Istighfar dan Taubat

Bersih dan suci dari dosa dan kesalahan adalah sesuatu yang tidak mungkin untuk manusia. Mengapa? Karena manusia bukanlah malaikat yang tidak memiliki nafsu, sehingga mereka selalu tunduk patuh pada perintah Allah swt. Manusia adalah makhluk yang berada di antara sifat malakiyah dan syaithainiyah. Terkadang ia bisa condong pada sifat kebaikan dan ketundukan seperti malaikat. Dan terkadang pula ia bisa tergelincir pada sifat keburukan dan kedurhakaan seperti syaitan.

Dalam bahasa arab manusia disebut “an-Nas” yang berarti makhluk yang pelupa. Ibnu Abbas ra, berkata, “Nabi Adam as lupa terhadap janji Allah maka Beliau dinamakan manusia.” Karena tepat sekali ungkapan yang menyebutkan, al-isanu mahlaul khata’ wanisyan (manusia itu tempatnya salah dan lupa)

Dalam Al-Qur’an Allah telah menyebut manusia dengan berbagai predikat kenistaan, kelupaan dan kesalahan

1. Allah menamakan manusia sebagai makhluk yang banyak berbuat aniaya dan bodoh.

Sesungguhnya Kami telah mengemukakan amanat kepada langit, bumi dan gunung-gunung, Maka semuanya enggan untuk memikul amanat itu dan mereka khawatir akan mengkhianatinya, dan dipikullah amanat itu oleh manusia. Sesungguhnya manusia itu Amat zalim dan Amat bodoh, (QS Al-Ahzab 72)

2. Allah menamakan manusia yang sering melampui batas

Sesungguhnya manusia benar-benar melampaui batas, (QS Al-Alaq 6)

3. Allah menamakan manusia sebagai  makhluk penantang

Apakah manusia tidak memperhatikan bahwa Kami menciptakannya dari seti tik air (mani), Maka tiba-tiba ia menjadi penantang yang nyata! (QS Yasin 77)

4. Allah menamakan manusia sebagai makhluk penuh keluh kesah  dan kikir

Sesungguhnya manusia diciptakan bersifat keluh kesah lagi kikir. (QS Al-Mar’jih19)

Keutamaan Istighfar

Istighfar merupakan jalan menuju ampunan, Allah sebagaimana firmannya

Siapa saja yang berbuat kesalahan atau dosa, kemudian ia memohon ampun kepada Allah niscaya ia akan mendapati Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayng kepada hamba-Nya yang bertaubat. (QS An-Nisa[4]110)

Setiap Rasul yang Kami utus hanyalah untuk ditaati atas izin Kami. Wahai Muhammad, siapa saja yang semula pura-pura beriman kepdamu, berarti mereka berlaku zhalim kepada dirinya sendiri. Sekiranya mereka mau datang kepadamu, lalu memohon ampun kepada Allah dan kamu pun memintakan ampun untuk mereka niscaya mereka akan mendapati Allah Maha Penerima taubat dan Maha penyayang kepada semua makhluk-Nya (QS An-Nisa[4]64)

Istighfarnya para Rosul

Nabi Adam, Allah berfirman, “Adam dan Hawa berkata, “Wahai Tuhan kami, kami telah berlaku zhalim pada diri kami. Jika Engkau tidak mengampuni kami dan mengasihi kami niscaya kami termasuk orang-orang yang rugi (QS Al-A’raf[7]23)

Nabi Ibrahim, Allah berfirman, Wahai Tuhanku, ampunilah aku dan kedua orang tuaku serta orang-orang mukmin pada hari perhitungan amal di akhirat (QS Ibrahim[14]41)

Nabi Musa, Allah berfirman, “Musa berdoa, “Wahai Tuhan-ku, ampunilah diriku dan saudaraku, masukanlah kami ke dalam rahmat-Mu. Engkau adalah Tuhan yang paling penyayang di antara semua yang penyayang (QS Al-A’raaf[7]151)

Selain itu juga tertuang dalam firman-Nya, “Tuhan kalian lebih mengetahui apa saja yang ada dalam hati kalian. Jika kalian memang orang-orang yang beramal shalih, maka sesungguhya bagi orang-orang yang bertaubat, Tuhan Maha Pengampun kepada mereka (QS Al-Isra[17]25)

Artinya apabila kita berniat berbuat baik, beramal shalih dan bertaubat dari segala dosa serta ikhlas dalam beribadah, maka dosa yang telah lalu tidak berpengaruh negatif. Karena Allah Maha Pengampun bagi orang-orang yang bertaubat dari dosa menuju tobat dan dari tidak ikhlas kembali pada keikhlasan.

Dalam hadist qudsi, Allah berfirman, “Wahai hamba-hamba-Ku kalian berbuat dosa pada waktu siang dan malam hari dan Aku mengampuni segala dosa. Maka amohonlah ampunan kepda-Ku, niscaya Akau mengampuni kalian (HR Muslim)

Dalam hadis yang lain disebutkan, “Setiap malam Tuhan kita yang Mahasuci dan Mahaagung turun ke langit dunia pada sepertiga malam yang akhir. Kemudian berkata, “Orang yang berdoa kepada-Ku niscaya Aku kabulkan. Orang yang meminta kepada-Ku, niscaya Aku beri. Orang yang beritighfar kepada-Ku, niscaya Aku ampuni dosanya.

Dalam riwayat yang lain, “Adakah orang yang beristighfar, niscaya Aku akan mengampuninya (HR Bukhari, Muslim, Ahmd)

Rasulullah saw bersabda, “Sesungguhnya Iblis berkata, kepada Tuhan, “Demi keagungan dan keluhuran-Mu, aku tidak akan pernah berhenti meggoda anak Adam selama nyawa mereka masih dikandung badan, “Allah kemudian berfirman, “Demi keagungan dan kelihiran-Ku, Aku tidak akan pernah berhenti memberi ampunan selama mereka masih memohon ampunan kepada-Ku (HR Ahmad dan Abu Ya’la) Subhanallah begitu teramat sayangnya Allah kepada manusia, mengapa kita masih malas beristighfar? Maka bersegeralah minta ampun kepada Allah. Allah berfirman

Wahai kaum mukmin, bersegeralah kalian meraih ampunan dari Tuhan kalian dengan bertaubat dan meraih surga yang luasnya seluas langi dan bumi. Surga itu disediakan bagi orang-orang yang takwa, taat kepada Allah dan bertauhid. Orang-orang yang bertakwa yaitu orang-orang yang mau mendermakan hartanya ketika masa aman dan ketika masa perang, mereka mampu menahan rasa marah dan mau memaafkan kesalahan orang lain. Allah menerima orang-orang yang melakukan kabaikan semacam itu (QS Ali Imran [3]133-134)

Hasan ra berkata, “Mereka beramal di malam hari dan hanya tidur sedikit di malam hari, mereka lakukan itu sampai menjelang subuh dan saat itu mereka melakukan istighfar. Allah berfirman, “

Orang-orang yang takwa yaitu orang-orang yang setelah berbuat dosa besar atau berbuat dosa kecil, mereka segera bertaubat kepada Allah, kemudian mohon ampun segala dosa mereka. Tiada yang dapat mengampuni dosa-dosa manusia selain Allah. Kemudian mereka tidak mengulangi dosa-dosa yang lalu itu untuk seterusnya, mereka menyadari dosa-dosanya itu. (QS Ali Imran [3]135)

Orang-orang bertakwa bukanlah orang yang tidak pernah berbuat dosa sama sekali akan tetapi orang-orang yang bertakwa adalah jika ia melakukan kesalahan mereka beristighfar dan mengakui kesalahannya serta memohon ampunan kepada Allah swt

Definisi Istighfar

Isitighfar artinya memohon ampun kepada Allah atas dosa yang dilakukan. Istighfar bukan sekedar ucapan di bibir, sementara hati lalai dengan makna Isitighfar dan anggota badan tetap melakukan maksiat. Isitighfar semacam ini butuh diistighfari.

Ali bin Abi Thalib berkata, “Sungguh Isitighfar mempunyai derajat yang mulia. Istighfar adalah suatu nama yang mempunyai enam makna

Pertama, menyesali perbuatan yang telah dilakukan. Kedua, niat kuat untuk tidak mengulangi apa yang terlah diperbuat untuk selamanya. Ketiga, menunaikan seluruh hak sesama makhluk, sehingga saat ia bertemu Allah di Hari Kiamat dirinya telah bersih dari segala bentuk tanggungjawab. Keempat, berniat menunaikan kewajiban yang telah dilalaikan. Kelima, menjauhi daging yang tumbuh dari barang haram, kemudian melarutkannya dengan keprihatinan sehingga kulit dan tulang bertemu dan membentuk daging baru. Keenam, mengajak badan untuk merasakan kesusuhan dalam beribadah sebagaimana badan telah merasakan kenikmatan maksiat. Pada saat itulah dan membaca, Astaghfirullah (aku mohon ampun kepada Allah)

Jadi dosa itu ada dua yang pertama adalah dosa yang telah berlalu, maka obatnya adalah istighfar dan yang kedua adalah dosa yang akan datang maka obatnya adalah taubat supaya tidak terjebak di dalamnya di kemudian hari.

Ibnu Rajab berkata, “Sering kali kata “istighfar” disebutkan bersamaan dengan kata, “Taubat”. Jika demikian, maksud istighfar adalah memohon ampun dengan lisan dan hati. Adapun makna tobat adalah menghentikan segala perbuatan dosa dengan hati dan anggota badan. Sedangkan apabila “istighfar” disebutkan sendirian tanpa dibarengi kata “taubat” maka maknanya adalah istighfar yang disertai dengan taubat dan tidak mengulangi kesalahan yang telah diperbuat.

Dr. Wahbah az-Zumhaili dalam tafsir Al-Munir mengemukakan rahasia penggabungan peritah beristighfar dan bertaubat pada kebanyakan ayat-ayat al-Qur’an, bahwa tidak ada jalan untuk meraih ampunan Allah swt melainkan dengan menunjuk kan perilaku dan sikap taubat yang diimplementasi kan dengan penyesalan akan kesalahan masa lalu, melepas ikatan-ikatan (jaringan) kemaksiatan dalam segala bentuk dan sarannya serta tekad yang tulus dan jujur untuk tidak mengulangi kembali perbuatan-perbuatan dosa di masa yang akan datang dalam kaitan ini, taubat merupakan penyempurna dari istighfar seseorang agar diterima oleh Allah swt.

Al-Qurtubi riwayatkan cerita dari Ibnu Shabih. Pada suatu hari ada seorang datang mengadu kepada Hasan al-Basri tentang masa kemarau. Hasan berkata kepadanya “Beristighfarlah kepada Allah” Ada pula lelaki lain mengadu akan kemiskinannya. Beliau juga berkata “Beristighfar lah kepada Allah ”Ada pula lelaki lain berkata “Doakanlah supaya Allah memberikanku anak.” Beliau berkata “Beristighfarlah kepada Allah”. Datang lagi lelaki lain yang mengadu tentang kebunnya yang kekeringan. Beliau berkata “Beristighfarlah kepada Allah”. Ar-Rabi berkata kepada Hasan “Beberapa orang lelaki datang dan mengadu pelbagai jenis perkara tetapi kamu menyuruh mereka semua membaca intighfar” Hasan jawab “Aku sama sekali tidak mengatakan apapun dari diriku sendiri. Sesungguhnya Allah berfirman: “Lalu aku berkata kepada kaumku, “Hendaklah kalian mohon ampun kepada Tuhan kalian dari kekafiran dan dosa-dosa kalian. Tuhan kalian itu senantiasa Maha Pengampun. Allah me nurunkan hujan dari langit secara terus menerus ke pada kalian. Allah memberikan harta dan anak-anak kepada kalian. Allah memberikan kebun-ke bun dan sungai-sungai kepada kalian.(71 :10 – 12)

Istighfar dan tobat merupakan jalan yang mengantarkan kita ke surga

Wahai orang-orang yang beriman, bertaubatlah kepada Allah dengan taubat yang sungguh-sungguh. Mudah-mudahan Tuhan kalian menghapuskan dosa-dosa kalian ke dalam surga-surga. di bawah surga mengalir sungai-sungai. (QS At-Tharim[66]8)

Dalam hadits menyatakan sayyidil istighfar adalah

Allahumma anta robbi laa ilaha illa anta, kholaqtani wa ana ‘abduka wa ana ‘ala ‘ahdika wa wa’dika mastatho’tu. A’udzu bika min syarri maa shona’tu, abuu-u laka bini’matika ‘alayya, wa abuu-u bi dzanbi, faghfirliy fainnahu laa yaghfirudz dzunuuba illa anta.”

Ya Allah! Engkau adalah Rabbku, tidak ada Rabb yang berhak disembah kecuali Engkau. Engkaulah yang menciptakanku. Aku adalah hamba-Mu. Aku akan setia pada perjanjianku dengan-Mu semampuku. Aku berlindung kepada-Mu dari kejelekan yang kuperbuat. Aku mengakui nikmat-Mu kepadaku dan aku mengakui dosaku, oleh karena itu, ampunilah aku. Sesungguhnya tiada yang mengampuni dosa kecuali Engkau.”

Maka barang siapa yang mengucapkannya di waktu pagi dan meyakininya, lalu dia mati pada harinya itu sebelum petang, maka dia termasuk penghuni Surga. Dan barang siapa yang mengucapkannya di waktu petang dengan meyakininya, lalu dia mati pada harinya itu sebelum pagi, maka dia termasuk penghuni Surga. (HR al-Bukhari at-Tirmidzi)

Rasulullah juga bersabda, “Sungguh beruntung orang yang menjumpai buku catatannya (dihari kamat) penuh dengan istighfar (HR Ibnu Majah dan al-Baihaqi)

Hadist yang pertama mengandung pengertian bahwa istighfar merupakan amal yang dilakukan di dunia. Adapun makna hadis kedua adalah bahwa isitghfar dari orang lain, seperti dari malaiakat, anak-anak, orang mukmin. Seperti dalam hadist, Nabi saw bersabda, “Seorang lelaki diangkat derajatnya di surga. kemudian dia bertanya, “Kenapa aku mendapatkan semua ini? Dikatakan kepadanya, “Ini semua karena istitghfar anakmu untukmu (HR Ahmad dan Ibnu Majah)

Waktu yang tepat beristighfar

Istighfar diisyaratkan dibaca adalam banyak situasi dan kondisi seperti pada pagi dan petang, ketika keluar dai toliet shalat, sujud, seteleh selesai sholat ketika akan tidur diakhir kajian ilmu dan masa banyak lagi. Waktu yang paling baik membaca istighfar adalah waktu sahur

Dan memohon ampun kepada Allah ketika menjelang subuh (sahur) (QS Ali Imaran [3]17)

Demikian juga Nabi Ya’qub mengakhirkan bacaan istighfar untuk anak-anaknya pada waktu sahur, “Aku akan memohonkan ampun bagimu kepada Tuhanku (QS Yusuf[12]98)

Rasulullah saw bila selesai menunaikan shalat, beliau membaca istighfar tiga kali (HR Muslim)

 

 

 

 

 


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s