Laporan pertama Jabhah Nushrah tentang hasil spektakuler operasi gabungan mujahidin di Lattakia

Muhib Al-Majdi Senin, 6 Jumadil Akhir 1435 H / 7 April 2014 09:25Pertempuran sengit melawan pasukan Nushairiyah dengan senjata berat – Peperangan Al-Anfal

LATTAKIA (Arrahmah.com) – Mujahidin Jabhah Nushrah bersama mujahidin Harakah Syam Al-Islam, Harakah Ahrar Asy-Syam Al-Islamiyah dan Kataib Anshar Asy-Syam sejak hari Jum’ar (21/3/2014) telah menggelar operasi gabungan “Peperangan Al-Anfal di pesisir” yaitu di propinsi Lattakia, di pesisir Laut Mediterania.

Mujahidin berhasil merebut beberapa kota dan desa beserta menara militer strategis. Banyak tentara rezim Nushairiyah dan milisi Syiah bayaranya tewas dalam pertempuran. Operasi gabungan empat kelompok jihad terbesar di Suriah barat itu sangat mengguncangkan rezim Nushairiyah Suriah. Berikut pernyataan resmi pertama Yayasan Al-Manarah Al-Baidha’ tentang jalannya operasi gabungan tersebut.

sahil-3

Dengan nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang

Penjelasan no. 480

Penjelasan pertama tentang “Peperangan Al-Anfal” di pesisir

Segala puji bagi Allah Yang menjanjikan bagi mujahidin di jalan -Nya balasan paling baik [surga] dan tambahan [melihat kepada wajah Allah] dan menjadikan usaha mengobarkan semangat jihad kaum mukmin sebagai sebuah ibadah. Shalawat dan salam semoga senantiasa dilimpahkan kepada nabi yang diutus dengan pedang menjelang hari kiamat, juga kepada keluarga dan sahabatnya para pemilik akal sehat dan kepeloporan. Amma ba’du.

Atas karunia dan taufik Allah Ta’ala semata, setelah melakukan pengamatan yang banyak dan intensif, setelah melakukan musyawarah di antara kelompok-kelompok mujahidin dan mempesiapkan perbekalan perang yang diperlukan; mujahidin pada hari Jum’at, 20 Jumadil Ula 1435 H / 21 Maret 2014 M memutuskan untuk memulai pelaksanaan “Peperangan Al-Anfal” sebelum dimulainya Shalat Shubuh. Peperangan Al-Anfal mencakup serangkaian operasi konvensional dan operasi spesialis yang telah dirancang dan dipersiapkan dalam kamar operasi gabungan yang terdiri dari beberapa kelompok jihad berikut ini:

-Jabhah Nushrah dibawah komando Abu Ahmad At-Turkmani.

-Kataib Anshar Asy-Syam dibawah komando Abu Umar Jamil.

-Harakah Syam Al-Islam dibawah komando Abu Rasyid.

-Harakah Ahrar Asy-Syam Al-Islamiyah dibawah komando Abu Hasan.

sahil-11

Mujahidin telah merencanakan serangan dengan target-target sebagai berikut: kota Kasab, kota Naba’ Al-Murr, Jabal Nasr, Talah Nasr, desa Naba’ Al-Murr, desa Nab’in, desa Tasyalama, desa Samrah beserta pantai, penyeberangan perbatasan Kasab [Suriah – Turki] dan menara militer 45.

Mujahidin telah menyiapkan peralatan berat meliputi tank-tank, pelontar-pelontar roket, meriam-meriam Hawan, dan bom-bom mobil, ditambah senjata ringan dan senjata menengah, demikian juga senjata anti pesawat.

Atas karunia dan kekuatan Allah semata, mujahidin menyerang wilayah-wilayah dalam yang menjadi tempat pertahanan pasukan rezim Nushairiyah dan milisi Syiah dengan senjata-senjata berat yaitu meriam Hawan kaliber 120 mm dan kaliber 82 mm, tank-tank, meriam Shilka, senjata mesin DShK, dan roket Katyusa.

Mujahidin menyerang jalur-jalur pengiriman bantuan militer bagi pasukan rezim Nushairiyah. Mujahidin juga berhasil menyerbu masuk dan menyisir markas pertahanan pasukan rezim Nushairiyah beserta timbunan-timbunan karung pasir pertahanan pasukan rezim Nushairiyah yang berada di sekitar markas pertahanan mereka.

sahil-4

Mujahidin juga menyerbu rumah-rumah milisi Syiah Shabihah yang menyokong pasukan rezim Nushairiyah dalam markas pertahanan mereka. Lalu mujahidin menyerbu masuk dan menyisir desa Naba’ Al-Murr sampai wilayah sebelum jalur penyeberangan [Suriah – Turki].

Ketika gelap malam mulai turun, mujahidin melakukan infiltrasi ke pinggiran kota Kasab, lalu mereka melakukan serangan pada waktu fajar. Mujahidin berhasil menyisir bangunan-bangunan dari pinggiran kota Kasab menuju pusat kota Kasab.

Setelah kota Kasab jatuh ke tangan mujahidin dengan mudah, mujahidin bergerak menuju desa Tasyalama. Mujahidin berhasil menyerbu masuk dan melakukan penyisiran di dalam desa Tasyalama secara penuh.

Sebuah pasukan mujahidin lainnya bergerak menuju desa Samra, dimana mereka juga sukses membebaskan desa tersebut sepenuhnya. Pada hari berikutnya mujahidin bergerak menuju desa Nab’in dan mereka berhasil membebaskannya sepenuhnya. Segala puji bagi Allah semata.

Pada hari Selasa, 24 Jumadil Ula 1435 H/25 Maret 2014 M mujahidin terlibat baku tembak sengit dengan pasukan rezim Nushairiyah di bukit dekat menara militer 45 sebagai titik militer terdepan rezim untuk mempertahankan menara militer 45 yang menjadi markas pasukan Nushairiyah.

sahil-11

Setelah mujahidin menewaskan tentara terakhir dalam titik militer di bukit tersebut, segala puji bagi Allah semata, fase kedua pun dimulai dengan pertempuran langsung mujahidin dengan pasukan rezim Nushairiyah yang bermarkas di puncak menara militer 45.

Setelah itu pelaku serangan syahid, al-akh Abu Mutsana Al-Muhajir [semoga Allah menerimanya] menyerbu maju dengan tank BMP yang memuat beberapa ton bom TNT, dengan berserah diri kepada Allah dan bertujuan menghabisi sisa-sisa pasukan Nushairiyah. Serangannya berhasil menghancurkan bangunan markas mereka yang kokoh dan tulang-belulang mereka bertebaran ke segala arah, ia menewaskan lebih dari 50 tentara Nushairiyah.

Sisa pasukan Nushairiyah melarika diri akibat dahsyatnya ledakan bom tank BMP tersebut. Diantara mereka ada yang tewas di tengah perjalanan akibat luka-luka yang dialaminya. Setelah itu mujahidin menyerbu bangunan-bangunan yang dijadikan tempat pertahanan pasukan Nushairiyah dan mujahidin menyisir bangunan-bangunan yang menyertai menara militer 45. Segala puji bagi Allah semata.

Atas karunia Allah semata mujahidin meraih rampasan perang beberapa ton senjata berat, beragam amunisi dan roket, memperoleh lebih dari 100 mobil dan truk militer serta 9 tank. Mujahidin berhasil menghancurkan sejumlah besar kendaraan pasukan rezim Nushairiyah dan milisi Syiah sekutunya, diantaranya tank-tank, panser-panser dan kendaraan pengangkut personil. Segala puji milik Allah semata Rabb seluruh alam.

Mujahidin melaksanakan shalat berjama’ah dan berdoa sebelum melaksanakan operasi gabungan “Peperangan Al-Anfal” di Lattakia

 

Pertempuran sengit melawan pasukan Nushairiyah dengan senjata berat – Peperangan Al-Anfal

Pertempuran sengit melawan pasukan Nushairiyah dengan senjata berat – Peperangan Al-Anfal

 

Pertempuran sengit melawan pasukan Nushairiyah – Peperangan Al-Anfal

 

Mujahidin memasuki penyeberangan Kasab perbatasan Suriah – Turki, Peperangan Al-Anfal

 

Asap tebal membumbung tinggi dari wilayah pertempuran di Lattakia

Allah Maha Melaksanakan urusan-Nya akan tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahuinya

Jabhah Nushrah

Yayasan Media Al-Manarah Al-Baidha’

Jangan melupakan kami dalam doa baik Anda

Segala puji bagi Allah Rabb seluruh alam

Sabtu, 28 Jumadil Awwal 1435 H

29 Maret 2014 M

(muhib al majdi/arrahmah.com)

– See more at: http://www.arrahmah.com/news/2014/04/07/laporan-pertama-jabhah-nushrah-tentang-hasil-spektakuler-operasi-gabungan-mujahidin-di-lattakia.html#sthash.wuG5uM7r.dpuf


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s