Islam Kajian

Membuka cakrawala baru

Pengakuan Ulama Syiah

Selasa 8 Ramadhan 1434 / 16 Juli 2013 10:04

syiah2 Pengakuan Ulama Syiah

DAHULU pernah terjadi kesepakan antara ulama Syiah dan ulama Sunni untuk mengadakan sebuah diskusi, terkait dengan ajaran Syiah. Tempat dan waktu pun ditentukan. Diskusi dihadiri dan melibatkan tujuh orang ulama dari Sunni dan tujuh ulama dari Syiah.

Selang beberapa hari setelah kesepakatan itu, tepat pada hari dan waktu yang telah ditentukan ulama-ulama syiah pun hadir, lengkap tujuh orang, di dalam sebuah ruangan. Namun, entah karena alasan apa tak satupun ulama dari Sunni muncul. Para ulama Syiah pun menunggu. Setelah lama menunggu, orang yang ditunggu-tunggu tidak muncul-muncul juga, tidak ada tanda-tanda mereka akan datang.

 

Namun, setelah menunggu lama tiba-tiba masuk seorang masuk dengan sepatu yang ditenteng bawah ketiaknya. Para ulama Syiah pun terheran-heran, lantas bertanya:

“Mengapa kau membawa masuk sepatumu ke ruangan ini?”

Orang yang ditanya lantas menjawab: “Setahu saya, di zaman Rasulullah orang-orang syiah suka mencuri sandal.”

Ulama Syiah pun saling pandang antara satu dengan lainnya dengan pandangan heran. Lalu mereka berkata: “Tapi di zaman Rasul belum ada Syiah.”

“Kalau begitu diskusi kita telah selesai. Dari manakah datangnya ajaran agama kalian kalau di zaman Rasulullah tidak ada Syiah,” Jawab laki-laki itu dengan brilian.

Tenyata orang yang datang membawa sepatu tersebut adalah Syaikh Ahmad Deedat Rahimahullah, penulis buku fenomenal The Choice. [Pz/Islampos]

176 tahanan disiksa sampai mati di penjara rezim Nushairiyah Suriah selama bulan Maret

Senin, 7 Jumadil Akhir 1435 H / 7 April 2014 20:06
176 tahanan disiksa sampai mati di penjara rezim Nushairiyah Suriah selama bulan Maret

Ilustrasi – 176 tahanan disiksa sampai mati di penjara rezim Nushairiyah Suriah selama bulan Maret

SURIAH (Arrahmah.com) – Sekitar 176 tahanan disiksa sampai mati di dalam penjara rezim Nushairiyah Suriah selama bulan Maret, Jaringan Suriah untuk Hak Asasi Manusia atau Syrian Network for Human Rights (SNHR) mengungkapkan, seperti dilansir MEMO.

Catatan SNHR menunjukkan bahwa jumlah rata-rata tahanan yang tewas setelah disiksa di penjara telah melampaui 500 kematian dalam satu bulan. Kematian pada bulan Maret juga termasuk dua anak di bawah 16 tahun, dua wanita, seorang dokter dan seorang perawat. Tuduhan atau alasan penahanan terhadap mereka tidak terungkap.

Pengacara Ma’an Al-Ghonimi juga termasuk di antara mereka yang tewas; dia ditangkap paksa pada sepuluh bulan lalu. Pada akhir Maret, militer rezim memberitahu keluarganya tentang kematiannya yang berlangsung pada pertengahan Januari sebagai akibat dari adanya penggumpalan darah di otak.

Militer trezim tidak menyerahkan jenzahnya kepada keluarganya dan tidak memberitahu keluarganya tentang penguburan rahasianya.

Menurut SNHR, Al-Ghonimi disiksa sampai mati di departemen intelijen angkatan udara rezim. SNHR menyerukan Dewan Keamanan PBB untuk mengalihkan masalah pembunuhan tahanan ke Pengadilan Pidana Internasional atau International Criminal Court (ICC).

Sejumlah organisasi hak asasi manusia internasional telah bersama-sama menyerukan untuk mengalihkan masalah ini ke ICC, tetapi sikap Rusia dan Cina, yang mendukung rezim diktator Assad, semakin merusak langkah-langkah potensial yang mungkin ditempuh. (banan/arrahmah.com)

– See more at: http://www.arrahmah.com/news/2014/04/07/176-tahanan-disiksa-sampai-mati-di-penjara-rezim-nushairiyah-suriah-selama-bulan-maret.html#sthash.KjgdEaiK.dpuf


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: