Haramnya Berdusta Bagi Seorang Muslim

Saat ini, jika kita melihat di layar televisi, surat kabar, websit dan media masa lainnya, banyak rakyat biasa, pejabat, para politisi, lembaga negara, ustad, pebisnis, kalangan legislatif, eksekutif, kehakiman, kejaksaan dan polisi sudah digrogoti  dan hampir semua kalangan terkena penyakit ini yaitu dusta atau bohong dengan cara memanipulasi, markup anggaran dan lain-lain

Survey dari Data KPK selama kurun waktu 2004-2011 tercatat 1.408 kasus korupsi yang merampok uang rakyat sebesar Rp. 39,3 trilyun. Jumlah yang sangat besar dan cukup untuk membangun 393.000 rumah sederhana. Menyediakan sekolah gratis bagi 68 juta anak SD selama setahun, bisa untuk membangun 311.000 ruang kelas SD dan memberikan 4,6 milyar liter beras gratis bagi penduduk miskin. Sungguh sangat berati bagi kesejahteraan rakyat Indonesia.

dusta

Ibnu-Muqaffa, menyatakan bahwa dusta adalah induk segala dosa. Imam Mawardi mengatakan, bohong adalah gabungan semua kejahatan dan sumber segala dosa karena akibat buruk yang dihasilkannya. Kebohongan melahirkan fitnah, fitnah melahirkan kebencian dan kebencian berakhir dengan permusuhan, padahal tidak ada rasa aman dan tenang dalam permusuhaan.

Harga sebuah kejujuran sekarang ini adalah barang yang sangat langka sekali. Inilah pertanda ciri-ciri kiamat sudah dekat. Rasulullah saw, bersabda: “Tidak terjadi hari  kiamat hingga muncul banyak fitnah, banyak kedustaan-kedustaan, berdekatannya pasar-pasar, berdekatannya zaman dan banyaknya al Harj.” Dikatakan:’Dan apa al-harj?’ beliau menjawab: ”pembunuhan”

Dan dusta perilaku yang dibenci oleh Allah swt dan Rasul-Nya saw. Beliau bersabda,  Tidaklah ada akhlaK yang lebih dibenci oleh Rasulullah saw daripada dusta…”(Shahih, lihat Silsilah ash-Shahihah 2052)

Allah swt mengancam para pendusta, tidak akan memberi petunjuk, “Sungguh Allah tidak akan memberi petunjuk kepada orang yang menentang agama Allah lagi berbohong (pendus ta) (QS al-Mu’min:28)

Allah mengutuk orang yang banyak berbohong: “Terkutuklah orang-orang yang banyak berdusta” [QS Adz Dzaariyaat:10]

Siksa yang pedih di neraka disediakan bagi para pendusta, “Kelak di akhirat, orang-orang munafik mendapatkan adzab yang sangat pedih disebabkan mereka telah memberikan pengakuan dusta  [Al Baqarah:10]

Kecelakaan besarlah bagi tiap-tiap orang yang banyak berdusta lagi banyak berdosa” [Al Jaatsiyah:7]

Ia mendapatkan laknat dari Allah, Allah SWT berfirman: Laknat Allah kepada orang-orang yang dusta. (Ali Imran:61).

Terkutuklah orang–orang yang dusta (QS. Dzariyat 10) ”Dan jauhilah oleh kalian perkataan dusta”(al-Hajj: 30)

Para pendusta tidak akan beruntung, ”Katakanlah:”Sesungguhnya orang-orang yang mengada-adakan kebohongan terhadap Allah tidak beruntung”. (QS. Yunus: 69)

Pendusta adalah orang-orang yang tidak beriman, ‘”Sesungguhnya yang mengada-adakan kebohongan, hanyalah orang-orang yang tidak beriman kepada ayat-ayat Allah, dan mereka itulah orang-orang pendusta,” (QS.an-Nahl: 105)

Orang-orang yang memperolok-olek (menyakiti) kaum mukmin laki-laki dan kaum mukmin perempuan, padahal mereka tidak melakukan kesalahan apapaun, maka orang itu telah melakukan perbuatan bohong dan dosa besar (Al-Ahzab 58)

Berdusta adalah kebiasaan orang munafik.  Empat hal, yang jika itu terhimpun pada diri seseorang, maka dia adalah seorang munafik sejati. Dan jika melekat salah satunya, maka dalam dirinya terdapat satu sifat dari kemunafikan, hingga ia meninggalkannya. Yakni jika diberi kepercayaan dia berkhianat, jika berbicara ia berdusta, jika berjanji dia mengingkari, & jika bertengkar dia berbuat aniaya.” (HR. Bukhari (1/84)

Pendusta menyebarkan keraguan kepada & di antara manusia Keraguan artinya bimbang & resah. Ini berarti seorang pendusta selamanya menjadi sumber keresahan & keraguan, serta menjatuhkan ketenangan pada orang yang jujur. Berkata Rasulullah , ”Tinggalkanlah apa-apa yang membuatmu ragu & ambil apa-apa yang tak meragukanmu, karena sesungguhnya kejujuran itu adalah ketenangan & dusta itu adalah keresahan.” (HR Tirmidzi, An Nasai, & lainnya).

Jika sering berdusta, maka itu akan menyeretnya ke neraka: Hati-hatilah kalian dari berbuat dusta, karena sesungguhnya dusta akan mengantarkan kepada kejahatan dan kejahatan akan mengantarkan pada neraka, jika seseorang sukanya berdusta dan berupaya untuk berdusta maka ia akan dicatat di sisi Allah sebagai pendusta (HR. Muslim)

Berdusta bukanlah sifat seorang Mukmin, Rasulullah saw bersabda, “Seorang mukmin mempunyai tabiat atas segala sifat aib kecuali khianat dan dusta. (HR. Al Bazzaar)

Pendusta akan di siksa di alam kubur, Rasulullah saw bersabda, “Akan disiksa di alam kubur sampai hari kiamat Aku (bermimpi) melihat seolah-olah ada orang yang datang kepadaku seraya berkata “bangunlah”, lalu aku bangkit bersamanya, kemudian tiba-tiba aku bertemu dua orang lelaki; yang satu berdiri sedangkan yang lain duduk. Di tangan orang yang berdiri ada pengait dari besi lalu menjejalkannya ke dagu orang yang duduk lalu menariknya hingga sampai ke pundaknya, kemudian ia menariknya lalu menjejal kannya ke sisi yang lain lalu memanjang kannya; apabila ia memanjangkannya maka sisi yang lain kembali seperti semula. Kemudian aku bertanya kepada orang yang membangunkan aku, ‘apa ini?’ Ia berkata, ‘Ini adalah seorang pendusta yang disiksa di kuburnya hingga hari kiamat’.”(HR Bukhari).

Pendusta merupakan pengkhianat besar, Rasulullah saw bersabda, “Suatu khianat besar bila kamu berbicara kepada kawanmu dan dia mempercayai kamu sepenuhnya padahal dalam pembicaraan itu kamu berbohong kepadanya. (HR. Ahmad dan Abu Dawud)

Penghuni neraka ada lima salah satunya adalah pendusta  Rasulullah saw bersabda.”Ahli neraka ada lima golongan yaitu orang yang lemah yang tidak peduli dengan sesamanya, para pengkianat, penipu yang memperdaya keluarga dan harta orang lain, kikir dan pendusta, serta orang yang berakhlak tercela (HR Muslim)

Dusta adalah dosa besar, Rasulullah saw bersabda , “Maukah aku berita-hukan kepada kalian tentang dosa-dosa besar yang paling besar, yaitu menyekutukan Allah dan durhaka kepada kedua orang tua.” Kemudian Rasulullah saw duduk dan bersabda: “Ketahuilah dan berkata dusta (HR Bukhari dan Muslim)

Dari Abdullah bin Amir dia berkata: “Suatu hari ibuku memanggilku, sementara Rasulullah saw duduk di dalam rumah kami. Ibuku berkata, “Hai kemarilah, aku akan memberimu sesuatu.” Rasulullah saw kemudian bertanya kepada ibuku, “Apa yang akan engkau berikan kepadanya?” Ibuku menjawab, “Aku akan memberinya kurma.” Rasulullah saw bersabda kepada ibuku, “Ketahuilah, jika kamu tidak jadi memberikan sesuatu kepadanya, maka itu akan ditulis sebagai kebohongan atasmu.” (HR. Abu Daud)

“Celakalah bagi orang yang berbicara lalu berdusta untuk membuat orang lain tertawa. Celakalah dia, celakalah dia.” (HR. Abu Daud At-Tirmizi)

“Cukuplah seseorang (dianggap) berbohong apabila dia menceritakan semua yang dia dengarkan.” (HR. Muslim )

Abu Mas’ud radhiallahu anhu berkata: Aku mendengar Rasulullah saw bersabda:

“Seburuk-buruk bekal yang dimiliki oleh seseorang (dalam berbicara) adalah ungkapan ‘menurut sangkaan mereka’.” (HR. Abu Daud)

Rasulullah saw bersabda, “Barangsiapa yang menipu istri orang lain atau hamba sahayanya maka ia bukanlah dari golongan kami. (HR Abu Dawud)

Dusta yang diperbolehkan.

”Tidak dibenarkan berdusta kecuali dalam tiga hal:”Seorang laki-laki yang berbicara kepada istrinya, dusta dalam peperangan dan dusta untuk memperbaiki hubungan manusia (yang sedang berseteru).”(HR. At-Tirmidzi)

Sesunguhnya dusta yang boleh di antara suami istri adalah yang bisa memperbaiki hubungan dan menyengnkan hati, seperti seorang suami yang mengatakan kepada istrinya, ”Aku mencintaimu, engkau sangat berharga bagiku, dan engkau cantik tidak ada yang lebih cantik cari engkau.” Dan sang istri pun berkata demikian juga kepada suaminya. Maka tidak diragukan lagi bahwa dusta yang seperti ini manfaatnya lebih besar, dan di dalamya ada upaya perbaikan dalam hubungan rumah tangga, dan hal itu tidak bisa tercapai kecuali dengan dusta. Seandainya semua suami yang kurang senang dengan istrinya terus terang dan jujur terhadapnya, tentu akan hancurlah keluarga tersebut, dan kehancuran tersebut akan membawa dampak kepada keburukan yang sangat banyak, dan akhir yang menyakitkan.

Motif yang mendorong orang-orang yang memiliki jiwa nista untuk melakukan kedustaan cukup banyak, diantaranya, Sedikitnya rasa takut kepada Allah Ta’ala & tak adanya perasaan bahwa Allah Ta’ala selalu mengawasi setiap gerak-geriknya, baik yang kecil maupun yang besar. Upaya mengaburkan fakta, baik bertujuan utk mendapatkan  keuntungan dunia, ataupun karena motif-motif lainnya. Tidak adanya rasa tanggung jawab & berusaha lari dari kenyataan, baik dlm kondisi sulit ataupun kondisi lainnya.

Di antara keburukan-keburukan berdusta adalah, rusaknya reputasi pelakunya, jatuh kehormatannya, hilangnya akhlak, maka dia tidak dipercaya dan tidak diterima persaksiannya. Tidak bisa dipegang janji dan kesepakatannya. Maka jadilah pembicaraan-pembicaraanya tak karuan dan menjengkelkan orang, sia-sia dan justru memalukan.Lemahnya kepercayaan (sikap saling percaya) di antara sesama manusia.

Pendusta menjadikan manusia seperti binatang yang tidak bisa diambil faedah dari ucapannya, bahkan binatang tidak berbahaya ucapannya, sedangkan para pendusta bisa menimpakkan bahaya dengan ucapannya. Maka dari sisi ini binatang lebih baik dari pendusta. Wallahu A’lam. (Abu Azzam)


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s