Memata-matai Rasulullah, Khalid bin Walid Masuk Islam (1)

Selasa 16 Jamadilawal 1435 / 18 Maret 2014 19:00


pasar islam 490x326 Memata matai Rasulullah, Khalid bin Walid Masuk Islam (1)

DAHULU sebelum masuk Islam Nama Khalid bin Walid sangat termashur sebagai panglima Tentara Kaum Kafir Quraisy yang tak terkalahkan. Baju kebesarannya berkancingkan emas dan mahkota dikepalanya bertahtahkan berlian. Begitu gagah dan perkasanya Khalid, baik di Medan perang maupun ahli dalam menyusun strategi perang.

Pada waktu Perang Uhud melawan tentara Muslimin pimpinan Rasululloh SAW banyak syuhada yang syahid terbunuh di tangan Khalid bin Walid. Dengan dengan suara lantang di atas perbukitan, Khalid bin Walid berkata, “Hai Muhammad, kami sudah menang, kamu telah kalah dalam peperangan ini… Lihatlah pamanmu Hamzah yang tewas tercabik cabik tubuhnya dan lihatlah pasukanmu yang telah porak poranda.”

Rasulullah SAW menjawab, “Tidak, aku yang menang dan engkau yang kalah, Khalid … Mereka yang gugur adalah syahid. Sebenarnya mereka tidak mati, wahai Khalid, mereka hidup di sisi Allah SWT penuh dengan kemuliaan dan kenikmatan. Mereka telah berhasil pindah alam dari dunia menuju akhirat menuju surga Allah karena membela Agama Allah, gugur sebagai syuhada.

“Akan tetapi,” ujar Rasulullah lagi, “Matinya tentaramu, matinya sebagai kafir dan dimasukkan ke neraka Jahannam.”

Mendengar itu, Khalid memerintahkan pasukannya untuk kembali. Sejak itu Khalid termenung dan ia terngiang selalu akan kata-kata Nabi Muhammad SAW dan penasaran akan sosok Muhammad SAW . Maka Khalid mengutus mata-mata untuk memantau dan mengamati aktivitas Muhammad SAW setelah perang Uhud tersebut.

Setelah cukup lama memata-matai Rasulullah, akhirnya utusan Khalid bin Walid melaporkan hasil pengamatan tersebut. Kata utusan tersebut, “Aku mendengar semangat juang yang dikemukakan Muhammad kepada para pasukannya. Muhammad mengatakan, ‘Aku heran kepada seorang panglima; Khalid bin Walid gagah perkasa dan cerdas, tapi kenapa dia tidak paham dengan agama Allah yang aku bawa. Sekiranya Khalid bin Walid tahu dan paham dengan agama yang aku bawa, dia akan berjuang bersamaku. Khalid akan aku jadikan juru rundingku yang duduk bersanding di sampingku’.”

Kata kata tersebut disampaikan mata-mata Khalid bin Walid di Mekkah kepada panglimanya.

Mendengar laporan mata-mata tersebut, Khalid bin Walid semakin risau hingga akhirnya Khalid memutuskan untuk bertemu Muhammad dengan menyamar dan menggunakan topeng menutup wajahnya hingga tidak dikenali oleh siapapa pun.

BERSAMBUNG


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s