Menulis buku ibarat anak yang sholeh

Hendaklah seorang berusaha memiliki anak yang akan berdzikir kepada Allah Ta’ala sepeninggalannya, sehingga pahalanya juga dapat ia rasakan. Atau hendaklah menulis kitab tentang ilmu. Sebab menulis ilmu ibarat anaknya yang akan tetap kekal. Dari kitabnya akan kekal. Dari kitabnya akan dinukil sesuatu yang dapat diikuti orang lain. inilah yang tak pernah mati. Suatu kaum telah meninggal sedangkan ditengah-tengah


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s