Islam Kajian

Membuka cakrawala baru

Al-Qaeda merilis belasungkawa Syaikh Aiman Az-Zhawahiri atas kesyahidan Syaikh Abu Khalid As-Suri

Sabtu, 4 Jumadil Akhir 1435 H / 5 April 2014 08:12
Al-Qaeda merilis belasungkawa Syaikh Aiman Az-Zhawahiri atas kesyahidan Syaikh Abu Khalid As-Suri

Ilustrasi – Al-Qaeda merilis belasungkawa Syaikh Aiman Az-Zhawahiri atas kesyahidan Syaikh Abu Khalid As-Suri

KHURASAN (Arrahmah.com) – Yayasan As-Sahab, sayap media Mujahidin Al-Qaeda Pusat, baru-baru ini merilis pesan audio Amir Al-Qaeda Syaikh Aiman Az-Zhawahiri hafizhahullah. Pesan audio tersebut berdurasi 10 menit 45 detik dan berjudul “Belasungkawa untuk orang yang syahid karena fitnah Syaikh Abu Khalid As-Suri rahimahullah“. Al-Fajr Media Center kemudian merilis pesan audio Syaikh Aiman Az-Zhawahiri tersebut secara lebih luas pada situs-situs jihad internasional pada Jum’at (4/4/2014).

Pesan audio Syaikh Aiman Az-Zhawahiri diawali dengan petikan video ceramah Amir Al-Qaeda wilayah Khurasan, Syaikh Athiyatullah Al-Libi rahimahullah yang berjudul “Penegasan Atas Haramnya Darah [Nyawa] Kaum Muslimin”. Video ceramah Syaikh Athiyatullah Al-Libi yang menjelaskan tentang besarnya dosa membunuh seorang muslim tanpa alasan yang dibenarkan oleh syariat tersebut dirilis oleh Yayasan As-Sahab pada bulan Rabi’u Tsani 1432 H/Maret 2011 M lalu.

Dalam pesan audionya, Syaikh Aiman Az-Zhawahiri mengucapkan ungkapan selamat sekaligus ungkapan belasungkawa kepada seluruh umat Islam.

“Pada hari ini saya mengucapkan selamat kepada umat Islam dan belasungkawa pada saat yang bersamaan.

Adapun ucapan selamat adalah atas kesyahidan Asy-Syaikh, Al-Bathal (sang pahlawan alias ksatria), Al-Muhajir, Al-Mujahid, Ash-Shabir (yang sangat sabar), Al-Murabith (yang melakukan ribath) Syaikh Abu Khalid As-Suri rahimahullah.

Adapun belasungkawa adalah karena fitnah buta yang melanda bumi Syam yang diberkahi dan juga atas penjahat yang miskin [“perlu dikasihani”] lagi diperdaya ini, dimana ia didorong oleh orang yang memiliki motif kebodohan, hawa nafsu, permusuhan dan ambisi terhadap kekuasaan agar ia membunuh seorang syaikh dari syaikh-syaikh jihad, seorang yang telah menghabiskan umurnya dalam jihad sejak usia mudanya sebagai seorang mudarrib [trainer militer mujahidin], muhajir, penyebar luas kebenaran lagi sabar saat tertawan, ia tidak pernah tergoyahkan dan tidak pernah mundur walau seujung jari, meskipun ia menghadapi berbagai ujian, cobaan dan rintangan,” demikian Syaikh Aiman Az-Zhawahiri menyampaikan bela sungkawa dan ucapan selamat kepada kaum muslimin.

Lebih lanjut Syaikh Aiman Az-Zhawahiri mengenalkan sosok Syaikh Abu Khalid As-Suri yang telah beliau kenal sejak zaman jihad melawan komunis Uni Soviet di Afghanistan pada tahun 80an sampai 90an.

“Saya telah mengenal beliau sejak hari-hari jihad melawan Rusia. Sejak saya mengenal beliau sampai saat beliau ditawan di Pakistan, ia selalu menyertai Ustadz Mujahidin, yaitu Syaikh Abu Mush’ab As-Suri semoga Allah membebaskan beliau dari statusnya sebagai tawanan dalam waktu dekat, insya Allah.”

Syaikh Aiman Az-Zhawahiri lebih lanjut menceritakan.

“Beliau [Syaikh Abu Khalid As-Suri] menyampaikan kepadaku bahwa beliau menyertai rekan seperjuangan sekaligus ustadznya, Syaikh Abu Mush’ab As-Suri, di penjara [Pakistan] selama 7 tahun, sampai keduanya berpisah. Saya memohon kepada Allah semoga menyegerakan kebebasan saudara kita yang tercinta Abu Mush’ab As-Suri dalam waktu dekat, insya Allah.”

Setelah dibebaskan oleh rezim Pakistan, Syaikh Abu Khalid As-Suri kembali ke Suriah dan berjihad bersama mujahidin Suriah melawan rezim Nushairiyah Suriah. Kemudian Syaikh Aiman Az-Zhawahiri melanjutkan ceritanya.

“Beliau [Syaikh Abu Khalid As-Suri] memberitahukan kepadaku bahwasanya ia melihat di negeri Syam bibit-bibit fitnah, yang dahulu beliau pernah menyaksikannya secara langsung di Peshawar [Pakistan], yaitu fitnah kebodohan, hawa nafsu, dan kezaliman yang menghalalkan darah dan kehormatan atas dasar klaim-klaim, syubhat-syubhat, hawa nafsu dan ambisi [terhadap kekuasaan].”

Syaikh Aiman Az-Zhawahiri melanjutkan kisahnya.

“Hal ini mengingatkanku dengan sebuah kisah yang membuat tertawa sekaligus membuat tangisan, yang aku alami sendiri di Peshawar. Ringkas cerita, saya bertemu dengan saudaraku tercinta Syaikh Abu Muhammad Al-Maqdisi semoga Allah menjaganya dari segala keburukan dan menyegerakan kebebasan beliau dari penjara. Saya katakan kepadanya: “Ada satu kelompok yang mengkafirkan saya karena saya tidak mengkafirkan mujahidin Afghanistan.” Maka Abu Muhammad Al-Maqdisi tertawa dan berkata kepadaku: “Engkau tidak tahu kalau mereka itu mengkafirkan aku karena aku tidak mengkafirkan kamu.”

Semoga Allah menerima Syaikh Abu Khalid As-Suri rahimahullah dalam golongan syuhada’, menerima amal kebaikannya, mengampuni kesalahannya dan menempatkannya dalam surga yang tertinggi Al-Firdaus.

(muhib al majdi/arrahmah.com)


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: