Jangan Marah, Pahala Surga

Wahai muhammad, bacalah dengan sebenarnya kepada kaum Qurasiy kisah dua anak Adam, Qabil dan Habil. Ketika Qabil dan Habil melakukan kurban, kemudian kurban yang diterima hanya dari dari salah seorang dari mereka sedangkan kurban yang lain ditolak. Qabil, anak Adam yang ditolak kurbannya berkata kepada Habil, anak Adam yang diterima kurbannya, “Sungguh aku akan bunuh kamu.” Habil menjawab, “Allah hanya mau menerima kuban dari orang-orang yang ikhlas. Wahai Qabil, sekiranya kamu mengulurkan tanganmu untuk membunuhku, maka aku sama sekali tidak akan mengulurkan tanganku untuk membunuh kamu. Aku takut kepada Allah, Tuhan penguasa seluruh alam. Wahai Qabil, aku ingin agar kamu tidak menanggung dosaku dan dosamu karena membunuh aku. Jika kamu membunuhku, kelak diakherat kamu akan menjadi penghuni nereka. Demikian itulah balasan bagi orang-orang yang berbuat zhalim di dunia. Ternyata Qabil, tidak dapat menahan nafsunya untuk membunuh saudaranya. Lalu Qabil membunuh saudaranya, maka Qabil membunuh saudaranya, maka Qabil termasuk orang-orang yang rugi di akhirat (QS Al-Maidah [5]27-30)marah

Berawal dari letupan amarah, terjadilah pembunuhan yang pertama kali di muka bumi.

Marah adalah satu sifat di antara sifat-sifat yang Allah swt anugerahkan kepada manusia. Marah juga merupakan suatu yang manusiawi, semua orang bisa saja marah di manapun dan dalam keadaan apapun. Bahkan ada juga yang marah hanya karena permasalahan ringan dan sepele. Bagaimanapun marah adalah salah satu tabiat yang tidak bisa di hapuskan dari manusia.

Belum lama terjadi di Bandung hanya karena rak sepatu rusak seorang oknum tentara menembak dua orang tetangganya. Dijakarta hanya karena uang tiga puluh ribu seorang pelajar kalah taruhan balapan motor membunuh temannya sendiri, dengan samurai. Belum lama terjadi juga seorang pelajar SMP di celingsi membunuh temannya sendiri dengan balok karena diludahi. Dan yang terkhir seorang oknum anggota Brimob menembak mati karena tidak hormat.

Padahal Allah berfirman dengan ancaman neraka jahanam akan kekal selamanya, “Siapa saja yang membunuh seorang mukmin, maka hukumannya adalah neraka Jahanam. Pembunuh itu kekal di dalam neraka. Allah murka kepadanya dan melaknatnya. Allah menyediakan adzab yang sangat berat bagi pembunuh itu (QS An-Nisaa 93)

Ketika marah, salah satu urat tubuh condong kepada syetan yang terkutuk, yang pernah berkata, Aku lebih baik daripada Adam Engkau telah menciptakan aku dari api, sedang Adam Engkau ciptakan dari tanah (QS Al-A’raf [7]12)

Iblis disuruh sujud kepada manusia tetapi menolaknya Maka tunduklah kamu kepadanya dengan bersujud (QS Al Hijr [15] 29)

Maka iblis menolaknya dan mengancam akan menggodannya, Iblis berkata, “Wahai Tuhanku, karena Engkau telah mengusirku dari surga, pasti aku akan menjauhkan manusia dari agama-Mu yang benar. Aku pasti akan menggoda manusia dari depan, belakang, kanan dan kiri mereka. Sehingga Engkau akan melihat sebagian besar manusia tidak taat kepada-Mu (QS Al-A’raf 16-17)

Aku pasti akan menggoda manusia dari depan, belakang, maksudnya adalah membuat anak cucu Adam merasa sangsi dengan keberadaan akhirat. Dari kanan maksudnya adalah membuat anak cucu Adam lebih mementingkan dunia. Dari kiri mereka, maksudnya adalah membuat anak cucu Adam jauh dari urusan agama. Sehingga Engkau akan melihat sebagian besar manusia tidak taat kepada-Mu, maksudnya menggoda anak cucu Adam untuk gemar melakukan maksiat.

Ibnu Abbas mengomentari ayat diatas, syetan tidak mengatakan dari atas merekam karena raham itu turun dari atas mereka. Engkau akan melihat sebagian besar manusia tidak taat maksudnya adalah sampai anak cucu adam tidak lagi mengesakan Allah.

Iblis pernah menampakkan diri di hadapan Nabi Musa as dan berkata, “Hai Musa, jauhilah sikap kasar karena aku sering mempermainkan lelaki yang kasar layaknya anak yang sedang asyik bermian bola. Jauhilah wanita karena tidak ada perangkap yang paling jitu yang aku pasang daripada perangkap dengan menggunakan perempuan. Jangan pernah kikir, karena aku akan membuat orang kikir rusak didunia dan akhirat.

Marah atau emosi yang tidak terkendali merupakan bahaya laten bagi akal sehat. Marah ibarat serigala, sedangkan akal ibara domba. Setiap ada kesempatan meskipun hanya kecil, maka mampu memperdaya akal secara langsung. Nabi saw mengingatkan, Marah ibarat bara dalam hati anak manusia. Tidakkah kalian melihat kedua matanya yang memerah dan urat lehernya yang mengembang? (Hr ahmad dan Tirmidzi)

Biasanya dampak negatif marah terhadap mental lebih buruk daripada terhadap fisik. Jika marah tidak dapat dikendalikan dengan baik maka akan mendaplah amarah itu ke dalam jiwa yang pada akhiranya memunculkan sifat dendam. Dendam identik dengan kondisi jiwa yang terus menerus memedam ketidaksukaan dan kebencian, yang pada akhiranya memuncunlkan sifat dan perilaku negatif seperti

Pertama, Dengki. Dengki adalah sifat yang menggiring seseorang berharap agar nikmat tertentu hilang dari oang yang tidak disukainya. Gejalanya adalah timbulnya perasaan sedih ketika orang yang tidak disukai memperoleh nikat dan senang ketika musibah menimpanya.

Kedua senang ketika bencana menimpa orang yang tidak disukainya. Ketika kedengkian semakin dipendam di dalam jiwa, maka orang yang dendam akan cenderung merasa senang ketika bencana menimpa orang yang tidak disukainya tersebut.

Ketika, timbul sikap menjauhi, memboikot dan memutuskan hubungan dengan orang yang tidak disukai sekalupun ia telah berusaha bertemu dengannya.

Keempat, Membicarakan hal-hal yang tidak dihalalkan seperti berdustam ghibah, menceritakan aib dan menerjang batas-batas yang dialarang.

Keenam, meniru ucapan dan perbuatan orang yang tidak disukai dengan tujuan mengejek.

Ketujuh berprilaku agrsif serta melakukan sesuatu yang dapat menyakiti fisik.

Kedelapan, Membatasi pemenuhan hak orang yang tidak disukai, seperti membayar utang kepadanya, memutus hubungan silaturahim, dan membalas setiap tindakan kezhaliman yang dilakukannya.

Ketika Abu Bakar sangat marah kepada Mishah bin Utsatsah karena dia termasuk salah seorang yang menebarkan berita dusta. Abu Bakar menghentikan pemberian nafkah kepada Mistha. Dia adalah salah seorang kerabat Abu Bakar. Allah pun menurunkan ayat

Orang-orang yang berkecukupan dan haranya banyak diantara kalaian hendaklah jangan jera membantu orang-orang yang berhak mendapatkan bantuan, yaitu keluarga-keluarga dekatnya, orang-orang miskin dan orang-orang yang hijrah dijalan Allah. Hendaklah mereka selalu memberi maaf dan pengampunan kepada orang-orang yang menyakiti hati mereka, wahai orang-orang beriman, apakah diri kalian tidak senang mendapatkan pengampunan dari Allah? Allah Maham Pengampun lagi Maha Penyayang kepada semua makhluk-Nya (QS an-Nur [24]22)

Abu Bakar pun berkta, “Tentu, demi Allah, aku sangat ingin dosa-dosaku diampuni oleh Allah. Dia pun kembali memberi nafkah Misthah.

Ada beberapa faktor pemicu amarah, Ujub, senda gurau, kelakar, sikap kontradiktig, sifat angkuh, penghinaan, ejekan, pengkhianatan ambisi yang berlebihan terhadap harta serta kedudukan. Perangai ini termasuk buruk dan tercela

Dari Abu Hurairah ra bahwa seorang laki-laki berkata kepada Nabi SAW; “Berilah aku wasiat?” beliau bersabda: “Janganlah kamu marah.” Laki-laki itu mengulangi kata-katanya, beliau tetap bersabda: “Janganlah kamu marah.” (HR. Bukhari)

 Seperti yang telah di ketahui bahwa marah adalah sifat yang tidak bisa dihilangkan dari manusia. Akan tetapi tidaklah ada penyakit melainkan akan ada obatnya, tidak pula ada racun kecuali ada penawarnya. Maka Islam mengajarkan beberapa hal yang seharusnya di lakukan oleh seorang muslim ketika kemarahan menguasai dirinya.

1. Meminta perlindungan kepada Allah dari gangguan setan.

Pada saat marah setan akan membangkitkan seluruh amarah di dalam hati manusia, sehingga tanpa sadar seseorang mengucapkan perkataan-perkataan kotor yang tidak pantas untuk diucapkan. Dalam kondisi lain seseorang yang sedang dalam keadaan marah juga bisa saling membunuh satu sama lain.

Nabi saw bersabda, “Jika seseorang yang marah mengucapkan; ‘A’uudzu billah (aku berlindung kepada Allah SWT, niscaya akan reda kemarahannya.”

2. Berwudhu, Nabi saw bersabda,”Sesungguhnya marah itu dari setan,dan setan itu diciptakan dari api, sedangkan api dimatikan dengan air, maka apabila salah seorang dari kalian marah,berwudhulah.”(HR.Abu Dawud)

3. Orang yang marah hendaknya diam.

Mayoritas orang akan mengungkapkan kemarahan dengan lisan, pada saat inilah dimungkinkan seorang akan mengucapkan kata-kata kufur, istihza, dan talaq. Na’udzubillah

Nabi saw bersabda, ”Jika seseorang diantara kalian marah,maka hendaknya dia diam.”(HR. Imam Ahmad)

Kesalahan anak manusia lebih banyak terletak pada lidahnya (HR Thabrani & Al-Bhaiaqi)

4. Mengingat pahala yang besar bagi siapa yang bisa menahan amarah.

“Barang siapa yang dapat menahan amarah nya, sementara ia dapat melupakannya, maka Allah akan memanggilnya di hadapan segenap mahluk. Setelah itu, Allah menyuruhnya memilih bidadari yang ia kehendaki.”(HR.Abu Dawud)

Dari Abu darda’ ra berkata, bertanya seorang lelaki kepada Rasulullah saw; tunjukkan padaku amalan yang menjadikan aku masuk surga, bersabda Rasulullah; Janganlah kamu marah maka bagimu surga.(HR.Attabrani)

5. Memahami bahwa menahan marah adalah salah satu ciri orang bertaqwa.

Wahai kaum mukmin, bersegeralah kalian meraih ampunan dari Tuhan kalian dengan bertaubat dan meraih surga yang luasanya seluas langit dan bumi. Surga itu disediakan bagi orang-orang yang takwa, taat kepada Allah dan bertauhid. Orang-orang takwa yaitu orang-orang yang mau mendermakan hartanya ketika masa aman dan ketika masa perang. Mereka mampu menahan rasa marah dan mau memaafkan kesalahan orang lain. Allah mencintai orang-orang yang melakukan kebaikan semacam itu. Orang-orang takwa yaitu orang-orang yang setelah berbuat dosa kecil, mereka segera bertaubat kepada Allah, kemudian mohon ampun atas segala dosa mereka. Tiada yang dapat mengampuni dosa-dosa manusia selain Allah. Kemudian mereka tidak mengulangi dosa-dosa yang lalu itu untuk seterusnya, mereka menyadari dosa-dosanya itu. Orang-orang yang takwa itu mendapatkan pahala berupa pengampunan dari Tuhan mereka dan surga-surga. Dibawah surga mengalir sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya. Surga itu sebagai pahala yang baik bagi orang-orang yang beramal shalih (QS Ali Imran [4]133-136)

Rasulullah  pernah memiliki hutang pada seorang Badui (masyarakat Arab udik/pedalaman). Saat jatuh tempo, Badui yang belum berislam itu menemui beliau dan menagihnya dengan paksa. Melihat sikap Badui yang kasar itu, para sahabat marah, “Celaka engkau. Apakah engkau tahu dengan siapa engkau berhadapan?

Namun orang Badui itu bersikeras, “Aku hanya menuntut hakku!” Rasulullah meredam emosi para sahabat dan berkata kepada mereka, “Kalian seharusnya berada di pihak yang benar.”

Rasulullah kemudian memohon kepada Khaulah binti Qais agar meminjamkan beliau beberapa butir kurma. Khaulah memberikannya dan Rasulullah melunasi hutangnya kepada orang Badui itu setelah terlebih dahulu beliau mengajaknya makan.

Orang Badui itu berkata, “Engkau telah melunasi hutangmu. Semoga Tuhan memenuhi hakmu!”Rasulullah berkomentar, “Orang yang memenuhi hak (orang lain) adalah manusia terbaik. Celakalah suatu kaum yang individu-individunya tidak memenuhi hak-hak orang lemah.”

Orang Badui itu berkata, “Wahai Rasulullah, aku belum pernah menyaksikan pribadi yang demikian jujur (seperti pribadimu)!” Dikisahkan, setelah menyaksikan keagungan akhlak Rasulullah, orang Badui itu memeluk Islam. Demikian kisah dari Abu Said Al-Khudri

Lukman berkata, “Jika kamu mencari seorang teman yang akan di jadikan  saudaramu, lihatlah saat dia sedang marah, jika dia dalam kondisi marah masih bersikap adil terhadapmu jadikanlah dia saudaramu tetapi jika tidak maka hati-hatilah

Rasulullah saw pernah berdoa, “Ya Allah, sesungguhnya aku memohon ampunan dan kebaikan dalam urusan agama, dunia, keluarga dan harta bendaku. Ya Allah, tutupilah auratku, redakanlah rasa takutku, serta lindungilah aku dari arah depan dan belakangku, dari arah kanan dan kiriku, serta dari atasku. Aku berlindung kepada-Mu, Ya Allah, agar aku tidak terperdaya dari arah bawahku.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s