Apakah Kita Termasuk Golongan Munafik?

Pada suatu hari Umar Ibnu Khatab bertanya kepada Hudzifah (gudang kabar-kabar rahasia dari Rasulullah), “Tahukah kamu nama-nama orang yang termasuk orang munafik? Hudzaibah menjawab, “Tahu. Rasulullah saw telah memberi tahu kepadaku.”

Umar yang waktu itu menjadi Amirul Muminnin bertanya kembali, “Coba sebutkan siapa saja?” Hudaifah menjawab, “Wahai Amirul Mukminin, ini adalah rahasia Rasulullah saw dan saya diberi amanah untuk menjaganya.” Demi Allah Umar sambil menangis. Apakah namaku termasuk di dalamnya?”

munafik

Hudzaihah menjawab, “Tidak ada. Setelah ini saya tidak akan membeberkan kepada seorang pun” Coba perhatikan, Umar bin Khatab saja khawatir bila dirinya termasuk golongan munafik. Padahal, Umar adalah salah satu tokoh sahabat yang sangat dekat dengan Rasulullah dan telah banyak memberi karunia ilham dari Allah. Jika saja setelah Muhammad ada nabi maka nabi itu umar.” Beliau juga sudah dijamin masuk surga

Lalu bagaimana kita yang tingkat keagamannya sungguh sangat jauh bila dibandingkan dengan sahabat Umar ra(tidak ada rasa khawatir dan juga tidak ada kesedihan di hati)?

Salah seornag tabiin berkata, “Sungguh. Saya pernah bertemu dengan tujuh puluh sahabat Rasul yang menuduh dirinya sendiri sebagai orang munafik. Padahal, kalau saja keimanan salah satu dari mereka ditimbang, bobotnya akan menyamai bobot keiamanan malaikat Jibiril dan Mikail.

Rasulullah saw bersabda, “Waspadalah kalian dari kemunafikan yang khusyu.” Ada yang bertanya “Apa itu khusyu un-nifaaq wahai Rasulullah? Rasul menjawab, “Tingkah polah badanya khusyu, tetapi penuh dengan kemunafikan” (HR Ad-Dailami)

Nifaq adalah melahirkan sesuatu yang tidak sesuai dengan isi hatinya. Perbuatannya disebut munafiq. Nifaq berasal dari kata naafiqa artinya liang binatang yarbu (dalam bahasa jawab disebut curut sebangsa tikus atau tikus busuk) dikatakan demikian karena dia melubangi tanah dan masuk kedalamnya dan terpendam dengan tanah lembut, sehingga kelihatannya dari luar tanah halus, tetapi di dalamnya terdapat liang yarbu.

Munafiq adalah orang yang lahirnya menyatakan beriman tetapi pada dasarnya hatinya ingkar. Seperti firman Allah

Ada manusia yang mengatakan, “Kami beriman kepada Alah dan hari akhirat,”Padahal hati mereka sama sekali tidak beriman (QS [2] 8)

Nifaq adalah termasuk macam kufur yang paling keji, sebab sebenarnya dia adalah orang yang ingkar, sedang imannya sekedar topeng tipuan serta kedustaan.

Orang-orang munafik ini bermaksud mendurhakai Allah dan menipu orang-orang beriman. Namun mereka tidak menyadari bahwa sebenarnya mereka hanya mengelabui (menipu) dirinya sendiri. (Al-Baqarah [2] 9)

Orang munafiq arab Madinah dan sekitarnya telah dibutakan oleh Allah pandangan nurani mereka, sehingga mereka berpura-pura menam pakkan Islam dan menyembunyikan kekufuran sebab takut kehidupan mereka terancam.

Diantara orang-orang Arab Badui yang di sekelilingnya itu ada orang-orang munafik dan juga diantara penduduk Madinah. Mereka keter laluan dalam kemunafikanya. Kamu (Muham mad) tidak mengetahui mereka tetapi Kamilah ya ng mengetahui mereka. Nanti mereka akan Kami siksa dua kali kemudian mereka akan dikem bali kan dimasukkan ke dalam neraka.(at-Taubah 101)

Makar-makar dan kejahatan kaum munafikin telah dibongkar oleh Allah Ta’ala dalam Al-Qur’an, di antaranya agar Ummat Islam berwaspada. Di antaranya Allah berfirman:

Wahai Muhammad, apakah kamu tidak memperhatikan orang-orang munafik yang menjadikan Kaum Yahudi dan Nasrani sebagai teman padahal Allah murka kepada mereka? Orang-orang yang menjadikan kaum Yahudi dan Narani sebagai teman, bukanlah termasuk golongan kalian dan juga bukan termasuk golongan mereka. Orang-orang semacam itu bersumpah dengan penuh kebohongan dan mereka menyadari kebohongan itu (QS Al-Mujaadilah {58]14)

Sebab orang munafik adalah orang yang  paling keji dan berbahaya maka Allah pun mengancam dengan siksa yang paling pedih, ditempatkan di kerak neraka atau neraka paling bawah.

Sesungguhnya orang-orang munafiq itu ditempatkan dineraka pada tingkat yang paling bawah (An-Nisaa 145)

Qrang munafik akan mengalami penyesalan yang amat, Pada hari kiamat kelak, mereka akan menyesali kemunafikan yang mereka sembunyikan dalam hati mereka. (QS Al-Maidah :52)

Orang munafik itu akan kekal di neraka dan akan di kumpulkan bersama orang-orang kafir,

Sesungguhnya Allah akan mengumpulkan semua orang-orang munafik dan orang-orang kafir di dalam jahanam (an-Nisa 140)

Karena itu, Allah memerintahkan jihad melawan orang-orang munafik ini dan bersikap keras terhadap mereka. “Hai Nabi, berjihadlah (melawan) orang-orang kafir dan orang-orang munafik itu dan bersikap keraslah terhadap mereka. Tempat mereka ialah jahanam. Dan itu adalah tempat kembali yang seburuk-buruknya.” (QS at-Taubah [9]: 73).

Ada sekitar 50 ciri-ciri orang munafik diantaranya adalah

Dusta

Menurut ibnu Tamimiyah, “Dusta merupakan salah satu rukun kekufuran. Allah swt selalu menyebutkan nifak, selalu diikuti kata dusta. Dan jika menyebutkan kata dusta, Allah menyebutkan kata nifak

Hati orang-orang munafik dipenuhi kebim bangan terhadap kebenaran Islam, lalu Allah tunjukkan fakta kebenaran itu untuk menghilang kan kebimbangan mereka, tetapi mereka bertambah dengki. Kelak diakherat orang-orang munafik mendapatkan adzab yang sangat pedih disebabkan mareka telah memberikan pengakuan dusta (QS.Al-Baqarah 10)

Dan Allah mengetahui bahwa sesungguhnya orang-orang munafik itu benar-benar pendusta (Al-Munafiqun 1)

Rasulullah bersabda, Tanda-tanda orang munafik itu ada tiga. Kalau berkata dusta, kelau berjanji tidak menepati. Dan kalau dipercaya berkhianat (HR Bukhari)

Bermalas-malas dalam ibadah

Orang munafik saat melaksanakan ibadah pastilah bermalas-malasan dan tidak bersegera mengerjakannya. Mereka melakukan ibadah hanya karena riya dan haus popularitas, maka ibadah mereka rasa bergitu berat untuk dijalani apalagi ibadah shalat

Orang-orang munafik berat melakukan shalat subuh dan isya berjamaah, Rasulullah saw bersabda,  “Shalat yang terberat bagi orang-orang munafik adalah shalat subuh dan Isya. Seandainya mereka mengetahui rahasia yang ada pada keduanya, niscaya mereka akan mendatanginya walau harus merangkak.”

Seluruh shalat mereka anggap berat, tetapi shalat yang paling berat adalah shalat subuh & Isya.

Ibnu Mas’ud berkata, “Kami sungguh telah menyaksikannya. Dan tidaklah ada orang yang memang sudah menjadi sifat-sifat kalangan orang munafik yang telah diketahui oleh para sahabat. Yang menguatkan keseringan mereka meninggal kan shalat jamaah dan kemalasan mereka dalam menunaikan shalat.

Dan mereka tidak mengerjakan shalat, melainkan dengan malas (QS At-Taubah [9]54)

Ketika membaca Al-Qur’an, mereka akan membacanya laksana buah Raihan yang beraroma wangi dan tidak pahit. Yang nampak terlihat begitu indah tapi sebenarnya pahit terasa.

Mereka tidak Berdzikir kecuali sedikit

Dan tidaklah mereka menyebut Alah kecuali sedikit sekali (QS An-Nisa [4]142)

Wahai orang-orang yang beriman janganlah harta dan anak-anakmu memalingkan kamu dari mengingat Allah (Al-Munafiqun 9)

Kedua ayat ini membagikan sifat nifak dari kaum mukminin disebabkan dzikir juga mensifat kaum munafik disebabkan sedikitnya dzikir yang mereka lakukan

Menghalangi manusia dari jalan Allah

Yaitu dengan menampakkan keimanan sehingga mereka dapat meraih simpati kepercayaan kaum muslimin, kemudian mereka dapat menutup jalan menuju Allah.

Orang-orang yang menjadikan kaum Yahudi dan Nasrani sebagai teman telah menjadikan sumpah-sumpah mereka sebagai sarana menipu dan menghalangi orang-orang mukmin dari jalan Allah. Kelak pada hari kiamat mereka akan memperoleh adzab yang menghinakan (QS Al-Mujaadillah [58]16)

Menolak jihad atau tidak menggerakan hati untuk berjihad

Abu Huraiah ra Rasulullah saw bersabda, “Barangsiapa yang meninggal dunia dan belum berperang dan tidak menggerakkan hatinya untuk berperang maka ia mati di atas cabang kemunafikan (HR Muslim)

Karena itu Allah swt telah menguji orang-orang munafik yang menolak jihad dan meninggalkannya

Kaum munafik yang tidak mau turut berperang untuk membela Islam merasa senang. Mereka tidak menyukai jihad dengan harta dan jiwa mereka untuk membela Islam. Kaum munafik berkata kepada kaum mukmin, “Janganlah kalian pergi berperang saat hawa panas.” Wahai Muhammad, katakanlah kepada mereka “Api Jahanam lebih panas jika kalian mau menyadari.” (QS AT-Taubah [9]81)

Memperturutkan hawa nafsu

Kaum munafik adalah orang-orang yang telah Allah dipatri (kunci mati) hati mereka karena kekafirannya. Mereka adalah orang-orang yang mengikuti hawa nafsunya sendiri. (QS [47] 16)

Hasan Basri mengomentari firman Allah, “ Wahai Muhamad apakah kamu tidak memperhatikan orang-orang kafir yang menuhankan hawa nafsunya? Apakah kamu punya kekuasaan untuk memberi hidayah kepada mereka“ (QS. Al Furqan [25]43)

Bahwa yang dimaksud dalam ayat tersebut adalah orang munafik.

Mereka menghalangi manusia untuk berhukum kepada Al-Qur’an dan sunnah.

Wahai Muhammad, tidakkah kamu memperhatikan adanya orang-orang yang mengaku dirinya telah beriman kepada Al-Qur’an yang diturunkan kepadamu, juga kepada Taurat dan Injil yang diturunkan kepada rasul sebelum kamu? Dalam menyelesaikan perkara ternyata mereka lebih senang mengikuti thaghuut, aturan-aturan sesat dan meninggalkan syariat Allah. Setan ingin menyesatkan mereka ke jalan yang sangat sesat (QS An-Nisaa [4]60)

Wahai Muhammad, apabila ada yang berkata kepada kaum Yahudi dan Nasrani, “Marilah kalian mengikuti Al-Qur’an dan syariat yang Allah turunkan kepada Rasul-Nya, niscaya kamu saksikan orang-orang munafik dari golongan mereka mengingkari kamu dengan sangat kerasnya. (QS An-Nisaa [4]61)

Orang munafik suka dipuji tanpa usaha

Orang-orang yang suka berbuat dosa dan merasa senang dipuji atas kebaikan yang tidak mereka lakukan, janganlah sekali-kali mereka menyangka akan selamat dari adzab Allah. Mereka akan menadapatkan adzab yang sangat pedih di akhirat (Ali Imran [3] 188)

Memperindah penampilan luar melupakan hakikat bathin

Wahai Muhammad, bila kamu melihat tubuh-tubuh orang-orang munafik, kamu tertarik. Jika mereka berkata, perkataan mereka mempesona kamu. Orang-orang munafik itu penampilannya bagus, tetapi otaknya kosong. Mereka tidak dapat mendengar dan tidak dapat berpikir. Mereka mengira setiap ada suara keras yang mereka dengar, mereka anggap sebagai penghinaan kepada mereka. Mereka adalah musuh Allah. Wahai Muhammad, karena itu berhati-hatilah kepada mereka. Allah pasti melaknat orang-orang munafik dimana mereka berada (QS  [63] 4)

Kikir

Kaum munafik laki-laki dan perempuan, satu dengan lainnya saling mengajak berbuat mungkar dan mencegah berbuat ma’ruf. Mereka berlaku kikir. Kaum munafik lupa kepada Allah. Karena itu Allah melupakan mereka. Sesungguhnya kaum munafik adalah orang-orang yang fasik (durhaka) (QS At-Taubah 67)

Mencela ahli kebenaran

Wahai Muhammad di antara kaum munafik ada yang mencela kamu tentang pembagian zakat. Jika kaum  munafik diberi bagian sedikit saja, mereka senang. Akan tetapi, jika kaum munafik tidak diberi bagian sama sekali, tiba-tiba merekka marah, (QS At-Taubah [9]58)

Menyesatkan dengan berdalih kebaikan

Apabila orang mukmin berkata pada orang-orang munafik, “Janganlah kalian menyesatkan manusia di muka bumi dengan cara menimbulkan keraguan kepada Islam, mereka menjawab, “Sesungguhnya kamu justru mengajak manusia berbuat kebaikan. Wahai Muhammad ketahuilah bahwa orang-orang munafik itu sebenarnya adalah orang-orang yang melakukan perbuatan menyesatkan di muka bumi (QS.Al-Baqarah 11)

Melupakan Allah

Mereka melupakan Allah, niscaya Allah melupakan mereka (At-Taubah 67)

Syaitan telah menguasai mereka lalu menjadikan mereka lupa mengingat Allah (Al-Mujadilah 19)


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s