Pemimpin Jabhah Nusrah Menjelaskan Cara Al Qaeda Menyelesaikan Pertikaian Antara Jabhah Nusrah Dengan ISIS

Interview with Abu Sulayman

(Muqawamah.com) – Syaikh Abu Sulaiman al Muhajir, seorang petinggi syariah di Jabhah Nusrah, cabang resmi Al Qaeda di Suriah, telah merilis sebuah video yang menjelaskan konflik yang sedang berlangsung dengan Jamaah Daulah Islam Irak dan Syam (ISIS). Pada awal Februari ini, pimpinan pusat Al Qaeda tidak mengakui ISIS setelah Abu Bakr al Baghdadi, amir dari ISIS, berulang kali melanggar perintah.

Syaikh Sulaiman adalah seorang mujahid pendakwah di Australia sampai beliau pindah ke Suriah pada tahun lalu untuk menjadi mediator dalam konflik sesama mujahidin. Baru-baru ini, beliau bergabung bersama beberapa pemikir jihad lainnya menyerukan agar Syaikh Ayman az Zawahiri mengeluarkan kecaman yang lebih khusus kepada ISIS.

Sementara itu, di dalam video yang dirilis oleh beliau, beliau membahas beberapa masalah lama, termasuk keengganan ISIS untuk menyelesaikan perselisihan dengan kelompok lain, video itu juga mencakup hal-hal yang baru. Syaikh Abu Sulaiman menawarkan untuk mendiskusikan strategi Al-Qaeda secara riil.

Skema organisasi Al Qaeda dan pembangkangan Al-Baghdadi

Syaikh Sulaiman mengatakan bahwa hubungan antara Al Qaeda dan ISIS adalah hubungan antara amir dengan cabangnya. Menurut Syaikh Sulaiman, pendahulu ISIS, Negara Islam Irak (ISI), adalah cabang setia organisasi internasional Al Qaeda. Syaikh Sulaiman juga mengatakan bahwa Al-Baghdadi telah berbai’at (sumpah setia) kepada Syaikh Az Zawahiri, dan ia menolak upaya oleh pemimpin ISIS yang menggambarkan sumpah ini hanya sebagai janji ketaatan kepada pemimpin senior Al-Qaeda.

Syaikh Abu Sulaiman menjelaskan bagaimana Al-Baghdadi dan Negara Islam Irak (ISI), sebelum ekspansi ke Suriah, masuk ke dalam skema organisasi Al Qaeda.

“Al Qaeda membuat rencana dan strategi berdasarkan apa yang kita sebut al Qalim atau daerah,” kata Syaikh Abu Sulaiman. Dan seorang pemimpin dipilih untuk mengawasi daerah masing-masing. Sebagai contoh, Syaikh Nasir al Wuhayshi (amir Al-Qaeda di Semenanjung Arab / AQAP dan general manager Al Qaeda secara keseluruhan) adalah wakil Al Qaeda di Semenanjung Arab, dan Syaikh Abu Musab Abdul Wadud (amir Al-Qaeda di Maghrib Islam / AQIM) adalah wakil di Maghrib. Hal yang sama berlaku untuk semua amir di masing-masing daerah, atau al Qalim,” menurut Syaikh Abu Sulaiman, dan Syaikh Az Zawahiri adalah amir di atas mereka semua.

Amir di masing-masing daerah telah berbai’at untuk Al Qaeda, itulah yang mengikat mereka ke dalam jamaah dan berarti bahwa mereka berjanji setia dalam urusan jihad, karena sumpahlah yang mengikat mereka menjadi satu kesatuan, satu kelompok yang disebut  Al-Qaeda.

Yang mewawancarai beliau, seorang yang berbahasa Inggris dari Jabhah Nusrah, bertanya apakah Syaikh Az Zawahiri adalah benar-benar merupakan amir tertinggi di al-Qaeda? Lalu beliau menjawab, “Adalah hal yang aneh bila mereka semua kebingungan akan hal ini dan pemimpin ISIS tahu betul posisi mereka di Al-Qaeda.”

Melanjutkan penjelasannya tentang Al Qaeda, Syaikh Abu Sulaiman mengatakan ada satu orang yang mengawasi seluruh daerah-daerah yang berbeda ini, orang itu disebut Mas’ul al Qalim. Daerah yang ditetapkan Al Qaeda tidak berdasarkan pada batas-batas yang ditentukan oleh Barat, seperti yang dibuat oleh perjanjian Sykes -Picot, sebaliknya,  itu adalah keputusan murni strategis berdasarkan prinsip-prinsip Islam dan berjalan sesuai dengan pedoman dalam Islam, yang sudah menjadi kebijakan dari Al Qaeda sejak didirikan.” Syaikh Abu Sulaiman menjelaskan.

Hal ini dimaksudkan sebagai bantahan langsung klaim ISIS bahwa Al-Qaeda mengikuti batas daerah (Negara) yang ditetapkan oleh Barat ketika memerintahkan jamaah (ISIS) untuk meninggalkan jihad di Suriah dan kembali ke Irak.

Al-Baghdadi mendapat gelar  Al Qalim Irak, Syaikh Abu Sulaiman mengatakan, namun ia tidak memiliki wewenang untuk mendirikan negara Islam di luar perbatasannya. Setiap pemimpin salah satu daerah Al-Qaeda, atau Al Qalim, memiliki otoritas tertentu. Akan tetapi mengumumkan pembentukan sebuah negara Islam bukanlah salah satu dari wewenang yang dimiliki oleh Al-Qalim (amir daerah).

Syaikh Abu Sulaiman menunjuk ke Shabaab yang merupakan cabang resmi Al Qaeda di Somalia, dan mengatakan bahwa mereka  tidak pernah mendirikan suatu Negara, mereka juga tidak mengumumkan merger (penggabungan) dengan tetangga mereka (Al Qaeda) di Yaman, karena mereka tidak memiliki kewenangan seperti itu. Mereka harus kembali ke Amir Al Qaeda untuk menerima izin tersebut.

Syaikh Abu Sulaiman mengatakan bahwa Shabaab tidak bergabung dengan AQAP meskipun ini akan jauh lebih mudah daripada upaya ISIS untuk melakukan hal yang sama. Di sini, kemungkinan beliau mengarah pada rumor yang muncul yang mengatakan bahwa ISIS akan bergabung dengan AQAP. Hal tersebut tidak akan terjadi. ISIS juga telah berusaha untuk mengumpulkan bai’at (sumpah setia) ke Al-Baghdadi, tetapi hanya sedikit yang telah bergabung sejauh ini. Syaikh Abu Sulaiman mengatakan bahwa keberadaan amir Al-Qaeda yang membuat berbagai pemimpin daerah (Al-Qalim) tidak memberikan bai’at kepada al-Baghdadi, karena amir di tiap daerah (Al-Qalim) memberikan bai’atnya langsung kepada Syaikh Az Zawahiri.

Mediator pertama Al Qaeda

Selama tinggal di Australia, Syaikh Abu Sulaiman dikenal sebagai mujahid pendakwah, tetapi ia tidak secara terbuka dikenal sebagai anggota Al-Qaeda. Video terbarunya menunjukkan bahwa ia telah lama memainkan peran dalam organisasi. Syaikh Abu Sulaiman mengatakan ia adalah mediator pertama antara ISIS dan Jabhah Nushrah. Dan tidak mungkin posisi ini diberikan kepada orang lain kecuali orang itu adalah anggota terpercaya dari Al Qaeda. Syaikh Abu Sulaiman menambahkan bahwa ia bertugas di peran ini bersama-sama dengan saudara dari Iraq yang namanya tidak disebutkan untuk alasan keamanan.

Sampai saat ini, semua upaya mediasi Al Qaeda, termasuk yang dipelopori oleh Syaikh Abu Sulaiman, telah gagal. Tapi Syaikh Abu Sulaiman berpendapat bahwa Jabhah Nushrah bersedia untuk berkompromi dalam penyelesaian masalah ini. Syaikh Abu Muhammad Al Jaulani, amir Jabhah Nushrah, bahkan bersedia untuk bekerja bersama Al-Baghdadi dan ISIS dibawah bendera Al Qaeda di Suriah. Tapi ISIS harus membubarkan jamaahnya, sesuatu yang tidak disetujui oleh Al-Baghdadi.

Awal tahun ini, Syaikh Al Jaulani mengeluarkan ultimatum kepada ISIS bahwa jika ISIS tidak setuju dengan tuntutan Syaikh Al Jaulani itu, maka ini akan memperluas pertikaian antara kelompok. Dan Syaikh Al Jaulani akan mundur, dan Syaikh Abu Sulaiman menjelaskan mengapa? Karena Jabhah Nushrah mematuhi pendapat dan putusan yang diutarakan oleh para masyayikh yang memiliki kredibilitas dalam ilmu Islam, dan mereka mempunyai kedudukan dalam dunia Islam, seperti Syaikh Abu Qatadah, Syaikh Abu Muhammad Al-Maqdisi dan Syaikh Sulaiman Al-‘Ulwan. Dua dari tiga ulama tersebut menyarankan agar Jabhah Nushrah tidak memperpanjang pertempuran dan konflik dengan ISIS, sehingga Jabhah Nushrah hanya menanggapi seperlunya, dan hanya membahas masalah di mana ISIS jelas-jelas melakukan pelanggaran.

Syaikh Abu Qatadah dan Syaikh Al-Maqdisi keduanya dipenjara di Yordania, tetapi mereka secara aktif mengomentari perselisihan antara Jabhah Nushrah dan ISIS. Kedua ulama tersebut telah mengkritik keras ISIS, dan secara terbuka menasihati Jabhah Nushrah tentang bagaimana untuk menangani perselisihan yang sedang berlangsung.

Bahkan setelah berbulan-bulan berperang dan bertikai, Al Qaeda masih ingin mengirimkan ISIS ke pengadilan Syariah (hukum Islam) untuk menyelesaikan perbedaan pendapat dengan kelompok lain. Syaikh Abu Sulaiman mengatakan bahwa saat ini ISIS jelas-jelas menyebabkan keretakan terbesar dalam jihad global sejak jatuhnya kekhalifahan pada tahun 1924, Jabhah Nushrah akan memaafkan pelanggaran ISIS hanya sampai mereka kembali kepada kebenaran dan bersedia untuk menyerahkan diri kepada pengadilan Syariah, tempat di mana mereka bukan hakim dan jaksa.

“Saya yakin bahwa ada banyak saudara (mujahidin) yang baik, baik hati, dan tulus dalam ISIS. Al Qaeda masih menginginkan pertikaian ini diakhiri, tapi ISIS tidak mengindahkannya”, kata Syaikh Abu Sulaiman.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s