Menjual waktu dengan pahala

Didalam Al-Qur’an terdapat sejumlah ayat yang mengisyaratkan akan keagungan serta urgensi anugerah waktu Allah bersumpah dengan waktu, Firman Allah

Demi malam yang telah menyelimuti alam. Demi siang yang terang benderang (QS Al-Lail[92]1-2)

Demi malam, ketika malam itu telah lenyap. Demi waktu shubuh, ketika hari telah ternag (QS AL-Muddatsir[74]33-34)

Demi malam ketika sudah larut. Demi shubuh ketika ia muncul (QSAt-Takwiir[81]17-18)

waktu

Maka sesungguhnya Aku bersumpah demi cahaya merah yang diwaktu senja dan demi malam dan gelapnya (QS Al-Insyiqaq[84]16-17)

Demi waktu fajar. Demi malam sepuluh yang pertama (QSAL-Fajr[89]1-2)

Demi waktu dhuha. Demi malam yang telah memasuki kegelapan (QS Adh-Dhuhaa[93]1-2)

Demi masa sesungguhnya semua manusia itu benar-benar berada dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal shaleh, serta saling menasihati untuk kebenaran dan saling menasehati dengan penuh kesabaran (QS Al-Asr[103]1-3)

Setiap kita harus meyakini bahwa segala hal yang diberikan Allah di dunia ini akan diminta pertanggungjawabannya di akhirat nanti. Dan salah satu nikmat besar yang Allah berikan kepada kita adalah nikmat waktu. Rasulullah saw bersabda,”Tidak akan melangkahkan kedua kaki seorang hamba pada hari kiamat hingga di tanya empat perkara,” usianya, untuk apa digunakan, masa mudahnya, bagaimana ia habiskan, hartanya dari mana ia dapatkan dan pada jalan apa dia keluarkan, serta ilmunya, apa yang telah ia perbuat dengannya  (HR. Al Bazzar dn Thabrani)

Diriwayatkan oleh Bukhari, Timizi dan Ibnu Majah dari Ibnu Abbas, bahwa Rasulullah bersabda,”Dua kenikmatan yang banyak dilalaikan orang adalah kesehatan dan kesempatan.

Bersegera untuk tidak menunda atau mengulur kesempatan berbuat baik juga mesti kita milik. Artinya, ketika kita berkesempatan melakukan ketaatan maka hendaknya kita melakukannya dengan segera, meskipun yang bisa kita lakukan hanya sedikit. Karena bisikan untuk menunda pasti akan hadir memperdaya kita bersama keletihan kita setelah berkerja, rasa kantuk yang begitu berat, urusan keluarga yang belum selesai atau merasa bahwa masih ada kesempatan lain. Semua itu menggoda kita untuk meninggalkan kebaikan yang sudah didepan mata, sehingga hilang percuma tanpa manfaat sampai kematian datang dan membawa kita keliang lahat. Disana kita akan menyesal dan menyesal tidak ada berguna, seperti dijelaskan dalam firman Allah

Wahai orang-orang beriman dermakanlah sebagaian harta yang Kami karuniakan kepada kalian sebelum maut datang kepada salah seoran diantara kalian. Ketika itu dia berkata, “Wahai Tuhanku, sekiranya kematianku ini Engkau tunda sebentar saja, pasti aku akan dermakan hartaku dan aku akan termasuk golongan orang-orang shalih  (Al Munaafiquun 10)

Sadari pula bahwa kesempatan kita hanya ada saat ini banyak orang yang menghabiskan waktunya dan melewati waktu-waktunya hanya perkara-perkara yang tak bernilai atau hanya untuk mengejar kesenangan dunia semata. Semua energi dan potensi masa mudahnya dikerahkan untuk memenuhi syahwatnya. Sementara, untuk amal kebaikan mereka berdalih bahwa masa depan masih panjang. Masih ada masa tua yang bisa di khususkan untuk memperbanyak ibadah dan mendekatkan diri kepada Allah

Sesungguhnya ini hanyalah angan-angan kosong dan impian belaka. Ia adalah tipu daya syetan yang tersembumyi, yeng melenakan kita dengan janji-janji dan khayalan indah. Pada saatnya nanti, syetan akan berlepas diri dengan meninggalkan kita yang merana dan meratap penuh penyesalan, Dia akan berkata seperti diperingatkan Allah

Setan berkata kepada orang-orang kafir, “Sungguh Allah telah memberikan janji yang benar pada kalian. Aku juga telah memberikan janji kepada kalian, tetapi kini aku ingkari janjiku kepada kalian. Sungguh aku tidak mempunyai kekuasaan sedikit pun untuk menyesatkan kalian. Aku hanya sekedar mengajak kalian, lalu kalian mengikuti ajakanku. Karena itu janganlah kalian mencela aku. Tetapi hendaklah kalian cela diri kalian sendiri. Aku tidak dapat meminta pertolongan kepada siapa pun untuk menyelamat kan kalian. Kalian pun tidak dapat meminta pertolongan kepada siapa pun untuk menyelamatkan diriku. (QS Ibrahim 22)

Ibnu Jauzi mengatakan, “Terkadang manusia berada dalam kondisi sehat, namun ia tdiak memiliki waktu luang karena sibuk dengan urusan dunianya. Dan terkadang pula seseorang memiliki waktu luang, namun ia dalam kondisi tidak sehat. Apabila terkumpulnya pada manusia waktu luang dan nikmat sehat sungguh akan datang rasa malas dalam melakukan amalan ketaatan. Inilah manusia yang telah tertipu!!

Kesempatan itu hanya datang sekali, dan kini telah ada dihadapan kita. Maka inilah saatnya kita melakukan kebaikan. Tidak perlu menunggu datangnya waktu belum tentu seperti sekarang

Seruan kepada para pemuda

Hafsaha binti sirin r.a berkata,”Jagalah dan kendalikan dirimu sewaktu kamu muda, karena aku tidak menemukan pekerjaan yang sebenarnya kecuali ketika masih muda

Waktu muda sangat cepat terlewati. Ia laksana cahaya kilat yang memancar hanya sebentar. Imam Ahmad bin hambal berkata,”Waktu muda menurutku adalah seperti sesuatu yang ada dalam genggaman tangan dan kemudian terjatuh.”

Saudara giatlah berkarya, giatlah beribadah, giatlah beramal , wahai anak muda sebelum terlambat, sebelum datang hari akhirat dan sebelum malaikat maut menjemputmu. Berkarya sebelum uban putih bertamu dikepalamu, sebelum kakimu tak kuat lagi untuk berdiri tegak dan sebelum badanmu tak kuat lagi untuk berpuasa. Kalau hal ini sudah terjadi, kamu akan sangat menyesal !

Suatu ketika Mu’an bin Zaidah yang telah berumur tua datang menghadap khalifah al ma’mun. Khalifah bertanya kepadanya untuk mengingatkan kepada yang masih muda agar mengisi masa mudanya dengan beramal dan tidak menangguhkan ibadah ke masa tua.”Bagaimana ketika umurmu tua ini? Ia menjawab,”Aku mudah tergelincir lantaran menginjak batu kecil. Bila lapar aku marah-marah. Bila makan, merasa bosan. Bila dalam majelis aku mengantuk. Sebaliknya bila aku diatas pembaringan justru mataku tidak mau mengantuk”

Bukankah Kami telah memberikan umur panjang kepada kalian di dunia, tetapi ternyata kalian tidak mau mengikuti petunjuk para rasul Allah yang telah mengingatkan kalian tentang siksa neraka. Karena itu rasakanlah oleh kalian adzab neraka ini. (Qs. Fathir : 37)

Tegaslah kamu seperti waktu sungguh celaka sikap menunda. Tinggalkan “andaikan”, sebab ia penyakit yang paling berbahaya

Waktu bisa menjadi malapetaka

Jangan sampai hanya karena kemalasan, atau ingin santai, kamu rusak waktumu apalagi kamu menghentikannya hingga tak bermanfaat, karena itu sama artinya dengan kamu mencekik dirimu sendiri. Kamu korbankan surga dan amal kebajikan demi kemalasan dan keinginan santai!

Kalangan salaf berusaha untuk senantiasa meningkat dari suatu kondisi ke kondisi yang lebih baik, sehingga hari ini lebih baik dari hari kemarin. Dan, esok harus lebih baik dari hari ini. Mereka mengatakan,”Barangsiapa yang hari ini sama seperti hari kemarin, maka ia merugi. Barangsiapa yang hari ini lebih buruk dari hari kemarin, maka ia terlaknat. Barangsiapa yang tidak mencari-cari kekurangan dirinya maka ia berada dalam kekurangan. Dan, barangsiapa yang berada dalam kekurangan, maka kematian lebih baik baginya

Bisy bin harist al hafi sering kali berkata,”Hari kemarin telah mati. Hari ini dalam sakaratul maut. Sedangkan esok belum lahir. Maka, bersegeralah untuk melaksanakan amal sholih

Mutiara hikmah

Ibnu Jauzi kepaa anaknya,”Ketahuilah, wahai anakku bahwa satu hari itu terdiri dari beberapa jam dan satu jam terdiri dari beberapa beberapa tarikan napas. Setiap tarikan napas merupakan tempat memyimpan perbendarahaan. Karenanya hati-hatiah jangan sampai satu kali tarikan naas yang merupakan tempat perbendarahaan itu terlewati percuma tanpa isi suatu apa pun, sehingga nanti dihari akhir kamu hanya mendapati penyimpanan perbendarahan tanpa isi dan kamu menyesali diri sendiri. Perhatikan setiap waktu yang engkau lewati. Lewatilah waktu waktumu untuk menuju sesuatu yang lebih mulia. Jangan kamu lalaikan dirimu, biasakanlah dirimu melakukan hal-hal yang termulia dan terbaik. Kirimkan dulu ke liang kuburmu hal-hal yang akan bisa menyenang kanmu disana sebelum kamu mendatanginya.

Membuang waktu lebih berbahaya dari kematian. Sebab membuang waktu memutuskan seseorang dengan Tuhannya dan hari akhir. Sedangkan kematian hanya memutus seseorang dari dunia dan keluarganya

Ibnu mas’ud berkata, Tidak ada penyesalan yang paling kusesali selain pada hari ketika matahari tenggelam dan umurku akan berkurang tetapi amalku tidak bertambah

Tahifur al-Bathani berkata,”Malam dan siang adalah modal kekayaan orang mukmin. Keuntungannya adalah surga sedangkan kerugiannya adalah neraka.

Kakeknya Ibnu Taimiyah hendak pergi buang hajat kamar mandi, ia berpesan kepada kawannya supaya membaca satu kitab dengan suara yang keras sehingga dia bisa mendengarnya dari jauh dan tidak ada waktu sedikitpun yang terbuang percuma.

Dayah daud ath-Tha’i berkata kepada Abi Sulaiman : “Hai Abu Sulaiman tidaklah anda mau makan roti ini? Ia menjawab, ”Dayah, antara makan mengunyah roti itu dan menghabiskan kuah lauknya terdapat waktu yang cukup untuk membaca lima puluh ayat AL-Qur’an

Ath bin Rabah berkata kepada para pemuda yang dilaluinya, sedang mereka dalam keadaan diam, melakukan aktivitas apapun. “Mengapa kalian tidak bertasbih dan berdzikir? Apakah kalian lupa bahwa malaikat mencatat perbuatan kalian?

Imam syafii membagi waktu malam harinya menjadi tiga bagian, sepertiga pertama ia pergunakan untuk menulis, sepertiga kedua untuk shalat, dan sepertiga akhir untuk tidur.

Dan Al-Hasan berkata, ”Tidaklah suatu hari anak adam kecuali berkata kepadanya,

“Wahai anak adam, aku adalah satu hari yang baru. Apa yang kamu kerjakan di dalamku, aku menyaksikan. Jika aku telah pergi meninggalkan, aku tidak akan pernah kembali lagi kepadamu. Lakukanlah apa yang kamu kehendaki, kamu akan mendapatkan imbalannya di hadapanmu. Dan, tundalah sekehendakmu, tetapi ingat bahwa kesempatanmu tidak akan pernah kembali kepadamu

Abu wafa bin Abu Aqil mencertitakan tentang dirinya sendiri, “Sesungguhnya aku tidak membiarkan diriku membuang buang waktu meski hanya satu jam dalam hiduku. Sampai-sampai apabila lidahku berhanti berzikir atau berdiskusi, pandangan mataku juga berhanti membaca,segera aku mengaktikfan fikiranku kala beristirahat sambil berbaring. Ketika aku bangkit, pasti sudah terlintas sesuatu yang akan kutulis. Dan ternyata aku mendapati semangat belajarku lebih besar pada umur delapan puluh tahun seperti pada umur dua puluh tahun.

Beliau juga berkata, “Dengan segala kesungguhan, aku memendekkan waktu makanku, sampai-sampai aku lebih memilih memakan biskuit yang dilarutkan dengan air  daripada memakan roti (kering). Karena dengan makan biskut yang di larutkan dengan air, akan lebih cepat selesai, demi lebih memberi waktu untuk membaca dan menyalin yang bermanfaat yang belum sempat dikektahui.

Jamaluddin al-Qasimi ketike melewati sebuah warung kopi,”Sekiranya saja orang-orang itu dapat menjual waktu mereka kepada saya, karena saya sudah tidak memiliki waktu untuk tidur dan makan.

Jika engkau telah menyadari tanggung jawabmu yang sangat besar, maka waktumu akan menjadi sempit. Allah SWT berfirman,” Sekali-kali jangan; manusia itu belum melaksanakan apa yang diperintahkan Allah kepadanya, (QS. Abasa : 23)

Seorang ulama salaf berpesan kepada murid-muridnya. Ia mengatakan, ”Jika kalian pergi dari sisiku maka berpencarlah. Barangkali seperti itu, salah seorang dari kalian ada yang bisa sambil membaca AL-Qur’an di tengah jalan. Tetapi jika berkelompok pasti akan asyik mengobrol.

Ibnu Qoyyim mengatakan, “Jika Allah SWT hendak memberikan kebaikan kepada sesorang, maka Dia menjadikan pandai mengisi waktu dan menjadikan waktunya sebagai pendukung dirinya. Sedangkan jika Dia hendak menimpakan keburukan kepada seseorang, maka Dia menjadikan waktu orang itu sebagai musuh dan penghalangnya, sehingga setiap kali dia bersiap-siap untuk melangkah, maka waktunya tidak mendukungnya. Sedangkan orang yang pertama, setiap kali hendak bermalas-malasan, maka dia dibangkitkan dan dibantu oleh waktunya. (Abu Azzam)


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s