Islam Kajian

Membuka cakrawala baru

Mujahidin Suriah Lindungi Kristen Armenia ke Perbatasan Turki

KIBLAT.NET, Kasab – Kataib Ansar Syam yang tergabung dalam Jabhah Islamiyah merilis sebuah video pada hari Sabtu (5/4) tentang aktifitas para mujahidin yang mengantar warga Kristen Armenia dari kota Kasab, Suriah barat laut, untuk bertemu kerabat mereka di perbatasan Turki. Video ini sebagai respon terhadap kekhawatiran publik atas nasib penduduk Kristen Armenia di Kasab.

“Ini luar biasa, semuanya baik-baik saja, terima kasih banyak kepada kalian semua,” kata seorang wanita Armenia setelah tiba di perbatasan penyeberangan Kasab di provinsi utara Latakia, menanggapi pertanyaan dari videografer tentang bagaimana dia telah dirawat oleh mujahidin.

 

Saat ia berbicara, seorang mujahidin dengan wajah tertutup sedang menggendong seorang wanita tua dari sebuah mobil.

Video ini dirilis setelah ramainya isu di dunia maya yang menyebut penduduk Armenia telah ditindas oleh mujahidin saat menguasai kota Kasab, termasuk munculnya kampanye #SaveKessab di Twitter, yang memperoleh perhatian internasional setelah selebriti Amerika-Armenia Kim Kardashian menyamakan peristiwa yang sedang berlangsung di kota Kasab dengan Genosida Armenia pada awal abad ke-20 .

“Ini adalah sebuah kebohongan, itu semua kebohongan – kami diperlakukan dengan sangat baik,” ujar wanita Armenia di video itu ketika menanggapi pertanyaan tentang tuduhan bahwa warga Armenia di Kassab telah dianiaya oleh mujahidin.

Video itu muncul saat pro-oposisi Latakia al-Hadath melaporkan pada hari Sabtu (5/4), bahwa pasukan oposisi telah mengangkut 20 lanjut usia Kristen Armenia dari Kasab ke Turki. Laporan itu menjelaskanbahwa mujahidin telah menyerahkan mereka kepada pihak berwenang Turki, menjamin penampungan yang hangat bagi mereka.

Pada tanggal 20 Maret, mujahidin Suriah seperti Jabhah Nusrah dan faksi Jabha Islamiyah yang di dalamnya seperti Ansar Syam dan Ahrar Syam mengumumkan dimulainya operasi al Anfal merebut wilayah sepanjang pantai Mediterania di Suriah barat laut.

Kota Kasab menjadi titik pergolakan besar pertama dalam pertempuran, dimana mujahidin dengan cepat berhasil menguasai sebagian besar wilayah kota, termasuk perbatasan.

Mujahidin mempertahankan kendali mereka atas wilayah Lattakia, tapi serangan dan penembakan dari pasukan rezim masih terus berlangsung, mendorong warga mengungsi dari rumah mereka.

“Kasab aman di tangan Anda,” kata warga Armenia lainnya pada akhir video, ia mengucapkan selamat tinggal kepada para mujahidin yang memindahkannya ke perbatasan Turki. (qathrunnada)

 

 

76 tahanan disiksa sampai mati di penjara rezim Nushairiyah Suriah selama bulan Maret

Senin, 7 Jumadil Akhir 1435 H / 7 April 2014 20:06
176 tahanan disiksa sampai mati di penjara rezim Nushairiyah Suriah selama bulan Maret

Ilustrasi – 176 tahanan disiksa sampai mati di penjara rezim Nushairiyah Suriah selama bulan Maret

SURIAH (Arrahmah.com) – Sekitar 176 tahanan disiksa sampai mati di dalam penjara rezim Nushairiyah Suriah selama bulan Maret, Jaringan Suriah untuk Hak Asasi Manusia atau Syrian Network for Human Rights (SNHR) mengungkapkan, seperti dilansir MEMO.

Catatan SNHR menunjukkan bahwa jumlah rata-rata tahanan yang tewas setelah disiksa di penjara telah melampaui 500 kematian dalam satu bulan. Kematian pada bulan Maret juga termasuk dua anak di bawah 16 tahun, dua wanita, seorang dokter dan seorang perawat. Tuduhan atau alasan penahanan terhadap mereka tidak terungkap.

Pengacara Ma’an Al-Ghonimi juga termasuk di antara mereka yang tewas; dia ditangkap paksa pada sepuluh bulan lalu. Pada akhir Maret, militer rezim memberitahu keluarganya tentang kematiannya yang berlangsung pada pertengahan Januari sebagai akibat dari adanya penggumpalan darah di otak.

Militer trezim tidak menyerahkan jenzahnya kepada keluarganya dan tidak memberitahu keluarganya tentang penguburan rahasianya.

Menurut SNHR, Al-Ghonimi disiksa sampai mati di departemen intelijen angkatan udara rezim. SNHR menyerukan Dewan Keamanan PBB untuk mengalihkan masalah pembunuhan tahanan ke Pengadilan Pidana Internasional atau International Criminal Court (ICC).

Sejumlah organisasi hak asasi manusia internasional telah bersama-sama menyerukan untuk mengalihkan masalah ini ke ICC, tetapi sikap Rusia dan Cina, yang mendukung rezim diktator Assad, semakin merusak langkah-langkah potensial yang mungkin ditempuh. (banan/arrahmah.com)

– See more at: http://www.arrahmah.com/news/2014/04/07/176-tahanan-disiksa-sampai-mati-di-penjara-rezim-nushairiyah-suriah-selama-bulan-maret.html#sthash.673pTVHy.dpuf


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: