Kemuliaan Jihad dan Syahid

ABU-MUHAMMADSungguh sangat menyakitkan sekali mendengar bahwa raja Arab Saudi Raja Saudi Abdullah bin Abdulaziz pada Senin (3/2/2014) mengeluarkan perintah untuk menghukum warganya yang dinyatakan “bersalah” karena terlibat pertempuran dalam konflik di luar kerajaan dengan hukuman penjara berkisar antara tiga sampai 20 tahun. Anggota “ekstrimis” dan siapa saja yang terbukti bersalah memberikan dukungan keuangan atau moral bagi kelompok-kelompok “teroris” juga akan dikenakan hukuman yang berat, ujar pernyataan Pengadilan Kerajaan seperti dilansir oleh State News Agency (SPA).Kementerian dalam negeri, urusan luar negeri dan kehakiman telah membentuk sebuah komite bersama untuk menyiapkan daftar kelompok yang mereka klaim “ekstrimis” dan akan dipantau dengan cermat, lanjut laporan SPA.Keputusan ini muncul setelah undang-undang “anti-terorisme” baru mulai berlaku sejak Ahad (2/2).Seperti diketahui, saat ini banyak pemuda Muslim Saudi yang meninggalkan rumah mereka untuk bergabung dengan Mujahidin Suriah melawan rezim kafir Syi’ah pimpinan Assad.Seorang pengamat gerakan Islam di Saudi mengatakan kepada Al Arabiya pada November lalu bahwa diperkirakan 600 warga Saudi telah bergabung dengan kelompok afiliasi Al Qaeda di Suriah.

Lihatlah kekejaman kaum Syiah kepada kaum muslim, Penggunaan barel bom oleh pasukan rezim Suriah telah menewaskan 4.000 orang yang 97 persen korbannya adalah warga sipil, menurut statistik terbaru dalam sebuah laporan Senin kemarin (3/2/2014) yang disampaikan oleh Jaringan Suriah untuk Hak Asasi Manusia.Laporan itu mengatakan pasukan yang setia kepada Presiden Suriah Bashar Al-Assad, telah menggunakan 2.250 bom tersebut selama beberapa bulan terakhir, target serangan adalah wilayah yang dikuasai pejuang oposisi namun lebih sering menghantam lingkungan sipil. “Tidak ada korelasi antara lini depan dan di mana bom barel dijatuhkan. Karena bom ini lebih sering dijatuhkan di lingkungan sipil.”

Bom barel (istilah Arabnya “birmil”) adalah perangkat peledak improvisasi yang mengandung trinitrotoluene ( TNT ), serta berisi potongan-potongan logam dan beton tajam untuk meningkatkan kekuatan destruktif. Setiap bom barel beratnya sekitar setengah ton dan bisa menghancurkan kawasan seluas 250 meter persegi. SEBANYAK 169 orang, termasuk 11 anak-anak dan sembilan perempuan, tewas dalam serangan yang dilakukan oleh rezim Presiden Bashar Assad di Suriah pada hari Ahad kemarin (2/2/2014), Jaringan Suriah untuk Hak Asasi Manusia melaporkan (SNHR).

Sikap Raja Arab Saudi seperti sikap negara kafir dalam hal ini Perancis, Dua remaja Perancis yang pergi ke perbatasan Suriah, berusaha untuk bergabung dengan kelompok Mujahidin di Suriah, didakwa oleh hakim thagut Perancis khusus “anti-terorisme” pada Jum’at (31/1/2014).Keduanya berusia 15 dan 16 tahun, didakwa dengan “konspirasi sehubungan dengan kejahatan terorisme” dan ditempatkan di bawah pengawasan pengadilan, ujar sumber seperti yang dilaporkan Al Arabiya.Mereka berasal dari kota Toulouse, terbang ke Turki pada 6 Januari lalu dan menyeberangi perbatasan Suriah, nampaknya mereka berencana bergabung dengan ribuan Mujahid lainnya yang memerangi rezim brutal Bashar al-Assad.Menurut laporan Menteri Dalam Negeri Perancis, Manuel Valls, sebanyak 700 warga Perancis telah bergabung dalam perang Suriah.

Padahal jelas bahwa orang-orang kafir termasuk syiah adalah senantiasa memerangi orang muslim, Allah berfirman

Wahai Muhammad, orang-orang bertanya kepadamu tentang berperang pada bulan Haram. Katakanlah, “Berperang pada bulan Haram besar dosanya. Akan tetapi, merintangi orang menjalankan syari’at Allah, kafir kepada-Nya, menghalangi orang masuk ke Masjid Haram dan mengusir penduduknya dari Majidil Haram, dosanya jauh lebih besar di sisi Allah. Merintangi orang untuk menjalankan agamanya jauh lebih besar dosanya daripada membunuh. Golongan kafir selalu memerangi kalian sampai kalian meninggalkan agama kalian, sekiranya mereka dapat melakukannya. Wahai kaum mukmin siapa saja yang keluar dari Islam dan mati dalam keadaan kafir, semua kebaikannya menjadi sia-sia di dunia dan di akhirat. Mereka menjadi penghuni neraka, dan mereka kekal di dalamnya (QS Al-Baqarah 217)

Sikap dan tindakan Raja Saudi Abdullah bin Abdulaziz, berarti menghalang-halangi para mujahid untuk berjihad, sikap orang yang menghalang-halangi sudah di ilustrasikan oleh Allah dalam firman-Nya

Orang-orang yang menjadikan kaum Yahudi dan Nasrani sebagai teman telah menjadikan sumpah-sumpah mereka sebagai sarana menipu dan menghalangi orang-orang mukmin dari jalan Allah. Kelak pada hari kiamat mereka akan memperoleh adzab yang menghinakan (QS Al-Mujaadillah [58]16)

Kaum munafik tidak pernah mempersiapkan diri untuk berperang, melepaskan diri dari kewajiban jihad, menganggap rendah dan menanamkan bibit fitnah di dalam pasukan Islam, Allah berfirman

Wahai Muhammad, sekiranya orang-orang munafik mau pergi berperang. Hati mereka penuh keraguan dan mereka pun menjadi bingung karena kemunafikan mereka. Wahai Muhammad, sekiranya orang-orang munafik mau pergi berperang bersama kamu, pasti mereka mempersiapkan diri dengan sungguh-sungguh. Akan tetapi, Allah tidak menyukai keberangkatan mereka ke medan perang. Karena itu Allah membuat banyak rintangan bagi mereka. Ada yag berkata kepada mereka, “Wahai kaum munafik tinggallah kalian bersama orang-orang yang tidak pergi berperang. Wahai kaum mukmin, sekiranya kaum munafik ikut berperang pasti hanya menambah kerugian bagi kalian dan menghancurkan kalian. Kaum munafik ingin menimbulkan kekacuan pada barisan kalian. Diantara kalian ada orang-orang yang suka mendengarkan perkataan tidak baik dari kaum munafik. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui orang-orang yang berbuat zhalim. Wahai kaum mukmin, kaum munafik sejak dahulu selalu menginginkan kalian dilanda ketakutan dan kekacuan. Mereka ingin mengacau balaukan segala urusan kalian sampai datangnya kemenangan kepada kalian dan turunnya adzab Allah kepada mereka yang tidak mereka inginkan. Diantara kaum munafik ada yang berkata kepada Nabi, “Izikanlah aku untuk tidak pergi berperang, wahai Nabi, janganlah kamu jerumuskan diriku dalam ketakutan. Wahai Nabi, ketahuilah bahwa kaum munafik, telah melakukan fitnah kepadamu. Neraka Jahanam benar-benar mengepung orang-orang kafir “(QS At-Taubah[9]46-49)

Padahal Allah begitu mengangkat setinggi-tingginya orang mukmin yang pergi berjihad, Sesungguhnya surga memiliki seratus (100) derajat (tingkat) yang dipersiapkan oleh Allah kepada orang-orang yang berjihad fiisabilillah, perbandingan antara satu derajat yang lain seperti antara langit dan bumi. Jika kalian memohon kepada Allah, maka mintalah surga Firdaus, karena ia adalah tempat yang berada di tengah-tengah, tapi derajatnya paling tinggi, diatasya terdapat arasy Tuhan dan memancar darinya sungai-sungai surga

Dari Abu Said, barangsiapa yang ridha menjadikan Allah sebagai Tuhannya, menjadikan Islam agamanya dan menjadikan Muhammad sebagai nabinya, maka ia wajib masuk surga. “Mendengar hal itu Abu Said heran dan berkata, “Ulangi lagi wahai Rasulullah. Maka beliau pun mengulanginya, kemudian bersabda, Selain itu, Allah mengangkat derajat hamba-Nya yang taat seratus kali lipat di dalam surga, perbandingan antara derajat yang satu dengan lainnya seperti antara langit dan bumi. Kemudian Abu Said berkata, “Amal apa yang bisa menjadikan seperti itu, wahai Rasulullah.” Beliau menjawab, “Yaitu jihad fii sabilillah, Yaitu jihad fii sabilillah, (Dua kali)

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah berkata mengomentari hadits ini, “Kedudukan mujahid di surga sangat tinggi sejarak 50 ribu tahun

Menjawab pertanyaan Mu’adz bin Jabal Radhiyallahu ‘Anhu perihal amal yang memasukkannya ke dalam surga dan menjauhkannya dari neraka, Rasulullah saw menyampaikan kepadanya puncak amal Islam, yakni jihad fi sabilillah.

“Pokok urusan adalah Islam, tiangnya itu shalat, sedangkan puncaknya adalah jihad.” (HR. Al-Tirmidzi)

Dalam redaksi lainnya, Muadz bin Jabal mengatakan, “Kami pernah bersama Rasulullah saw pada perang Tabuk, lalu beliau bersabda: “Jika kamu mau akan kuberitahukan kepadamu tentang pokok urusan, tiangnya, dan puncaknya?” Aku menjawab, “Tentu saja mau wahai Rasulullah.” Beliau bersabda, “Adapun pokok urusan adalah Islam. Sementara tiangnya adalah shalah. Sedangkan puncaknya adalah jihad.”

Rasulullah saw menyerupakan Islam dengan seekor unta. Karena unta merupakan kendaraan yang bisa menghantarkan seseorang ke tempat yang dikehendakinya. Begitu juga Islam, ia menghantarkan seorang muslim dalam perjalanan duniawi kepada tempat yang terindah yang ditujunya, yakni surga. Lalu beliau saw menyerupakan kepala unta dengan mengucapkan dua kalimat syahadat. Dan hampir setiap orang memungkinkan untuk mengucapkan dua kalimat syahadat sebagaimana seseorang bisa mencapai kepala unta dengan memegang atau melihatnya. Hal ini berbeda dengan jihad yang diserupakan dengan punuk unta, bagian tertinggi darinya. Tidak setiap orang bisa sampai kepadanya kecuali orang yang tinggi. Begitu juga jihad tidak direngkuh kecuali oleh orang mukmin yang utama.

Ibnu Mas’ud meriwayatkan, “Aku bertanya kepada Rasulullah saw, “Rasulullah, amal apakah yang paling utama? Sholat tepat waktunya, “Jawab Nabi saw. Kemudian aku kembali bertanya, “Setelah itu apa lagi wahai Rasulullah? Berbhakti kepada kedua orang tua, “Jawabnya. Apa lagi wahai Rasulullah?” Beliau bersabda, “Berjihad di jalan Allah.” Kemudian Rasulullah diam, jika aku masih meneruskan pertanyaanku, pasti dia akan menjawab lagi (HR Tirmidzi)

Jihad adalah pembeda antara orang yang benar-benar cinta dan orang yang hanya mengaku cinta:

Ibnul Qayyim rahimahullah berkata, “Adapun jihad, cukuplah itu sebagai ibadah. Ia adalah puncak ibadah dan yang paling tinggi. Ia adalah ukuran dan bukti pembeda antara orang yang benar-benar cinta dan orang yang hanya mengaku cinta kepada Allah. Orang yang benar-benar cinta akan mempersembahkan nyawanya dan harta bendanya untuk Rabb dan illahnya untuk mendekatkan diri kepada-Nya dengan mempersembahkan sesuatu yang paling ia cintai. Ia sangat ingin seandainya ia memiliki nyawa sebanyak rambutnya yang akan ia persembahkan demi meraih kecintaan dan keridhaan-Nya dan sangat ingin seandainya ia terbunuh karena-Nya kemudian dihidupkan kemudian terbunuh kemudian dihidupkan kemudian mengorbankan dirinya untuk membela kekasih, hamba dan Rasul-Nya,

Dalam kesempatan yang lain Ibnu Qayyim berkata, “Iblis telah memperdaya manusia dengan memperindah bagi mereka pengerjaan satu jenis ibadah tertentu dari berdzikir membaca al-Qur’an, shalat, puasa, dan bersiap zuhud di duni. Akan tetapi mereka meninggalkan ibadah-ibadah ini, dakwah, jihad dan amar ma’arug nahi munkar serta tidak meniatkan di dalam hatinya untuk mengerjakannya

Sedang bahasa tubuhnya bertutur, “Pecinta-Mu, menebus dirimu dengan jiwa,
jikalau dia memiliki yang lebih mahal dari jiwanya, tentulah dikorbankan juga.”

Asyahid Syekh Abdullah Yusuf Azzam berkata, “Sarana satu-satunya yang menjamin kembalinya bangunan yang tinggi itu adalah jihad, yang merupakan puncak tertinggal dalam Islam. Dengan Jihad inilah dunia tampak kecil dalam pandangan seorang mujahid. Karena ketika ia berada pada puncak tertinggi Islam maka dia akan melihat dunia itu tampak kecil dan tak berart. Sperti seorang yang naik pesawat terbang, jika ia terbang melayang-layang diangkasa maka apapun yang dibumi hilang dalam pandangan, palangan terbang, keluarga, mobil, penduduk dan lain-lainakan hilang. Demikian naik puncak yang tertinggi Islam.

Seseorang yang belum pernah ikut berjihad berkata kepada Syeikh Osama bin Laden, kalau antum melakukan begini dan begitu tentu lebih baik. Kalau antum tidak lakukan ini dan itu tentu lebih afdol. Syeikh Osama bin Laden menjawab dengan kata-kata yang agung ditulis dengan tinta emas, “Sesungguhnya jihad itu puncak tertinggi dalam Islam. Orang yang berada dipuncak sesuatu akan dapat melihat semua yang ada dibawahnya dengan jelas. Lain halnya dengan orang yang berada di bawah

Allah SWT berfirman,

Sungguh Allah membeli jiwa dan harta orang-orang mukmin dengan pahala surga. mereka telah berperang untuk membela Islam, lalu mereka mmbunuh atau dibunuh. Janji pahala surga ini termaktub dalam Tauratm Injil dan Al-Qur’an. Wahai kaum mukmin siapa saja di antara kalian yang memenuhi janjinya kepada Allah, bergembiralah dengan bai’at yang telah kalian lakukan dalam perjanjian itu. Demikian itu adalah keberuntungan yang amat besar bagi para syuhada (QS At-Tuabh 111)

Orang-orang yang berhijrah yang diusir dari kampung halaman mereka, orang-orang yang ditindas karena agamanya, orang-orang yang berperang untuk membela Islam lalu terbunuh oleh musuh, pasti Aku akan hapuskan dosa-dosa mereka. Pasti Aku akan masukkan mereka ke dalam surga-surga yang di bawahnya mengalir sungai-sungai. Surga adalah pahala dari sisi Allah bagi orang-ornag yang mukmin, Allah memiliki pahala yang sangat baik (QS. Ali Imran [3] 195)

Orang-orang mukmin yang mati dalam jihad, sesungguhnya pahala amal mereka tidak akan disia-siakan. Allah akan memberikan hidayah kepada orang-orang mukmin dan urusan mereka di akhirat dijadikan baik. Allah akan memasukkan orang-orang mukin ke dalam surga yang pernah diperkenankan kepada mereka di dunia. (Muhammad [47] 4-6)

Wahai orang-orang yang beriman, maukah Aku tunjukkan kepada kalian perdagangan yang menyelamatkan kalian dari adzab yang pedih di akhirat? (QS. Ash-Shoff [61]: 10)

Ibnu Katsir rahimahullah berkata, “Kemudian Dia menafsirkan perniagaan agung yang tidak akan merugi dan yang menghasilkan maksud dan menghilangkan halangan, maka Dia berfirman,

Perdagangan itu adalah kalian beriman kepada Allah, beriman kepada Rasul-Nya dan kalian berjihad untuk membela Islam dengan harta kalian dan jiwa kalian. Keimanan dan jihad itu adalah lebih baik bagi kalian, jika kalian benar-banr menyadari beratnya adzab akhirat (QS. Ash-Shoff [61]: 11)

Yaitu, dari perniagaan dunia dan bekerja keras serta mati-matian hanya untuk itu.

Kemudian Allah melanjutkan,

Allah akan mengampuni semua dosa kalian. Allah memasukkan kalian ke dalam surga-surga. surga-surga itu di bawahnya mengalir sungai-sungai. Allah memasukkan kelain ke tempat tinggalyang indah dalam surga ‘Adan. Itu smua adalah kemenangan yang besar (QS. Ash-Shoff [61]: 12)

Nabi saw bersabda, “Tidak ada seorangpun yang masuk surga yang ingin kembali lagi ke dunia -sementara ia memiliki segala apa yang ada di muka bumi-kecuali orang yang di dunia mati syahid; ia ingin kembali lagi ke dunia, ingin terbunuh sepuluh kali lagi, karena ia melihat kemuliaan yang didapatkannya di surga.”

Orang-orang yang beriman berhijrah dan berjihad untuk membela Islam adalah orang-orang yang mengharapkan ampunan dan pahala dari Allah. Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang kepada semua makhluk-Nya (QS A-Baqarah 2018)

Orang-orang yang beriman berhijrah, dan berjihad untuk membela Islam, serta menolong dan melindungi Nabi dan kaum Muhajirin di Madinah, mereka itulah orang-orang yang benar-benar beriman. Mereka berhak mendapatkan ampunan dan rezeki yang berlimpah dari Allah. Wahai kaum Mukmin, orang-orang yang beriman sesudah kaum Muhajirin, berhijrah, dan berjihad bersama kalian, mereka itu termasuk golongan seagama dengan kalian. Orang-orang yang berkerabat, yang satu lebih berhak dari yang lain dalam mendapatkan harta waris sesuai syairat Allah. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui segala sesuatu (QS Al-Anfa[8]14-75)

Wahai orang-orang beriman, jika kalian berjihad untuk membela Islam, niscaya Allah akan menolong kalian dan meneguhkan langkah-langkah kalian (QS Muhammad [47]7)

Dalam firman yang lain Allah swt berfirman

Wahai kaum mukmin, apakah kalian mengira bahwa kalian akan masuk surga? padahal Allah belum membuktikan siapa di antara kalian yang benar-benar berjihad, rela berkorban untuk membela agama Allah dan sabar .” (QS. Ali Imran : 142)

Ayat ini seolah-olah menunjukkan bahwa tidak ada surga kecuali dengan jihad dan kesabaran.. Yakni apakah kalian mengira akan masuk surga tanpa melakukan jihad dan kesabaran.

Taktala sebagian para sahabat meminta untuk mudur dari aktivitas jihad, maka Rasul tak berani menjawab, maka turunlah ayat,

Wahai kaum mukmin, dermakanlah harta kalian untuk membela Islam. Jangnlah kalian bakhil mendanai perang untuk membela Islam. Sekiranya kalian bakhil mendanai perang untuk membela islam, berarti kalian menghancurkan diri kalian sendiri. Dermakanlah harta kalian untuk membela Islam. Sungguh Allah mencintai orang-orang yang mendermakan hartanya untuk membela Islam (QS Al-Baqarah 195)

Dalam ayat yang lain Allah berfirman

Wahai Muhammad, katakanlah kepada kaum mukmin. “Jika bapak-bapak kalian, anak-anak kalian, saudara-saudara kalian, istri-istri kalian, kerabat-kerabat kalian, harta kekayaan yang kalian peroleh, perdagangan yang kalian khawatirkan kehancurannya dan tempat-tempat tinggal yang kalina senangi, lebih kalian cintai daripada Allah dan Rasul-Nya serta jihad untuk membela agama-Nya maka tunggulah turunnya adzab Allah menimpa kalian.” Allah tidak memberi hidayah kepada kaum yang lebih mencintai kesenangan hidup di dunia (QS At-Taubah [9] 24)

Allah memberi penghargaan setinggi-tingginya kepada orang-orang yang berjihad dan syahid dalam perjuangan membela Islam, antara lain.

Pertama, “Orang yang mati syahid hakekatnya tidak mati”

Wahai kaum mukmin, sekali-kali kalian jangan beranggapan bahwa para mujahid yang terbunuh ketika membela Islam itu mati. Mereka itu hidup di sisi Tuhan mereka, dan selalu memperoleh rahmat. Para syuhada selalu gembira dengan rahmat yang Allah berikan kepada mereka. Para syuhada selalu diberi kabar gembira tentang saudara-saudaranya yang akan menyusul sesudah mereka. Para syuhada tidak mempunyai rasa takut menghadapi musuh, dan tidak mempunyai rasa sedih kehilangan jiwa dan harta mereka. Para syuhada selalu digembirakan dengan nikmat Allah dan karunia-Nya. Sungguh Allah tidak akan menyia-nyiakan pahala bagi orang-orang mukmin (QS. Ali Imran 169-171)

Masruq mengatakan bahwa ia bertanya kepada Abdullah bin Ma’id r.a. tentang ayat tersebut, lantas ia mendapat jawaban, “Kami juga menanyakan hal tersebut kepada Rasulullah saw lalu beliau menjawab, “Ruh-ruh mereka berada di dalam perut burung-burung hijau yang mempunyai sangkar tergantung di Arsy. Ia dapat terbang ke sana kemari di surga susukanya, kemudian kembali lagi ke sangkar. Tuhan mereka menengok dan berkata, “Kalian menginginkan sesuatu? Mereka menjawab, “Apa lagi kami inginkan, kami dapat terbang kesana ke mari di surga sesuka kami? Allah mengulangi pertanyaan itu tiga kali. Ketika mereka sadar bahwa mereka harus meminta, maka mereka kepada Allah, “Wahai Tuhan kami, kami ingin Engkau mengembalikan ruh ke jasad kami, hingga kami dapat terbunuh lagi di jalan-Mu.” Karena tidak ada lagi yang mereka butuhkan, maka mereka dibiarkan (HR Muslim)

Tiada seorang pun yang masuk ke surga ingin kembali ke dunia. Padahal ia telah mendapatkan segala yang ada di dunia, kecuali orang yang mati syahid ia ingin kembali ke dunia lalu terbunuh berpuluh-puluh kali, karena telah melihat kemuliaan (disurga) (HR Bukhari)

Ibnu Abbas meriwayatkan bahwa Rasulullah saw bersabda, “Orang-orang yang mati syahid akan berada di sebuah sungai, dipintu surga dan di bawah kubah hijau. Rezeki mereka selalu mengalir dari surga setiap pagi dan petang.”(HR. Ahmad)

 

Kedua amalnya terus mengalir dan merupakan amal terbaik

Rasulullah saw bersabda, Melakukan ribath di jalan Allah selama sehari semalam lebih baik daripada puasa selama sebulan berserta ibadah malamnya. Jika ia meninggal selama melakukan ribath, maka amalnya akan mengalir kepadanya sebagaimana yang dia lakukan semasa masih hidup. Rezekinya dilimpahkan Allah kepadanya dan diselamatkan dari berbagai fitnah (HR Musliam, Tirmizi, Nasa’i dan Thabrani)

Sementara, redaksi hadis yang diriwayatkan Thabrnai ada tambahan, “Dia akan dibangkitkan sebagai syahid pada hari kiamat.

Dalam hadist lain disebutkan bahwa semua amal manusa ditutup dengan kematian, kecuali amalan seorang mujahid yang melakukan ribath di jalan Allah. Amalnya akan terus berkembang sampai hari kiamat. Hal ini ditegaskan Nabi Muhammad dalam satu hadistnya

Setiap orang yang meninggal ditutup amalnya, kecuali amal seseorang yang melakukan ribath di jalan Allah. Amalnya akan terus berkembang sampai hari kiamat. Dia aka diselamatkan dari segala fitnah kubur. (HR Abu Daudm Timrizi, Hakim dan Ibnu Hibban)

Rasulullah saw bersabda, “Barangsiapa yang melakukan ribath di jalan Allah selama semalam, maka pahala amalnya laksana amal berpuasa selama seribu bulan beserta segala ibadah yang dilakukan di malam hari (HRIbnu Majah)

Rasulullah bersabda, “Barangsiapa mati dalam keadaan melakukan ribath dijalan Allah maka segala pahala dari amal shaleh yang pernah dilakukan akan tetap mengalir kepadanya, rezekinya dicurahkan Allah atasnyda dan diselamatkan dari finah. Sedangkan pada hari kiamat, dia akan dibagkitkan dalam keadaan aman dan selamat dari goncangan dahsyat. (HR Ibu majah & Thabrani)

Fudhalah bin Ubaid r.a meriwayatkan bahwa Rasulullah saw bersabda, “Setiap orang  orang mati amalnya berakhir, kecuali orang mati berjaga (murabith) di jalan Allah, amalnya dikembangkan sampai hari kiamat dan ia diberi dari fitnah kubur (HR Ahmad)

Ketiga, “Syahadah adalah karunia Allah terbesar yang diberikan kepada hamba pilihann-Nya. Karena itu, kaum mukminan berhadap dapat menjadi teman mereka di surga bersama para Nabi, shiddiqin dan shalihin.

Minimal 17 kali dalam sehari semalam seorang mukin semohon kepada Allah Swt dalam shalatnya

Tuntunlah kami mengikuti Islam, yaitu agama yang dikuti oleh orang-orang yang telah Engkau karunia hidayah Islam sampai mati, bukan agama kaum Yahudi yang dihinakan oleh Allah dan bukan pula agama kaum Nasrani yang mengingkari kenabian Muhammad (QS. Al-Fatihah 6-7)

Orang-orang yang diberi karunia atau nikmat oleh Allah Swt dalam ayat diatas adalah yang dsebutkan dalam firman-Nya

Siapa saja yang taat kepada Allah dan Rasul-Nya di akhirat kelak ia akan bersama-sama dengan para nabi, orang-orang yang jujur dalam beriman, orang yang mati syahid dan orang-orang shalih yang telah Allah beri nikmat. Mereka itu adalah teman-teman yang sangat baik bagi orang-orang mukmin . (QS. An-Nisa 69)

 

Keempat, Syahadah itu lebih abadi daripada rampasan dan dunia beserta isinya. Karena dengan mati syahid seseorang akan mendapatkan pengampunan, rahmat dan pahala yang besar dari Allah Swt.

Wahai kaum mukmin, jika kalian terbunuh ketika membela Islam atau kalian mati, maka kalian akan mendaptkan pengampunan dari Allah dan rahmat-Nya. Hal itu lebih baik bagi para syuhada daripada harta yang dikumpulkan orang-orang kafir (QS. Ali Imran 157)

Wahai Muhammad, katakanlah, “Wahai kaum munafik, apakah kalian menantikan nasib buruk bagi kami, kamum mukmin? Padahal kami berada pada salah satu dari dua kebaikan, yaitu menang atau mati syahid. Kami menantikan Allah mengadzab kalian dengan adzab dari sisi-Nya atau melalui tangan-tangan kami. Karena itu, nantikanlah. Kami bersama kalian selalu menanti datangnya adzab Allah kepada kalian (QS. At-Taubah 52)

Orang-orang yang mengutamakan pahala akhirat daripada kehidupan dunia, hendaklah mereka berperang untuk membela Islam. Siapa saja yang berperang untuk membela Islam, baik ia terbunuh atau menang. Kami akan memberikan pahala yang sangat besar kepadanya di akhirat (QS. An-Nisa 74)

Al Bara r.a berkata bahwa seseorang dari Bani Nabit salah satu kabilah Anshar datang kepada Rasulullah saw dan masuk Islam dan mengucapkan Saya bersaksi bahwa tiada tuhan melainkan Allah. Saya bersaksi bahwa engkau adalah hamba dan rasul-Nya. Setelah itu ia maju berperang hingga terbunuh. Maka Rasulullah saw, bersabda, “Orang ini beramal sedikit dan diberi pahala banyak (HR Muslim)

Dari Abu Hurairah dia berkata, “Ada salah seorang sahabat lewat di sebuah tempat indah. Di sana ada kolam indah dengan air bening dan sejuk. Sahabat itu sangat kagum menyaksiakan keindahan tempat tadi.

Dia berkata, “Alangkah bahagiannya kalau aku menyendiri dan tinggal di tempat ini. Tapi aku tidak akan melakukannya sebelum meminta izin kepada Rasulullah.

Orang itu segera menceritakan niatnya kepada Rasululalah mendengar penuturan sahabatnya, Rasul berkata, “Jangan kau lakukan. Sesungguhnya tempat seorang di antara kamu yang berjuang di jalan Allah lebih utama daripada shalat di rumahnya selama tujuh puluh tahun. Tidakkah kalian suaka kalau Allah mengampuni dosa kalian dan memasukkanmu ke surga? jika demikian yang kalian inginkan maka berperanglah di jalan Allah. Barangsiapa berperang di jalan Allah meski sebentar maka surga adalah wajib baginya (HR Tirmizi dan Hakim)

Rasulullah saw bersabda, “Dosa seseorang yang mati syahid diampuni Allah, kecuali utang (HR Muslim dan Ahmad)

Sementara itu, dalama kitab Hasyiyah Ibu Abidin, ada bab Syahadah, Menghapus segala kezaliman hamba”, pada bagian jihad, disebuthkan bahwa Rasululah berdoa di Arafah untuk umatya agar segala dosa mereka diampuni. Allah mengabulkan doa itu kecuali dosa kezaliman, kemudian di May’ar Haram beliau berdoa lagi kepada Allah agar mengampuni seluruh dosa umatnya, lalu Allah mengabulkannya, bahkan sampai mengampuni dosa kezaliman. Lalu malaikat Jibril turun kepada Muhammad mengabarkan bahwa Allah telah melepaskan hak, sebagian dari mereka atas sebagian yang lain namun Allah tidak mengampuni dosa sekalipun ia seorang yang mati syahid, jika masih mempunyai utang.

Salah seorang sahabat bangkit dan bertanya, “Wahai Rasulullah, jika aku mati terbunuh ketika berjihad di jalan Allah, apakah dosa-dosa diampuni Allah? Benar. Kalau engkau berjihad dijalan Allah dengan penuh kesabaran dan keimanan, maju dan pantang mundur, maka dosa-dosamu diampuni, masih adakah pertanyaan? Rasul balik bertanya.

Sahabat itu bertanya lagi, “Jika aku berjihad di jalan Lalah dan terbunuh, apakah dosa-dosaku diampuni?”“Benar. Jika engkau berjihad di jalan Allah dengan penuh kesabaran dan keimanan, maju terus pantang mundur, lalu engkau terbunuh, maka dosa-dosamu diampuni kecuali utang. Demikianlah yang dikatakan Jibril kepadaku

Utbah bin Abd A Sullami r.a berkata bahwa Rasulullah saw bersabda, “Orang mati (dalam peperangan) itu ada tiga

Pertama, “Seorang mukmin yang berperang dengan jiwa dan hartanya di jalan Allah, saat bertemu musuh ia memerangi mereka hingga terbunuh. Dialah syahid yang dibanggakan.” Dalam riwayat lain, “Dialah syahid yang terpuji di kemah Allah di bawah Asry-Nya. Tiada kelebihan para nabi atas mereka kecuali derajat kenabian.

Kedua, “Seorang mukmin yang melakukan dosa dan berjihad dengan jiwa dan hartanya, dijalan Allah, saat bertemu musuh ia memerangi mereka hingga terbunuh,  maka dosa-dosanya dihapus sebab pedang adalah penghapus dosa. Kemudian ia dipersilahkan masuk surga dari pintu yang ia kehendaki. Sesungguhnya surga itu memiliki delapan pintu dan neraka mempunyai tujuh pintu sebagiannya (pintu surga) lebih baik dari sebagai lainnya.

Ketiga, “Seorang munafik yang berjihad dengan jiwa dan hartanya, ketika bertemu dengan musuh secara lahiriyan ia  berperang di jalan Allah hingga terbunuh. Orang ini dineraka sebab pedang tidak dapat menghapus kemunafikan (HR. Ibnu Hibban)

Sahl bin Sa’d As Sa’idi r.a. meriwayatkan bahwa Rasulullah saw bersabda, “Ribath (menahan diri untuk menjaga perbatasan negara Islam) sehari di jalan Allah itu lebih baik daripada dunia beserta isinya. Tempat cemeti salah seorang dari kamu di surga itu lebih baik dari dunia seisinya. Dan berangkat sore atau pagi hari di jalan Allah itu lebih baik dari dunia seisinya (HR Bukhari)

Abu Qatadah ra berkata bahwa Rasulullah saw berdiri di tengah-tengah para sahabat dan menjelaskan bahwa jihad dan iman adalah utama-utama amal. Tiba-tiba seseorang berdiri dan bertanya, “Wahai Rasulullah, apakah kesalahan-kesalahanku dihapuskan bila akau terbunuh di jalan Allah? Rasulullah saw menjawab, “Ya, bila engkau terbunuh di jalan Allah dalam keadaan sabar, mengharap pahala Allah dan tidak melarikan diri! Kemudian Rasulullah Saw bertanya, “Apa yang engkau tanyakan? Ia mengulangi pertanyaannya, Apakah kesalahan-kesalahanku dihapuskan bila aku terbunuh di jalan Allah. Rasulullah saw menjawab, “Ya, bila kamu terbunuh dalam keadaan sabar, mengharap pahala Allah dan tidak melarikan diri, kecuali utang. Itulah yang dikatakan Jibril kepadaku! (HR An Nasai)

Rasulullah saw bersabda “Ada dua saat yang dia menusia tidak ditolak. Pertama, ketika adzan berkumandang. Kedua, ketika berada di medan jihad di jalan Allah.

Redaksi yang lain berbunyi, “Ada dua saat yang doa manusia tidak ditolak. Pertama, ketika azan berkumandang. Kedua ketika dalam kesusahan dan penderitaan, yang sebagian manusia menganiaya sebagian yang lain (HR Abu Daud & Ibnu Hibban)

Sementara dalam hadist yang diriwayatkan olah Ibu Hibban, redaksinya berbunyi sebagai berikut, “Ada dua  yang dosa seorang hamba di kabulkan. Pertama, ketika menunaikan shalat. Kedua, ketika ada dalam barisan jihad di jalan Allah.

Rasulullah saw bersabda, “Jika manusia berbaris untuk menunaikan shalat dan mereka berbaris untuk berperang, maka pintu-pintu langit dan surga dibukakan, sedangkan pintu neraka ditutup (HR Thabrani )

 

Kelima, Orang yang mati syahid tidak mendapat siksa kubur,dan tidak dihisab oleh Allah Swt.

Rasyid bin Sa’d ra meriwayatkan dari seseorang laki-laki sahabt Rasulullah saw bahwa seseorang bertanya kepada Rasulullah, “Wahai Rasulullah, mengapa orang-orang mukmin mendapatkan fitnah di kubur kecuali orang yang mati syahid? Rasulullah saw menjawab, “Cukuplah kilatan pedang di atas kepalanya menjadi fitnah (pelindung) baginya]’ (HR An Nasai)

Dari Abu Hurairah, dari Nabi Muhammad, beliau bersabda, “Beliau pernah bertanya kepada Jibril mengenai ayat yang berbunyi. “Pada hari kiamat, sangkakala ditiup. Seluruh makhluk yang berada di langit dan di bumi akan pingsan. Tetapi ada makhluk yang Allah kehendaki tidak pingsan. Kemudian sangakakala ditiup sekali lagi. Ketika itu semua manusia telah berdiri menantikan perhitungan amal mereka di hadapan Allah (QS Az-Zumar[39]68) beliau bertanya, “Siapakah orang yang dikehendaki Allah, sehingga mereka tidak jatuh tersungkur? Jibril menjawab, “Mereka adalah para syuhada yang jihad karena Allah. (HR Hakim)

Nabi saw berkata, “Aku juga bertanya kepada Jibatil tentang ayat berikut, Tetapi ada makhluk yang Allah kehendaki tidak pingsan?

Jibril menjawab, “Mereka adalah para syuhada yang mendapatkan pengecualian atau keistimewaan di sisi Allah. Mereka menggantungkan pedangnya di sekeliling Arasy-Nya (HR Abu Yala, Hakim)

 

Keenam mereka dibangkitkan dengan segala kemuliaan, sementara luka mereka mengalirkan darah

Rasulullah saw bersabda “Ketika para hamba Allah bangkit untuk dihisab, datanglah sekelompok manusia sambil memanggul pedang mereka di leher dengan darah bercururan. Kemudian mereka berdesakan antri untuk masuk pintu surga. ditanyakan, “Siapakah mereka? Dijawab, “Mereka adalah para syuhada Allah, berjihad di jalan-Nya. Mereka hidup di sisi Tuhannya dan mendapat limpahan rezeki (HRTHbarani)

Rasulullah saw bersabda “Barangsiapa yang terluka karena jihad di jalan Allah, maka luka itu akan atang pada hari kiamat. Baunya laksana minyak kasturi dan warnanya laksana za’fran. Pada dirinya tertulis syahadah kematian sebagai seorang syahid, barangsiapa meminta mati syahid dengan penuh keikhlasan, maka Allah akan memberikan pahala syahid kepadanya, kendati dia mati di atas ranjangnya (Ibnu Hibbann dan hakim)

Abu Hurairah ra meriwayatkan bahwa Nabi Saw bersabda, “Setiap luka yang diderita muslim di jalan Allah akan dibiarkan seperti semula pada hari Kiamat. Luka tusukan nanti tetap mengucurkan darah yang warnanya seperti darah (dunia) namun baunya seperti Kasturi (HR Bukhari)

 

Ketujuh, Orang yang mati syahid mendapatkan berbagai fasilitas istimewa di surga yaitu surga paling tinggi

Al-Miqdam bin Ma’di Yakrib menceritakan bahwa Rasulullah Saw bersabda, “Orang yang mati syahid akan mendapatkan enam perkara di sisi Allah, diampuni dosa dan kesalahannya ketika pertama kali dia berangkat menuju medan perang, dia akan melihat tempatnya disurga, dipasangkan mahkota kehormatan di kepalanya, satu yaqut dari hiasan mahkita itu lebih baik dari dunia dan segala isinya, dinikahkan dengan tujuh puluh dua bidadari dan dapat memberi syafaat kepada tujuh puluh orang kerabat dekatnya (HR Tirmizi)

Samurah ra berkata bahwa Rasulullah saw bersabda, “Tadi malam saya bermimpi didatangi dua orang, lalu membawaku menaiki pohon, kemudian memasukkanku ke dalam rumah terbaik dan teristimewa yang  belum pernah kulihat sebelumnya.” Kemudian dua orang itu berkata, “Rumah ini adalah rumah para syuhada (HR Bukhari)

Anas bin Malik ra bercerita, “Sesungguhnya bibiku yang dikenal dengan sebutan Ummu Hartish bin Suragah datang menemui Nabi saw, setelah mengetahui bahwa putranya, Harist ra wafat karena terkena panah nyasar saat perang Badar, lalu ia berkata kepada Nabi Nabi saw, “Wahai Rasulullah, engkau telah mengetahui kedudukan Harists di hatiku. Karena itu, bila ia berada di surga, maka aku tidak akan menangisinya. Tetapi bila tidak maka engkau mengerti apa yang akan aku lakukan! Rasulullah saw menjawab, “Ketahuilah bahwa surga itu terdiri dari beberapa tingkatan dan ia (anakmu) berada di Firdaus yang tertinggi” (HR. Bukhari)

Apabila seorang muslim yang terkena senjata nyasar saja mendapatkan karunia luar biasa disurga, maka bagaimana dengan orang-orang yang terjun dimedan jihad untuk menegakkan kalimat Allah Swt.

Rasulullah Saw bersabda, “Sesungguhnya di surga itu terdapat seratus kelas yang disediakan Allah untuk para pejuang di jalan-Nya, jarak masing-masing tingkatan adalah sejauh langit dan bumi. Ditengah-tengahnya terdapat surga Firdaus yang berada ditengah Arasy Allah dari sanalah air sungai-sungai surga memancar (HR. Bukhari).

Abu Said bertanya, “Siapakah hamba itu, wahai Rasulullah saw? Beliau menjawab, “Yaitu orang yang berjihad di jalan Allah (HR Muslim)

Rasulullah Saw berkata kepada Abu Saad, “Barangsiapa yang rela Allah sebagai Tuhannya, Islam sebagai agamanya dan Muhammad saw sebgai rasulnya maka wajiblah baginya surga,” Abu Sa’ad merasa takjub mendengarnya sehingga ia berkata, “Wahai Rasulullah ulangilah sekali lagi? Beliau mengulangi seraya menambahkan, “Dan Allah Swt juga akan mengangkat seorang hamba-Nya setinggi seratus kelas itu adalah sejauh langit dan bumi

Rasulullah saw bersabda, “Dalam mimpi aku menyaksikan dua orang lelaki datang kepadaku. Lalu keduanya membawaku naik keatas sebatang pohon. Setelah itu mereka membawaku ke dalam sebuah istana. Aku belum pernah menyaksikan istana yang lebih baik dan indah daripada istana itu. Kedua orang itu berkata kepadaku. “Istana ini adalah untuk para syuhada (HR Bukhari, hadist ini panjang, namun dinukil secara singkat)

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhuia berkata, Ada salah seorang sahabat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melewati suatu celah bukit yang padanya terdapat air tawar. Ia pun menyukainya. Ia berkata, Seandainya saya memisahkan diri dari manusia lalu saya tinggal di tempat ini. Tapi saya tidak akan melakukan ini sebelum minta ijin kepada Rasulullah saw. Ia pun menceritakan kepada Rasulullah saw.Beliau bersabda,

“Jangan kamu lakukan. Karena tempat berdiri salah seorang dari kalian di jalan Allah lebih utama daripada shalatnya di rumahnya sendiri selama tujuh puluh tahun. Tidakkah kalian suka Allah mengampuni dosa-dosa kalian dan memasukkan kalian ke surga? Berperanglah di jalan Allah. Barang siapa yang berperang di jalan Allah selama waktu memeras susu onta maka ia pasti masuk surga.” (HR. Tirmidzi. Ia berkata, Hadits Hasan)

 

Kedelapan di bawah senjata mereka ada surga-surga keabadian

Rasulullah Saw bersabda, “”Ketahuilah bahwa surga itu terletak di bawah kilatan pedang (HR Abu Daud dan Ibnu Hibban)

Rasulullah Saw bersabda, “Sesungguhnya pintu surga itu ada di bawah kilatan pedang (HR Bukhari dan Muslim da Abu Daud)

Rasulullah Saw bersabda, “Sesungguhnya pedang itu menghapus dosa-dosa  (HR Mulsim, Trimizi dan Ahmad)

Sesungguhnya Allah swt akan memasukkan tiga golongan manusia ke surga karena satu panah. Pertama, orang yang membuat panah dengan baik. Keuda, orang yang mempergunakan untuk jihad di jalan Allah. Ketiga, orang yang melemparkannya di jalan Allah (HR Baihaqi)

Kesembilan, “Orang yang syahid dapat syafaat kepada keluarganya.”

Utsman bin Affan ra meriwayatkan bahwa Rasulullah Saw bersabda, “ Yang diberi izin memberi  syafaat pada hari kiamat tiga golongan : para Nabi, para ulama, kemudian para syuhada (HR Ibnu Majah)

Namran bin Utbah Adz Dzmari berkata, kami menemui Ummu Darda saat kami masih anak-anak yatim, maka ia mengelus-ngelus kepala kami seraya berkata, “Bergembiralah wahai anakku, aku berharap semoga engkau mendapat syafaat dari ayahmu, karena aku mendengar Abu Darda berkata, “Saya mendengar Rasulullah saw bersabda, “Orang yang mati syahid (mendapat izin dari Allah) memberi syafaat kepada tujuh puluh anggota keluarganya (HR Ibnu Hibban)

 

Kesepuluh, “Jihad cara terbaik untuk meredam rasa sakit ketika mati atau terbunuh, sehingga tidak merasakan sakit kecuali sedikit, seperti mendapat satu sengatan (semut)

Abu Hurairah ra meriwayatkan bahwa Rasulullah saw bersabda, “ Orang yang mati syahid tidak merasakan sakitnya kematian kecuali seperti seorang dari kalian yang mendapat satu sengatan (HR Turmidzi)

 

Kesebelas, Allah Swt meminta hamba-hamba-Nya agar membawa kesaksian tentang ke-Esaan Allah, lantas hamba-hamba-Nya memberi kesaksian dan yang menjadi pelopor dalam hal ini

Allah berfirman, “Allah bersaksi bahwa tidak ada tuhan kecuali Allah semata. Para malaikat dan orang-orang yang berilmu juga telah memberikan kesasaksiannya dengan jujur bahwa tidak ada tuhan kecuali Allah semata. Allah Mahaperkasa dalam menghukum orang-orang yang durhaka lagi Mahabijaksana dalam mengatur makluk-Nya.(QS. Ali Imran 18)

Orang-orang beriman memberi kesaksian dengan perkataan dan perbuatan mereka, Allah berfirman,

öWahai Muhammad, katakanlah kepada kaum kafirQuraisy, “Shalatku, semua ibadahku, amal shalih selama hidupku, dan keimananku sampai aku mati, semuanya demi mencari keridhaan Allah, Tuhan yang menguasai alam (QS. Al-An’am 162-163)

Para syuhada memberi kesaksian dengan perkataan dari perbuatan sebagaimana kaum mukminin lainnya. Namun, mereka mempunyai kelebihan yaitu memberi kesaksian dengan mencurahkan harta dan jiwa mereka di jalan Allah, sehingga darah mereka mengalir membasahi bumi dan mereka akan dibangkitkan dengan darah tersebut untuk memberi kesaksian.

 

Keduabelas termasuk golongan pertama yang akan masuk surga

Abu Hurairah meriwayatkan sabda Rasulullah saw, Diperlihatkan kepadaku tiga golongan pertama yang akan masuk surga, orang yang gugur sebagai syahid, orang yang pandai memelihara diri dan memelihara orang lain serta hamba sahaya yang beribadah kepada Allah dan menasehati tuannya (HR Tirmizi)

Rasulullah saw bersabda, “Berjihadlah kalian karena jihad itu adalah salah jalan yang bisa menyampaikan kalian ke surga dan dengannya Allah akan membebaskan dari rasa resah dan gelisah di dunia ini (HR Ahmad)

Rasulullah saw bersabda, “Aku kelak menjadi pemandu di surga bagi orang-orang beriman yang berjihad di jalan Allah kemana saja mereka akan pergi bermain-main disurga itu (HR Nasai)

Rasulullah saw bersabda, “Barangsiapa yang membantu orang yang berperang di jalan Allah, walau pun hanya dengan segelas air susu yang diperas dari seekor unta maka balasannya adalah surga (HR Ahmad)

Rasulullah saw bersabda, “Barangsiapa yang menafkahkan sepasang hewan di jalan Allah akan dipanggil-panggil kelak oleh surga ari pintu surga, barangsiapa yang ahli shalat, maka ia akan dipanggil nanti dari pintu shalat, baransiapa yang ahli puasa akan dipangial nanti dipintu Rayyan, dan barangsiapa yang kelak ahli sedekah akan dipanggil dari pintu sedekah. Abu Bakar ra bertanyam “Aku rela mengorbankan bapak dan ibuku demi engkau wahai Rasulullah, adakah orang yang akan dipanggil dari seluruh pintu-pintu itu ya Rasulullah? Beliau menjawab, “Ya ada dan aku berharap engkau termasuk diantaranya (HR Bukhari dan Muslim)

 

Ketigabelas malaikat menaungi mereka dan mereka memperoleh pakaian dan mahkota surga

Dari Jabir bin Abdullah dia berkatam “Ayahku dibawah ke hadapan Rasulullah. Dia ayahku mati terbunuh di medan perang, lalu jenazah ayahku diletakkan dihadapannya. Aku berusaha untuk melihat melihat wajahnya, namun penduduk menahanku. Beliau Nabi Muhammad saw mendengar jeritan seorang wanita. Ternyata dia adalah putri Amru atau saudara perempuan Amru. Rasulullah bertanya,”Mengapa  engkau menangis? Berhentilah menangis, sesungguhnya para malaikat senantiasa menanungi dengan sayap-sayap mereka (HR Bukhari Muslim)

            Rasulullah saw bersabda, “Syuhada itu ada tiga jenis, pertama orang yang mengeluarkan harta dan mengorbankan jiwanya di jalan Allah. Namun sebenarnya dia tidak punya keinginan untuk berperang, tidak juga mau terbunuh. Dia memberikan dukungan materi kepada kau Muslimin sepenuhnya. Jika dia mati atau terbunuh, maka seluruh dosanya diampuni. Dia dibebaskan dari siksa kubur, diberikan keamanan dan dinikahkan dengan para bidadari. Istana keagungan mdan kemuliaan disediakan baginya. Di kepalanya dipasangkan mahkita kewibawaan dan mahkota keabadian. Kedua, dia mengeluarkan harta dan mengorbankan jiwanya karena keiamanan dan keikhlasan untuk berjihad di jalan Allah. Dia ingin berjihad untuk menumpas musuh namun tidak ingin sampai terbunuh. Kalau Dia mati terbunuh, maka dia menghadap Allah Yana Mahaagung dan Mahatinggi bersama Nabi Ibrahim di dalam singgasana kejujuran di sisi Tuhan Yang Mahabesar. Ketiga, dia mengeluarkan harta dan mengorbankan jiwa dengan penuh keimanan dan keikhlasan untuk berjihad di jalan Lalah, dia ingin membunuh mausuh atau terbunuh. Kalau dia mati atau terbunuh, maka dia akan datang pada hari kiamat dengan pedang terhunus di atas pundaknya. Sementara orang lain berdiri di atas lututnya. Dia berkata, “Lapangkanlah tempat untuk kami. Darah telah kami alirkan dan harta telah kami belanjakan untuk berjihad di jalan Allah.

            Rasulullah bersabda, “Demi Dzat yang jiwanya di tangan-Nya, kalau dia mengatakan hal itu kepada Nabi Ibrahim atau kepada salah seorang nabi dari para nabi Allah, niscaya mereka akan segera memberikan jalan kepada mereka, karena para nabi mengetahui kewajiban mereka untuk menghormati dan memuliakan para mujahid dan syuhada, bahkan mimbar-mimbar yang terbuat dari cahaya di surga pun memuliakan mereka. Para mujahid dan syuhada duduk diatasnya sambil memperhatikan bagaimana Allah memutuskan segala perkara di antara manusia semua. Pada diri mereka tidak ada tanda-tanda ketakutan akan kematian, kesedihan menghadapi alam berzah, tidak pula hari kiamat. Mereka juga tidak khawatir menghadapi hisab, mizan dan shirath jembatan. Mereka menyaksikan Allah memutuskan segala urusan di antara manusia. Semua permohonan mereka dikabulkan. Setiap syafaat dianuggerahkan kepada mereka dalam segala hal. Mereka diberikan segala sesuatu yang mereka kehendaki di surga. mereka bebas menempati tempat mana pun disurga yang mereka sukai (HR Bazzar dan Baihaqi).

Dalam sebuah hadits diriwayatkan bahwa sewaktu Basyir bin Khashashah datang untuk berbai’at kepada Rasulullah saw , dia berkata :“Untuk apa lagi saya berbai’at kepadamu wahai Rasulullah?” Lalu dia menyebut beberapa perkara Islam yang diingatnya, shalat, puasa zakat, haji dan jihad. Kemudian ia melanjutkan,“Saya sudah berbai’at kepadamu atas semua perkara itu kecuali jihad dan shadaqah, lantaran saya tidak mempunyai kemampuan untuk mengerjakannya?” Lalu jawaban yang beliau berikan, “Wahai Basyir, tidak berjihad dan tidak bershadaqah, lalu dengan apa kamu masuk surga?” (HR. Al-Bukhari)

 

Keempatbelas  Allah gembira dengan mereka

Na’im bin Hammar menceritakan bahwa seseorang bertanya kepada Rasulullah Saw, “Syahid manakah yang paling istimewa?

Rasulullah saw bersabda, “Orang-orang yang bila mereka bergabung dengan barisan mujahidin, mereka tidak pernah berpaling hingga gugur terbunuh, mereka itulah orang yang akan langsung berangkat menuju kamar-kamar yang tempatnya sangat tinggi dalam surga dan Allah tertawa (gembira) dengan mereka. Apabila Allah telah tertawa kepada seorang hamba di dunia, diakhirat nanti dia tidak akan menghadapi perhitungan amal lagi. (HR Ahmad)

 

Kelimabelas mereka adalah tamu Allah dan pahalanya dijamin oleh Allah

Rasulullah saw bersabda, “Orang yang berperang di jalan Allah menunaikan ibadah haji  ke Baitullah dan yang berjihad di jalan Allah, mereka adalah para tamu Allah. Allah menyeru mereka, lalu mereka memenuhi seruan tersebut. (HR Ibnu Majah, Ibnu Hibban, Bahiqi dan Ibnu Huzaimah)

Rasulullah saw bersabda, “Ada tiga orang yang mendapat jaminan dari Allah. Pertama, orang yang pergi berjihad di jalan Allah. Dia dijamin Allah sampai ajalnya tiba lalu dimasukkan ke surga, atau dikembalikan ke rumahnya dengan membawa pahala dan ghanimah. Kedua, orang yang pergi ke masjid. Dia dijamin Allah sampai ajalnya tiba, lalu di masukkan ke surga atau kembali ke rumah dengan membawa pahala. Ketiga, orang yang memasuki rumahnya dengan membaca salam, maka dia jamin Allah (HR Abu Daud, Ibnu Hibban dan Hakim)

Rasulullah saw bersabda, ”Barangsiapa berjihad dijalan Allah selama seperasan susu unta (sebentar), maka dia berhak memperoleh surga. barangsiapa meminta perang kepada Allah karena kesadaran diri dan berhak memperoleh pahala syahid. Barangsiapa terluka karena berjihad di jalan Allah atau mendapat bencana karena berjihad, maka luka dan bencana itu akan datang pada hari kiamat sebgaiamana terjadai. Warnanya laksana za’faran dan baunya laksana minyak kasturi (HR Abu Daud dan Tirmidzi)

Rasulullah saw bersabda, “Barangsiapa berjihad di jalan Allah, lalu dia mati atau terbunuh, maka dia mati syahid. Atau orang yang terlempar dari kuda atau kendarannya atau memiliki semangat yang bergelora atau mati di atas rangjang dengan kematian bagaimanapun maka dia mati syaid dan dia berhak mendapatkan surga (HR Tirmizi, Ibnu Hibban dan Hakim)

 

 Keenambelas diantara orang yang gugur sebagai syahid ada yang diajak bicara oleh Allah

Ketika Abdullah bin Amr bin Haram gugur dalam peperangan Uhud, Rasulullah bersabda, kepada  Hai Jabir, “Apakah kau ingin mendegar kabar tetang ayahmu? Bagaiamana Allah memperlukannya ?  Jabir menjawab, “Ya, aku ingin mendengarkannya. Rasulullah bersabda, “Tidak sekali-kali Allah berfirman kepada seseorang kecuali hanya berbicara dari balik hijab. Tetapi Allah berbicara dengan ayahmu tanpa hijab. Allah mengatakan kepada ayahmu, “Wahai hamba-Ku, mintalah kepada-Ku, maka akan aku kabulkan. Ayahmu menjawab, “Wahai Rabbku, biarkanlah hamba hidup lagi, maka hamba akan berperang lagi untuk-Mu yang kedua kalinya. Allah mengatakan, “Hal itu telah Aku tentukan bahwa siapa saja yang telah mati takkan bisa hidup kembali di dunia. Kemudian ayahmu memohon lagi, “Wahai Rabbku, beritahukan orang-orang yang sesudahku nanti. Setelah itu Allah menurunkan ayat

Wahai kaum mukmin, sekali-kali kalian jangan beranggapan bahwa para mujahid yang terbunuh ketika membela Islam itu mati. Mereka itu hidup di sisi Tuhan mereka, dan selalau memperoleh rahmat. Para syuhada selalu gembira dengan rahmat yang Allah berikan kepada mereka. Para syuhada selalu diberi kabar gembira tentang saudara-saudaranya yang akan menyusul sesudah mereka. Para syuhada tidak mempunyai rasa takut menghadapi musuh, dan tidak mempunyai rasa sedih kehilangan jiwa dan harta mereka. Para syuhada selalu digembirakan dengan nikmat Allah dan karunia-Nya. Sungguh Allah tidak akan menyia-nyiakan pahala bagi orang-orang mukmin (QS. Ali Imran 169-171)

 

Ketujuhbelas akan dinikahkan dengan para bidadari surga

Rasulullah saw bersabda, “Seorang yang mati syahid akan mendapatkan tujuh perkara dari Allah, pertama, dosanya diampuni pada tetsan pertama dari darahnya. Kedua tempat untuknya diperlihatkan dalam surga. ketiga dia dihiasai sengan perhiasan iman. Keempat, diselamatkan dari azab kubur. Kelima, diselamatkan dari bencana dahyat. Keenam, mahkota keagungan dipakaikan di kepadanya. Mahkota itu terbuat dari yaqut yang lebih baik daripada dunia beserta segala isinya. Dia juga dinikahkan dengan tujuh puluh dua bidadari surga. ketujuh, dia juga bia memberikan syafaat kepada tujuh puluh orang dari kerabat-kerabatnya. (HR Ahmad & ThbaranI)

Rasulullah saw bersabda, “Tetesan pertama darah seorang syahid mujahid dan syahid yang keluar akan menghapus segala kejatahan yang pernah dilakukannya. Dua orang bidadari turun kepadanya untuk membersihkan debu yang menempel di wajahnya. Keduanya berkata, “Allah telah menganugerahkan kamu buatmu. Dia, sang syahid, menjawab Allah juga telah menganugerahkan kami buatmu. Sang syahid menjawab, Allah telah menganugerahkan kami buat kalian. Lalu seratus perhiasan yang biasa dikenakan Bani Adam dipakaikan kepadanya, hanya saja perhiasan itu dari perhiasan surgawi. Sang syahid, berkata, “Aku sadar, bahwa kilatan pedang adalah kunci surga (HR Thabrani dan Baihaqi)

Dari Abu Hurairah, dia berkata, “Seorang syahid mendapatkan pujian dari Nabi Muhammad . beliau bersabda, “Jangan kau keringkan dunia dari darah para syuhada, sampai dua orang bidadari salng berebut untuk menghadapnya. Meeka seakan dua ekor burung terindah didunia. Di tangan masing-masing dari dua bidadari itu ada perhiasan yang lebih baik daripada dunia dan segala isinya (HR (HR Ibnu Majah)

Ketika Rasulullah saw sedang mengepung salah satu benteng Khaibar, seorang lelaki pengembala berwajah hitam datang menemuinya dengan membawa kambing gembalanya. Lelaki ini adalah buruh yang bekerja menggembalakan kambing mailik salah seorang Yahudi. Ia meminta agar Rasulullah saw berkanan menerangkan kepadanya tentang islam. Beliau kemudian menjelaskan apa Islam itu, lalu ia pun dengan kesadaran sendiri masuk Islam, setelah itu ia berkata, “Wahai Rasulullah, aku adalah seorang buruh yang mengembalakan kambing ini dan kambing-kambing ini adalah amanat, lalu bagaimana aku harus berbuat? Rasulullah saw kemudian menyuruh agar ia melempar ke arah kepala kambing-kambing itu, maka mereka akan kembali kepada pemiliknya.

Menuruti perintah Rasulullah saw pengembala berwajah hitam itu mengambil segenggam kerikil lalu melemparkannya ke arah kambing-kambing itu sambil berteriak, “Pulanglah kepada pemilik kalian, demi Allah aku tidak akan menemani kalian lagi.” Lalu kambing-kambing itu keluar bergerombol, seolah ada yang menggiring hingga memasuki benteng. Setelah itu pangembala itu ikut berperang bersama kaum Muslimin. Tidak lama kemudian lemparan batu dari arah musuh mengenai kepalanya dan ia meninggal dunia. Padahal sejak menyatakan diri masuk Islam hinga meningal dunia ia belum melakukan shalat sama sekali,

Jenasahnya kemudian dibawa kepada Rausulallah saw di sisinya dalam keadaan ditutup kain yang sebelumnya dikenakan. Wasulullah saw kemudian menoleh ke arahnya sementara para sahabat berada disekeliling beliau, lalu segera memalingkan pandangan dari jenasah itu. Mereka kemudian bertanya, “Wahai Rasulullah, mengapa engkau berpaling dari jenazah itu? Rasulullah saw menjawab, “Sesungguhnya sekarang ia sedang bersama istirnya, bidadari dari surga, yang sedang membersihkan debu dari wajahnya. Subhanallah padahal belum pernah melakukan shalat.

 

Kedelapanbelas Para mujahidin dan syuhada adalah manusia-manusia terbaik yang memperoleh cinta dan senyum Allah

Sungguh Allah mencintai orang-orang yang berperang untuk membela agama Allah alam satu barisan, seolah-olah mereka itu sebuah bangunan yang berdiri kokoh (QS Ash-shaff[61]4)

Rasulullah saw bersabda, “Ada tiga golongan manusia yang dicintai Allah, mendapat senyuman-Nya dan mejadi kebanggaan-Nya. Ketikga golongan itu adalah pertama, orang yang ketika mengetahui ada sekelompok berperang, dijalan Allah, dia menyusul mengikuti mereka berperang dengan penuh keikhlasan dan keimanan, entah dia terbunuh atau Allah memberikan kemenangan kepadanya dan memberikan kecukupan. Allah berkatam “Perhatikanlah hamba-Ku ini, bagaimana dia bersabar dalam membela-Ku, dengan jiwanyna….

Rasulullah saw bersabda, “Tidak ada sesuatu pun yang lebih dicintai Allah selain dua tets dan dua bekas. Dua tets itu adalah liangna air mata karena takut kepada Allah dan tetesan darah yang mengalir karena berjihad di jalan Allah. Sedangkan dua bekas adalah bekahs berjiadh di jalan dan dan bekas menunaikan segla sesuatu yang difardhukan Allah.

 

 Kesembilanbelas dijauhkan dari api neraka

Barangsiapa yang kedua kakianya berdebu dijalan Allah, niscaya Allah akan mengharamkanya dari neraka (HR Bukhari)

Barangsiaapa yang keluar di jalan Allah maka baginya minyak wangi kesturi di hari kiamat sebanyak debu yang mngotori dirinya (HR Ibnu Majah)

Tidaklah debu yang mengotori hati (tubuh) seorang di jalan Allah kecuali Allah akan mengharamkannya dari neraka (HR Ahmad)

Marilah kita bermusahabah diri, as-Syahid Anwar al-awalki mengingatkan, “Kita harus menyadari potensi pribadi lalu kemudian menanyakan sebuah pertanyaan besar kepada diri kita. Apakah kita termasuk ke dalam golongan yang berusaha mengembalikan kejayaan Islam? Atau apakah kita hanya menjadi penonton sementara saudara-saudara kita telah memesan tempat tertinggi di akhirat kelak, Al-Jannah (surga). Orang yang akan menghidupkan Islam kembali akan rela mengorbankan nyawa, harta mereka, waktu mereka dan barang berharga mereka untuk Allah dan mereka akan mendapatkan balasan yang setimpal.

Ya Allah anugerahkan kami untukbisa jihad dan meraih kesyahidan dalam rangka membela Islam. Ya Allah Mudahkanlah jalan menuju medan jihad dan kesyahidan. Agar kami bisa berkumpul dengan teman-teman yang terbaik

Siapa saja yang taat kepada Allah dan Rasul-Nya di akhirat kelak ia akan bersama-sama dengan para nabi, orang-orang yang jujur dalam beriman, orang yang mati syahid dan orang-orang shalih yang telah Allah beri nikmat. Mereka itu adalah teman-teman yang sangat baik bagi orang-orang mukmin . (QS. An-Nisa 69)

 

Al-Fakir : Abu Azzam

Maroji : Al-Qur’an karim, terjamah Tafsiriyah: Ustad Muhammad Tholib, Al-Jihadu Sabiluna: Abdul Baqi Ramadhun 2002, Manajemen Kematian 2004: Khozin Abu Faqih, Kunci Penghapus Dosa 2007 : M. “Ali “Utsman Ali Mujahid, www. Arrohmah, www. Voa Islam, Karakterikstik Mujahid : Ustad Abu Jibril


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s