Strategi Jamaah Daulah di Syam dan Cara Menghadapinya

STRATEGI JAMAAH DAULAH DI SYAM DAN CARA MENGHADAPINYA

KEUANGAN, SUMBER DAYA MANUSIA DAN WILAYAH KEKUASAAN

 

Untuk menghadapi Jamaah Al Baghdadi ini, kita harus memperhatikan 3 hal diatas yang menjadi penyangga mereka dalam beroperasi dan menguasai suatu wilayah yang lemah. Untuk menghadapi mereka, maka cara yang paling efektif adalah melalui jalan militer terutama setelah konfrontasi pemikiran dan konfrontasi yang bersifat keagamaan sudah tidak ampuh lagi.

Situasi saat ini setelah peperangan selama tiga bulan dengan Jamaah Daulah, mereka terusir secara keseluruhan dari kota Sahil, Idlib, perkotaan di Aleppo, pesisir barat dan utara Aleppo dan sebagian besar wilayah Hama.

Jamaah Daulah memiliki basis markas di Raqqah dan pesisirnya, Hasakah, gurun di Homs dan kawasan gurun Sya’ir di pinggiran Hamah. Terakhir mereka mencoba melakukan penetrasi ke wilayah pesisir Deir Ezzur dan pesisir Damaskus, tetapi di wilayah terakhir hanya ada sekelompok kecil yang mudah diusir.

Jabhah Nushrah masih memfokuskan diri pada pertempuran-pertempuran besar di seluruh wilayah timur Suriah seiring situasi yang relatif tenang di pesisir timur Aleppo. Akan tetapi mujahidin dihadapkan pada posisi yang sulit, antara tekanan dari Pasukan Rezim Nushairiyah dan rongrongan gerombolan Al Baghdadi. Jamaah Al Baghdadi meninggalkan pos perbatasan mereka dan Pasukan Rezim Nushairiyah juga sangat jarang menggempur wilayah mereka. masih ada pertempuran, akan tetapi situasi di wilayah mereka lumayan tenang seperti di kota baru Tabaqah dan seluruh wilayah Raqqah. Mereka akhirnya mengkosongkan daerah tersebut.

Mayoritas pasukan Jamaah Al Baghdadi kini berfokus untuk memerangi mujahidin dan menerapkan strategi organisasi mereka yang bergantung pada ekspansi dan perluasan daerah secara geografis. Itu semua mereka kerjakan dengan target yang jelas dan terperinci.  Prioritas mereka kini adalah ekspansi wilayah dengan memerangi dan membungkam seluruh kelompok-kelompok perlawanan lain yang ada didalam kancah peperangan disertai dengan menyebarkan titik-titik konsentrasi anggota mereka dan serius dalam mengumpulkan sumber daya. Bashar Al Assad adalah urusan belakangan.

Jika kita melihat wilayah yang telah dikuasai oleh Jamaah Al Baghdadi dan juga wilayah yang sedang mereka coba untuk menguasainya, maka itu berkisar pada tiga hal; wilayah yang didalamnya terdapat minyak bumi, wilayah yang berbatasan dengan negara lain dan wilayah yang dilalui oleh konvoi logistik dan bantuan kepada kelompok-kelompok jihad.

Penguasaan wilayah yang terdapat minyak bumi didalamnya bertujuan untuk mengelola sumber daya alam agar dapat memberi pasokan untuk  seluruh operasi-operasi mereka, khususnya setelah sumber daya alam dari luar menipis akibat umat tak lagi percaya kepada mereka. Sedangkan minyak bumi tersebut tinggal sisa-sisa saja.

Pada saat ini, sumber keuangan Jamaah Daulah menipis secara perlahan-lahan dikarenakan semakin meluasnya sebaran pos-pos operasional dan menambah pengeluaran mereka. Jadilah mereka sekarang bergantung pada sumber-sumber pendanaan dari luar.

Minyak bumi: harus dikenakan cukai jika untuk kepentingan jual-beli dan komersil.

Maka dari itu, kalian akan melihat mereka dengan disertai hawa nafsunya bergerak ke arah Deir Ezzur yang dikenal kaya akan minyak bumi, mereka mengerumuninya sebagaimana mereka mengerumuni Hasakah yang juga kaya akan minyak bumi. Kemudian mereka mengirimkan hasil tambang minyak itu ke Raqqah.

Oleh karena itu, kita wajib mempertahankan wilayah-wilayah kaya minyak yang belum dikuasai mereka, dan memperlakukan sebagaimana mestinya yaitu menggunakan sesuai kebutuhan. Minyak bumi yang sudah ada ditangan mereka akan mereka gunakan untuk tujuan mereka, ketika mereka dijerat oleh sifat materialisme maka ketika itulah kemampuan bergerak mereka akan berkurang. Ketika mereka berhasil memperluas sumber daya mereka khususnya minyak bumi, maka ketika itulah mereka bisa bebas bergerak. Oleh karena itu kita wajib menjaganya dari mereka semampu kita. Contoh dari wilayah minyak bumi yang mereka kuasai adalah gurun Sya’ir, mereka dengan gagah berani menjaga wilayah tersebut tetapi mereka akan melarikan diri dari wilayah yang basisnya lebih kuat dari mereka.

Sedangkan yang kedua yaitu menguasai wilayah perbatasan dengan negara lain seperti kota A’zaz, Roi, Boukamal, Jarablus, Tel Abyad dan lainnya, kepentingan mereka adalah untuk mengelola sumber daya manusia yang berasal dari luar Suriah. Karena Jamaah Al Baghdadi sangat jarang berhasil mengelola SDM yang berada di Syam sehingga orang-orang Syam lari dari mereka dan mereka akhirnya tetap mengandalkan orang-orang Iraq dan para muhajirin.

Untuk mengamankan masuknya anggota dari Iraq menuju Syam mereka harus mengamankan wilayah yang berbatasan langsung dengan Iraq sehingga kebutuhan SDM mereka akan tercukupi. Dan untuk mengamankan kedatangan muhajirin dari Turki, maka mereka juga harus menguasai daerah yang berbatasan langsung dengan Turki contohnya Roi, Jarablus, Tel Abyad.

Yang ketiga adalah menguasai jalur pasokan logisitik untuk para mujahidin. Dengan tujuan menjauhkan sumber kekuatan persenjataan dan logistik dari kelompok-kelompok jihad lain sehingga akan melumpuhkan mereka. contohnya adalah dengan menguasai gurun pasir di Homs serta mengepung wilayah Homs dan menutup jalur-jalurnya.

Bahkan mereka menambah konsentrasi mereka dalam menutup jalur logistik yang merupakan jalur terakhir di utara untuk sampai pada kelompok-kelompok jihad di Qalamoun, jalur ini melewati gurun Homs. Kini, seluruh wilayah pesisir Damaskus, Homs dan Qalamoun terputus dari suplai logistik dan amunisi serta berada dibawah bulan-bulanan Hizbullat dari arah selatan dan Da’isy (ISIS) dari arah utara. Hanya kepada Allah kami mengadu.

Ringkasan poin-poin cara menghadapi startegi mereka:

  • Mencegah mereka melakukan perluasan daerah ke arah wilayah yang kaya akan minyak bumi.
  • Menyerang sumber bahan bakar mereka.
  • Mempertahankan wilayah perbatasan dengan negara lain.
  • Mengamankan jalur suplai logistik.

Dengan menjauhkan dan mencegah mereka dari memanfaatkan minyak bumi, maka lumpuhlah asset mereka. Dengan mengembalikan wilayah perbatasan ke pangkuan mujahidin, maka lumpuhlah SDM dan kelogistikan mereka. Dan dengan melindungi jalur suplai logistik mujahidin, maka keseimbangan operasional mujahidin akan terjaga.

Sedangkan pada tingkat menghadapi mereka secara militer, maka kita harus memperhatikan poin-poin berikut ini agar menjadi pertimbangan dalam bertindak:

  • Mayoritas pasukan mereka adalah berasal dari luar Suriah.
  • Jalur pasokan logistik dan aminisi mereka panjang.
  • Penyebaran pasukan mereka luas.

Barangsiapa yang memahami situasi dan kondisi di Syam, maka dia akan memahami letak kesulitan yang dialami oleh Jamaah Daulah dalam hal pengamanan asset SDM mereka di Syam, maka mereka berusaha untuk mengimbangi kekurangan ini dengan menggunakan pasukan pendatang dari luar, khususnya yang non-arab.

Karenanya akan lebih baik seandainya disini para ikhwah yang bertugas di lapangan menyiapkan taktik yang dirancang untuk menguras habis tenaga personal-personal mereka secara intensif. Yaitu dengan menerapkan taktik serangan cepat serta penculikan, ini akan lebih baik daripada pengerahan sejumlah besar pasukan. Apalagi titik sebar pasukan Jamaah Al Baghdadi yang luas dan jalur suplai logistik dan amunisi mereka yang panjang menjadi sebuah kelemahan bagi mereka. Dengan menargetkan konvoi-konvoi mereka dengan penyergapan serta menggunakan senjata peledak portable seperti RPG, maka habislah tenaga mereka dan kemungkinan keberhasilannya lebih tinggi.

Ataupun dengan melancarkan serangan gerilya terhadap wilayah-wilayah mereka serta terhadap rute-rute didalam wilayah kekuasaan mereka, hasilnya akan sama dengan menaklukkan area perbatasan, area ladang minyak bumi serta area yang mengandung sumber daya lain, yaitu menyasar keseimbangan operasional Jamaah Daulah.

Operasi gerilya di wilayah-wilayah mereka dan rute-rute didalam wilayah mereka tidak memerlukan pengerahan pasukan dan persiapan yang besar, cukup dengan beberapa orang atau sekelompok kecil saja hingga tidak mempengaruhi jumlah mujahidin yang sedang bertempur didalam front-front melawan Assad.

Jamaah Al Baghdadi tidak memiliki keraguan dalam menghabisi setiap elemen dari jamaah-jamaah yang netral sekalipun seperti Liwa’ Umar, Jaisy Ahlus Sunnah dan Liwa’ Mu’tah, apalagi terhadap elemen-elemen dari kelompok yang berusaha melawan mereka. Kemarin kami menyaksikan contoh tentang hal ini di Bukamal, mereka membunuh beberapa orang anggota Liwa’ Umar serta Jaisy Ahlus Sunnah wal Qadisiyah yang semuanya berkeberatan untuk memerangi mereka akan tetapi tetap dibunuh oleh Jamaah Daulah.

Kini berdiam diri dan tidak memerangi Jamaah Daulah ini ibarat udara segar bagi kelompok yang tidak takut kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dalam hal menumpahkan darah orang Islam tersebut. Kemarin mereka membunuh seorang anak berumur 11 tahun karena dia sedang berjalan bersama seorang target serangan mereka yang bernama Abu Laits.

Ini adalah ringkasan dan inti dari arahan kami kepada saudara-saudara yang khususnya berada di Wilayah Timur dan pesisir Aleppo :

Strategi operasi Jamaah Al Baghdadi di Syam terfokus pada menguasai :

  • Wilayah kaya minyak (SDA dan ekonomi)
  • Wilayah perbatasan (SDM)
  • Jalur suplai kepada kelompok-kelompok lain (melumpuhkan sendi musuh)

Titik lemah mereka:

  • Lemah dalam masalah perekrutan anggota dari orang-orang Syam, mereka masih bergantung kepada para pendatang khususnya dari Iraq
  • Jalur suplai mereka panjang dan tidak praktis
  • Titik sebar yang luas dibarengi dengan sedikitnya persiapan yang tepat. Ditambah pengeluaran yang makin besar.

Cara ampuh dalam menghadapi mereka:

  • Mencegah mereka dari memperluas daerah kekuasaan ke arah wilayah yang kaya minyak seperti Deir Ezzur
  • Menyerang ladang sumber minyak bumi mereka serta menjauhkan mereka dari menggunakan minyak bumi tersebut
  • Menargetkan wilayah perbatasan dan memperkuat penjagaan disana, hingga melumpuhkan suplai logistik mereka baik personal maupun persenjataan
  • Mengamankan jalur suplai logistik (seperti gurun di Homs dan Hamah)
  • Membentuk satuan operasi kecil khusus pengintaian dan penyergapan
  • Melancarkan pertempuran gerilya secara intensif terhadap wilayah-wilayah mereka dari luar maupun dari dalam, seperti Hasakah dan Raqqah dengan bertujuan menguras habis tenaga mereka serta menargetkan komando mereka tanpa mengerahkan kekuatan yang besar dari front-front pertempuran dengan Pasukan Rezim Nushairiyah
  • Menargetkan jalur suplai mereka yang panjang antara wilayah-wilayah dalam negeri dan antar negara Iraq-Syam dengan menerapkan ambush.

 

Oleh : @DeSilento (Muhammad Ash Shami)

Dirangkai oleh : @safaa159

Diedit oleh : Muqawamah Media


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s