Saudaraku, Jauhilah Sikap Ghuluw Karena Ia Membinasakan

بسم الله الرحمن الرحيم

 

SAUDARAKU, JAUHILAH SIKAP GHULUW KARENA IA MEMBINASAKAN.

Segala puji bagi Allah Subhanahu wa Ta’ala yang menjadikan kita sebagai bagian dari kaum muslimin dan menunjukkan kepada kita sebuah agama yang benar serta menjadikan kita umat yang terpilih dari umat-umat yang lain. Segala puji bagi Allah Subhanahu wa Ta’ala yang telah melengkapi agama-Nya untuk kita dan menyempurnakan kenikmatannya untuk kita semua serta menjadikan kita umat yang terbaik dan mengutus seorang Rasul yng membacakan kepada kita ayat-ayat-Nya, menyucikan kita dan mengajarkan kepada kita kitab dan hikmah.

Saya memanjatkan shalawat dan mengucapkan selamat kepada Sayyidina Muhammad SAW yang Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman tentangnya:

{فَبِمَا رَحْمَةٍ مِنَ اللَّهِ لِنْتَ لَهُمْ وَلَوْ كُنْتَ فَظًّاً غَلِيظَ الْقَلْبِ لَانْفَضُّوا مِنْ حَوْلِكَ}

159. Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu Berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu.

kepada keluarganya, sahabatnya serta orang-orang yang senatiasa mengikuti jejaknya hingga hari kiamat, amma ba’du:

Makalah ini tidak bermaksud ditujukan kepada jamaah tertentu saja, akan tetapi kepada generasi yang terus bertumbuh dari para pemuda muslim yang tidak kita ragukan lagi keikhlasan mereka serta pengorbanan mereka untuk menolong agama Allah Subhanahu wa Ta’ala, karena kita semua melihat jumlah yang tidak sedikit dari para pemuda yang sangat ingin mengangkat kehinan dari umat islam. Mereka terkontaminasi dengan sikap ghuluw dalam mengkafirkan, mereka masuk kedalam suatu masalah yang apabila masalah tersebut ditunjukkan kehadapan para sahabat ahli badar maka mereka (ahli badar) akan menolaknya. Maka para pemuda ini harus diberi nasehat dan arahan untuk kebaikan agama dan dunianya. Saya katakan kepada saudara-saudaraku ini, pelajarilah agamamu, janganlah kalian jadikan hawa nafsu kalian sebagai sumber undang-undang, janganlah kalian menaggapi suatu perbuatan tanpa pengetahuan yang penuh terhadap hukum-hukum syariat dan realitas yang ada, jauhilah penyakit menjijikkan yang bernama fanatisme golongan, karena ia meruntuhkan bukan membangun, bacalah makalah ini dengan tidak tergesa-gesa dan dengan hati yang terbuka serta pahamilah isinya dengan benar. Jangan kalian menggambarkan bahwa saya ini membenci kalian, Naudzubillah . saya tidak menuliskannya kecuali atas dasar sayang terhadap kalian serta keinginan memberikan nasehat. Kami memohon kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala agar memberikan kepada kita semua hidayah-Nya serta menjadikan kita orang-orang yang apabila mendengar suatu perkataan, maka mereka mengikuti kebaikan yang ada di dalamnya.

Nabi Muhammad SAW mengabarkan kepada kita dalam hadits shahih, beliau bersabda:

يَأْتِي فِي آخِرِ الزَّمَانِ قَوْمٌ حُدَثَاءُ الْأَسْنَانِ سُفَهَاءُ الْأَحْلَامِ يَقُولُونَ مِنْ خَيْرِ قَوْلِ الْبَرِيَّةِ يَمْرُقُونَ مِنْ الْإِسْلَامِ كَمَا يَمْرُقُ السَّهْمُ مِنْ

الرَّمِيَّةِ لَا يُجَاوِزُ إِيمَانُهُمْ حَنَاجِرَهُمْ فَأَيْنَمَا لَقِيتُمُوهُمْ فَاقْتُلُوهُمْ فَإِنَّ قَتْلَهُمْ أَجْرٌ لِمَنْ قَتَلَهُمْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ

“Akan datang pada akhir zaman suatu kaum yang muda usia, rusak akalnya/dungu, suka bermimpi, mereka memperkatakan dari sebaik-baik perkataan manusia. Mereka keluar dari Islam sebagaimana anak panah keluar dari buruannya. Keimanan mereka tidaklah melampaui tenggorokannya. Dimana saja kalian mendapati mereka, maka perangilah (bunuh), karena bagi yang memerangi mereka, akan ada balasan (pahala) pada hari Kiamat.” (HR Bukhari-Muslim).

حُدَثَاءُ الْأَسْنَانِ: yaitu yang muda usianya, atau mereka adalah anak kecil dan bukan seperti orang dewasa yang memiliki kebijakan dalam berpikir dan memahami banyak masalah, mereka yang masih belum dewasa ini rentan dengan sikap kecerobohan, ketergesa-gesaan dan semangat yang tercela.

Mereka adalah khawarij; yaitu kelompok yang pada zaman khalifah Ali bin Abi Thalib Radhiyallahu Anhu ikut keluar berperang bersama pasukan beliau, kemudian mengeluarkan diri dari pasukan tersebut dan membunuh Ali bin Abi Thalib Radhiyallahu anhu, karenanya mereka dinamakan Khawarij, ciri-ciri mereka yang terkenal adalah mengkafirkan pelaku dosa besar, mereka mengkafirkan para pezina, pembohong, pencuri dan orang yang membangkang terhadap orang tuanya. Maka inilah sifat bawaan mereka. mereka adalah ahli ibadah, orang yang bersikap zuhud dan orang yang menghindari setiap dosa-dosa yang kecil.

Khawarij telah keluar dari ketaatan kepada Ali Radhiyallahu anhu dan mengkafirkannya, mereka juga mengkafirkan Utsman Radhiyallahu anhu serta Aisyah Radhiyallahu anha dan berkata, “kami ingin mendirikan negara islam yang adil.” Mereka mengurangi program-program yang membangun untuk rakyat dan mengkafirkan mayoritas manusia, barangsiapa yang tidak berada disisi mereka, maka akan mereka anggap sebagai musuh dan harus diperangi. Abu Hasan Al Asyari Rahimahullah berkata: “sesunguhnya Khawarij bersepakat bahwa para penentang mereka berhak diperangi dan darah mereka halal…” Rasulullah SAW telah mensifati mereka dengan  سُفَهَاءُ الْأَحْلَامِ yaitu orang-orang yang bodoh, suatu ketika beberapa orang khawarij mendatangi kebun kurma milik seorang yahudi, kemudian mereka duduk-duduk di dalamnya dan setelah mereka akan bangun akan beranjak pergi, salah seorang dari mereka berkata kepadanya: “kalian adalah kaum yang selalu merampas kehormatan nabi kalian” padahal yahudi tersebut adalah seorang ahli dzimmah yang membayar jizyah kepada kaum muslimin, si khawarij tersebut melanjutkan: “ maka kamu harus mengganti apa yang telah kalian rampas tersebut dengan kebun kurma ini” maka orang yahudi tersebut mendekat kepadanya dan menanyakan berapa harga yang harus ia bayarkan agar mereka tidak mengambil kebun kurma miliknya. Lalu Abu Hasan melanjutkan perkataannya: “sungguh aneh perilaku orang-orang  yang menyembelih Abdullah bin Khabab bin Arat dan menjauhi kebun kurma milik yahudi tersebut”

Memang tidak diragukan bahwa kaum khawarij adalah ahli dalam ketaatan dan ibadah, mereka juga sangat ingin mematuhi seluruh detail perintah agama serta sangat ingin menerapkan hukum Allah secara menyeluruh, mereka juga sangat menghindari apa yang dilarang oleh agama serta sangat menjauhi segala kondisi kemaksiatan dan kesalahan yang bertentangan dengan islam, hingga hal-hal tersebut berubah menjadi ciri menonjol dari kelompok ini. tak ada yang bisa menggemingkan mereka sedikitpun, benar lah sabda Rasulullah SAW tentang mereka.

 يَخْرُجُ قَوْمٌ مِنْ أُمَّتِي يَقْرَءُونَ الْقُرْآنَ لَيْسَ قِرَاءَتُكُمْ إِلَى قِرَاءَتِهِمْ بِشَيْءٍ وَلَا صَلَاتُكُمْ إِلَى صَلَاتِهِمْ بِشَيْءٍ وَلَا صِيَامُكُمْ إِلَى صِيَامِهِمْ بِشَيْءٍ 

Akan muncul suatu kaum dari umatku yg pandai membaca Al Qur`an. Dimana, bacaan kalian tak ada apa-apanya dibandingkan dgn bacaan mereka. Demikian pula shalat kalian dari pada shalat mereka. Juga puasa mereka dibandingkan dgn puasa kalian…  [HR. Muslim No.1773].

 

Akan tetapi walaupun mereka banyak beribadah, mereka tidak berhati-hati dalam urusan darah kaum muslimin, mereka membunuh Abdullah bin Khabbab bin Arat Radhiyallahu anhuma karena beliau menolak untuk berkata Ali bin Abi Thalib Radhiyallahu anhu adalah musyrik maka mereka membantai istrinya, merobek perutnya dan mengeluarkan janinnya yang telah berumur 9 bulan. Kekejaman semacam apa ini?

Ibnu Abdil Bar rahimahullah meriwayatkan dengan sanadnya dari Ali bin Abi Thalib:

أنه سُئل عن أهل النهروان أكفارهم؟ قال من الكفر فروا. قيل فمنافقون؟ قال: إنّ المنافقين لا يذكرون الله إلا قليلا. قيل فما هم؟

قال: هم قوم أصابتهم فتنة فعموا فيها وصموا وبغوا علينا وقاتلونا فقاتلناهم

 

Ali bin Abi Thalib ditanya tentang ahlu Nahrawan (yaitu kahawrij), “Apakah mereka kafir?”, maka beliau menjawab, “Mereka (khawarij) lari dari kekufuran”. Maka dikatakan kepada beliau, “Apakah khawarij munafiq?”, beliau berkata, “Kaum munafiq tidaklah mengingat Allah kecuali hanya sedikit”. Lantas siapa mereka?, beliau berkata, “Mereka adalah kaum yang tertimpa fitnah sehingga akhirnya mereka menjadi buta dan tuli dalam fitnah tersebut, dan memberontak kepada kami, serta memerangi kami, maka kamipun membunuh mereka”

Mereka berhati-hati dalam masalah-masalah yang kecil akan tetapi menggasak dosa-dosa besar tanpa ragu. Sebagian kaum Khawarij bertemu dengan seorang muslim dan seorang nashrani, mereka membunuh si muslim karena menyelisihi mereka, dan membiarkan si nashrani sambil berkata; “Lindungilah nabi kalian”.

Ibnu Hajar berkata didalam kitabnya Fathul Bari (12/301): “ketika khawarij menghukumi seseorang dengan kekafiran, maka mereka akan mengahalalkan darah mereka, dan membiarkan ahlu dzimmah dalam keadaan selamat, mereka meninggalkan pertempuran melawan orang-orang musyrik dan menyibukkan diri memerangi orang-orang islam. Ini semua adalah dampak dari berkiblat kepada orang-orang bodoh”

Betul, mereka menggampangkan dan meremehkan urusan darah orang-orang islam, dan tidak peduli dengan persoalan ini karena inilah madzhab mereka”

Sebagian mereka terkesan dengan perkataan pemimpin mereka, dan menyangka bahwa perkataan para pemimpin mereka tersebut adalah sebaik-baik perkataan, mereka hanya mendengarkan celotehan para pemimpin mereka tanpa melihat apa yang telah diperbuat oleh orang-orang tersebut. Mereka seakan-akan melihat sesuatu yang tak dapat dibayangkan setelah mendengar perkataan para pemimpin tersebut. Wa Allahu Al Musta’an.

SIFAT-SIFAT MEREKA.

Setelah meneliti kenyataan yang ada mengenai kaum khawarij pada zaman Ali bin Abi Thalib Radhiyallahu Anhu, kami menyimpulkan beberapa sifat yang ada pada mereka.

Mereka memiliki kecintaan terhadap pengorbanan, kematian dan peperangan dengan tujuan melaksanakan kewajiban yang dibebankan oleh manhaj mereka, walaupun mereka dibebani sesuatu yang membutuhkan pengorbanan maka akan tetap mereka jalani, kemudian mengira bahwa mereka akan mendapatkan sesuatu yang bermanfaat. Ibadah kaum ini sangat menakjubkan, dari shalat mereka, puasa mereka dan tilawah al quran mereka semuanya menakjubkan, akan tetapi mereka sembrono dalam masalah darah dan takfir. Para sahabat pernah melewati kamp militer milik kaum khawarij, lalu mereka mendengar suara seperti suara dengungan lebah karena dahsyatnya mereka dalam membaca al quran, akan tetapi mereka memerangi kaum muslimin, mengkafirkan serta mengambil harta mereka. mayoritas kaum khawarij adalah pembaca al quran yang bodoh mereka berasal dari suku badui yang tidak mengerti makna al quran dan fiqh, “..kaum yang muda usia, rusak akalnya/dungu, suka bermimpi..”

Mereka mengagung-agungkan ulama hingga mereka mengira bahwa ulama tersebut lebih pintar dari Ali, Ibnu Abbas, Ibnu Umar dan seluruh sahabat nabi Radhiyallahu anhum. Mereka sangat memperhatikan hal-hal kecil dan remeh, pemimpin mereka adalah orang bodoh yang sedikit ilmunya lalu mereka mengikuti sang pemimpin maka sesat lah mereka semua lagi menyesatkan. Mereka tidak paham cara menerapkanhukum kedalam konteks yang tepat, Abdullah bin Umar mengomentari sifat mereka: “mereka menerapkan ayat-ayat al quran yang ditujukan kepada orang kafir kepada orang mukmin”

PEMBUNUHAN AMIRUL MUKMININ RADHYALLAHU ANHU

Pakar sejarah mencatatkan bahwa pembunuh Khalifah Ali bin Abi Thalib Radhiyallahu anhu adalah Abdurrahman bin Muljim, orang ini dikenal sebagai orang yang bertakwa, bersikap zuhud dan baik akhlaknya pada mulanya, bekas sujud tampak di dahinya, karena orang ini sangat mengedepankan sikap wara’nya maka Umar bin Khaththab Radhiyallahu anhu mengutusnya ke Mesir untuk memenuhi permintaan Amru bin Ash yang berkata: “Wahai Amirul Mukminin, kirimkanlah kepadaku seorang pembaca Al Quran yang dapat menjadi patokan dalam membaca Al Quran bagi penduduk Mesir”, maka Sayyidina Umar mengirimkan Ibnu Muljim kepadanya. Inilah sifat pembunuh Khalifah Ali bin Abi Thalib Radhiyallahu anhu

Ketika Ibnu Muljim menyabetkan pedangnya kepada Sayyidina Ali, dia mengulang-ulang fiman Allah:

š{وَمِنَ النَّاسِ مَن يَشْرِي نَفْسَهُ ابْتِغَاء مَرْضَاتِ اللّهِ وَاللّهُ رَؤُوفٌ بِالْعِبَادِ}

207. Dan di antara manusia ada orang yang mengorbankan dirinya karena mencari keridhaan Allah; dan Allah Maha Penyantun kepada hamba-hamba-Nya.

akan tetapi segala apa yang ada pada diri Abdurrahman bin Muljim akhirnya lenyap, dari takwanya maupun ibadahnya, dia mati dalam keadaan su’ul khatimah, itu semua disebabkan kurangnya dia dalam mempelajari ilmu syar’i dan bergabungnya kedalam barisan kaum khawarij yang berbuat kerusakan di kalangan umat islam dengan manhaj mereka yang sesat serta berlumuran darah dan takfiri.

Ketika Ibnu Muljim sedang menunggu untuk dieksekusi, ia berkata kepada algojo: “janganlah kamu membunuh saya dengan sekali tebas-yaitu memenggal kepala- namun potonglah anggota badanku sedikit demi sedikit hingga aku bisa menyaksikan anggota badanku tersebut merasakan kepedihan di jalan Allah”. Kenyataan hidup seorang yang aneh dengan fatwa sesatnya dia membunuh sepupu Nabi Muhammad SAW, orang yang menikahi anak perempuan beliau SAW, seorang amirul mukminin, termasuk salah satu yang mendapatkan kabar gembira mendapatkan jaminan surga dan termasuk orang yang pertama kali masuk islam dari kalangan pemuda. Ini adalah peristiwa yang mencengangkan. Lihatlah apa yang diucapkan oleh seorang khawarij bernama Imran bin Hattan As Sadusi yang membanggakan apa yang dilakukan oleh Ibnu Muljim:

Wahai pukulan dari orang bertakwa yang tidak ingin dengannya***

Kecuali tuk meraih ridha dari pemilik singgahsana…

Daku kan mengingatnya pada hari ini, kurasa***

Allah memenuhi timbangannya dengan kebaikan..

Hormatilah ruh yang mukimnya di tembolok burung surga***

mereka tak mencampur agama dengan pembangkangan dan permusuhan

kami katakan, sungguh engkau telah berdusta wahai Imran bin Hattan:

diriku berlepas dari engkau yang telah berkata***

tentang Ibnu Muljam terlaknat lagi pemfitnah…

wahai pukulan liar yang tidak diinginkan darinya***

kecuali memusnahkan islam beserta rukunnya

namun pukulan liar itu tidaklah diharapkan darinya***

kecuali meraih dari sisi pemilik arsy kerugian

daku kan mengingatnya pada hari ini, kurasa***

Allah memenuhi timbangannya dengan kesedihan

Kami ingin berlaku adil, pada hari ini tak ada jamaah jihad yang mempunyai pokok pemikiran seperti khawarij dan tidak didapatkan sekarang ini ada kelompok yang terang-terangan bermanhaj khawarij, akan tetapi ada beberapa sifat khawarij yang mulai bermunculan di kalangan mujahidin yang masih muda, ini adalah bahaya yang siap menerjang kapanpun terhadap kebangkitan jihad dan terhadap masa depan islam. Karena sebagian mereka jatuh kedalam ranah ghuluw, takfir dan penghalalan darah serta harta kaum muslimin dengan dasar yang samar-samar. maka kita diharuskan mengahadapi orang-orang seperti ini dengan sikap yang tenang dan netral agar kita selamat dari manhaj orang-orang ghuluw ini.

SEBAGIAN SIFAT-SIFAT TERCELA YANG MENJANGKITI PARA MUJAHID MUDA DI ZAMAN INI

  1. Sedikit memahami agama, lemah dalam menguasai ilmu syar’i dan memahami konteks pelaksanaan hukum dengan tepat, belajar kepada sumber yang bermanhaj tidak bagus dan mengagung-agungkan ulama serta menganggap diri mereka sebagai pemegang kebenaran serta pakar dalam urusan keilmuan.
  2. Berlebih-lebihan dalam mengkafirkan dengan landasan yang samar dan meragukan. Sehingga dengan landasan seperti itu para pemuda ini mulai mengkafirkan ulama dan mujahidin serta meremehkan pengorbanan dan pengalaman mereka
  3. Semangat yang labil (gairah terhadap sesuatu tanpa berdasarkan pijakan ilmu dan hukum yang jelas) kalian akan menyaksikan bahwa gairah yang meledak selalu keluar dari dalam diri mereka.
  4. Menjauhi ulama, kasar terhadap mereka, menolak untuk bertemu dengan mereka, enggan mencontoh perbuatan mereka dan bahkan berusaha menjatuhkan pamor ulama dan komandan jihad.
  5. Masih belia, sedikit pengalamannya, tidak mengerti kondisi dakwah yang tepat untuk masyarakat serta tidak paham terhadap keaneka ragaman pola hidup masyarakat.
  6. Sedikit dalam bersabar, lemah dalam menyampaikan hikmah ketika berdakwah serta selalu menggunakan bahasa pedang, perang dan peremehan terhadap darah kaum muslimin.

AKHIR KATA

Berhati-hatilah wahai saudaraku seiman dari jangkitan sifat khawarij pada dirimu dan engkau menyangka dirimu ada diatas kebenaran. Takfir itu adalah termasuk hukum syariat yang memiliki tata cara, penghalang serta sebab yang jelas, kami tak ingin membahas tentang itu disini, namun kami membicarakan masalah berlebih-lebihan dalam takfir, menagmbil harta yang bukan hak miliknya, ketika muncul orang-orang islam didepan kalian jangan lah kalian menghindari mereka dan jika kalian menghukumi mereka karena sesuatu maka janganlah kalian mengkafirkan mereka dan apabila kalian memerangi mereka karena suatu sebab, maka janganlah kalian meluluhlantakkan mereka dan ingatlah larangan untuk membunuh orang yang beriman secara sengaja, Allah berfirman:

{ وَمَنْ يَقْتُلْ مُؤْمِناً مُتَعَمِّداً فَجَزَاؤُهُ جَهَنَّمُ خَالِداً فِيهَا وَغَضِبَ اللَّهُ عَلَيْهِ وَلَعَنَهُ وَأَعَدَّ لَهُ عَذَاباً عَظِيماً } 

93. Dan Barangsiapa yang membunuh seorang mukmin dengan sengaja Maka balasannya ialah Jahannam, kekal ia di dalamnya dan Allah murka kepadanya, dan mengutukinya serta menyediakan azab yang besar baginya.

Kami memohon kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala agar menyatukan kaum muslimin, menjadikan mereka bagaikan satu hati, menunjukkan kepada para pemuda ummat islam jalan yang lurus, serta membersihkan kita semua dari fitnah yang tampak maupun yang tersembunyi dan mendirikan untuk kita khilafah rasyidah diatas manhaj nubuah.

 

Saudara kalian Abu Az Zahra’ Az Zubaidi


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s