Anak kecil

Sekelompok rombongan datang ke hadapan Khalifah Umar bin Abdul Aziz, untuk memberi penghormatan. Meeka menujuk seorang anak kecil untuk mewakili mreka meskipun bersama mereka ada banyak orang-orang tua. Sebelum anak itu berbicara, Sang Khalifah berkata, “Tunggu sebentar anakku, hendaklah berbicara orang yang lebih tua dari engkau!

Mendengar itu maka anak itu tersenyum dan berkata, “Wahai amirul mukminin, sesungguhnya orang itu diukur dari dua hal yang kecil yang ada pada dirinya, dua hal itu ialah lidahnya dan batinnya. Maka kalau seorang itu dikarunai oleh Allah lisan yang tajam dan hati yang besar, maka sungguh ia telah berarti dalam hidupnya. Wahai Amirul Mukminin, sekiranya segala sesuatu didahulukan atas dasar usia, maka disana ada orang yang lebih berhak memangku jabatan khalifah ini.”

Maka Umar bin Abddul Aziz berkata, “Bicaralah wahai anakku! Maka anak itu pun berkata, “Kami adalah rombongan yang datang untuk mengucapkan terima kasih, kami datang dari kampung kami dengan memuji Allah swt atas apa yang dilimpahkan kepada kami melalui engkau. Kami datang tidak karena ketamakan juga tidak karena kebencian. Adapun ketamakan maka itu tidak ada pada kami, karena kami telah datang ke kampung kami apa-apa yang datang dari engkau, adapun kebencian, itu juga tidak. Karena Allah telah memberi kami ketentraman melalui keadilan engkau yang mengalahkan kecurangan engkau.

Teruskan nasehatmu anakku, ‘Wahai Amirul Mukminan, banyak orang yang tertipu oleh kasih sayang Allah, terlena oleh panjangnya angan-angan, serta terpedaya oleh pujian orang atau dirinya. Maka janganlah engkau tertipu oleh kasih sayang Allah kepada engkau, juga oleh angan-angan engkau serta pujian orang yang terhadap engaku, karena jika begitu akan tergelincirlah kaki engkau.

Dari Irak, Abu Musa Al-Asy’ri mengirimkan kelebihan harta zakat kepada Umar bin Khatab di Madinah sebesar satu juta dirham. Setibanya harta itu, langsung dibagi kepada yang berhak menerima karena harta itu adalah harta zakat. Kemudian ada sedikit sisa, sehngga mereka berselisih hendak dikemanakan sisa itu, akhiranya Umar mengumpulkan orang-orang dan berkata, “Wahai kalian semua, sungguhnya telah tersisa untuk kalian sedikit harta setelah terpenuhinya hak-hak orang yang berhak. Aku meminta pendapat kalian maka apa yang kalian usulkan?

Maka berdirilah Sho’sho’ah seorang bocah kecil. Setelah diberi izin, ia berkata, “Wahai Amirul Mukminin, sesungguhnya meminta musyawarah kepada manusia itu adalah dalam hal-hal yang ada nash yang turun, ada pun soal ini yang berhak menerima zakat telah diturunkan dengan jelas oleh Allah, maka letakanlah semua itu pada tempatnya?

Mendengar itu Umar berkata, “Sungguh benar engkau wahai Sho’so’ah, engkau adalah bagian dari diriku dan aku adalah bagian dari dirimu. Kemudian Umar bergegas membagi sisa itu kepada kuam muslimin yang berhak.

Imam al-Bukhari. Ketika baru berusia 14 tahun, beliau duduk bersama ulama besar di suatu majelis. Saat itu, beliau mendengar dua orang ulama sedang bebincang masalah kitab hadis yang banyak bermunculan saat itu. Keduanya mempermasahkan isi kitab yang dianggap banyak tercampur dengan sejumlah hadis lemah maupun palsu, sehingga keduanya berharap akan ada kitab hadis yang hanya berisi kumpulan hadist yang kuat dan dapat dijadikan pedoman. Mendengar itu, al-Bukhari pun berkata pada dirinya sendiri, “Akulah yang akan menyusunnya kelak.” Yang terjadi pada akhirnya Al-Bukhari mewujudkan impinannya.

Muhammad Al-Fatih. Saat terjadi panakulakkan, al Fath baru berusia 23 tahun. Jika melihat kebelakng, sebenarnya ia selalu berusaha untuk bisa bergabung dengan pasukan berkuda yang akan menyeberang ke Konstantinopel melewati laut, padahal umurnya baru 15 tahun. Akibatnya, di selalu dipulangkan karena dianggap terlalu muda. Namun karena kesungguhan niatnya, al Fatih tidak pantang menyerah. Ia kembali mencoba mengikuti pasukan berkuda tersebut dan terus dipulangkan pula. Begitulah yang terjadi selama 8 tahun terus menerus. Hingga akhitnya beliau menjadi panglima.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s