Eksklusif : Pernyataan Berlepas Dirinya 2 (dua) Syaikh Terhadap ISIS

By Muhammad el Fatih on April 23, 2014

 

PERNYATAAN BERPISAH DAN BERLEPAS DIRI

 

“Agar orang yang binasa itu binasanya dengan keterangan yang nyata dan agar orang yang hidup itu hidupnya dengan keterangan yang nyata (pula)”. (Qs. Al-Anfal : 42)

 

Dr. Thariq Abdul Halim dan Dr. Hani As Siba’i

 

Segala puji bagi Allah, shalawat serta salam kepada Rasulullah SAW, kepada keluarga dan para sahabatnya. Amma ba’du, Allah berfirman di dalam Al Quran :

“Sebenarnya Kami melontarkan yang hak kepada yang bathil lalu yang hak itu menghancurkannya, Maka dengan serta merta yang bathil itu lenyap. dan kecelakaanlah bagimu disebabkan kamu mensifati (Allah dengan sifat-sifat yang tidak layak bagi-Nya)”. (Qs. Al-Anbiya : 18)

Pendahuluan yang perlu kami kemukakan

Dengan Taufiq dari Allah semata, kami yang bertanda tangan dibawah ini Dr. Thariq Abdul Halim dan Dr. Hani As Siba’i menyatakan bahwa kami tidak bergabung dengan satu jamaah pun seperti Jamaah Daulah, Al Qaeda, Jabhah Nushrah, Ahrar Sham atau jamaah-jamaah lainnya, baik secara langsung maupun tidak langsung. Kami juga memperingatkan bahwa berlepas dirinya kami dari kelakuan dan tindak-tanduk jamaah tertentu janganlah dipahami dengan bergabungnya kami pada suatu jamaah tertentu (yang menyelisihi jamaah tersebut), apalagi jamaah-jamaah jihad di Syam. Maka dengan ini kami katakan :

Kami telah berusaha keras untuk memediasi seluruh pihak yang berselisih, kami juga mencoba dengan segenap kemampuan yang ada pada diri kami untuk memperbaiki keretakan antar mereka dan berusaha agar perdamaian dapat tercapai. Kami juga menyodorkan proyek rekonsiliasi untuk permasalahan yang mereka hadapi. Akan tetapi sangat disayangkan bahwa pada akhirnya kami menyadari bahwa syetan telah muncul di medan jihad Syam, ia membuat fitnah dan kejahatan,serta menembakkan busur-busurnya hingga timbullah peristiwa-peristiwa yang kelam.

Kami pun menunggu dan mendiamkan sejenak urusan bumi Syam, namun semua orang menjadi muak terhadap  kami! Dimana beberapa orang berpikir bahwa hawa nafsu membuat kami selalu memihak terhadap jamaah tertentu, jamaah yang kami selalu meng-counter kezhaliman yang menimpanya. Hanya Allah yang tahu betapa banyak desakan yang datang kepada kami dari berbagai pihak, akan tetapi kami memilih berpegang teguh kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, membekali hati kami dengan sabar, berdoa kepada Allah agar menyatukan barisan mujahidin dan agar memadamkan api fitnah diantara mereka. Namun Allah memiliki kehendak sendiri terhadap makhluk-Nya, kami dikagetkan dengan sebuah pukulan, yaitu sebuah pernyataan yang datang dari seorang juru bicara resmi Jamaah Daulah. Maka kami merasa berkewajiban untuk tidak tinggal diam, kesabaran kami ada batasnya!

Berdasarkan pendahuluan diatas, dengan ini kami menyatakan sikap sebagai berikut :

  1. Yayasan media Al Furqan milik Jamaah Daulah pada hari Jumat 18 Jumadits Tsani 1435 H/18 April 2014 M mengeluarkan statement resmi berjudul “Bukan Seperti Ini Manhaj Kami” yang dibacakan oleh jubir Jamaah Daulah. Ia mencerca dan menghujat kebijakan yang dipilih oleh para pemimpin jihad, yang kami menganggap bahwa mereka tidaklah berubah dan melenceng. Mereka masih terus bertambah kuat dan masih terus membabat para thaghut internasional, baik arab maupun non-arab.
  2. Sang jubir Jamaah Daulah ini muncul kemudian mencela, celaannya didasari pada perasaan fanatik terhadap hawa nafsu para pemimpinnya. Sangat disayangkan mengetahui bahwa ia menyerah pada kehendak para pemimpin Jamaah Daulah, yang menghasutnya untuk menghujat kebijakan yang telah dipilih oleh kepemimpinan Al Qaeda. mereka adalah para pemimpin dan syaikh yang sudah dikenal sebagai orang-orang shaleh pada zaman ini.
  3. Sesungguhnya statement Jamaah Daulah ini pada dasarnya adalah sebuah ancaman perang yang mencelakakan antar sesama mujahidin. Kami tak pernah membayangkan bahwa Jamaah Daulah berubah menjadi jamaah yang ghuluw dan ekstrim, sifat ini merasuk kedalam pikiran para pemimpinnya dan ditularkan kepada para pendukung dan pengikutnya.
  4. Setelah berusaha berbulan-bulan untuk menyatukan kembali barisan mujahidin dan menghilangkan kebingungan diantara mereka, akhirnya kami menyadari –Allah menjadi saksi—bahwa kami tidak mendapatkan didalamnya kecuali perdamaian yang direkayasa dan pemanis bibir belaka, karena yang terjadi di sana adalah justru sebaliknya.
  5. Dengan wawasannya, Syaikh Dr. Ayman Azh Zhawahiri melihat bahwa Jamaah Daulah menyimpang dari manhajnya. Maka pada tanggal 13 Rajab 1434 H / 23 Mei 2013 beliau memutuskan kepada Jamaah Daulah untuk menarik mundur pasukannya ke Iraq kemudian mempertimbangkan lagi masalah ini. Akan tetapi Jamaah Daulah menolak keputusan ini dengan pembangkangan dan cara yang tidak benar, bahkan mereka mulai melakukan pencemaran nama baik dan pemutarbalikan fakta terhadap syaikh mereka sendiri, Syaikh Dr. Ayman Azh Zhawahiri.
  6. Kemudian nampaklah sesuatu yang tersembunyi dan tersingkaplah kebenaran, Allah membuktikannya dengan memperdaya sang jubir Jamaah Daulah tanpa ia sadari, serta merta Allah mengganti keraguan kami dengan keyakinan. Allah menampakkan kecamuk isi hatinya yang dipenuhi oleh sikap ghuluw dan penyimpangan. Maka datanglah bencana menimpa Al Adnani karena kelancangannya mengumumkan perang kepada seluruh mujahidin yang tidak bergabung dengan jamaahnya, jamaah yang menyamai sifat kaum khawarij dalam menumpahkan darah mujahidin yang didasarkan pada ta’wil yang keliru dan syubhat yang konyol. Mereka memiliki kesenjangan sifat dengan kaum khawarij pada zaman dahulu, yaitu tidak memiliki keberanian, keilmuan yang mumpuni, kepandaian berbicara dan martabat sebanyak yang dimiliki kaum khawarij. Namun mereka menyamai khawarij dalam sikapnya yang paling buruk, yaitu menghalalkan darah kaum muslimin. Mereka juga menyamai sekte Qaramithah, Ismailiyah, Hasasin dalam menebar ketakutan dan ancaman pembunuhan serta menebar kekacauan di dalam negeri muslim. Sekte-sekte tersebut membunuhi para khalifah dan sulthan seperti Khalifah Al Mustarsyid Billah, Khalifah Ar Rasyid, Wazir Nizhamul Mulk As Saljuqi, Sulthan Alib Arselan dan Imaduddin Zanki. Mereka juga melakukan beberapa kali percobaan pembunuhan terhadap Nuruddin Zanki dan Shalahuddin Al Ayyubi, serta membunuhi para ulama dengan kejam.
  7. Ini adalah jamaah takfiriyah yang berlindung di balik gaung kampanye Al Wala’ wal Bara’. Jamaah yang menuding bahwa opsi mujahidin dan para ulama adalah bid’ah, fasiq, sesat dan kufur dengan alasan yang lemah. Ini membuktikan bahwa Jamaah Daulah memiliki sifat yang sama dengan para musuh ahlus sunnah wal jamaah dari Haruriyyin (khawarij), Syiah dan Qaramitha. Walaupun belum tentu Jamaah Daulah menyamai semua sifat Khawarij dan Qaramithah, namun diantara ketiganya sama-sama mudah mengkafirkan kaum muslimin dan para pembesar mujahidin dengan cara yang tidak benar dan menginjak kehormatan orang yang tak bersalah dengan menggunakan interpretasi atau penafsiran yang konyol serta mendasarkannya pada khayalan mereka yang sakit dalam urusan aqidah.
  8. Perkataan dari sang jubir Jamaah Daulah adalah perkataan yang konyol! Para ahli ilmu baik itu Syaikh maupun pelajar dan rata-rata kaum muslimin tak akan terkecoh dengannya kecuali orang-orang awam yang jahil. Mereka terlena dengan perkataan-perkataannya yang membara serta hashtag-hashtag buatan di twitter.
  9. kami sudah berkali-kali menasehati Jamaah Daulah dan orang-orang lain juga sudah melakukannya, baik secara tersirat maupun tersurat untuk berhati-hati terhadap sikap ghuluw para pendukungnya, orang-orang itu mengatakan bahwa kemungkinan mereka adalah susupan dari RAND Corporation, atau intelejen saudi yang sedang ingin memangsa Daulah. Namun Daulah tak mampu mengatasi mereka yang menyimpang, kami lalu bertanya-tanya dan kini kami mengerti bahwa pemimpin Jamaah Daulah adalah sumber aib tersebut, dia bersikap ghuluw dan selalu berupaya menjaga retorika. Jadi kesalahan tak hanya ada pada pendukungnya saja. Maka benarlah ungkapan syair : “awal yang buruk akan menghasilkan akhir yang buruk pula”.
  10. Jamaah Daulah ingin mengkudeta sebuah jamaah yang sudah mapan, jamaah yang membingungkan kaum salibis dan zionis selama hampir seperempat abad. Jamaah Daulah ingin menggoyang Al Qaeda dengan bermodalkan khayalan dan ilusi serta mereka memahat kuil kemudian mereka namakan dengan nama “Daulah”, walaupun hasilnya jauh dari kenyataan, namun mereka tetap bermain-main dengan pahatan mereka tersebut sambil tenggelam dalam euforia bersama-sama masyarakat awam. Mereka sedang bercanda dengan cita-cita daulah mereka itu.

Seperti menanduk batu besar dan ingin menghancurkannya…

maka  tak bergeming lah sang batu dengan tanduk rusa kecilnya itu…

  1. Jubir Jamaah Daulah berkata : “Sesungguhnya jamaah Al Qaeda pada hari ini menyetujui demokrasi dan perjanjian damai, mereka mambantu pemerintahan ikhwan di mesir, mereka berteman dengan shahawat, majusi dan hindu, mereka juga menjalankan revolusi sekuler!”. Ya Allah, sungguh kami bersaksi bahwa ini adalah fitnah dan kebohongan, bahkan mereka bermain kotor dalam pertikaan.
  1. Kami ulangi dan tegaskan sekali lagi bahwa walaupun kami tidak bergabung dengan jamaah apapun, akan tetapi kami melihat bahwa perkataan ini adalah takfir terselubung atau bahkan mungkin terang-terangan terhadap jamaah Al Qaeda beserta amirnya Syaikh Dr. Ayman Azh Zhawahiri.
  1. Bahkan Al Adnani terus-menerus menfitnah dan menuduh Syaikh Dr. Ayman Azh Zhawahiri dan para petinggi Al Qaida serta para pendukung mereka, dia berkata: “Akan tetapi ini adalah tentang permasalahan agama yang lebih urgen, ini adalah tentang manhaj mereka yang telah melenceng, manhaj yang telah berubah hingga tidak ada lagi pembahasan tentang millah Ibrahim, tak ada lagi pembahasan tentang mengkufuri thaghut serta berlepas diri dari para pengikutnya dan memerangi mereka, manhaj yang mempercayai perdamaian, bergerak atas dasar keinginan mayoritas manusia, manhaj yang malu untuk menyebutkan kata Jihad dan Tauhid, manhaj yang mengganti kata-katanya dengan istilah revolusi, kerakyatan, kebangkitan, perjuangan, Republik dan advokasi”.

Kami katakan : Bukankah ini menyerupai Antar Az Zawabiri (takfiriyun dari Al Jazair, pent) dalam fikrahnya, ghuluwnya, tikaman dan takfirnya kepada para mujahidin serta pembunuhannya terhadap komandan mujahidin pilihan?! Hanya saja ia berada di Syam dan bernama Al Adnani, orang egois ini menganggap bahwa Syaikh Dr. Ayman Azh Zhawahiri dan para pemimpin jihad menyelisihi millah Ibrahim ‘Alaihis Salam dan tidak lagi mengkafirkan thaghut. Arti dari perkataan Al Adnani ini jelas : Siapa yang tidak mengakfirkan thaghut, maka dia kafir!

  1. Seperti inilah dia, dengan mudahnya menggaungkan fitnah dan kebohongan bahwa para petinggi Al Qaeda dan syaikh Azh Zhawahiri tidak mengkafirkan thaghut dan menyelisihi millah Ibrahim! Tentu setelahnya para pasukan sabotase, pasukan bersenjata Jamaah Daulah beserta sel-sel tidur mereka akan melaksanakan perintah dari “Zawabiri” Jamaah Daulah tersebut dan memerangi Jabhah Nushrah dan jamaah-jamaah jihad lainnya karena mereka semua telah kafir dan murtad! Karena mereka tiidak mengkafirkan thaghut berdasarkan fitnah dan kebohongannya!
  1. Walaupun kita mengetahui bahwa Syaikh Dr. Ayman Azh Zhawahiri dan para petinggi Al Qaeda berada diatas kebenaran dan tidak lah mereka berdiri kecuali untuk mengkufuri thaghut dan memegang Syariat Islam hingga agama Allah sajalah yang tersisa di muka bumi. Akan tetapi “Zawabiri” dari Syam datang sembari menunggangi kudanya bernama hawa nafsu, dia telah kehilangan jalan petunjuk. Mulailah ia menghembuskan fitnah yang menjalar dengan cepat kedalam tubuh para anggota Daulahnya. Yang menjadi permasalahan adalah bahwa para pemula yang baru belajar agama membenarkan ucapan sesat “Zawabiri” dari Syam dengan maksud menerapkan kaedah “jadilah beda, maka anda akan terkenal”. Mereka juga mengetahui apabila mereka hidup bersama orang-orang besar maka mereka akan tetap kerdil, oleh karena itu mereka memilih bergabung dengan para pembuat onar dan orang-orang yang terkena kekeliruan dalam pemahamannya. Mereka mengira bahwa orang bodoh itu adalah orang-orang tua saja, segala puji bagi Allah yang menyelamatkan kami dari ujian seperti itu.
  1. Apakah ini perkataan yang layak bagi seorang yang mengaku kepada kaum muslimin bahwa dia adalah juru bicara resmi bagi Jamaah Daulah? Apakah ini hanya perkataan yang tak berarti dari seorang anak muda yang membicarakan sesuatu berdasarkan fanatisme belaka? Perkataan yang berusaha untuk memecah barisan jihad, barisan yang dianggap sebagai musuh bersama bagi seluruh thaghut arab maupun non arab!
  1. Dan semoga menjadi kebaikan bagi mujahidin, ketika ada sebuah golongan yang tidak berhasil dalam menapaki aqidahnya yang yang bid’ah lalu mereka mengeluarkan keputusan final, keputusan untuk memerangi seluruh kaum muslimin hingga tak tersisa satupun darinya. Manhaj dan dakwah mereka sama dengan kaum Haruri, dan akan berakhir sama seperti Haruri Insya Allah, jika mereka belum bertaubat dan kembali kejalan yang benar dan kembali kepada sunnah Rasulullah SAW.
  1. Sesungguhnya pandangan politik Jamaah Daulah, sebagaimana yang telah nampak jelas setelah mereka mencoba menyembunyikannya dalam waktu yang lama, adalah sama dengan pandangan politik milik sekte Khawarij, Qaramithah dan Hashashin dahulu, yaitu membunuhi kaum muslimin, menghalalkan darah yang telah Allah haramkan untuk ditumpahkan kecuali dengan sebab dan alasan yang benar. Mereka tidak ragu dalam membunuh anak-anak, orang tua dan para wanita berdasarkan pandangan mereka, dengan alasan bahwa orang-orang tersebut adalah kafir dan murtad
  1. Mereka menggaungkan syiar “sesungguhnya hukum itu adalah milik Allah semata” dan menyangka bahwa mereka berada diatas kebenaran dan semua orang berada diatas kebathilan. Manhaj dan dakwah mereka sama, dan akan berakhir sama dengan kaum khawarij, Insya Allah. Mereka tidak mengambil pelajaran atas akibat yang diderita oleh orang-orang bid’ah seperti mereka.
  1. Mereka berlindung dibalik nama besar Syaikh Usamah bin Laden Rahimahullah dan mengklaim berada diatas manhaj beliau, sedangkan Syaikh Ayman Azh Zhawahiri telah melenceng dan berubah dari manhaj beliau. Mereka pura-pura lupa bahwa sesungguhnya Syaikh Usamah pernah memuji Revolusi musim semi arab pada ceramah audionya yang terakhir, beliau menyebutnya sebagai peristiwa bersejarah yang dahsyat. Seluruh umat bergabung dan bersuka cita didalam negeri yang ber-revolusi. Beliau memuji Revolusi di Tunisia dan Negara lainnya. Beliau juga mengusulkan pembentukan sebuah dewan konsultasi yang berkhidmat untuk para revolusioner yang terancam oleh keganasan gejolak revolusi. Dan untuk mewujudkan mimpi mereka, sebagaimana yang beliau katakan, dan membantu warga Negara lain untuk mengobarkan revolusi.
  1. Apakah syaikh usamah merubah manhaj dan melenceng wahai orang-orang yang berlindung dibalik jubah Usamah? Agar orang-orang yang masih mempunyai sisa-sisa akal dari jamaah pembangkang dan pemfitnah mujahidin mendengarkannya, jika mereka ingin menyelamatkan kulit mereka dari api neraka. Jika mereka merasa panas dengan stigma ‘anak keturunan ibnu muljam’, maka ketahuilah bahwa antara ibnu muljam dan mereka tak ada perbedaan yang jauh.
  1. Syaikh usamah tidaklah mengkafirkan kaum muslimin, begitu juga penggantinya, Syaikh Ayman Azh Zhawahiri. Jika kalian, orang-orang yang keluar dari sunnah Rasulullah, dan mengikuti jalannya antara Az Zawabiri dan Abdurrahman Az Zaituni, maka nasib jamaah kalian tak akan jauh berbeda dengan nasib Jamaah Islamiyah Al Musallahah Al Jazair. Dan juga jamaah Syukri Mushthofa di Mesir.

Berdasarkan hal diatas,

Maka kami mengumumkan bahwa sesungguhnya kami telah berbara’ dari perbuatan dan kelakuan jamaah ini, yaitu jamaah yang menamakan dirinya sebagai Daulah Islamiyah Fil Iraq wa Syam beserta para pemimpinnya selama mereka semua belum bertaubat. Kami juga memperingatkan kepada para pemuda baik mujahidin maupun yang bukan, untuk berhati-hati dengan pemikiran dan manhaj mereka. Karena tak ada yang akan memahami pemikiran mereka kecuali orang-orang yang telah faham terhadap pemikiran serta kelakuan sekte-sekte yang aqidah nya menyimpang seperti Khawarij dan Qaramithah. Kami berani berkata bahwa mereka adalah orang-orang yang telah disebutkan nabi dalam hadits :

عَنْ أَبِي سَعِيدٍ الْخُدْرِيِّ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَنَّهُ قَالَ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ يَخْرُجُ فِيكُمْ قَوْمٌ تَحْقِرُونَ صَلَاتَكُمْ مَعَ صَلَاتِهِمْ وَصِيَامَكُمْ مَعَ صِيَامِهِمْ وَعَمَلَكُمْ مَعَ عَمَلِهِمْ وَيَقْرَءُونَ الْقُرْآنَ لَا يُجَاوِزُ حَنَاجِرَهُمْ يَمْرُقُونَ مِنْ الدِّينِ كَمَا يَمْرُقُ السَّهْمُ مِنْ الرَّمِيَّةِ يَنْظُرُ فِي النَّصْلِ فَلَا يَرَى شَيْئًا وَيَنْظُرُ فِي الْقِدْحِ فَلَا يَرَى شَيْئًا وَيَنْظُرُ فِي الرِّيشِ فَلَا يَرَى شَيْئًا وَيَتَمَارَى فِي الْفُوقِ

“Akan ada suatu kaum yg berada ditengah-tengah kalian & kalian akan meremehkan shalat kalian bila melihat shalat mereka, begitu juga dgn shaum kalian jika melihat shaum mereka, serta amal kalian jika melihat amal mereka. Akan tetapi, mereka membaca Al Qur`an, namun bacaan mereka tak sampai melewati batas tenggorokan, mereka keluar dari Din, sebagaimana meluncurnya anak panah dari busurnya. Ia melihat pada ujung panahnya, namun ia tak mendapatkan sesuatu, kemudian melihat pada lubangnya, juga tak menemukan sesuatu, lalu ia melihat pada bulunya juga tak melihat sesuatu. Ia pun saling berselisih akan ujung panahnya”. [HR. Bukhari No.4670]

Wahai para mujahidin umat dan para pemuda, yang mengetahui tentang aqidah yang murni, dan tidak keluar darinya menuju kancah demokrasi dan revolusi yang syirik serta tidak berteman dengan orang-orang kafir, jauhilah sikap ghuluw! Waspadalah dari para pelakunya, karena sesungguhnya mereka adalah tukang khianat dan fitnah, mereka membunuhi orang-orang Islam dan membiarkan para penyembah berhala. Janganlah kalian termakan omongan mereka yang sempurna, yang jika mereka berkata, maka kamu akan mendengarkan perkataan mereka.

Demi Allah jikalau kalian mendengar pidato dari seorang khawarij yang bernama Qathari bin Fujaah, sungguh Al Adnani tidak ada apa-apanya dibandingkan Qathari dalam kelihaian berbicara dan bersyair. Jikalau Najdah bin Amir atau Nafi’ bin Al Azraq, Syaudzab Al Khariji dan pembesar khawarij lainnya berkata kepada kalian, sungguh kalian akan menganggap bahwa diri kalian sudah berada di atas jalan kebid’ahan dan keluar dari jalan sunnah.

Sebagai penutup, kami menyerukan kepada pemimpin Jamaah Daulah agar bertaubat kepada Rabbnya dan memenuhi tuntutan hukum syar’i atas kezhaliman yang telah didakwakan kepada mereka. Jika terdapat kezhaliman yang telah dilakukan maka tunduklah kepada putusan mahkamah syariat sebagaimana yang telah diwasiatkan oleh Syaikh Ayman Azh Zhawahiri di dalam rilisan audionya baru-baru ini “Antara Kepedihan dan Harapan”.

Akan tetapi jika mereka tetap bersikeras menolak, maka sungguh darah orang-orang tak bersalah yang tumpah di negeri Syam adalah menjadi beban mereka dan para pengikut manhaj mereka. Sedangkan tentang kebijakan kalian yang menerapkan starategi sabotase terhadap ahli tauhid dan komandan mujahidin lalu memotong-motong anggota tubuh anak dan istri mereka, maka strategi ini akan menyeret para pelaku sabotase tersebut kedalam kematian dan neraka jahannam, dengan izin Allah!

Jika kalian sedang berusaha meraih kemaslahatan dalam jihad sebagaimana dalih kalian,  dengan cara membunuhi para komandan jihad, maka :

“Sesungguhnya Allah tidak akan membiarkan terus berlangsungnya pekerjaan orang-yang membuat kerusakan”. (Qs. Yunus : 81)

Kami juga mengajak kepada semua orang yang ikhlash dari para ahli ilmu dan masyayikh dimanapun mereka berada, untuk melaksanakan kewajiban mereka yaitu menjelaskan tentang bencana yang sedang terjadi di Syam, dan berlepas diri dari perkatan dan perbuatan Jamaah Daulah serta manhajnya.

Ya Allah, berilah petunjuk kepada para pemimpin Jamaah Daulah, kembalikanlah mereka ke jalan yang benar, jadikanlah mereka menurut untuk bertaubat dan tunduk kepada hukum Allah, jadikanlah mereka pemelihara darah para ahli tauhid dan komandan-komandan jihad.

Ya Allah, jikalau mereka tidak menurutinya disebabkan hidayah, maka perlihatkan kepada kami keajaiban kemampuan-Mu dan istirahatkanlah kaum muslimin, jihad dan mujahidin dari keburukan mereka, karena sikap ghuluw mereka, tikaman mereka dan penyimpangan mereka tidak menambahkan apapun bagi kaum muslimin kecuali kerugian. Mereka tak akan menghasilkan apapun di dunia ini kecuali pembangkangan. Sebuah sifat yang mampu memenuhi dunia ini dengan kerusakan dan marabahaya.

 

Bukankah kami telah menyampaikan?! Ya Allah saksikanlah..

 

Dr. Hani As Siba’i                                                                    Dr. Thariq Abdul Halim

 

Wasekjen Aliran Sunni Mesir                                                        Sekjen Aliran Sunni mesir

Kepala Institut Al Maqreze

 

Sabtu 19 Jumadil Akhir 1435 H / 19 April 2014 M

 


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s