Bahaya menunda-nunda perbuatan baik

Diantara faktor yang mendorong bersegera mengerjakan kebaikan adanya pengetahuan tentang amal kebaikan sehingga seorang muslim akan segera menunaikannya. Ia hendaknya merasakan pahala ganjaran sebagai balasan atas menyegerakan kebaikan dan mengetahui kisaran besaranya pahala amal tersebut. Disamping itu, ia mesti memandang jauh keakherat, agar ia dapat melihat bahwa kadang ia butuh satu kebaikan untuk menambah berat timbangan amalnya atau agar derajatnya lebih terangkat sehingga memperoleh nikmat berkumpul dengan orang-orang saleh.tunda

Yang terpenting dari semua itu adalah senantiasa memohon taufik dan petunjuk Allah, Allah berfirman, “ Wahai orang-orang yang beriman, janganlah kalian mengikuti tingkah laku setan. Siapa saja mengikuti tingkah laku setan, maka seta itu hanya menhuruh berbuat keji dan mungkar. Sekiranya bukan karena karunia dan belas kasih Allah kepada kalian selamat dari gangguan setan. Hanya ALlah lah yang dapat membersihkan hati orang yang dikehendaki-Nya dari gangguan setan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengethaui setiap perbuatan kalian(QS. An-Nur [24]: 21)

Dan senantiasa berdoa, “Ya Allah sesungguhnya aku memohon kepada-Mu agar dapat selalu mengerjakan amal kebaikdan dan meninggalkan kemungkaran.

Diantara bahaya menunda-nunda dan bermalas-malas dalam berbuat baik adalah, membuat manusia kehilangan banyak kebaikan dan mengantarkannya pada kerugian dan kekecewaan.

a. Penyesalan dan kerugian akibat menunda-nuda kebaikan

Allah swt berfirman, “Wahai hamba-hamba-Ku, bertaubatlah kalian kepada Tuhan kalian pasrahkan diri kalian kepada-Nya sebelum datangnya adzab kepada kalian. Kalian tidak akan menemukan orang yang dapat menolong kalian ketika adzab telah turun. Waha hamba-hamba-Ku, ikutilah Al-Qur’an yang merupakan sebaik-baik perkataan yang turun dari Tuhan kalian, sebelum adzab datang mendadak kepada kalian, sedangkan kalian tidak menyadarinya. Di akhirat kelak, setiap manusia akan berkata, “Alangkah ruginya aku karena meninggalkan amal-amal shalih yang diperintahkan Allah. Sungguh di dunia dahulu aku termasuk orang yang memperolok-olok agama Allah (QS Az-Zumar [39] 54-56)

Allah swt juga berfirman, “Orang-orang kafir di akhirat ingin kembali ke dunia untuk beriman dan bermal shalih, namun tertolak. Keinginan mereka itu sama dengan golongan kafir yang ingin bertaubat menjelang ajal. Sungguh orang kafir hidup dalam keraguan (QS Saba [34] 54)

Umar bin abdul aziz menafsirkan bahwa mereka memohon taubat tapi mereka ditolak. Al Hasan berkata, “Takutlah kepada Allah, hai manusia. Jangan sampai dalam diri kalian berkumpul dua perkara, kematian yang mendadak dan hilangnya kesempatan bertaubat.

Rasulullah saw bersabda, “para penghuni surga tidak pernah menyesal sesuatu pun kecuali atas waktu yang mereka lewati di dunia tanpa diisi dengan zikir kepada Allah (HR Thabrani). “Tidaklah ada satu saat pun yang dilewati manusia di mana ia Dalam riwayat lain beliau bersabda, tidak mengisinya dengan zikir kepada Tuhan, kecuali ia akan menyesali perbuatan itu kelak di Hari Kiamat (HR Baihaqi)

Rasulullah saw bersabda, “Andaikan orang yang sejak dilahirkan dari perut ibunya berada dalam taat kepada Allah sampai ia mati karena tua, pasti pada Hari Kiamat nantia ia akan melihat semua itu sangat kecil. Dan berharap seandainya ia dikembalikan ke dunia agar bisa menambah pahala dan ganjaran (HR Ahmad)

Beliau juga bersabda, “Tidaklah ada orang yang mati kecuali ia dalam keadaan menyesal. Seandainya ia orang yang suka berbuat kebaikan, ia menyesal kenapa tidak berbuat lebih dari itu; dan seandainya ia orang yang suka berbuat kejahatan, ia menyesal karena tidak sempat bertaubat (HR Tirmidzi)

Para sahabat dan tabiin sangat sedih ketika mereka kehilangan kesempatan untuk beramal, sangat besar penyesalan mereka atas kelalaian yang mereka atas kelalaian yang mereka lakukan, sekalipun itu tanpa disengaja. Padahal mereka semua adalah orang yang bersungguh-sungguh dan memiliki semangat sangat tinggi dalam beribadah.

Ibnu Mas’ud berkata, “Tidak ada yang lebih aku sesali dari terbenamnya matahari di suatu hari, karena umurku berkurang, sementara amalku tidak bertambah.”

Ibrahim bin adham menengok sahabatnya yang sedang sakit. Dia dapati temannya itu dalam keadaan mengeluh dan sedih. Beliau berkata, “Apa yang kau sedihkan? “Aku sedih atas malam yang aku lewati tanpa melukukan shalat Tahajud, atas hari dimana aku tidak berpuasa, dan atas waktu yang kelalui tanpa berzikir kepada Allah swt,” Jawab sahabatnya.

Nasihat orang saleh

Segera! Segera! Beramal. Bergegas! Bergegaslah sebelum ajal menjemput, sebelum orang-orang lalai menyesali apa yang mereka kerjakan, sebelum minta dikembalikan ke dunia untuk berbuat amal saleh, namun tidak dikabulkan, sebelum kematian memisahkan.

Kesungguhan merupakan modal dsar. Jika seluruh anggota tubuhnya hanyut dalam bermal dan herapan terpatri kuat di hatimu, maka itu adalah tanda luasnya pengethauanmu tentang pahala. Hingga terikanmu di Hari Kiamat adalah, “Demi Tuhan Ka’bah, aku berhasil!” Tapi jika engkau bermalas-malasan dan terlena oleh angan-angan. Engkau tinggalkan kebanggan dan merasa cukup berada di barisan yang paling belakang. Engkau benci munculnya para pahlawan dan memilih duduk santai bersama pengangguran , maka terikanmu di Hari Kiamat

Oh seandainya kami dapat kembali didunia sehingga kami dapat beramal shalih yang dahulu tidak kami kerjakan (QS. Al-A’raaf [7]53)

Bukankah sudah kukatakan, “Orang-orang yang bersungguh-sungguh, pasti akan mendapat, Orang yang menanam pasti akan menunai, orang yang bermunajat diwaktu sahur tidak sama dengan orang yang tidur dan keutamaan itu butuh semangat seperti semangat loncatan singa!!

b.            Turunnya bencana dan musibah

Yang berupa penyakit, kemiskinan, ketuaan, kematian dan sebagainya. Allah berfirman, “Wahai orang-orang yang beriman, janganlah harta dan anak-anak kalian menyibukkan kalian sehingga kalian lupa melaksanakan kewajiban kalian kepada Allah. Siapa saja yang sibuk dengan urusan dunianya, mereka itu adalah orang-orang yang pasti mendapat kedugian di akhirat. Wahai orang-orang beriman, dermakanlah sebagian harta yang Kami karuniakan kepada kalian sebelum maut datang kepada salah seorang di antara kalian. Ketika itu dia berkata, “Wahai Tuahnku sekiranya kematianku ini Engkau tunda sebentar saja pasti aku akan dermakan hartaku dan aku akan termasuk golongan orang-orang shalih. Allah tidak akan menunda kematian seseorang apabila telah tiba ajalnya. Allah Maha Mengetahui semua yang kalian lakukan. (QS Al-Munaafiqqun [63]9-11)

Rasulullah saw bersabda, “Segeralah beramal sebelum datang fitnah yang seperti malam gelap gulita. Pada pagi hari ia seorang muslim, tapi di malam hari ia telah menjadi kafir. Atau sebaliknya, dimalam hari ia mukmin, tapi di pagi hari ia telah kafir. Salah seorang mereka menjual agama dengan imbalan dunia (HR Muslim, Ahmad, dan Tirmizi)

Beliau juga bersabda, “Segeralah bermal sebelum datang enam perkara berikut; Kekuasaan orang-orang bodoh, banyak kemanan (yang tidak adil), hukum dijual belikan, mengalirkan darah (pembunuhan), terputusnya silahturahim, anak-anak kecil menjadikan al-Qur;an sebagai alat musik, mereka ditampilkan untuk memperkaya diri walaupun mereka hanya sedikit paham tentang fikih (HR Thabrani)

Nabi saw bersabda, “Pergunakan lima perkara sebelum datang lima perkara; Masa mudamu sebelum masa tuamu, masa sehatmu sebelum masa sakitmu, kayamu sebelum miskinmu, waktu sehatmu sebelum waktu sempitmu dan hidupmu sebelum matimu (HR Hakim dan Baihaqi)

Orang-orang saleh dulu sangat sedih ketika kematian mendekati mereka. Mu’adz bin Jabal menangis tersedu saat kematian hendak menghampirinya, dia berkata, “Aku menangis karena berpisah dengan rasa dahaga di musim panas yang sangat menyengat karena puasa, shalat tahajud di malam hari yang dingin dan duduk tanpa alas bersama para ulama di halawah zikir”

Yazid ar-Riqasyi menangis ketika menjelang kematian. Ia berkata, “Aku menangis karena kehilangan kesempatan untuk melakukan qiyamulail dan puasa di siang hari. “Ia tersedu-sedu sambil berkata, “Siapa lagi yang akan melakukan shalat untukmu, wahai Yazid, setelah engkau mati? Siapa lagi yang akan berpuasa dan mendekatkan diri kepada Allah dengan amal saleh dan siapa lagi yang akan memohonkan tobat untukmu atas dosa-dosa yang telah berlalu?

Seorang ulama menangis dan berkata, “Aku menangis saat orang-orang berpuasa, sementara aku tidak puasa bersama mereka; orang-orang melakukan shalat sedang aku tidak shalat bersama mereka dan orang-orang berzikir, sedangkan aku tidak hadir bersama mereka

c.             Tidak mendapat keutamaan menyegera kan amal kebajikan

Yaitu tidak memperolah derajat yang tinggi, tidak memperoleh pahala seperti pahala orang yang menyegerakan kebajikan dan akan terlambat masuk ke surga sekalipun dia akan memasukinya.

Nabi saw bersabda, “Hadirilah shalat Jumat dan mendekatlah kepada imam (shaf pertama), karena sesungguhnya orang yang menjauh dari shaf pertama akan dilambatkan masuk ke dalam surga walaupun dia akan memasukinya (HR Ahmad, Abu Dawud dan Hakim)

Abu Sa’id al-Khudri meriwayatkan, suatu ketika Rasulullah melihat para sahabatnya terlambat datang untuk shalat. Beliau berkata, “Majulah ke depan dan mendekatlah kepadaku dan hendaklah orang-orang yang sesudah kalian mendekat kepada kalian. Sesungguhnya orang yang menjauh akan diakhirkan pula oleh Allah (HR Muslim)

Maksudnya, orang yang terlambat mendatangi shaf pertama akan diakhirkan pada rahmat, pahala, karunia Allah, ilmu dan semisalnya.

Dalam hadis lain disebutkan, Kaum yang selalu mengakhirkan diri dari shaf pertama, maka Allah akan memperlama mereka di dalam neraka (HR Abu Dawud).

d.            Pertanggungjawabban atas waktu dan haknya

Setiap waktu mempunyai kewajiban. Mengulur ulur waktu sama artinya dengna mengabaikan kewajiban waktu. Rasulullah saw bersabda, “Dua nikmat yang selalu di sia-siakan oleh kebanyakan orang yaitu nikmat keksehatan dan waktu luang (HR Bukhari, Trimizim dan Ibnu Majah)

Dalam sabda yang lain, Tidak akan dibiarkan kaki seorang hamba beranjak dari tempatnya pada Hari Kiamat hingga ia ditanya tentang umurnya dimana ia habiskan; tetnang hartanya darimana ia dapatkan dan kemana ia gunakan; dan tentang ilmunya apa yang ia perbuat dengannya (HR Bazzar dan Thabrani)

Wahai orang yang berlalu padanya tahun demi tahun sedang ia bermalas-malasan dalam tidur, lalai dan lupa. Wahai orang yang datang padanya tahun demi tahun sedang ia tenggelam dalam lautan dosa. Wahai orang yang menyaksikan tanda kekuasaan Allah dan pelbagai pelajaran dalam setiap pergantian bulan dan tahun. Dia mendengar Al-Qur’an dibacakan, tapi tidak mendapat manfaat atas kebesaran Allah yang ia saksikan. Apalah daya bagi orang yang telah dipastikan akan sengsara dalam al-Qur’an.

Sesungguhnya bukanlah mata mereka yang buta melainkan hati mereka yang ada dalam dada mereka (                QS. Al-Hajj [22] 46)

Dan orang yang tidak diberi cahaya (petunjuk) oleh Allah tidaklah ia mempunyai cahaya sedikitpun (QS. An-Nur [24]400

e.            Keras hati

Allah swt berfirman, “ Wahai Muhammad, apakah belum datang saatnya bagi orang

orang mukmin, hati mereka menjadi tenang dengan mengingat Allah dan mematuhi Al-Qur’an. Orang-orang mukmin jangan mengikuti jejak kaum Yahudi dan Nasrani yang diberi Taurat dan Injil sebelumnya, kemudian mereka merubah isinya. Kaum Yahudi dan Nasrani telah melampui masa yang panjang, mereka banyak berbuat dosa sehingga hati mereka menjadi keras. Sebagian besar dari umat Yahudi dan Nasrani menjadi orang yang menyimp ang dari Taurat dan Injil (QS Al-Hadid [57]60)

Pada ayat ini, Allah melarang orang-orang yang beriman berlaku seperti Ahli Kitab, Yahudi dan Nasrani. Akibatnya waktu berlalu begitu saja dan demi kejadian setiap hari membuat hati mereka keras bagaikan batu, bahkan lebih keras dari itu. Sehingga mereka jauh dari agama.

Sayyid Qutub mengatakan, “Ayat ini berisi peringatan bagi orang yang menunda-nunda perintah Allah dan akibat yang akan mereka terima. Hati manusia berangsur-angsur akan buta bla meeka melalui masa yang sangat panjang tanpa lentera penerang. Akhirnya hatinya keras setelah sebelumnya lembut, di saat mereka lalai mengingat Allah dan tidak menerima kebenaran dengan tulus.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s