Islam Kajian

Membuka cakrawala baru

Jelang Pemilu, seruan ustadz Abu Bakar Ba’asyir kepada umat Islam Indonesia

Senin, 8 Jumadil Awwal 1435 H / 10 Maret 2014 09:19
Jelang Pemilu, seruan ustadz Abu Bakar Ba'asyir kepada umat Islam Indonesia

Ustadz Abu Bakar Ba’asyir

JAKARTA (Arrahmah.com) – Tepat sebulan lagi rakyat Indonesia yang mayoritas Muslim dihadapkan pada sistem syirik akbar demokrasi, yakni pemilihan umum untuk memilih anggota legislatif yang akan duduk manis di DPR dan DPRD.

Meski Pemilu 2014 diharapkan sukses oleh pihak yang berkepentingan dan penyelenggara, yakni bisa berjalan lancar dengan tingkat partisipasi politik pemilih yang tinggi. Namun secara faktual, pemilu 2014 dibayang-bayangi oleh kekhawatiran tingginya tingkat prosentase golput, legitimasi keabsahannya, dan ketidak siapan prosesi penyelenggaraannya. Artinya sesama kontestan pesta syirik akbar ini juga saling berselisih pastinya. Bahkan di Aceh teroris politik berkali-kali melakukan tindakannya.

Ulama Indonesia yang sedang dipenjara di LP Pasir Putih Nusakambangan, Cilacap, ustadz Abu Bakar Ba’asyir memberikan seruan kepada kaum Muslimin atas persoalan aktual negeri ini yang akan dihadapi. Berikut ini seruan Amir Jama’ah Anshorut Tauhid itu kepada umat Islam Indonesia yang diterima redaksi Ahad (9/3/2014).

Kepada seluruh umat Islam, saya ajak mari kita tetap bersatu untuk berjihad membela Islam yang ditindas di Indonesia. Jangan berpecah belah karena pentakwilan demokrasi.

Kewajiban kita yang paling penting adalah berjihad untuk merubah sistem negara Indonesia, dari sistem jahiliyah dan syirik yang diterapkan sekarang menjadi menjadi sistem Islam secara murni dan kaaffah.

Saya yakin umat Islam atau kaum muwahhidin dalam hal ini kompak satu keyakinan. Mari kita mulai mengambil langkah untuk berjihad agar mendapat nashrullah sehingga kita dapat menaklukan thaghut dan ansharnya yang menindas dan merusak ajaran Islam di negeri ini.

Sebelumnya, dalam konteks Pemilu 2014 ini dan partai politik Islam, pada sebuah wawancara, Ketua dari Majelis Intelektual dan Ulama Muda Indonesia (MIUMI) KH. Dr. Hamid Fahmi Zarkasy, M Phil mengkritik dengan keras dari mulai partai Islam yang menjadi partai terbuka hingga terbuka auratnya, hingga menyebut tidak ada lagi partai Islam di Indonesia dikarenakan cara pandang Islamnya rusak. (azm/arrahmah.com)

– See more at: http://www.arrahmah.com/news/2014/03/10/jelang-pemilu-seruan-ustadz-abu-bakar-baasyir-kepada-umat-islam-indonesia.html#sthash.k0IRAh95.dpuf

Jabhah Nushrah merilis perang pembebasan RS Al-Kindi di Aleppo

Senin, 8 Jumadil Awwal 1435 H / 10 Maret 2014 06:29
Ilustrasi – Jabhah Nushrah merilis perang pembebasan RS Al-Kindi di Aleppo

ALEPPO (Arrahmah.com) – Yayasan Al-Manarah Al-Baidha’, sayap media Mujahidin Jabhah Nushrah pada hari Selasa (21/1/2014) merilis video “Jalannya Pertempuran: Perang Pembebasan Rumah Sakit Al-Kindi di Aleppo”. Video tersebut berdurasi 3 menit 7 detik.

Pada bulan Desember 2013 Pasukan rezim Nushairiyah Suriah dan milisi-milisi Syiah sekutunya telah merangsek maju dari arah front timur Aleppo. Serangan besar-besaran yang mereka lakukan mendapat hadangan dari tiga kelompok jihad; Jabhah Nushrah, Jabhah Islamiyah dan Harakah Fajr Asy-Syam Al-Islamiyah. Ketiga kelompok jihad itu menggelar “Kamar Operasi Gabungan Satu Hati”.

Rumah Sakit Al-Kindi Aleppo dan Penjara Pusat Aleppo merupakan dua markas pertahanan pasukan Nushairiyah Suriah dan milisi-milisi Syiah sekutunya. Mujahidin telah mengepung keduanya selama 5 bulan penuh, namun ketangguhan gedung kedua markas yang hanya berjarak ratusan meter itu dan terbukanya medan menghambat serangan mujahidin.

Perang Pembebasan Rumah Sakit Al-Kindi terjadi pada hari Jum’at (20/12/2013). Dua orang mujahid Jabhah Nushrah, Abu Wadda’ Al-Kurdistani dan Abu Turab Al-Kurdistani mengawalinya dengan dua serangan bom syahid yang mengguncangkan pertahanan pasukan Nushairiyah. Mujahidin kemudian melakukan penyerbuan dan pertempuran sengit hingga akhirnya berhasil menduduki sepenuhnya Rumah Sakit Al-Kindi pada waktu Isya’. Dalam pertempuran tersebut lebih dari 50 tentara rezim Nushairiyah tewas dan lebih dari 20 lainnya ditawan oleh Mujahidin. Selain itu Mujahidin juga mendapatkan sejumlah ghanimah (harta rampasan perang) berupa persenjataan.

Serangan bom BMP pada 4 Desember 2013

Mujahidin berulang kali melakukan upaya penyerbuan masuk ke dalam Rumah Sakit Al-Kindi, namun selalu digagalkan pasukan musuh. Upaya terbaru adalah pada hari Rabu, 30 Muharram 1435 H/4 Desember 2013 M, pada pagi hari tersebut mujahidin meledakkan sebuah tank BMP yang dipenuhi dengan bom dan diparkir di dekat gedung Rumah Sakit Al-Kindi. Ledakan itu mengenai secara langsung gedung Rumah Sakit, atas karunia Allah semata, dan setelah itu mujahidin menyerbu masuk ke dalam kompleks Rumah Sakit.

Namun serangan masuk tersebut belum menemui kesuksesan. Mujahidin harus kembali mempertahankan posisi-posisi mereka dan kemudian terlibat baku tembak dengan pasukan rezim Nushairiyah selama masa pasca serangan bom tank tersebut. Hasil dari operasi peledakan tank BMP dan baku tembak sengit setelahnya adalah tewasnya 9 tentara rezim Nushairiyah. Dalam serangan pada hari itu, mujahidin telah berhasil memasuki lantai satu, lantai dua dan lantai tiga gedung Rumah Sakit. Mujahidin mempergunakan senjata ringan, senjata menengah, senjata berat dan roket.

Serangan dua bom mobil mengawali pertempuran pada 20 Desember 2013

Pada hari Jum’at sore, 16 Shafar 1435 H/20 Desember 2013 M mujahidin memulai operasi serangan terpadu untuk menyerbu ke dalam gedung Rumah Sakit dan menguasainya. Mujahidin menyiapkan dua buah truk berisikan bom dan bahan peledak dalam jumlah besar. Lalu dibuatlah rencana penyerbuan masuk ke dalam gedung Rumah Sakit. Serangan akan dimulai oleh dua orang pelaku serangan syahid, Abu Wadda’ Al-Kurdistani dan Abu Turab Al-Kurdistani [semoga Allah menerima keduanya] dengan meledakkan truk mereka pada gedung rumah sakit lama.

Abu Wadda’ Al-Kurdistani berhasil membawa truk penuh bom yang dikendarainya ke tengah-tengah gedung rumah sakit, lalu ia meledakkannya. Ia berhasil mengenai lebih banyak sasaran dari target yang telah ditetapkan untuknya. Abu Turab Al-Kurdistani kemudian menyusulnya untuk menuntaskan sisa gedung rumah sakit.

Setelah itu beberapa regu pasukan serbu menyusul dan menyerbu ke dalam gedung untuk menyisir dan membersihkannya lantai demi lantai. Mujahidin memasuki gedung pertama dan membunuh sejumlah besar tentara Nushairiyah di dalamnya. Mereka berhasil menguasai sepenuhnya gedung tersebut dan mengibarkan panji tauhid di atasnya saat matahari hari Jum’at terbenam. Mujahidin mengumandangkan adzan Maghrib dari dalam gedung tersebut, dan mereka melanjutkan dengan penyerbuan terhadang gedung berikutnya yaitu gedung rumah sakit baru.

Di gedung baru mujahidin berhasil menewaskan dan menawan sejumlah tentara rezim Nushairiyah. Mujahidin akhirnya mengumumkan telah menguasai sepenuhnya kedua gedung rumah sakit tersebut sebelum waktu Isya’ pada hari Jum’at, 16 Shafar 1435 H/20 Desember 2013 M.

Kerugian di pihak pasukan rezim Nushairiyah Suriah sangat besar, segala puji bagi Allah semata. Mujahidin berhasil menewaskan lebih dari 50 tentara Nushairiyah dan menawan lebih dari 20 tentara Nushairiyah. Di antara yang berhasil ditawan mujahidin adalah Letkol Thariq Syami, komandan operasi Rumah Sakit Al-Kindi.

Mujahidin menghancurkan sebuah tank BMP yang dipergunakan oleh pasukan Nushairiyah dalam operasi pertempuran di rumah sakit. Selain itu mujahidin berhasil merampas sebuah tank, sebuah meriam kaliber 23 mm, sejumlah senjata dan amunisi beragam ukuran. Segala puji bagi Allah semata.

Pertempuran pada hari Jum’at yang penuh berkah itu berakhir dengan kemenangan besar dan pertolongan dari Allah Ta’ala, agar menjadi menjadi Jum’at kemarahan dan pembalasan bagi para syuhada’ Aleppo yng gugur oleh serangan bom-bom barrel yang dijatuhkan oleh pesawat tempur rezim Nushairiyah di atas kepada penduduk muslim Aleppo.

Dengan membebaskan dan menguasai sepenuhnya Rumah Sakit Al-Kindi, mujahidin telah melakukan langkah besar untuk memecahkan tembok-tembok Penjara Pusat Aleppo. Mujahidin Jabhah Nushrah masih terus berjaga-jaga di luar tembok-tembok Penjara Pusat Aleppo, untuk penyerbuan besar di mana mereka akan menyingkirkan kezaliman terhadap para tawanan Ahlus Sunnah dan penduduk tertindas di dalam Penjara Pusat Aleppo. Semoga hari itu telah dekat.

(muhib al majdi/arrahmah.com)

 

– See more at: http://www.arrahmah.com/jihad/jabhah-nushrah-merilis-perang-pembebasan-rs-al-kindi-di-aleppo.html#sthash.vZED5yk1.dpuf

ideo Jabhah Nushrah Perang Pembebasan RS Al-Kindi Aleppo

Senin, 8 Jumadil Awwal 1435 H / 10 Maret 2014 06:36

ALEPPO (Arrahmah.com) – Yayasan Al-Manarah Al-Baidha’, sayap media Mujahidin Jabhah Nushrah pada hari Selasa (21/1/2014) merilis video “Jalannya Pertempuran: Perang Pembebasan Rumah Sakit Al-Kindi di Aleppo”. Video tersebut berdurasi 3 menit 7 detik.

Pada bulan Desember 2013 Pasukan rezim Nushairiyah Suriah dan milisi-milisi Syiah sekutunya telah merangsek maju dari arah front timur Aleppo. Serangan besar-besaran yang mereka lakukan mendapat hadangan dari tiga kelompok jihad; Jabhah Nushrah, Jabhah Islamiyah dan Harakah Fajr Asy-Syam Al-Islamiyah. Ketiga kelompok jihad itu menggelar “Kamar Operasi Gabungan Satu Hati”.

Rumah Sakit Al-Kindi Aleppo dan Penjara Pusat Aleppo merupakan dua markas pertahanan pasukan Nushairiyah Suriah dan milisi-milisi Syiah sekutunya. Mujahidin telah mengepung keduanya selama 5 bulan penuh, namun ketangguhan gedung kedua markas yang hanya berjarak ratusan meter itu dan terbukanya medan menghambat serangan mujahidin.

Perang Pembebasan Rumah Sakit Al-Kindi terjadi pada hari Jum’at (20/12/2013). Dua orang mujahid Jabhah Nushrah, Abu Wadda’ Al-Kurdistani dan Abu Turab Al-Kurdistani mengawalinya dengan dua serangan bom syahid yang mengguncangkan pertahanan pasukan Nushairiyah. Mujahidin kemudian melakukan penyerbuan dan pertempuran sengit hingga akhirnya berhasil menduduki sepenuhnya Rumah Sakit Al-Kindi pada waktu Isya’. Dalam pertempuran tersebut lebih dari 50 tentara rezim Nushairiyah tewas dan lebih dari 20 lainnya ditawan oleh Mujahidin. Selain itu Mujahidin juga mendapatkan sejumlah ghanimah (harta rampasan perang) berupa persenjataan.

Serangan bom BMP pada 4 Desember 2013

Mujahidin berulang kali melakukan upaya penyerbuan masuk ke dalam Rumah Sakit Al-Kindi, namun selalu digagalkan pasukan musuh. Upaya terbaru adalah pada hari Rabu, 30 Muharram 1435 H/4 Desember 2013 M, pada pagi hari tersebut mujahidin meledakkan sebuah tank BMP yang dipenuhi dengan bom dan diparkir di dekat gedung Rumah Sakit Al-Kindi. Ledakan itu mengenai secara langsung gedung Rumah Sakit, atas karunia Allah semata, dan setelah itu mujahidin menyerbu masuk ke dalam kompleks Rumah Sakit.

Namun serangan masuk tersebut belum menemui kesuksesan. Mujahidin harus kembali mempertahankan posisi-posisi mereka dan kemudian terlibat baku tembak dengan pasukan rezim Nushairiyah selama masa pasca serangan bom tank tersebut. Hasil dari operasi peledakan tank BMP dan baku tembak sengit setelahnya adalah tewasnya 9 tentara rezim Nushairiyah. Dalam serangan pada hari itu, mujahidin telah berhasil memasuki lantai satu, lantai dua dan lantai tiga gedung Rumah Sakit. Mujahidin mempergunakan senjata ringan, senjata menengah, senjata berat dan roket.

Serangan dua bom mobil mengawali pertempuran pada 20 Desember 2013

Pada hari Jum’at sore, 16 Shafar 1435 H/20 Desember 2013 M mujahidin memulai operasi serangan terpadu untuk menyerbu ke dalam gedung Rumah Sakit dan menguasainya. Mujahidin menyiapkan dua buah truk berisikan bom dan bahan peledak dalam jumlah besar. Lalu dibuatlah rencana penyerbuan masuk ke dalam gedung Rumah Sakit. Serangan akan dimulai oleh dua orang pelaku serangan syahid, Abu Wadda’ Al-Kurdistani dan Abu Turab Al-Kurdistani [semoga Allah menerima keduanya] dengan meledakkan truk mereka pada gedung rumah sakit lama.

Abu Wadda’ Al-Kurdistani berhasil membawa truk penuh bom yang dikendarainya ke tengah-tengah gedung rumah sakit, lalu ia meledakkannya. Ia berhasil mengenai lebih banyak sasaran dari target yang telah ditetapkan untuknya. Abu Turab Al-Kurdistani kemudian menyusulnya untuk menuntaskan sisa gedung rumah sakit.

Setelah itu beberapa regu pasukan serbu menyusul dan menyerbu ke dalam gedung untuk menyisir dan membersihkannya lantai demi lantai. Mujahidin memasuki gedung pertama dan membunuh sejumlah besar tentara Nushairiyah di dalamnya. Mereka berhasil menguasai sepenuhnya gedung tersebut dan mengibarkan panji tauhid di atasnya saat matahari hari Jum’at terbenam. Mujahidin mengumandangkan adzan Maghrib dari dalam gedung tersebut, dan mereka melanjutkan dengan penyerbuan terhadang gedung berikutnya yaitu gedung rumah sakit baru.

Di gedung baru mujahidin berhasil menewaskan dan menawan sejumlah tentara rezim Nushairiyah. Mujahidin akhirnya mengumumkan telah menguasai sepenuhnya kedua gedung rumah sakit tersebut sebelum waktu Isya’ pada hari Jum’at, 16 Shafar 1435 H/20 Desember 2013 M.

Kerugian di pihak pasukan rezim Nushairiyah Suriah sangat besar, segala puji bagi Allah semata. Mujahidin berhasil menewaskan lebih dari 50 tentara Nushairiyah dan menawan lebih dari 20 tentara Nushairiyah. Di antara yang berhasil ditawan mujahidin adalah Letkol Thariq Syami, komandan operasi Rumah Sakit Al-Kindi.

Mujahidin menghancurkan sebuah tank BMP yang dipergunakan oleh pasukan Nushairiyah dalam operasi pertempuran di rumah sakit. Selain itu mujahidin berhasil merampas sebuah tank, sebuah meriam kaliber 23 mm, sejumlah senjata dan amunisi beragam ukuran. Segala puji bagi Allah semata.

Pertempuran pada hari Jum’at yang penuh berkah itu berakhir dengan kemenangan besar dan pertolongan dari Allah Ta’ala, agar menjadi menjadi Jum’at kemarahan dan pembalasan bagi para syuhada’ Aleppo yng gugur oleh serangan bom-bom barrel yang dijatuhkan oleh pesawat tempur rezim Nushairiyah di atas kepada penduduk muslim Aleppo.

Dengan membebaskan dan menguasai sepenuhnya Rumah Sakit Al-Kindi, mujahidin telah melakukan langkah besar untuk memecahkan tembok-tembok Penjara Pusat Aleppo. Mujahidin Jabhah Nushrah masih terus berjaga-jaga di luar tembok-tembok Penjara Pusat Aleppo, untuk penyerbuan besar di mana mereka akan menyingkirkan kezaliman terhadap para tawanan Ahlus Sunnah dan penduduk tertindas di dalam Penjara Pusat Aleppo. Semoga hari itu telah dekat.

– See more at: http://www.arrahmah.com/video/video-jabhah-nushrah-perang-pembebasan-rs-al-kindi-aleppo.html#sthash.e9CyC0JM.dpuf


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: