Qurasiy lebih menyukai kesenangan dunia dan mengikuti hawa nafsunya laksana seekor anjing. Jika anjing itu kami kejar, ia lari terengah-engah (diulurkannya lidahnya), dan jia kamu membiarkannya, ia juga terengah-engah, dan jika kamu membiarkannya, ia juga terengah-engah (diulurkannya lidahnya). Begitulah perumpamaan orang-orang yang mendustakakan AL-Qur’an. Wahai Muhammad, maka jelaskanlah perumpamaan seperti itu kepada kaum kafir Qurasiy supaya mereka mau berpikir (QS Al-A’araf [7]175-177)

Jadi orang kafir di umpamkan seperti anjing, . Jika anjing itu kami kejar, ia lari terengah-engah (diulurkannya lidahnya), dan jia kamu membiarkannya, ia juga terengah-engah, dan jika kamu membiarkannya, ia juga terengah-engah (diulurkannya lidahnya). (QS Al-A’araf [7]176)

Perumpamaan kaum Bani Israil yang diberi kitab Taurat tetapi tidak menjalankannya, adalah seperti kertas-kertas (kitab-kitab)  diatas punggungnya. Sungguh amat jelek perumpamaan kaum yang mendustakakan kitab Allah. Allah tidak akan memberikan hidayah kepada kaum kafir (QS Al-Jumu’ah[62]5)

Para ahli tafsir; keledai tidak mengerti ebban yang ada di punggunya, kitab atakah sampah, kalau seandainya membawa kitab, dia juga tidak bisa mengambil manfaat kitab yang ada di atas punggungnya, itu sama saja dengan orang Yahudi tidak bisa mengambil manfaat isi kandungan al-Qur’an

 

Orang-orang kafir adalah seburuk-buruk makhluk

Allah berfirman, “Wahai kaum mukmin, taatlah kalian kepada Allah dan Rasul-Nya. Janganlah sekali-kali kalian mendurhakai Allah, padahal kalian telah mendengar ajakan Nabi-Nya. Wahai kaum mukmin, janganlah kalian menjadi golongan orang yang berkata, “Kami mendengar seruan Nabi kalian.” Tetapi kemudian mereka tidak mau menaatinya. Makhluk melata yang paling buruk disisi Allah adalah orang-orang yang tuli dan bisu. Mereka tidak menggunakan akalnya untuk memperhatikan kebenaran agama dari Tuhan mereka (QS Al-Anfal[8]20-22)

 

Orang-orang kafir lebih bodoh dari hewan ternak

Wahai Muhammad apakah kamu menyangka bahwa sebagian besar orang-orang kafir mau mendengarkan dan memikirkan ayat-ayat Al-Qur’an? Semua orang kafir hidup laksana hewan ternak. Bahkan mereka lebih bodoh daripada hewan ternak (QS AL-Furqaan[25]44)

 

Orang kafir itu sama dengan orang mati, bisu, buta dan tuli,

Allah berfirman, “Wahai Muhammad, orang-orang kafir itu laksana orang mati dan orang tuli. Engkau, tidak dapat menjadikan orang mati dan orang tuli dapat mendengar seruan kamu, bila mereka menjauhkan diri dari kamu. Wahai Muhammad, engkau tidak dapat memberi petunjuk kepada orang yang buta hati sehingga mereka mau meninggalkan kesesatan mereka. Hanya orang-orang yang beriman kepada ayat-ayat Kami dengan penuh pasrah diri kepada Allah yang mau mendengar seruan kamu. (QS  Ar-Ruum [52-53)

Orang kafir itu tuli, bisu dan buta. Karena kekafirannya itu, mereka tidak dapat memahami dakwah Muhammad (QS Al-Baqarah[2]171

Orang-orang munafik itu bagaikan orang tuli, bisu dan buta sehingga mereka tidak dapat melepaskan diri dari kekafiran berat (QS Al-Baqarah [2]18)

 

Orang-orang kafir adalah Makhluk melata yang paling buruk di sisi Allah

Sungguh makhluk melata yang paling buruk di sisi Allah adalah orang-orang kafir,karena mereka tidak mau beriman (QS Al-Anfal [8]55)

 

Pendustaan orang kafir terhadap Al-Qur’an

“Ketika ayat-ayat Al-Qur’an yang sudah jelas kebenarannya dibacakan kepada orang-orang musyrik, mereka berkata kepada sesama mereka: “Laki-laki yang membacakan Al-Qur’an ini hanyalah ingin membelokkan kita dari tradisi menyembah tuhan-tuhan selain Allah yang dilakukan oleh nenek moyang kita.” Orang-orang musyrik berkata: “Al-Qur’an yang dibawa laki-laki ini hanyalah kebohongan yang dibuat-buat.” Orang-orang kafir berkata tentang Al-Qur’an yang datang kepada mereka: “Sungguh Al-Qur’an ini benar-benar hanyalah sihir.” (QS. Saba’,  34: 43)

 

Larangan mengadakan pertemuan dengan orang kafir

Wahai kaum mukmin, Allah telah memberikan pejelasan di dalam Al-Qur’an kepada kalian. Jika kalian mendengar olok-olokan orang-orang kafir terhadap-ayat-ayat Al-Qur’an, maka janganlah kalian duduk bersama mereka sampai mereka beralih ke pembicaraan yang lain. karena jika kalian tetap duduk bersama mereka, berati kalian sama dengan mereka. Allah akan mengumpulkan semua orang munafik dan orang kafir di dalam neraka Jahanam (QS An-Nisa[4]140)

 

Larangan menjadikan orang kafir sebagai teman setia dan pemimpin

Orang-orang mukmin tidak boleh mengangkat orang-orang kafir sebagai pemimpin untuk mengurus orang mukmin. Orang mukmin yang melanggar larangan ini, dia tidak akan mendapatkan pertolongan dari Allah sedikit pun (QS Ali Imran [3]28)

Wahai orang-orang yang beriman, janganlah kalian jadikan musuh-Ku dan musuh kalian sebagai teman-teman setia kalian (QS AL-Mumtahanah [28]1)

Wahai kaum mukmin jangnlah kalian menjadikan orang-orang Yahudi dan Nasrani sebgai pemimpin-pemimpin kalian. Mereka itu menjadi pemimpin bagi sesama mereka. Siapa saja di antara kalian yang menjadikan mereka sebgai pemimpin, dia termasuk golongan kafir. Allah tidak akan memberi petunjuk kepada kaum Yahudi dan Nasrani yang berbuat zhalim (QS Al-Maidah[5]51)

 

Larangan mentaati orang kafir

Wahai Muhammad, tabahkanlah dirimu bersama orang-orang yang tekun beribadah kepada Allah baik pagi maupun sore hari, demi mencari keridhaan-Nya. Jangan alihkan perhatian kamu dari orang-orang yang tekun beribadah, hanya karena kamu menginginkan kesenangan hidup dunia. Janganlah kamu taat kepada orang-orang yang lalai mengaingat Allah dan emngikuti hawa nafsunya. Usaha mereka itu pasti sia-sia (QS Al-Kahfi[18]28)

Wahai Muhammad, janganlah kamu ikuti kemaun orang-orang yang mendustakan kenabianmu. Kaum kafir menginginkan kamu kompromi dengan merkea, lalu mereka mau berlaku toleran kepadamu (QS Al-Qalam[68]8-9)

Wahai Nabi, tetaplah kamu taat kepada Allah. Janganlah kamu melakaukan sesuatu yang menguntungkan (menuruti keinganan) kaum kafir dan kaum munafik. Sungguh Allah Maha Mengetahui apa yang diinginkan oleh kaum kafir dan kaum munafik lagi Mahabijaksana dalam memberi petunjuk kepada kamu untuk menghadapi kaum kafir dan kaum munafik. (QS Al-Ahzab[33]1)

 

Sikap permusuhan orang-orang kafir terhadap orang mukmin

Wahai Muhammad, kamu akan mendapati orang-orang Yahudi dan orang-orang musyrik sebgai golongan manusia yang sangat keras permusuhannya kepada orang-orang mukmin (QS Al-Maidah[5]82)

Wahai kaum mukmin, bersiap dirilah kalian untuk menghadapi kaum kafir dengan pasukan berkuda, untuk menimbulkan ketakutan pada musuh-musuh Allah, musuh-musuh kalian dan orang-orang lain di luar mereka. Kalian tidak tahu kekuatan mereka, tetapi Allah mengetahui kekuatan mereka. Harta apa saja yang kalian telah dermakan untuk mendanai jihad untuk membela Islam, niscaya Allah akan memberikan pahala kepada kalian dan kalian tidak akan diperlakukan zhalim (QS Al-Anfal[8]60)

Orang-orang kafir itu benar-benar musuh kalian yang nyata (QS An-Nisa[4]101)

 

Bersikap keras menghadapi orang kafir

Muhammad adalah rasul Allah, Para sahabatnya bersikap keras kepada orang-orang kafir, namun kasih sayang sesama mereka. Wahai Muhammad, kamu melihat para sahabatmu ruku dan sujud untuk mencari rahamat Allah dan keridhaan-Nya. Pada dahi mereka ada bekas sujud yang menjadi tanda khusus mereka. (QS Al-Fath[49]29)

Wahai Nabi, berjuanglah kamu melawan kaum kafir dan kaum munafik dan bersikaplah keras terhadap mereka. Temapt tinggal mereka kelak adalah neraka Jahanam dan itulah seburuk-buruk tempat tinggal. (QS At-Taubah[9]73)

 

Amal orang kafir tidak bermanfaat buat dirinya

Kami berikan balasan kepad mereka atas amal yang telah mereka lakukan. Kami jadikan amal orang-orang kafir sia-sia bagaikan debu yang beterbangan (QS Al-Furqan[25]23)

Usaha-usaha orang-orang kafir kepada Tuhan mereka sia-sia laksana debu yang ditiup angin keras pada hari yang panas. Mereka tidak memperoleh manfaat sedikit pun dari hasil usaha mereka di dunia. Orang-orang kafir itu telah amat jauh sesatnya [QS Ibrahim[14]18)

Allah menolak derma mereka, karena mereka kafir kepada Allah dan Rasul-Nya (QS At-Tuabh[9]54)

 

Allah menangguhkan siksa orang kafir

Biarkan Aku menghadapi kaum yang menikmati kesenangan dunia dan mendustakan AL-Qur’an. Berikan kepada mereka kesempatan sebentar (QS Al-Muzzammil [73]11)

Orang-orang kafir jangan beranggapan bahwa kesenangan dunia yang telah Kami karuniakan kepada mereka lebih baik bagi mereka. Kesenangan dunia yang telah Kami karuniakan kepada mereka hanyalah menamabah besarnya dosa mereka. Orang-orang kafir akan mendapatkan adzab yang sangat menghinakan mereka di akhirat (QS Ali Imran[3]178

Amat banyak negeri yang penduduknya berlaku zhalim, Kami tunda turunnya adzab dinegeri itu. Hanya kepada-Kulah tempat kembali bagi golongan kafir (QS Al-Hajj[22]49)

Wahai Muhammad, berilah tempo kepada orang-orang kafir untuk melakukan tipu daya. Wahai Muhammad, berilah tempo kepada mereka untuk sementara (QS Ath-Thariq[86]17)

 

Ancaman bagi orang kafir

Orang-orang yang mengingkari Al-Qur’an dan kenabian Muhammad, Kami akan masukkan mereka ke dalam neraka. Setiap kali kulit mereka hangus, Kami jadikan kulitnya utuh kembali, agar mereka tetap merasakan siksaan. Allah Mahaperkasa menghukum orang yang durhaka dan Maha bijaksana dalam membuat syariat untuk manusia (QS An-Nisa[4]56)

Adapun orang-orang kafir akan mendapatkan minuman air panas yang mendidih dan siksa yang pedih karena kekafiran mereka (QS Yunus[4]10)

Adapun orang-orang yang mengingkari dan mendustakan Muhammad Rasul Allah dan AL-Qur’an mereka kelak adalah penghuni neraka dan mereka kekal di dalamnya (QS Al-Baqarah[2]39)

 

Anggota tubuh orang kafir menjadi saksi

Pada hari kiamat kelak, musuh-musuh Allah digiring ke dalam neraka. Mereka dikumpulkan dalam neraka berkelompok-kelompok. Ketika orang-orang kafir masuk ke dalam neraka, pendengaran, penglihatan memberikan kesaksian atas segala dosa yang telah mereka lakukan di dunia. Orang-orang kafir berkata kepada kulit mereka sendiri, “Mengapa kalian memberikan kesaksian yang mencelakakan kami? Kulit-kulit itu berkata, “Allah menjadikan kami dapat berbicara. Allah yang telah menjadikan segala sesuatu dapat berbicara. Allah yang dahulu telah menciptakan kalian. Kepada-Nyalah kalian sekarang dikembalikan (QS Fuslihat [41]18-21)

Pada hari kiamat, mulut, tangan-tangan dan kaki-kaki mereka menjadi saksi atas semua perbuatan yang telah mereka lakukan di dunia (QS An-Nuur[24]23)

Pada hari kiamat ini Kami mengunci mulut-mulut manusia. Tangan-tangan mereka yang berbicara kepada Kami dan disaksikan oleh kaki-kaki mereka, untuk menceritakan apa saja yang telah mereka telah dahulu didunia (QS Yaasin[36]65)

 

Orang kafir dikutuk

Orang-orang yang mengingkari kenabian Muhammad dan mati dalam kekafiran, mereka pasti mendapatkan kutukan Allah, kutukan malaikat dan kutukan semua manusia (QS Al-Baqarah [2]161)

Allah melaknat orang kafir di dalam neraka Sa’ir untuk selama-lamanya. Orang-orang kafir tidak mendapatkan seorang pun pelindung dan penolong mereka dari adzab nera Sa’ir (QS AL-Ahzzab[33)64)

Kaum Yahudi dan Nasrani adalah orang-orang yang dilaknat oleh Allah, pasti kamu tidak akan dapat mendapati seorang penolong pun baginya dari adzab Allah (QS An-Nisaa[4]52)

 

Penyesalan orang kafir di akhirat

Orang-orang kafir dan mati dalam keadaan kafir, maka tebusan atas dosa mereka tidak diterima, sekalipun mereka menebusnya dengan emas sebesar jagad raya. Itu pun sekiranya mereka mampu melakukannya. Mereka akan memperolah siksa yang pedih di akhirat. Mereka tidak akan mendapat seorang pun yang dapat menolong mereka dari siksa neraka (QS Ali Imran[3]91)

Saat itu setiap orang menyaksikan balasan atas amalnya. Kaum kafir bingung luar biasa, karena itu mereka berkata, “Alangkah baiknya sekiranya aku menjadi tanah saja, tidak dihidupkan kembali seperti ini (QS Naba[78]40)

Orang-orang kafir akan mendapatkan adzab nereka Jahanam. Di neraka, mereka tidak akan mati. Adzab bagi mereka tidak diringankan sedikit pun. Begitulah Kami memberikan hukuman kepada tiap-tiap orang kafir. Di neraka, orang-orang kafir terus menerus berteriak, keluarkan kami dari tempat ini. Pasti kami akan bermal shalih. Amal yang berbeda dari yang kami lakukan di dunia dahulu. Allah berfirman kepada mereka, “Bukanlah Kami telah memberikan umur panjang kepada kalian di dunia, tetapi ternyata kalian tidak mau mengikuti petunjuk para rasul Allah yang telah mengingatkan kalian tentang siksa neraka? Karena itu rasakanlah oleh kalian adzab neraka ini.” Orang-orang kafir itu tidak mendapatkan seorang pun yang menolong mereka di neraka (QS Faathir[35]36-37)

 

Orang kafir tidak akan mendapat ampunan

Allah tidak akan mengampuni dosa orang-orang yang menyekutukan Allah. Akan tetapi Allah mengampuni dosa-dosa lainnya kepada siapa saja yang dikehendaki. Siapa saja yang menyekutukan Allah ia benar-benar telah melakukan dosa yang sangat besar (QS An-Nisaa[4]48)

 

Orang yang menentang ayat-ayat Qur’an akan di tutup hatinya dan tidak akan memahami Al-Qur’an untuk selama-lamanya

Siapakah yang lebih zhalim daripada orang-orang yang suka menentang ayat-ayat Al-Qur’an yang disampaikan kepada mereka dan lupa atas dosa-dosa yang telah mereka lakukan? Karena dosa-dosa mereka, kami tutup hati dan telinga mereka, sehingga mereka tidak dapat memahami Al-Qur’an. Wahai Muhammad, jika kamu ajak mereka kepada Islam, maka mereka tidak akan menerimanya untuk selama-lamanya (QS Ar-Ra’d[13]57)

 

Ancaman Allah SWT Terhadap Orang-orang Yang Mendustkan, Mengingkari dan Menen tang Al Qur’an

“Orang-orang yang mengingkari ayat-ayat Al-Qur’an, mereka itu tidak akan mampu melarikan diri dari adzab Kami. Apakah orang-orang yang dimasukkan ke dalam neraka itu lebih baik? Ataukah orang beriman yang dimasukkan ke dalam surga pada hari kiamat kelak? Wahai manusia, karena itu silahkan kalian berbuat sesuka kalian. Sungguh Allah taala senantiasa mengetahui apa yang kalian lakukan. Orang-orang kafir yang mengingkari Al-Qur’an ketika Al-Qur’an datang kepada mereka PASTI CELAKA. Sungguh Al-Qur’an ini adalah sebuah kitab yang amat mulia. Al-Qur’an tidak tersentuh oleh upaya pemalsuan pada masa turunnya mau¬pun pada masa-masa selanjutnya. Al-Qur’an turun dari Tuhan Yang Maha¬bijaksana lagi Maha Terpuji. Wahai Muhammad, apa yang dikatakan oleh kaum kafir kepadamu juga telah dikatakan oleh kaum kafir dahulu kepada rasul-rasul sebelum kamu. Sungguh Tuhanmu Maha Pengampun dan Maha Memberi siksa yang amat pedih.” (QS. Fusshilat, 41: 40-43)

Melihat ayat-ayat diatas sudah tidak bisa ditolilir lagi kita tidak boleh meniru gaya hidup, sistem hidup, sistem hukum, menjadi teman baik atau menjadikan mereka pimpinan, maka jika tidak kita akan menjadi satu bagian mereka. Dan kembalilah dengan Al-Qur’an

 

Ma’roji : Al-Qur’an terjemah Tafsiriyah, Ustadz Muhammad Thalib,

                Kafir dan Indikasinya, Ahmad Izzuddin Al-Bayanuni


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s