“Demi Allah saya tidak akan berambisi lagi untuk bergelut dengan dunia.

Ketika kecial al-Harists al-Muhasibiy pernah melihat kawan-kawannya yang sedang bermain di depan rumah seorang penjual kurma. Sementara al-Muhabisibiy memperhatikan kawan-kwannya bermain, tiba-tiba pemilik rumah itu keluar dengan membawa kurma dan berkata kepadanya, “Makanlah kurma ini! Al-Muhasibiy bertanya, “Kurma dari mana ini? Sang pemilik kurma menjawab, “Satu jam yang lalu saya menjual kurma kepada seseorang dan sebagian kurmanya jatuh. Al-Muhasibiy bertanya lagi kepada orang tersebut, “Apakah kamu mengenal orang yang membeli kurma itu? Ia menjawab, “Ya, ia seorang muslim, kemudian al-Musabiy pergi tanpa berkata sepatah apapun lagi. Sang penjual kurma penasaran dan ia memutuskan untuk mengejar al-Muhasibiy, ia bertanya kepadanya, “Demi Allah. Saya tidak akan melepaskanmu sebelum kamu mengutarakan apa yang kamu sembunyikan di hatimu tentang diriku ini.” Al-Mussibiy berkata, “Wahai Bapak, Bila kamu benar-benar seorang muslim, carilah orang yang membeli kurma darimu itu dan kembalikan kurmanya itu kepadanya. Carilah ia sebagaimana kamu mencari air di saat kamu sedang keadaan haus. Wahai Bapak, Bagaiamana kamu bisa memberi makanan yang tidak jelas statusnya kepada anak-anak saudaramu sesama muslim? Setelah mendengar ucapan al-Muhasibiy ini, penjual kurma itu berkata, “Demi Allah saya tidak akan berambisi lagi untuk bergelut dengan dunia.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s