Fakta-Fakta Gelap ISIS

Oleh : Syaikh Abu Ahmad, mujahid yang telah berjihad di Khurosan, Irak dan sekarang berjihad di Syam (teman dekat Syaikh Abu Mus’ab Az Zarqowy).
Telah dikaji ulang dan diedit oleh : Syaikh Abu Tholhah Malik Ihsan Al ‘Utaibi
Dulu saya berada di Al Qoi’idah, setelah itu saya berbaiat kepada Abu Umar Al Baghdadi rohimahulloh, setelah itu Abu Bakar Al Baghdadi, dan dulu saya membela dan mendukungnya. Namun setelah saya masuk Syam, Alloh menyingkapkan jati dirinya kepada saya.
Oleh karena itu saya kembali kepada jamaah saya yang asli, yakni Al Qo’idah. Dan saya akan mempublikasikan apa yang saya ketahui tentang orang yang keji ini beserta para pendukungnya. Karena demi Alloh kelompok mereka itu bukanlah Daulah, akan tetapi kelompok mereka ini hanyalah gerombolan mafia yang memiliki misi untuk menggagalkan jihad di Syam.
Dan barangsiapa menuduh saya ini berdusta, maka tunggu saja karena esok hari itu tidaklah lama bagi orang yang mau menunggu. Karena saya memiliki hal-hal yang tidak menyenangkan buat kalian wahai para durjana Daulah Baghdadi, karena kalian telah melakukan pembunuhan dan kalian terlibat dalam menumpahkan darah saudara-saudara kami kaum Anshor di Syam dan Irak.
1. Segala puji bagi Alloh, shalawat dan salam semoga senantiasa terlimpahkan kepada Rosululloh. Dengan pertolongan Alloh, saya mulai penulisan ini tentang awal keberangkatan saya menuju ke medan jihad dan bagaimana saya bergabung dengan Jamaah Tauhid wal Jihad. Dan saya akan memperinci cerita setelah itu.
2. Menjelang tahun 2000 saya bergabung dengan Al Qo’idah – semoga Alloh memuliakannya – dan saya berangkat ke Khurosan kemudian menetap di sana sampai peristiwa 11 September yang penuh berkah itu.
3. Setelah peristiwa 11 Sepetmber kami meninggalkan pos-pos kami, dan saya adalah termasuk salah satu dari 10 ikhwah yang masih hidup pada peristiwa bandara Kandahar, Afghanistan, karena semua ikhwah yang bersama kami terbunuh dan kami sendiri mengalami luka berat.


4. Kamipun berhasil mendapatkan pertolongan pertama di Afghanistan kemudian setelah itu dievekuasi ke rumah sakit Pakistan dan kami tinggal di sana beberapa saat, sebelum kemudian datang perintah kepada kami agar masuk ke Baluchistan, Iran untuk melanjutkan pengobatan di sana kerena di sana lebih aman.
5. Syaikh Abu Mush’ab Az Zarqowi keluar dari Afghanistan menuju Kurdistan, Irak bersama sejumlah ikhwah yang pada saat itu beliau belum berbaiat kepada Al Qo’idah dan juga belum membentuk Jamaah Tauhid Wal Jihad.
6. Sampai saat itu saya belum bergabung dengan Syaikh Abu Mush’ab Az Zarqowi rohimahulloh dan saya hanya ikut Al Qo’idah saja. Setelah saya masuk Baluchistan, Iran, saya tertangkap bersama dengan beberapa ikhwah yang di antaranya adalah: Muwahhid Al Mishri.
7. Beberapa bulan setelah kami ditangkap, sedangkan kami tidak memiliki dokumen identitas, pemerintah Iran memalsukan passport Irak buat kami, kemudian kami dikirim ke Malaysia karena mereka tidak mau berurusan dengan kami.
8. Beberapa saat setelah kami di sana kami berhasil menjalin hubungan dengan para ikhwah dan kamipun kembali ke Iran akan tetapi dengan menggunakan passport palsu lain lagi. Sampai di Iran kami mendapatkan passport baru lagi untuk kami gunakan bepergian.
9. Setelah itu kami berangkat ke Irak sebelum terjadi serangan Amerika dan kamipun masuk Kurdistan tempat Anshorus Sunnah pada saat itu. Ketika itu Syaikh Asy Syafi’i fakkallohu asroh telah memisahkan diri dari Mulla Fatih Krekar Amir Jamaah Anshorul Islam.
10. Kamipun bergabung dengan Syaikh Abu Mush’ab Az Zarqowi yang pada saat itu beliau telah memulai pembentukan cikal bakal Jamaah Tauhid Wal Jihad sebelum terjadi serangan Amerika, karena beliau sudah yakin bahwa Amerika bakal menyerang Irak sehingga beliau melakukan persiapan.
11. Kamipun mulai melakukan pelatihan dan persiapan sambil terus melanjutkan proses penyembuhan luka-luka yang kami bawa dari Afghanistan sebelumnya. Setelah itu kami keluar dari Irak atas perintah Syaikh Abu Mush’ab Az Zarqowi untuk menjalankan program di beberapa Negara sekitar sebagai penghubung.
12. Serangan Amerika terhadap Irakpun dimulai. Selanjutnya mulailah Sang Singa Tauhid Abu Mush’ab Az Zarqowi menggempur istana-istana kekafiran dari hari kehari. Setelah itu Syaikh Abu Mush’ab Az Zarqowipun mendeklarasikan Jamaah Tauhid Wal Jihad dalam sebuah pesan resmi, selanjutnya semakin kokohlah lengannya.
13. Kemudian Syaikh Abu Mush’ab berfikir untuk bergabung dengan Al Qo’idah – semoga Alloh memuliakannya – dan meminta pendapat majelis syuronya. Program ini berjalan melalui proses tukar fikiran dan surat menyurat dengan Syaikh Usamah rohimahulloh untuk mendiskusikan masalah ini dengan beliau. (–bersambung insyaaAllah–)
14. Keuangan Syaikh Abu Mush’ab Az Zarqowi – Jamaah Tauhid Wal Jihad – mengalami kesulitan seiring dengan meningkatnya pemboikotan para donatur Jazirah Arab kepada Jamaah Tauhid Wal Jihad, sehingga terpaksa Syaikh Abu Mush’ab Az Zarqowi menyegerakan baiat.
15. Setelah Syaikh Abu Mush’ab Az Zarqowi berbaiat dengan Al Qo’idah para ikhwah Al Qo’idah di Irak bergabung dengan jamaah barunya sehingga kami menjadi satu jamaah, dan kita memiliki jaringan di beberapa Negara sekitar.
16. Pada masa-masa itu — masa Syaikh Zarqowi — jamaah kami sangatlah sulit disusupi bagi para intel, baik yang berasal dari dalam Irak maupun dari luar Irak. Karena pada saat itu para komandan jihad itu telah dikenal asal-usulnya dan kelebihan-kelebihannya.
17. Di mana setiap hari dilakukan hukuman mati kepada informan (penyusup) lantaran sejak dini kedoknya ketahuan, yang selalunya pada saat itu terjadi di tingkat anggota, bukan di tingkat komandan ataupun amir. Karena pada saat itu para amir itu adalah orang-orang yang terpercaya dan memiliki kelebihan-kelebihan, aqidah, kepribadian dan asal-usul yang diketahui.
18. Sekarang saya akan bercerita tentang kejadian terbunuhnya Syaikh Abu Mush’ab Az Zarqowi dan bagaimana kronologi terbentuknya Daulah Islam Irak, bagaimana ia mulai disusupi dan sampai tingkat mana penyusupan itu terjadi.
19. Beberapa saat setelah Amir kita Abu Mush’ab Az Zarqowi berbaiat kepada Syaikh Usamah bin Ladin — semoga Alloh merahmati beliau berdua —, Syaikh Abu Mush’ab Az Zarqowi terbunuh lantaran pengkhianatan seseorang asal Irak yang tertangkap ketika ia berobat.
20. Saya akan ceritakan secara singkat saja kronologi terbunuhnya Syaikh Abu Mush’ab Az Zarqowi karena ini bukan inti dari pembahasan kita, selain itu kami juga telah banyak berbicara mengenai masalah tersebut dan telah selesai. Juga telah dilakukan qishosh terhadap orang murtad yang membocorkan keberadaan beliau. Kemudian setelah Syaikh Abu Mush’ab Az Zarqowi digantikanlah oleh Syaikh Abu Hamzah Al Muhajir.
21. Setelah Abu Hamzah Al Muhajir menggantikan, beliau bekerja tidak sebagaimana manhaj Syaikh Zarqowi dari sisi keamanan, struktur dan pembagian kelompok. Beliau bekerja sebagaimana layaknya kelompok yang memiliki kekuatan dan kekuasaan.
22. Setelah itu Syaikh Al Muhajir berbaiat kepada Syaikh Abu Umar Al Baghdadi dengan cara yang aneh yang mana beliau adalah orang yang belum pernah dikenal sebelumnya dalam Jamaah baik sebagai komandan besar maupun komandan kecil, akan tetapi dia hanyalah seorang yang biasa-biasa saja.
23. Al Baghdadi I adalah orang biasa dan bukan komandan. Makanya semua orang heran terhadap Abu Hamzah Al Muhajir ketika ia membaiatnya, padahal apa yang menjadikannya rohimahulloh layak untuk itu?
24. Berikut surat Syaikh Abu Sulaiman Al ‘Utaibi, Qodli Daulah saat itu yang menjelaskan tentang kondisi mereka, sebelum belum beliau melarikan diri dari Daulah ke Khurosan lantaran beliau diburu untuk dibunuh. Ada di alamat ini
http://justpaste.it/do3r
25. Setelah Daulah diproklamasikan dan dibaiat, berbagai macam orang yang baik maupun yang buruk masuk Daulah dan banyak kelompok Irak yang berbaiat kepadanya. Dan banyak di antara mereka yang masuk karena mencari jabatan atau untuk melakukan penyusupan kepada Daulah — dan ini yang paling penting.
26. Maka banyak para perwira desertir tentara Ba’ats Irak yang menampakkan diri bertaubat masuk Daulah. Padahal pada diri mereka masih ada sisa-sisa pemikiran Ba’ats baik mereka sadar atau tidak.
27. Selain banyak juga kelompok Al Jaisy Al Islami dan Brigade Tsauroh Al ‘Isyrin yang bergabung. Dan di antara mereka ada yang bergabung Daulah atas perintah dari Saudi, dari Suriah, perintah dari ‘Izzat Ad Duri dan Abu ‘Ali Al Kholili.
28. Abu Ali Al Kholili dulunya adalah seorang perwira pada kelompok-kelompok Palestina di Irak pada era Saddam Husen. Setelah ia kembali ke Suriah ia menjalin hubungan dengan intelejen keamanan nasional Suriah untuk menjalankan missi di Irak.
29. Akibat penyusupan-penyusupan yang sangat mencolok dan perasaan sebagai Daulah yang memiliki kekuasaan serta gaya interaksi dengan kelompok-kelompok lain yang dibangun atas persepsi ini, maka seluruh duniapun bangkit mengeroyok kami dan mulailah muncul shohawat.
30. Shohawat adalah sebuah sebutan untuk semua yang memerangi kami, baik muslim maupun kafir.
Namun demikian dahulu kami memperlakukan mereka seperti orang-orang kafir, yakni menghalalkan darah dan harta mereka, juga membunuh orang-orang yang ada di sekitarnya dengan alasan tatarrus. Semoga Alloh mengampuni kami.
31. Oleh karena lemahnya komunikasi, kurang jelasnya pandangan dan misi, lemahnya program yang terorganisir, dan rapuhnya bangunan yang dibangun dengan sistem comot sana-sini ini, maka kamipun tetap yakin bahwa kami berada di pihak yang benar dan kami bersabar dengan kondisi itu.
32. Semakin kami lemah semakin kuat para penyusup itu mengendalikan kami di lapangan, sehingga kami ini menjadi permainan antara tangan-tangan kelompok Ba’ats dan intelijen Suriah.
33. Makanya setiap kali habis operasi kita dapati ternyata operasi tersebut menguntungkan satu kelompok atau yang lainnya meskipun secara lahir membela Islam. Banyak peledakan-peledakan yang diarahkan kepada Rofidloh tapi justeru menguntungkan Rofidloh, seperti penangkapan terhadap ratusan pemuda Ahlus Sunnah akibat serangan tersebut.
34. Setelah itu terbunuhlah Syaikh Abu Hamzah Al Muhajir dan Syaikh Abu Umar Al Baghdadi. Sebagaimana yang disebutkan oleh wikileaks Daulatul Baghdadi, hal itu menggoncang seluruh Daulah karena sebagian besar pemimpinnya ikut terbunuh. Kemudian dipilihlah Abu Bakar sebagai Amirul Mukminin dengan cara yang sangat buruk.
35.Pemilihan Abu Bakar Al Baghdadi ini dilakukan dengan cara yang lebih buruk daripada sebelumnya, karena dia bukanlah orang yang kami kenal juga bukan orang yang dikenal oleh mayoritas ikhwah di jajaran pimpinan. Dikarenakan ketatnya sistem keamanan dan lemahnya komunikasi, masing-masing orang menyangka bahwa yang memilihnya adalah si Fulan.
36. Saya tidak pungkiri, bahwa setelah diangkatnya Abu Bakar Al Baghdadi kami mengalami lompatan yang besar. Akan tetapi seperti biasa, lompatan itu justeru menjadi jebakan dan kuburan bagi kami sendiri. Seringnya dikompiri akan mengakibatkan ledakan, sedangkan Amir kita yang satu ini adalah orang yang pandai ngompori.
37. Setelah itu atas taqdir Alloh terjadilah revolusi di Syam yang penuh berkah, yang mana hal itu menjadi kabar gembira dan pertanda baik bagi kami. Datang perintah dari Syaikh Aiman Adh Dhowahiri untuk membentuk sebuah kesatuan dan mengirimkannya ke Syam, maka lahirlah Jabhatun Nushroh.
38. Terjadilah kesepakatan dengan Abu Muhammad Al Jaulani ketika keberangkatannya ke Syam khusus mengenai gambaran program dan tata cara berinteraksi dengan penduduk Syam, serta menghindari kesalahan yang sudah-sudah.
Saya akan jelaskan tentang masalah ini pada saatnya nanti.
39. Siapakah Abu Bakar Al Baghdadi, penguasa Daulah Islam Irak dan Syam (ISIS) ini?
Dan bagaimana ia dapat mencapai jabatan yang dia pangku sekarang?
Saya akan menceritakannya secara detail dan lengkap dengan tanggal dan tempatnya.
40. Dia adalah Ibrohim bin ‘Awadl Al Badri berasal dari kabilah Al Bubadri, dilahirkan di Samarra dan tinggal di sana. Dan Alloh Mahatahu bahwa saya telah berusaha meneliti nasabnya dan telah menanyakannya kepada orang-orang sholih dan orang-orang yang jujur, setelah itu saya meragukan nasabnya untuk beberapa waktu.
41. Saya semakin ragu-ragu ketika saya mengetahui bahwa lembaga pemurnian nasab Al Alawi Asy Syarif yang dituduh berpaham Syi’ah, mengatakan bahwa Al Bubadri itu bukanlah dari Quraisy dan bukan pula dari Ahlul Bait (keturunan keluarga Nabi).
42. Sampai suatu saat Alloh memberikan petunjuk kepada saya berjumpa dengan seorang ikhwah mujahid yang ahli masalah nasab, dia menegaskan kepada saya bahwa Al Bubadri dan orang-orang suku Badar itu bukanlah Ahlul Bait, bukan pula dari suku Quraisy. Dengan begitu maka kawan kita satu ini bukanlah Baghdadi (dari Baghdad), bukan pula Qurosyi (keturunan Quroisy) apabali Ahlul Bait (keturunan keluarga nabi).
43. Adapun jenjang pendidikannya, yakni jenjang pendidikan Abu Du’a’ As Samurro’i (yang berdusta mengaku Abu Bakar Al Baghdadi) ini, dulunya dia studi di Universitas Islam Saddam Husen. Memang dia pernah mengajukan disertasi ilmu Tajwid, namun sama sekali dia belum meraih gelar tersebut.
44. Dengan begitu, dia itu bukan seorang Doktor Syariah, bukan pula Baghdadi, bukan pula keturunan Al Hasan maupun Al Husain. Akan tetapi yang terjadi adalah bahwa gelar Quraisy — Kulaisy — itu disematkan untuk siapa saja yang menjadi Amir ISIS, bukan sebaliknya. Inilah salah satu kedustaan ISIS.
45. Amirul Mukminin yang mereka klaim ini, yang sekarang bersikap kasar terhadap penduduk Suriah ini, dulu melarikan diri dari Irak pada awal Amerika melancarkan serangan ke Irak. Lalu ia tinggal di Damaskus, tepatnya di As Sayyidah Zainab selama tiga tahun sampai 2006.
46. Tiga tahun tinggal di Suriah sebagai orang yang lari dari jihad Irak, yang mana tiga tahun ini adalah tahun-tahun perekrutan informan Suriah untuk melawan jihad Irak, sehingga mayoritas orang yang ditangkap pada saat itu adalah ibarat binaan tentaara.
47. Di antara kawan Al Baghdadi yang paling akrab ketika di As Sayyidah Zainab adalah Abu Faishol Az Zaidi, seorang sepupu Mu’adz Ash Shofuk agen pemerintah Suriah. Juga Abu Al Qo’qo’ II, dia inilah yang memperkenalkan Mu’adz kepadanya.
48. Abu Bakar Al Baghdadi kembali ke Irak tahun 2006. Sementara Al Baghdadi ini, suami saudara perempuan istrinya adalah pemimpin kelompok Anshorut Tauhid yang berafiliasi kepada Jaisyul Mujahidin Irak.
49. Suami saudara perempuan istrinya ini adalah orang yang taat beragama dan memiliki ketaqwaan, dan Syaikh Abu Mush’ab Az Zarqowi juga mencintai dan menghormatinya. Namun As Zarqowi sama sekali belum pernah bertemu dengan Abu Bakar Al Baghdadi, karena beliau terbunuh ketika Al Baghdadi masih di Damaskus.
50. Abu Bakar kembali ke Irak dan tidak bertemu dengan Az Zarqowi karena beliau telah terbunuh. Namun dia bertemu dengan Syaikh Muharib Al Juburi rohimahulloh karena beliau mengnalnya pada saat di Damaskus, sebab Syaikh Muharib pernah berkunjung ke Damaskus beberapa kali.
51. Setelah sebagian dari Jamaah ini berbaiat kepada Daulah, setelah proklamasi Daulah, Abu Bakar Al Baghdadipun berbaiat kepada Daulah dan bekerja bersama Syaikh Muharib Al Juburi. Tidak lama kemudian ia ditangkap dan dipenjara untuk beberapa tahun.
52. Setelah masuk penjara ia berkonfrontasi dengan pemikiran para ikhwah di penjara karena memang sebelumnya Abu Bakar Al Baghdadi ini terdidik dalam didikan shufi-asy’ari — seperti pendidikan di universitas Islam Saddam Husen —, sehingga dia tidak mengenal sedikitpun apa itu hakimiyah apa itu dlowabitut takfir.
53. Setelah keluar penjara — tentu saja tidak lama, karena memang dia tidak kenal siapa-siapa dan tidak dikenal siapa-siapa, juga karena dia dipenjara ketika baru sampai Irak. Iapun kembali bergabung dengan Daulah.
54. Abu Bakar Al Baghdadi ditugaskan sebagai pusat pengiriman surat Daulah, dengan cara nanti ada seorang ikhwah datang membawa surat dan melemparkannya di pekarangan rumahnya lalu ada seorang ikhwah lainnya yang mengambil darinya tanpa dia tahu dari kedua belah fihak ikhwah tersebut.
55. Pada masa itu juga ada yang bebas dari penjara, dua orang staf brigadir militer, Muhammad An Nada Al Juburi asal desa Shodiroh yang memiliki nama gelar Ar Ro’i. dan yang kedua adalah Samir Abad Muhammad Hajji Bakar, anggota pimpinan firqoh partai Ba’ats, yang kemudian binasa di tangan seorang ikhwah mujahidin Suriah.
56. Pada saat itu panglima angkatan perang Daulah Islam Irakpun diserahkan kepada Ar Ro’i. Lalu ia mengangkat teman seangkatan dan separtainya, Hajji Bakar, sebagai wakilnya. Tidak lama kemudian Ar Ro’i terbunuh.
57. Sebelumnya Syaikh Abu Umar Al Baghdadi dan Syaikh Abu Hamzah Al Muhajir telah mengenal secara pribadi Ar Ro’i akan tetapi untuk Hajji Bakar, beliau berdua sama sekali belum pernah bertemu. Setelah Ar Ro’i terbunuh jabatannya diserahkan kepada Hajji Bakar.
58. Mereka serahkan kepemimpinan pasukan Daulah kepadanya atas amanat dari Abu Hamzah Al Muhajir padahal mereka tidak mengenalnya selain dari rekomendasi Ar Ro’i, sebabnya adalah karena Syaikh Abu Umar dan Syaikh Abu Hamzah benar-benar terpisah dari orang lain lantaran tuntutan keamanan.
59. Sekarang saya akan lanjutkan kronologi terbunuhnya Syaikh Abu Hamzah Al Muhajir dan Syaikh Abu Umar Al Baghdadi, dan bagaimana Abu Du’a’ As Samurro’i (yang mengaku Abu Bakar Al Baghdadi) menerima jabatan Amirul Mukminin, secara detail dan lengkap.
60. Setelah brigadir Ar Ro’i bebas, Syaikh Abu Umar dan Syaikh Abu Hamzah tinggal di satu tempat selama 7 bulan. Yaitu tempat di mana beliau berdua terbunuh bersama para pengawal dan beberapa petinggi lainnya. Dan beliau berdua tidak pernah berhubungan dengan siapapun kecuali melalui Munaf Ar Rowi.
61. Munaf Ar Rowi ini dulu adalah gubernur Baghdad yang terpercaya dan nyaris sebagai satu-satunya orang lama yang tersisa dari sekian amir baru yang disebut Abu Hamzah Al Muhajir sebagai Umaro’ Al Idlthiror (pemimpin darurat) lantaran umur mereka yang masih belia.
62. Munaf Ar Rowi inilah yang menjadi penghubung surat dan menyalurkannya. Nah, salah satu rumah pos surat tersebut adalah rumah Ibrahim ‘Awadl As Samurro’i (Abu Bakar Al Baghdadi) yang tidak mengenal siapa pihak yang mengirim dan siapa pihak yang menerima.
63. Pada masa 7 bulan inilah Ar Ro’i terbunuh yang mana pada saat itu dia menjabat sebagai panglima tentara Daulah. Kemudian diserahkanlah jabatan panglima pasukan Daulah itu kepada sang brigadir penganut partai Ba’ats tersebut yang sebelumnya pernah dipenjara karena memiliki hubungan dengan ‘Izzat Ad Duri.
64. 7 bulan kemudian salah seorang kurir surat yang mengetahui rumah Ibrahim ‘Awadl As Samurro’i, tertangkap.
Dia juga mengetahui rumah Munaf Ar Rowi.
65. Ketika si kurir tersebut tertangkap datanglah salah seorang penanggung jawab keamanan Baghdad memberitahukan kepada Abu ‘Awadl As Samurro’i berita tertangkapnya si kurir, dan mengatakan kepadanya, bahwa dia tidak mengetahui rumah Munaf Ar Rowi maka kirimkanlah seseorang untuk menyampaikan hal itu kepadanya.
66. Maka si Samurro’i ini menjawab: Saya ini hanya tempat pos surat. Dan tidak mengenal seorangpun.
Secara harfiah ia mengatakan: “Orang seperti saya ini tidak akan mereka kenalkan dengan seorangpun, semoga saja si kurir itu bersabar dan mampu bertahan.” Maka ikhwah penanggung jawab keamanan itu kembali sambil mengalirkan air matanya.
67. Setelah itu si kurirpun mengaku dan menunjukkan rumah gubernur Baghdad Munaf Ar Rowi. Dari situ ia mengaku dan menunjukkan rumah Syaikh Abu Hamzah dan Syaikh Abu Umar. Lalu terbunuhlah beliau berdua bersama dengan sejumlah pimpinan dan pengawalnya, semoga Alloh merahmati mereka semua.
68. Setelah itu terjadilah kekacauan yang besar di tengah-tengah para ikhwah dan terjadilah berbagai penangkapan di mayoritas wilayah Irak menyusul terbunuhnya Syaikh Abu Hamzah dan Syaikh Abu Umar, dan tertangkapnya Ar Rowi dan yang lainnya. Dan tidak ada yang tersisa di lapangan selain Hajji Bakar.
69. Hajji Bakar ini seperti musang, yang telah menimba pemikiran dan belajar tipu daya dari partai Ba’ats.
70. Ia pun membuat tipu daya keji dengan melayangkan surat kepada masing-masing pimpinan yang menggambarkan seolah-olah dia telah bermusyawarah dengan yang lain untuk mengangkat Abu Du’a’ As Samurro’i sebagai Amirul Mukminin menggantikan Abu Umar Al Baghdadi. Mayoritas pimpinanpun setuju dengan tanpa mengetahui siapa yang melayangkan surat tersebut karena menganggap bahwa yang melayangkan surat tersebut adalah orang senior.
71. Dan bahwa Abu Du’a’ ini adalah anggota dewan syariat senior yang menyertai Abu Mush’ab Az Zarqowi, dan bahwa dia adalah Qurosyi (keturunan Quraisy), Husaini (keturunan Husain) dan Baghdadi (asal Baghdad). Mayoritas pimpinanpun setuju kemudian selanjutnya mereka semua dipecat dengan cara yang bermacam-macam yang sebagiannya akan kami ceritakan sebentar lagi.
72. Saya akan lanjutkan penjelasan tentang orang-orang dekat Al Baghdadi, para penganut partai Ba’ats:
Abu Ahmad Al ‘Alwani,
Abu Abdirrohman Al Bailawi,
Abu Saif Al Mashlawi,
Abu ‘Uqoil Al Hamadani dan lain-lain.
Abu Ahmah Al ‘Alwani, nama aslinya adalah Walid Jasim Al ‘Alwani, seorang tentara di era Saddam Husen, anggota dewan militer ISIS.
Abu Abdirrohman Al Bailawi, nama aslinya adalah Adnan Ismail Najm, Kuniahnya adalah Abu Usamah Al Bailawi, pernah dipenjara tahun 2005, anggota tentara di era Saddam Husen, anggota dewan militer ISIS, terbunuh di Anbar.
– See more at: http://www.kompasislam.com/2014/05/09/fakta-fakta-gelap-isis-3/#sthash.DiyIHfpa.dpuf
73. Dengan ma’unah Alloh saya akan melanjutkan penjelasan tentang hakekat ISIS dan As Samurro’i (yang mengaku Al Baghdadi), orang yang secara dusta mengaku sebagai keturunan Quraisy dan keturunan Ahlil Bait. Dan siapa saja pilar-pilar Daulah Ba’ats nya ini?
74. Tidak lama setelah Abu Du’a’ As Samurro’i (yang mengaku Al Baghdadi) ini menjabat sebagai Amirul Mukminin, seorang perwira Ba’ats senior bebas dari penjara, dimana sebelum di penjara dia telah berbaiat kepada Daulah.
75. Orang itu adalah Abu Muhannad As Suwaidawi, seorang brigadir militer Ba’ats di era Saddam yang dipenjara karena memiliki hubungan dengan ‘Izzat Ad Duri.
76. Beberapa hari sebelum ditangkap, ia bergabung dengan Daulah kemudian seminggu setelah itu ia ditangkap. Dan tatkala dia keluar dari penjara ia menentang atas dipilihnya Hajji Bakar sebagai panglima militer Daulah. As Samurro’i (yang mengaku sebagai Al Baghdadi) pun menemuinya dan berusaha menyenangkannya dengan meminta kepada Hajji Bakar agar mau menyerahkan jabatannya kepada Abu Muhannad As Suwaidawi. Kemudian Hajji Bakar pun dinonaktifkan untuk beberapa saat.
77. Pada awal As Suwaidawi ini bebas dari penjara, ia bekerja sangat serius dalam menjalankan tugasnya sebagai penanggung jawab militer. Tidak ia tinggalkan satu tempatpun, baik sipil maupun militer, kecuali ia ledakkan. Yang penting Amirul Mukminin senang dengan banyaknya operasi.
78. Pada masa-masa ini, nampak sekali di Irak sangat mengentengkan darah kaum muslimin dengan alasan tatarrus. Hal menimbulkan reaksi besar-besaran terhadap mujahidin, belum lagi operasi penyerangan gereja yang salah itu.
79. Tidak lama kemudian beberapa perwira partai Ba’ats bebas dari penjara Nuri Al Maliki, yang di antaranya adalah kolonel Abu Muslim.
Maka merekapun membeberkan catatan-catatannya, ucapan-ucapannya dan hasil interogasi selama di penjara, maka iapun dipecat demi menyenangkan mereka.
80. Kolonel Abu Muslim adalah orang Turkuman yang berasal dari Talafar. Dia termasuk loyalis berat kepada Saddam Husain, dan sepeninggalnya kepada Izzat Ad Duri. Ia dipenjara lama karena keteguhan dan komitmennya yang sangat kuat kepada Ba’ats.
81. Si kolonel ini bersama para perwira Ba’ats lain yang bersamanya, dulu ketika di penjara adalah orang-orang terdepan dalam menghina manhaj Al Qa’idah. Mereka juga menghina dan menyakiti para ikhwah di penjara Irak.
82. Yang paling penting dan paling banyak mereka sakiti adalah seorang Syaikh senior jihad, Abu Ritaj Al ‘Iroqi, yang dikenal juga dengan nama Abu Zainab, kawan dan pengawal Abu Hamzah Al Muhajir rohimahulloh.
83. Ada ucapan Abu Ritaj Al ‘Iroqi yang terkenal, yang dia ucapkan kepada para perwira Ba’ats yang dipenjara bersamanya: “Pena-pena Ba’ats masih meneteskan darah kami, bagaimana mereka akan memimpin kami.” dan beliau adalah termasuk orang yang paling kuat mengingatkan bahaya mereka-mereka ini.
84. Orang-orang Daulah yang sependapat dengan Syaikh Abu Ritaj ini adalah: Abu Abdurrohman Al Kimi, Syaikh Hajji Rosyid, Abu Umar Hifa, Syaikh Al Mayyahi, Syaikh Abu Manshur dan Syaikh Abu Abdillah Al ‘Azawi.
Catatan: Syaikh Al Mayyahi adalah Syaikh Abu Mariyah Al ‘Iroqi yang menjadi anggota dewan syari’ah Jabhatun Nushroh sekarang.
85. Selain itu yang sependapat dengan Syaikh Abu Ritaj adalah Syaikh Abu Asia, Syaikh Al Harori dan Syaikh Abul Barro’ Al Kurdi.
Juga sejumlah ikhwah pilihan dalam Jamaah baik yang di penjara maupun yang di luar penjara.
86. Saya akan jelaskan sekilas tentang para perwira Ba’ats di era Saddam Husen, supaya antum paham kenapa para pemuda mujahid itu cepat sekali mau bergabung dengan ISIS sekarang. Karena seluruh pemimpinnya adalah orang-orang Ba’ats yang semuanya menduduki dewan Syuro.
87. Dahulu pada jaman Saddam Husen, jika ada seorang salafi ditangkap pertama kali yang dilakukan kepadanya sebelum diinterogasi adalah dipatahkan satu atau dua anggota badannya dengan batu. Dan kebanyakan ia dibiarkan seperti itu selama di penjara tanpa pengobatan, belum lagi yang dibakar dengan plastik.
88. Ada salah seorang informan yang bekerja untuk intelijen Irak yang telah bertaubat, dia mengaku kepada para ikhwah: “Ketika saya kembali ke Baghdad, saya ditempatkan di sebuah kamar untuk melakukan perzinaan, minum khomer dan menginjak Al Qur’an.”
89. Si agen ini setelah berhasil menyusup di tengah-tengah para ikhwah dan kembali, dia ditempatkan di dalam sebuah ruangan yang di atapnya terdapat celah untuk mengambil makanan, di mana dia tidak dapat mencapai celah tersebut kecuali dengan cara menumpuk Al Qur’an lalu naik di atasnya.
90. Oleh karena itu permusuhan itu sudah ada baik sebelum di penjara, ketika di penjara maupun setelah di penjara, antara para pemuda jihad yang memiliki aqidah yang lurus dengan para penganut Ba’ats Saddam yang mengendalikan ISIS sekarang.
91. Dan dideklarasikannya Jabhah Al Murobithin Irak beberapa saat yang lalu, itu adalah untuk menampung banyak mujahid berpaham salaf yang memiliki aqidah yang lurus, bukan para penganut Ba’ats.
(Dan saya ucapkan selamat kepada umat Islam atas dideklarasikannya Jabhah Al Murobithin tersebut.) Malik Al ‘Utaibi Abu Tholhah.
92. Setelah Abu Muslim At Turkumani als. Abu Umar At Turkumani menjabat sebagai pengawas umum ISIS, ia punya keinginan untuk menyingkirkan orang yang sangat berbahaya ini, Hajji Bakar.
93. Orang inipun dikirim ke Syam sebagai pembantu Abu Du’a’ As Samurro’I (alias. Abu Bakar Al Baghdadi).
Dan memang benar bahwa dia adalah orang bayangan Abu Du’a’ As Samurro’i di Suriah, dan dia memiliki kecakapan yang tinggi dalam beberapa urusan fital.
94. Tinggallah Abu Muslim At Turkumani sebagai pengawas umum dan pengendali peperangan di Irak sekarang, dan saya akan ceritakan beberapa masalah yang berkaitan dengan bangsa Turkuman Irak, serta bagaimana gaya mereka dalam berinteraksi dengan Al Qa’idah yang merupakan orang Arab.
95. Turkuman Irak, tepatnya adalah Talafar, memendam dendam kepada bangsa Arab secara umum. Mereka berusaha untuk memisahkan diri dari Irak sebagai sebuah Negara. Dan mereka telah melakukan penyerangan kepada para mujahid Al Qa’idah dan membunuh mereka.
96. Diantara orang-orang penting yang dibunuh oleh orang-orang Turkuman adalah: Abu Saif Al ‘Ubaidi Al Maushili, seorang penanggung jawab keamanan Al Qa’idah di era Syakh Abu Mush’ab Az Zarqowi taqobbalahulloh, yang mati di tangan Abdurrohim At Turkumani.
97. Abdurrohim At Turkumani ini adalah orang yang paling keras permusuhannya kepada Al Qa’idah, dan juga termasuk kepada orang-orang yang mengangkat bendera peperangan terhadap para aktifis Islam dan jihad. Namun secara mengejutkan dia sekarang ini menjadi Amir ISIS yang sesungguhnya untuk wilayah Deir, Suriah.
98. Abdurrohim yang menjadi Amir ISIS untuk wilayah Deir ini, sekarang nama panggilannya adalah Abdun Nashir, sementara mayoritas orang yang bersamanya sekarang tidak tahu kalau dia sebelumnya memerangi Al Qa’idah. Dan dia adalah orang yang menentang seluruh manhaj Al Qa’idah dan seluruh orang jihadis.
99. Di antara sedikit orang yang tahu kalau Abdun Nashir ini adalah Abdurrohim, seorang penjahat yang memerangi mujahidin, adalah Abu Aiman Al ‘Iroqi. Dia ini tahu bahwa Abdun Nashir itu adalah Abdurrohim yang bersembunyi di balik nama tersebut.
100. Abu Aiman Al ‘Iroqi ini adalah seorang informan untuk intelijen Saddam sebelum tumbang. Dia ini bukan pemilik foto berikut yang selama

Foto palsu Abu Muhannad As Suwaidawi als Abu Aiman Al Iroqi yang selama ini beredar
ini beredar, karena orang tersebut telah terbunuh di Suriah.
101. Abu Aiman ini adalah penganut Ba’ats, orang keji yang terbina dengan pemikiran Ba’ats lalu mereka susupkan. Tidaklah masuk akal baginya meninggalkan Ba’ats sementara dia mengembangkan Ba’ats dengan cara menyusup di tengah-tengah aktifis Islam.
102. Setelah Saddam Husen tumbang Abu Aiman alias Ali Aswad Al Juburi ini ditangkap oleh pemerintahan Al Maliki selama satu bulan lalu dibiarkan untuk beberapa saat. Cara-cara semacam ini sudah msyhur di kalangan para penanggung jawab keamanan sebagai cara untuk perekrutan dan menaikkan nama.
103. Abu Aiman ini sekarang termasuk jajaran pimpinan ISIS. Dia merupakan anggota dewan militer tinggi ISIS. Dia ini juga terkenal sering mengucapkan kata-kata kekafiran, dan banyak ikhwah yang menjadi saksi tentang hal ini.
104. Beberapa kali dia mengatakan, bahwa dia tidak memiliki keinginan untuk menjalankan syariat Alloh, dan ingin menjalankan hukum rimba. Yang aneh adalah ada sebagian ‘kambing’ yang bersamanya itu mau mendengarnya dan tidak peduli, padahal mereka mengkafirkan angin.
105. Abu Aiman Al ‘Iroqi ini secara dholim telah membunuh Syaikh ‘Ishom Ar Ro’i, mujahid Umar Balusy dan Syaikh Jalal Berli. Ia juga menghukum mati para mujahid muhajir tanpa melalui pengadilan syar’i setelah ia berikan jaminan keamanan, semoga Alloh merahmati mereka semua.
Itu semua terjadi di wilayah pantai Suriah sebelum mereka meninggalkan tempat ribath dan melarikan diri ke Roqqoh.
Fakta-Fakta Gelap ISIS (5)
Posted by KI001 Headline, Indeks, Jihad Monday, May 12th, 2014 – 06:27 am | dibaca 340 kali
106. Sekarang saya akan menjelaskan hubungan Abu Aiman dan Abu Muslim, Hajji Bakar dengan Abu Shuhaib Al ‘Iroqi dan Abu Yahya, juga hubungan mereka dengan ‘Izzat Ad Duri dan bagaimana cara kerja mereka dan apa kesepakatan-kesepakatan mereka.
107. Saya akan mulai menjelaskan dari teori itelijen Suriah dalam berinteraksi dengan lingkungan dan bagaimana cara mengambil informasi dari orang sekitar, khususnya gerakan-gerakan jihad dan khususnya lagi gerakan-gerakan yang bodoh.
108. Intelijen Asad adalah badan yang berpengalaman lama, khususnya di Lebanon. Di mana Asad telah berhasil melatih 18 group yang masing-masing memiliki puluhan organisasi untuk kepentingan pemerintahannya dengan cara teror, iming-iming dan tipu daya.
109. Tujuan pemerintahan Ba’ats melakukan penyusupan kepada gerakan-gerakan yang loyal maupun yang memusuhinya, adalah:
Pertama: untuk mengendalikannya.
Kedua: untuk menghancurkannya.
Ketiga: untuk mengamankan diri dari kejahatannya pada saat sekarang maupun masa yang akan datang.
110.Pemerintahan Ba’ats telah berhasil menyusupi mayoritas gerakan jihad yang beroperasi di bumi Syam sejak dimulainya gerakan Islam, khususnya yang beraliran jihad, kalian bisa lihat sendiri bagaimana ‘Adnan ‘Aqlah dijebak.
111.Belum lama ini pemerintahan Ba’ats telah berhasil menyusup ke dalam rangkaian gerakan jihad melalui beberapa orang, diantaranya: mendiang Mahmud Goul Aghosi Abul Qo’qo’, Mu’adz Ash Shofuk dan Badron Al Haisyan di Deir Al Zur.
112. Yang penting untuk kami jelaskan di sini adalah bagaimana penyusupan itu dilakukan oleh Ba’ats kepada ISIS.
Pemerintah Suriah dalam melakukan perekrutan menggunakan dua cara yang betul-betul terpisah supaya hasilnya dapat terjamin.
113. Maka mereka merekrut orang-orang Suriah yang tinggal di perbatasan Irak.
114. Mereka ini di antaranya adalah Badron Al Haisyan bersama kelompoknya yang terus bekerja sampai sekarang, meskipun Amerika pernah menangkapnya pada 2008 lalu memenjarakannya di penjara Irak, kemudian dia melarikan diri dari penjara dan kembali ke negaranya ISIS, untuk kemudian memegang kembali jabatan yang dia jabat sebelumnya, yakni sebagai Amir di wilayah perbatasan -untuk beberapa tahun yang lalu- Suriah.
115. Cara kedua yang ditempuh oleh pemerintah adalah tekanan. Yaitu dengan cara merekrut orang-orang Irak yang mencari perlindungan di Suriah, lalu menyusupkan mereka ke tengah-tengah barisan mujahidin. Rata-rata mereka ini adalah orang-orang yang memiliki ideologi perang melawan Amerika.
116. Di antara mereka yang berhasil direkrut adalah para perwira tinnggi militer Ba’ats diera Saddam, yang diantaranya adalah Izzat Ad Duri, dan para komandan gerakan Palestina, khususnya adalah kelompok Abu Nidlol yang telah meninggalkan Irak.
117. Pememerintah Suriah sengaja mempermudah masuknya mujahidin ke Irak untuk beberapa tujuan, di antaranya yang terpenting adalah:
Pertama: untuk menekan Amerika supaya menghentikan operasinya di Irak, supaya Suriah segera dapat berperan sebagaimana yang telah direncanakan.
Kedua: supaya dapat menyusupkan para agennya di barisan mujahidin.
Ketiga: untuk menyingkirkan mujahidin yang telah menciptakan tekanan dan ancaman bagi pemerintah Suriah di Damaskus, lantaran tumbuhnya kesadaran Islam.
118. Makanya pemerintah Suriah mempermudah masuknya istisyhadiyin ke Irak dan menangkap mereka yang kembali ke Suriah. Hal itu dilakukan dengan bantuan informasi yang disampaikan oleh mata-mata mereka yang tersebar di tengah-tengah para penghubung, seperti Badron Al Haisyan.
119. Salah seorang di antara mata-mata Suriah tersebut dapat mencapai jabatan yang tinggi di Baghdad. Dia menjadi penanggung jawab keamanan dan semua laporan disampaikan kepadanya, sementara dia sendiri memiliki hubungan langsung dengan Badron.
120. Pada saat itulah orang-orang yang bergabung dengan Daulah adalah orang-orang Ba’ats penyembah Saddam. Namun demikian pangkat mereka tidak dapat mencapai kedudukan yang terlalu tinggi lantaran masih ada para pemimpin senior yang memiliki manhaj dan aqidah yang jelas dari Khurosan.
121. Setelah terbunuhnya Syaikh Abu Hamzah dan Syaikh Abu Umar, kemudian Abu Du’a’ As Samurro’i menjabat sebagai Amirul Mukminin, semakin banyak dan merajalelalah orang-orang Ba’ats yang masuk dan menerima jabatan dalam Daulah, seperti: mendiang Hajji Bakar, Abu Muslim At Turkumani, Abu Ahmad Al ‘Alwani, Abu Muhannad As Suwaidawi dan Abu Aiman Al ‘Iroqi Al Juburi.
122. Sebelum terjadinya revolusi Suriah, pemerintah Suriah menjadikan mereka semua sebagai tulang punggung Ba’ats di Irak.
123. Akan tetapi setelah revolusi Suriah, pemerintah Suriah mulai meminta mereka untuk membayar hutang mereka kepada Suriah karena Suriah telah membantu mereka selama bertahun-tahun.
124. Keinginan pemerintah Suriah ini klop dengan keinginan Abu Bakar Al Baghdadi untuk melebarkan kekuasaannya.
125. Benar, kebodohan Al Baghdadi dan kelemahan pandangan politiknya klop dengan apa yang diinginkan pemerintah Suriah terhadap ISIS. Maka iapun mulai melayangkan perintah tegas dan penting untuk menyatukan wilayah Irak dan Syam.
126. Tujuan pemerintah Suriah saat itu adalah memunculkan bukti bahwa Jabhatun Nushroh itu merupakan afiliasi Al Qa’idah dan ISIS. Dan untuk memuluskan misi ini dewan syuro ISIS harus dapat meyakinkan Al Baghdadi untuk melakukan proklamasi pelebaran wilayah. Dan ini klop juga dengan keinginannya.
127. Sekarang ini saya tidak akan bercerita tentang Jabhatun Nushroh, bagaimana berdirinya, bagaimana Syaikh Al Jaulani mendapat rekomendasi, siapa yang merekomendasikan, bagaimana kalimat rekomendasinya, dan apa misinya? Semoga Alloh membalasnya dengan kebaikan.
128. Orang-orang kunci yang menjalin hubungan dengan pemerintah Suriah saat ini dan menyelaraskan antara misi dan perencanaannya adalah: Abu Aiman Al ‘Iroqi Al Juburi, At Turkumani yang merupakan penanggung jawab keamanan untuk saat ini, dan mendiang Hajji Bakar untuk sebelumnya.
129. Si Hajji Bakar ini merupakan ujung tombak dalam membuat perencanaan hubungan dengan pemerintah Ba’ats. Dan ketika binasa, paspornya diambil dan didapatkan dia pernah masuk Iran dan Negara-negara Scandinavia.
130. Hajji Bakar masuk dengan menggunakan nama dan foto asli. Beberapa saat sebelum terbunuh, ia melakukan perjalanan panjang berkeliling di penjuru Eropa. Dan insyaAlloh semua fotonya akan dipuplikasikan.
131. Ketika sampai Suriah, Abu Aiman Al ‘Iroqi ini menangkap beberapa ikhwah yang di antaranya adalah pimpinan jamaah, kemudian menyiksanya sampai mati. Dia selalu mengatakan kepada mereka: “Ini jalan kalian untuk merdeka.” Dia siksa mereka tanpa henti dan dengan penuh dendam.
132. Ada seorang ikhwah bercerita kepada saya mengenai apa yang dilakukan oleh Abu Aiman Al ‘Iroqi ini. Ikhwah tersebut adalah salah seorang dari para ikhwah yang keluar dan melarikan diri dari ISIS. Dia juga termasuk yang dipaksa untuk ikut melakukan penyiksaan, dan berfikir: Apakah perkataan Al Juburi itu dari ajaran Islam?
133. Dulu Abu Aiman ini selalu mengatakan kepada orang-orang yang dipenjarakannya, ketika awal-awal dia baru datang dari Irak: “Saya punya daftar 100 nama yang harus dibunuh dan dihabisi.” Mayoritas dari nama-nama tersebut adalah para pemimpin jihad di wilayah pantai Suriah. Lalu dari mana dia mendapatkan nama-nama tersebut sementara dia adalah orang Irak.
134. Diapun segera mulai dengan membunuh komandan ‘Ishom Ro’i dan berusaha untuk membunuh Abu Rohhal — semoga Alloh menyembuhkannya —, alasannya adalah karena dia akan membuka front untuk wilayah pantai Suriah melawan Nushoiriyah. Dan dia menyerang Ahrar Asy Syam ketika mereka membuat rencana penyerbuan.
135. Ini belum sokongan yang diberikan oleh Abu Aiman kepada Nadim Balusy, agen pemerintah, padahal sebelumnya ia menjadi tawanannya dan telah divonis hukuman mati atas pembunuhan yang dilakukannya terhadap kapten Riyadl Al Ahmad, dan karena dia telah murtad lantaran menjadi agen pemerintah.
Nadim Balusy, ditangkap di Turki tahun 2005 kemudian diektradisi ke Suriah dan divonis 10 tahun namun ia bebas tahun 2010
136. Nadim Balusy ini adalah pemilik akun Al ‘Abdul Ghorib di FB, akun Nadim Balusy di Twitter dan akun Wikileks Shidnaya. Di penjara dia juga sudah dikenal sebagai agen.
137. Sekarang ini Nadim Balusy ini merupakan salah satu pahlawan media kunci ISIS dan salah satu orang yang paling getol memerangi semua gerakan jihad Suriah sebagai realisasi dari keinginan tuan-tuannya di partai Ba’ats.
Fakta-Fakta Gelap ISIS (6)
Posted by KI001 Headline, Indeks, Jihad Monday, May 12th, 2014 – 12:21 pm | dibaca 216 kali
138. Dengan ma’unah Alloh, saya sekarang akan menceritakan tentang Syaikh ‘Ali yang merupakan salah satu dari enam orang yang diwasiatkan oleh Syaikh Abu Mush’ab Az Zarqowi agar dijadikan rujukan ketika kondisi rumit. Dan dia sekarang ini satu-satunya orang yang masih hidup dari enam orang tersebut.
139. Sebelum terbunuh Syaikh Abu Mush’ab Az Zarqowi rohimahulloh mewasiatkan enam orang yang dijadikan rujukan sebagai ahlul halli wal ‘aqdi jamaah, yang di antaranya adalah Syaikh ‘Ali, namun beliau dipenjara untuk beberapa waktu.
140. Syaikh Ali keluar penjara setelah terbunuhnya Syaikh Abu Hamzah dan Syaikh Abu Umar, sehingga ia dapatkan ternyata Daulah Islam Irak telah berubah menjadi Daulah Ba’ats Irak dengan kehadiran para perwira Ba’ats di seluruh jabatan.
141. Mayor Abu Muslim At Turkumani menjabat sebagai pengawas umum.
Mayor Al Bailawi menjabat sebagai panglima militer Jamaah.
Mayor Abu Ahmad Al ‘Alwani menjabat sebagai wali (gubernur) Diyala, sekaligus penanggung jawab keamanan dan penghubung.
Mayor Abu Umar An Nu’aimi menjabat sebagai wali Ramadi.
Mayor Abu ‘Uqoil Al Maushili sebagai wali Mosul.
Dan Hajji Bakar menjabat sebagai pembantu Al Baghdadi.
Maka jadilah Daulah Ba’ats yang berjenggot dan bersiwak.
142. Komplotan yang mengendalikan Daulah Islam Ba’ats ini membuat keputusan setelah Syaikh Ali keluar dari penjara, untuk merekrutnya supaya menaikkan citra mereka.
143. Maka beliaupun melarikan diri menyelamatkan imannya dari Daulah Ba’ats ini, sebagaimana yang beliau katakan sendiri dengan lisan beliau.
144. Syaikh Ali farrojallohu ‘anhu bersembunyi dari kejaran mereka yang telah menyebarkan mata-mata untuk mencari beliau. Beliau terus bersembunyi sampai lahirlah Jabhatun Nushroh di Suriah, maka beliaupun memutuskan untuk menjalin hubungan dengan mereka karena beliau kenal dengan Al Jaulani pada waktu di penjara bagaimana agamanya, kecerdasannya dan pemahamannya terhadap realita dan politik.
145. Beliaupun menjalin hubungan dengan Jabhatun Nushroh namun tudak berbaiat. Beliau berfungsi sebagai pembimbing dan sebagai kakak yang memberi nasehat dan membantu dengan pendapatnya.
146. Syaikh Ali yang pada saat itu berada di Syam ingin mencari jalan ke Khurosan, dan beliau tidak menginginkan apa yang beliau sebut sebagai tragedi Irak, juga tidak menginginkan orang-orang yang mengendalikan genderang di sana. Pada saat itulah Al Baghdadi jadi tahu kalau Syaikh Ali ada di Syam.
147. Al Baghdadi meminta kepada Syaikh Al Jaulani agar mengirim Syaikh Ali untuk bertemu dengannya walau hanya beberapa hari. Dia berjanji untuk tidak akan menekan beliau dan dia juga mengatakan kepada ikhwah di Jabhatun Nushroh bahwa dia ingin membikin beliau senang dengan menjalankan apa saja yang beliau perintahkan.
148. Syaikh Al Jaulani menyampaikan kepada Syaikh Ali tentang isi surat tersebut dan memberi nasehat agar tidak kembali ke Irak karena para perwira itu adalah orang-orang yang suka berkhianat dan mereka tidak akan membiarkannya jika dia tidak mau menuruti keinginan mereka.
149. Syaikh Ali pun melakukan istikhoroh dan memutuskan untuk berangkat menemui mereka dengan harapan ia akan dapat memperbaiki apa yang telah dirusak oleh Ba’ats, baru setelah itu dia akan berangkat ke Khurosan. Beliaupun menemui Al Baghdadi namun Al Baghdadi tidak memenuhi permintaan beliau sedikitpun berkenaan dengan para perwira yang bercokol di Daulahnya itu. Maka Syaikh Ali pun meninggalkan mereka dan tidak mau tinggal bersama mereka.
150. Satu hari setelah itu rumah Syaikh Ali digerebek yang menurut berita yang berkembang waktu itu berdasarkan informasi dari intelijen Suriah. Beliau sekarang di penjara dan kemungkinan besar beliau akan dieksekusi.
151. Tentu saja penangkapan Syaikh Ali ini sebabnya adalah karena beliau tidak senang dengan Daulah Ba’ats tersebut. Maka dilaporkanlah beliau ke pihak Suriah melalui para perwira tersebut, dan merekalah yang menyampaikan kepada pemerintah Nuri Maliki tentang keberadaan beliau. Semoga Alloh membebaskan beliau. Do’alankanlah untuk beliau.
152. Di antara kalimat yang diucapkan oleh Syaikh Ali farrojallohu ‘anhu pada saat di penjara pertama adalah: “Aib bagi kita mengangkat para perwira Ba’ats sebagai pemimpin.” Ucapan beliau ini tentunya diucapkan setelah mereka bertaubat berdasarkan pengakuan mereka, karena beliau telah mengenal mereka.
153. Diantara yang lain yang sependapat dengan Syaikh Ali adalah Syaikh Al Mayyahi hafidhohulloh. Di mana beliau mengatakan tentang Daulah Al Baghdadi sebagai daulah ba’ats dengan warna Islam. Dan beliau tidak suka dengan para perwira Daulah tersebut.
154. Syaikh Al Mayyahi hafidhohulloh ini adalah salah seorang murid Syaikh Shubhi As Samurro’i yang berhijrah menyelamatkan agamanya rohimahulloh. Syaikh Al Mayyahi ini sekarang buronan Nuri Maliki dan sekaligus Abu Bakar Al Baghdadi.
155. Pada saat seperti ini Daulah Islam Ba’ats melakukan perburuan terhadap semua orang penting di Irak supaya mereka mau bergabung atau kalau tidak akan diganggu. Di antara yang mereka datangi adalah Syaikh Abu Al Harits (‘Arob Al Juburi)
156. Mereka mendatangi beliau dan beliau menolak bergabung dengan Daulah Islam Ba’ats. Oleh karenanya mereka memaksa beliau untuk menulis dalam selembar kertas dan menandatanganinya, yang isinya adalah; bahwa dirinya adalah orang pengecut dan meninggalkan jihad. Tulisan itu akan mereka publikasikan jika dia berbicara tidak baik tentang Daulah.
157. Sebagian orang ada yang memakiku dan ada sebagian lain mempertanyakan ceritaku. Maka saya jawab: Pakailah akal kalian. Karena saya ini bercerita kepada kalian dengan menyebut nama para Imam Ahlus Sunnah di Irak dan pendapat mereka. Tanyakan saja kepada mereka jika saya mengatakan dusta tentang mereka.
158. Saya akan bercerita tentang Abu Ali Al Anbari, bagaimana dia diusir dari Anshorul Islam, dan bagaimana dia bergabung dengan Al Qo’idah dan apa yang dia kerjakan? Apakah dia itu memang benar-benar orang Anbar atau dia berdusta sebagaimana Al Baghdadi, syaikhnya itu?
159. Pertama saya akan jawab orang yang bertanya, kenapa semua ini baru dipublikasikan sekarang?
Kami mempublikasikannya sekarang karena kami belum dapat mengumpulkan semua data ini kecuali baru sekarang, dan juga belum sampai pada titik yang jelas kecuali sekarang.
160. Dan diantaranya adalah:
Jawaban buat orang yang menuduh bahwa Al Jaulani telah mengetahui semua apa yang telah kami ceritakan ini dan dia mendiamkan bahkan bekerja sama dengan ISIS. Saya jawab: Syaikh Al Jaulani itu sebelumnya masih ragu ketika di Irak, nah baru sekaranglah gambarannya itu jelas bagi beliau.
161. Abu Ali Al Anbari adalah wakil I Al Baghdadi di Syam sekarang ini, dan wajah buruk yang sebenarnya bagi ISIS, juga sebagai penanggung jawab langsung dewan syariat sekaligus dewan keamanan.
162. Dia itu sebenarnya adalah Abu Ali Qordasy At Turkumani (orang Turkuman) yang mengaku sebagai orang Anbar, padahal dia itu tidak ada hubungannya sama sekali dengan Anbar baik dari dekat maupun dari jauh. Dia adalah aktifis Ba’ats dan pemimpin firqoh Ba’ats pada era Saddam Husen di Irak.
163. Qordasy — yang sebelumnya nama panggilannya adalah Abu ‘Ala’ Qordasy — ini adalah seorang guru fisika pada era Saddam, selain juga seorang pemimpin firqoh partai Ba’ats kafir.
164. Syaikh Abu Muhammad Al ‘Iroqi hafidhohulloh mengatakan: “Saya melihat di penjara itu ada orang-orang yang mengaku sebagai penuntut ilmu. Di antara mereka memang ada yang benar-benar penuntut ilmu, namun si Qordasy ini mengklaim sebagai satu-satunya ulama, padahal dia adalah orang yang bodoh.”
165. Setelah Saddam Husen tumbang, Qordasy (Abu Ali Al Anbari) ini bergabung dengan jamaah Anshorul Islam dan tinggal bersama mereka tidak lama. Setelah itu dia dikeluarkan bersama brigade dia karena berbagai tuduhan masalah keuangan dan administrasi.
166. Setelah itu dia, bersama para anggota brigade yang terusir itu dia bergabung dengan Al Qo’idah. Tiga bulan kemudian dia diangkat sebagai utusan penghubung antar majmu’ah (group).
167. Sesaat kemudian, karena tugas dia sebagai penghubung antara Baghdad dan seluruh majmu’ah, diperintahkanlah dia untuk safar dan menyerahkan imaroh Moshul kepada seorang ikhwah yang telah ditunjuk oleh qiyadah. Dia pun safar namun dia menunjuk orang lain dari kerabatnya untuk menggantikan jabatannya.
168. Satu bulan setelah ditugasi menyampaikan kepada seorang ikhwah agar menggantikannya sebagai Amir Moshul yang selanjutnya dia malah memilih orang lain itu, ada panggilan kepada si Amir ini untuk bertemu dengan qiyadah, yang sampai saat itu Syaikh Az Zarqowi belum mengetahui tentang kejadian ini.
169. Maka Abu Ali Qordasy (yang mengaku Al Anbari) itu menemui ikhwah yang ditunjuk oleh qiyadah dan berharap kepadanya agar dia menemui qiyadah dan mengaku bahwa dialah Amirnya, serta jangan menceritakan kejadian tersebut. Ikhwah tadipun menyambut baik permintaannya dan menemui qiyadah.
170.Tidak lama kemudian Syaikh Az Zarqowi rohimahulloh mengetahui tipu daya Al Anbari tersebut sehingga dia dan si kerabatnya itu dipecat.
Dan Syaikh Abu Mush’ab Az Zarqowi memerintahkan agar tidak menyerahkan imaroh apapun kepada Al Anbari dan orang-orang yang bersamanya karena mereka itu setipe dengan Al Anbari.
171.Dan diantara mereka yang masuk Al Qo’idah bersama dengan Al Anbari saat itu adalah:
Abu Maryam Al Kurdi,
Sudara kandungnya, yang bernama Abu Hamudi,
Abu Umar An Nu’aimi,
Abu Huda Al Kurdi,
Mayor Abu Muslim At Turkumani dan
Abdun Nashir.
172. Abdun Nashir ini adalah yang telah saya ceritakan sebelumnya merupakan Amir ISIS di Deir. Dialah yang telah membunuh seorang penanggung jawab keamanan Al Qo’idah Abu Saif rohimahulloh di Irak pada masa Syaikh Az Zarqowi.
173. Adapun Abu Maryam Al Kurdi dan saudara kandungnya, yakni Abu Hamudi itu adalah agen Amerika dan intelijen Kurdi di Syamal. Keduanya berhasil menyusup ke dalam jamaah. Saya akan ceritakan sebentar lagi bagaimana keduanya bisa terbongkar.
174. Di antara yang dikatakan oleh Syaikh Abu Syu’aib Al Mishri dalam kesaksiannya di youtube mengenai bekas jamaahnya, ISIS, beliau pernah bertemu dengan Al Anbari beberapa kali dan beliau mengatakan tentang Al Anbari bahwa dia itu orang yang jahil yang tidak memiliki ilmu sama sekali.
175. Makanya yang kita inginkan sekarang ini dari penanggung jawab dewan syariat ISIS, At Turkumani (yang mengaku Al Anbari) ini adalah coba dia terbitkan sebuah risalah kajian aqidah yang dapat menunjukkan tentang manhaj syr’inya dan tentang kadar ilmu yang dimilikinya.
176. Dan yang kita inginkan darinya adalah coba dia tunjukkan kepada kami ijazah dari kitab-kitab yang telah dia baca dari para ulama’ Ahlus Sunnah Irak ketika dia bebas maupun ketika dia di pennjara, yang pada saat itu banyak ulama’ yang dipenjara bersamanya, jika dia jujur.
177. Sebagian orang menyanggah saya kenapa saya menyebut mereka-mereka ini dulunya adalah orang-orang Ba’ats dan dulunya adalah para perwira tentara Saddam Husen. Mereka mengatakan, apakah tidak ada pintu taubat buat mereka? Kenapa engkau menyebut mereka seperti itu?
178. Tentu saja taubat itu akan diterima baik di sisi Alloh maupun di hadapan manusia. Akan tetapi taubat itu ada syarat-syaratnya, di antaranya yang terpenting adalah:
Menyesali pembunuhan kaum muslimin yang pernah mereka lakukan sebelumnya, bukan justeru terus-menerus melakukan pembunuhan sampai sekarang.
179. Belum lagi tindakan-tindakan mereka sekarang yang menggambarkan wujud pelaksanaan dari permintaan-permintaan Ba’ats Suriah untuk mengaborsi jihad Syam dan menjalin hubungan dengan intelijen Suriah, khususnya adalah Hajji Bakar, Al ‘Alwani dan lain-lain.
180. Selain itu: orang yang bertaubat dari riddah mugholladloh (kemurtadan tingkat tinggi) berupa menjalankan hukum dengan selain hukum yang diturunkan Alloh dan memaksakan neo el Yasiq, orang semacam ini tidak boleh diberi jabatan sebagai pemimpin dan tidak boleh ditugaskan untuk memanggul senjata. Lalu bagaimana kok malah dijadikan Amir dua Daulah sekaligus, Irak dan Syam.
181. Dan orang yang bertaubat dari kemurtadan itu, pertama kali yang harus dia lakukan adalah menghormati dan memuji para ulama’, khususnya adalah yang mereka perangi dahulu pada saat masih kafir, seperti Syaikh Aiman Adh Dhowahiri, bukan malah sebaliknya, mencela, membangkang dan menyempal dari mereka.
182. Dan orang yang bertaubat dari kemurtadan tingkat tinggi itu harusnya mengikuti jejak para mujahid senior, bukan malah mencela, keluar dari manhaj mereka kemudian mengikuti manhaj khowarij.
183. Maka mereka ini adalah orang-orang Ba’ats yang bergaya seperti orang taat beragama yang kemudian terbuka kedoknya.
184. Dengan ma’unah Alloh, kita akan lanjutkan. Dan saya masih memiliki informasi-informasi yang mengejutkan buat kalian, khususnya mengenai Amirul Mukminin Al Qurosyi Al Husaini yang tidak memelihara sepatunya. Tapi nanti.
Juga Abu Ahmad Al Alwani, agen Ba’ats.
Serta Al ‘Adnani.
185. Berkenaan dengan disebarkannya foto-foto penyembelihan terhadap mujahidin, foto-foto mutilasi terhadap jasad mereka secara brutal, sebagaimana yang dialami oleh Abu Royyan, ini adalah tindakan yang disengaja oleh ISIS Ba’ats. Bukan untuk menakut-nakuti orang yang berbeda pendapat dengan mereka. Akan tetapi hal itu dilakukan secara sengaja untuk mengobarkan emosi masyarakat agar memusuhi aktifis Islam, karena mereka-mereka ini mengaku sebagai orang Islam dan Daulah Islam yang dicita-citakan. Selain itu juga untuk memancing emosi kelompok Islam terhadap mahajirin.
186. Para muhajirin yang bergabung dengan ISIS ini seperti domba yang berjalan di bawah kepemimpinan Ba’ats kafir, mendengar, taat dan melaksanakan perintanhnya.
187. Sementara misi Ba’ats dari itu semua adalah: memanfaatkan orang-orang yang berdatangan untuk berjihad melawan Basyar Asad untuk memerangi orang-orang yang tulus.
188. Dengan begitu Ba’ats mendapat keuntungan ganda dengan terbunuhnya muhajir yang datang untuk memerangi Basyar dan dengan terbunuhnya anshor (orang lokal) yang tulus dan muhajir-muhajir lain yang bersamanya. Yang seharusnya mereka itu memerangi Basyar Assad tapi malah Basyar mengadu domba dan melumpuhkan mereka.
189. Para pimpinan Ahroru Asy Syam dan Jabhatun Nushroh menyadari strategi Ba’ats ini. Dan Alloh Mahatahu bahwa saya telah berbicara dengan mereka mengenai hal ini dan mereka telah berusaha berkali-kali untuk menghindari peperangan melawan ISIS akan tetapi pisau ISIS ini telah berubah menjadi mematikan.
190. Ba’ats adalah termasuk gerakan yang paling berbahaya. Khususnya adalah yang dikendalikan oleh Nushairiyah dan intelijen Damaskus.
191. Dan kalau ada orang yang memungkiri usaha-usaha intelijen mereka silahkan dia mengkaji ulang sejarah dan sialahkan dia melihat barapa banyak proyek yang telah berhasil mereka susupi dan mereka gagalkan.
192. Al Baghdadi meminta kepada kita agar menerima taubatnya para perwira Ba’ats yang desertir dari tentara Saddam ketika dalam keadaan terpaksa dan setelah dihancurkan. Namun dia tidak mau menerima taubatnya para perwira Basyar yang membelot dari kesatuannya atas kerelaannya sendiri.
193. Dengan beberapa catatan atas taubatnya para perwira FSA yang tidak mengumumkan taubatnya, berlepas diri dari Ba’ats dan mau berhukum dengan hukum Alloh sebagai manhaj hukum. Karena hukum asalnya mereka mereka itu harus berlepas diri dan mengumumkan hal itu.
Tambahan tanpa nomor:
Saya akan ceritakan tentang akun wikileaks Daulah Al Baghdadi (@wikibaghdady), dan sejauh mana nilai dan keautentikan data-datanya. Juga mengenai pertemuan-pertemuan rahasia yang dilakukan Abu Du’a’ As Samurro’i (yang mengaku Al Baghdadi) bersama orang-orang yang ikut berkumpul.
Wikileaks Daulah Al Baghdadi itu adalah akun seorang ikhwah yang menyusup ke dalam ISIS dari para pemuda Jazrowi — dari negeri Haromain Jazirah Arab —, data-datanya sangat akurat — mayoritasnya — kecuali pada kasus-kasus yang mana ISIS sengaja berdusta kepada anak buahnya.
Di antara kesalahan Al Akh Jazrowi dalam tulisannya tersebut adalah: informasi yang sengaja disebarluaskan oleh ISIS bahwa Al Jaulani menolak untuk bertemu Al Baghdadi, dan bahwa Al Jaulani tidak bertemu dengan Al Baghdadi ketika ia datang ke Syam.
Tujuan ISIS menyebarkan berita bohong ini di tengah-tengah para pengikutnya adalah untuk memperburuk citra Al Jaulani karena dia sama sekali tidak mau duduk bersama Al Baghdadi untuk menyelesaikan perbedaan yang terjadi antara keduanya.
Dan itu semua dusta.
Karena Al Jaulani itu telah bertemu dengan Al Baghdadi ketika dia datang ke Syam dan menyampaikan keinginannya untuk memadukan dua Negara (Irak dan Syam) kepada Al Jaulani. Maka Al Jaulani menolak sembari mengingatkan kepada Al Baghdadi bahwa dulu Al Jaulani telah meminta syarat kepada Al Baghdadi bahwa untuk proyek Syam ini harus ada hubungan dengan Khurosan melalui Irak, dan bahwa proyek tersebut tidak mengikuti Daulah, dan juga bahwa perluasan wilayah tersebut tidaklah menguntungkan sama sekali terhadap jihad. Maka Al Baghdadipun terdiam.
Lalu mulailah ia berbicara tentang Zakkur, Amir Jabhatun Nushroh wilayah Aleppo, yang merupakan generasi pertama yang mendirikan Jabhatun Nushroh, dan sejarah jihadnya lurus. Namun saya tidak akan menceritakannya secara detail karena mengkhawatirkan keselamatannya.
Yang terjadi dalam Majelis:
Al Baghdadi banyak memuji Syaikh Al Jaulani, sampai-sampai dia mengatakan bahwa Syaikh Al Jaulani itu adalah: “Nilainya setara dengan satu bangsa.” Di mana hal itu membikin dongkol Al ‘Adnani, orang yang tidak pernah melewatkan satu momenpun kecuali dia cium kaki Al Baghdadi. Pertanyaannya adalah, kenapa Al Baghdadi memujinya seperti itu?!
Di antara yang hadir dalam majelis itu bercerita bahwa pertemuan itu awalnya adalah antara Al Adnani dengan Al Baghdadi. Al Andani mencium kaki Al Baghdadi karena dia menyangka bahwa Al Baghdadi itu keturunan quraisy dan keturunan Husain.
Kemudian Al Baghdadi, dalam majelis yang sama, memuji Syaikh Abu Mariyah Al Juburi dan mengatakan bahwa beliau itu adalah: “Setara dengan satu pasukan.” Al Baghdadi memujinya dan medekatkan posisinya kepadanya di majelis itu karena ia berharap dapat memisahkannya dari Al Jaulani.
Abu Mariyah adalah Al Ghorib Al Muhajir Al Qohthoni, anggota dewan syariat pusat Jabhatun Nushroh.
Selain itu Al Baghdadi juga memuji Syaikh Al Jaulani di hadapan seluruh anggota dewan Syuro, pada pertemuan tersebut.
Setelah pertemuan itu Al Baghdadi mengadakan pertemuan sendiri dengan sebagian mereka untuk membujuk mereka agar memisahkan diri dari Al Jaulani dengan tujuan memuluskan keinginannya untuk perluasan wilayah.
Setelah satu persatu diajak berdialog, mayoritas mereka menolak. Al Baghdadipun mengancam Syaikh Abu Mariyah Al Juburi dengan bom mobil dan dengan senapan berperedam suara. Namun Abu Mariyah tetap menolak.
Lalu Al Baghdadi menawarkan kepada Abu Mariyah untuk menggantikan posisi Al Jaulani. Abu Mariyah tetap menolak, kemudian meminta ijin dan pergi.
Setelah itu Al Baghdadi mengirim Abu Ali Al Anbari kepada Syaikh Abu Mariyah untuk memintakan maaf atas ancaman Al Baghdadi kepadanya dengan bom rompi, bom mobil dan senapan berperedam suara.
Setelah itu semua, Syaikh Al Jaulani dan Al Baghdadi sepakat untuk membiarkan kondisinya seperti semula dan keduanya berjanji untuk menunggu keputusan dari Khurosan. Dua hari setelah itu semuanya dikejutkan dengan proklamasi Al Baghdadi. Al Baghdadi memproklamasikan Daulah Irak dan Syam. Selama satu pekan masing-masing tidak dapat mengeluarkan pesan walaupun satu kali.
Setelah itu datanglah surat kilat dari Syaikh Aiman hafidhohulloh wa ro’ahu memerintahkan agar amsing-masing fihak;
Diam dan bekerja sebagaimana sebelum proklamasi, sampai datang keputusan.
Sampai muncullah ISIS. Kemudian datanglah surat keputusan kepada Al Baghdadi yang hanya dibacakan kepada dua orang saja, Hajji Bakar dan Al Anbari. Dan Al Baghdadi memerintahkan keduanya agar tidak menceritakan isinya, namun ternyata Hajji Bakar menceritakan isinya secara detail kepada Abu Umar Al Qohthoni, anggota dewan syariah ISIS di Aleppo. Sementara Al Qohthoni ini, segagaimana kebiasaan orang-orang jazrowi yang tidak dapat menahan mulutnya. Maka dia bocorkanlah hal itu kepada kawan-kawannya, yang di antaranya adalah ikhwah yang membuat akun wikileaks Daulah Al Baghdadi tersebut. Dan surat tersebut rupanya adalah dari Syaikh Aiman Adh Dhowahiri.
Di antara isi surat yang ditujukan kepada Al Baghdadi tersebut bunyinya adalah: “Apakah ini perbuatan orang yang bertaqwa dan memiliki ikatan baiat? Engkau telah melangkahi imaroh. Maka takutlah kepada Alloh dan tetaplah seperti sedia kala sampai saya susulkan dengan surat lainnya.”
Maka Al Baghdadi dengan dewan Syuronya mengirim surat kepada Syaikh Al Jaulani melalui Abu Ibrohim, seorang anggota dewan militer ISIS. Dalam surat tersebut Al Baghdadi mengatakan:
“Saya bersumpah demi Alloh yang Mahaagung, seandainya datang perintah dari Syaikh Aiman Adh Dhowahiri memerintahkan saya untuk kembali ke Irak, pasti saya akan cium kepada para ikhwah di Syam dan saya akan kembali ke tempat asalku tanpa menunggu apapun.”
Kemudian diapun berdusta dan melanggar sumpahnya.
Di antara orang yang paling getol membujuknya untuk menolak perintah Syaikh Aiman Adh Dhowahiri sebelum perintah itu datang adalah Hajji Bakar. Dia mengatakan: “Apakah kita akan menghubungkan Daulah kita ini dengan seorang tua renta di Khurosan?”
Dia juga memprovokasi yang lainnya untuk menolak.
Dan saya memohon kepada Alloh wahai Hajji Bakar, agar membalas perbuatanmu itu dengan menyiksamu atas setiap darah muslim yang tertumpah lantaran pembangkanganmu kepada Amir Aiman Adh Dhowahiri, dan provokasimu untuk mengobarkan kekacauan di bumi Syam.
Allohumma Amiiiin.
Fungsi ISIS sebagai agen saat ini:
Pemerintah Ba’ats meminta penyelamatan dari ISIS, setelah mengalami kekalahan demi kekalahan di pertempuran Al Anfal. Maka mereka kumpulkan para pendukung ISIS untuk menyerang Deir Al Zur dan Markadah untuk meringankan tekanan terhadap pemerintah Basyar Asad.
Tentu saja ISIS tahu bahwa mujahidin tidak akan menyerang Roqqoh menggunakan senjata-senjata berat, oleh karena itulah mereka mengirim sebagian besar pasukannya untuk menyerbu Deir sementara Roqqoh di bawah belas kasih penjaga pos.
Maka, hendaknya semua kelompok jihad, terutama Al Qo’idah a’azzahalloh, harus melakukan serangan ke Roqqoh. Namun dengan cara operasi penculikan dan perang kota dengan menggunakan senjata-senjata ringan.
Karena pemerintah Suriah itu akan mengandalkan ISIS pada saat-saat kritis. ISISlah yang dapat menyelatkan pemerintah Suriah dari situasi-situasi genting. Sebagaimana yang dialami konvoi mujahidin yang datang untuk membebaskan penjara Aleppo. Mereka mendapatkan serangan 3 bom mobil. Demikian halnya bombardir terhadap mujahidin yang mengepung unit 17 di Roqqoh.
Selain itu, sesungguhnya pada saat ini, memindahkan pertempuran ke Roqqoh itu tidak kalah pentingnya dari memindahkan pertempuran ke pegunungan wilayah pantai Nushairiyah. Karena mereka itu ibarat dua sisi mata uang. Dan misi mereka adalah sama: mengaborsi jihad.
Maka semua kelompok jihad haruslah membantu mujahidin Deir Al Zur.
Dan jangan ada yang beralasan, kelompok saya tidak menjadi target. Karena semua mujahid itu merupakan target operasi dewan keamanan ISIS.
Tamat seri I, dan bersambung di lain waktu (Insyaa Allah)
Catatan:
Artikel ini telah dikaji ulang oleh penulisnya (Abu Ahmad) semoga Alloh memperteguh beliau dan para ikhwah yang bersama beliau dengan pertolongan dari sisi-Nya, dalam menghadapi orang-orang kafir, orang-orang Nushairiah, orang-orang murtad dan orang-orang Khowarij.
– See more at: http://www.kompasislam.com/2014/05/12/fakta-fakta-gelap-isis-8/#sthash.JeP6v4mi.dpuf

 


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s