Kekuatan itu di pagi hari

subuhSaudaraku, bayangkanlah bagaimana jika kita adalah seorang murid sekolah. Kita, adalah salah satunya murid di kelas yang paling sering datang terlambat. Kita datang selalu setelah bunyi bel masuk dan teman-teman sudah berada di tempat duduknya masing-masing siap menerima pelajaran. Bapak atau ibu guru sudah didepan kelas, siap untuk mulai menerangkan pelajaran. Bagaimana pandangan teman-teman sekelas kepada kita? Bagaimana pandangan ibu atau bapak guru kepada kita? Apa yang berkecamuk dalam hati kita saat itu?
Atau kita seorang karyawan di sebuah kantor. Kita satu-satunya dikantor yang kerap terlambat masuk kantor. Kita hampir selalu gagal untuk hadir sebelum jam kerja yang ditetapkan. Kita datang saat roda kehidupan sudah mulai berjalan. Kita pun, beberapa kali ditegur olah atasan yang bertanya kenapa selalu terlambat. bagaimana suasana hati kita berada di tengah keadaan seperti itu? Menyesal? Malu? Bayangkan apa lagi, apa hukuman yang akan kita terima jika kita terus menerus melakukan kesalahan serupa. Bagaimana jika kita tidak masuk ke sekolah atau masuk kantor? Bagaimana aturan sekolah atau kantor jika beberapa kali terlambat? Hukumannya adalah di skors bahkan di pecat? Bagaimana jika yang menghukum yang memberi kehidupan kita, yang memberi rezeki kita, yang mencabut nyawa kita? Kenapa justru kita takut kepada manusia bukan takut kepada Allah yang memberikan fasilitas hidup di dunia?


Saudaraku, bandingkan ilustrasi di atas dengan keadaan kita yang lain. jika kita berada di antara orang-orang yang disiplin melakukan shalat subuh berjamaah. Sementara kita selalu tertinggal untuk shalat subuh berjamaah di masjid. Tapi, barangkali tak sedikit di antara kita itu, kemudian kita tidur kembali. Kita lalu menyesal, tapi mengulanginya kembali di esok hari, lalu bisikan syetan mengatakan yang penting sudah shalat subuh dirumah walau terlambat daripada tidak melakukan sama sekali. Sudah berapa lamakah kita tidak melakukan sholat subuh berjamaah?
Padahal Allah menjanjikan pahala surga yang abadi? Allah berfirman,
Dan orang-orang yang senantiasa memelihara pelaksanaan shalat-shalat mereka. Mereka itulah yang akan mendapatkan surga, yaitu surga Firdaus. Mereka kekal di dalam surga itu. (QS Al-Mu’minuun[23]9-11)
“Orang-orang yang selalu memelihara shalatnya dengan baik, mereka itu di akhirat kelak dimuliakan dalam surga-surga. (QS Al-Maa’rij 34-35)
Rasulullah saw bersabda, “Barangsiapa mengerjakan shalat burdain (sholat subuh dan ashar) maka ia akan masuk surga (HR Bukhari & Muslim)
Saudaraku, gambarkan dalam diri kita betapa pendeknya umur manusia, banyak kesibukan yang harus dikerjakan dan penyesalan yang dalam akibat segala kekurangan tatkala ajal menjelang dan penyesalan setelah semuanya berlalu. Bayangkanlah pula di pelupuk mata dan relung hati anda pahala orang-orang yang sempurna, sementara anda sendiri kekurangan. Bayangkanlah pahala orang-orang yang serius beramal sholeh, sedang anda bermalas-malasan. Jangan membiarkan jiwa kosong dari nasihat-nasihat yang anda dengar. Jauhilah pikiran-pikiran yang selalu membisiki anda. Sesungguhnya nafsu laksana kuda liar. demikian nasihat dari Ibnu Jauzi.
Imam Al Gozali mengatakan, “Setiap hari paksakan dirimu untuk sabar beribadah kepada Allah. Andaikata engkau ditakdirkan untuk hidup selama 50 tahun dan engkau biasakan dirimu untuk sabar beribadah, nafsumu tetap akan berontak tetapi ketika maut menjemput kau akan bahagia selama-lamanya. Tetapi ketika engkau tunda-tunda dirimu untuk beramal dan kematian datang diwaktu yang tidak kau perkirakan.
Saudaraku kenapa kita bisa memaksakan diri saat mau berangkat kerja macet, panas dan hujan, tetapi tidak mau memaksakan untuk shalat berjamaah subuh di masjid atau mushola.
Allah sudah menyuruh agar mengerahkan segala kemampuan untuk melakukan ketaatan kepada Allah, Allah swt berfirman, “Wahai manusia, karena itu taatlah kepada Allah dengan segala kemampuan kalian. Dengarlah dan taatlah kepada Allah. (QS At-taghabun[64]16)
Janganlah karena kesibukkan dunia membuat kita lupa mengerjakan kewajiban Allah swt berfirman, “Wahai orang-orang yang beriman, janganlah harta dan anak-anak kalian menyibukkan kalian sehingga kalian lupa melaksanakan kewajiban kalian kepada Allah. Siapa saja yang sibuk dengan urusan dunianya, mereka itu adalah orang-orang yang pasti mendapatkan kerugian di akhirat. (QS Al-Munafiqun[63]9)

Sholat subuh adalah shalat yang paling afdol
Rasulullah saw bersabda, “Shalat yang paling afdol di sisi Allah adalah shalat subuh pada hari jumat bersama jamaah. (HR Abu Nu’aim)

Diberikan cahaya
Rasulullah saw bersabda, “Beritakanlah kabar gembira bagi orang-orang yang berjalan ke masjid di waktu gelap (dipagi hari), dengan cahaya yang sempurna dihari kiamat (HR Ibnu Majah).
Wahai Muhammad, pada hari kiamat, engkau akan melihat cahaya memancar di depan dan sisi kanan golongan laki-laki dan perempuan mukmin. Malaikat berkata kepada mereka. “Pada hari ini, ada kabar gembira bagi kalian. Kalian mendapatkan surga-surga yang mengalir dibawahnya sungai-sungai. Kalian kekal tinggal di dalamnya. Demikian itu adalah kemenangan yang amat besar bagi kalian. (QS Al-Hadiid[57}12)

Akan di beri perlindungan oleh Allah
Rasulullah saw mengetuk hati kita untuk memelihara shalat shubuh di awal waktu, “Barangsiapa shalat subuh, maka ia berada dalam lindungan Allah (HR Muslim)
Yaitu berada dalam perlindungan jaminann dan tanggungan Allah.
Imam Muslim menambahkan dalam riwayat lain, “Janganlah kamu melanggar perlindungan Allah. Barangsiapa melanggar perlindungan Allah niscaya Allah akan menyungkurkannya dalam api neraka

Akan disaksikan oleh malaikat
Kita berada pada janji Allah di setiap waktu shalat fajar dan ashar. Pada dua kesempatan itulah, diajukan laporan harian yang ditulis oleh malaikat kepada Allah. “Malaikat siang dan malaikat malam datang dan pergi kepada kalian pada waktu malam. Mereka berkumpul di waktu shalat Subuh dan ashar, kemudian malaikat yang ada bersama kalian naik ke langit Allah bertanya kepada mereka (dan Allah Maha Tahu), “Bagaimana kalian tinggalkan hamba-hamba-Ku? Mereka menjawab, “Kami tinggalkan mereka sedang melakukan shalat. Dan kami datangi mereka sedang melakukan shalat (HR Bukhari Muslim)
Ibnu Khuzaimah menambahkan dalam kitabnya, “Sesungguhnya para malaikat berdoa, “Ya Allah ampunilah dia pada hari kemudian kelak.”
Rasulullah saw bersabda, “Shalat berjamaah lebih utama dua puluh lima kali daripada shalat kamu sendirian. Malaikat malam dan malaikat siang berkumpul menghadiri shalat subuh (HR Bukhari)
Kemudian Abu Hurairah berkata, “Silakan kamu baca, “Sesungguhnya shalat subuh itu disaksikan oleh Malaikat (QS Al-Isra 78)
Bagaimana jika malaikat berkata kami dapati mereka sedang tidur?

Shalat sunnat subuh lebih baik daripada dunia dan seisinya
Rasulullah saw bersabda, “Dua rakaat subuh (summat subuh) lebih baik daripada dunia dan seisinya (HR Muslim)
Nabi tidak pernah menjaga sesuatu dari amalan-amalan seketat beliau menjaga dua ruakaat sunnat subuh.” Ibnu Hajar Al-Aqalaani berkata dalam Fahtul Baari, “Rasulullah tidak pernah mengerjakan shalat sunnat rawatib sebelum maupun sesusdah shalat disaat safar kecuali shalat sunnat subuh.
Rasulullah saw bersabda, “Janganlah kalian tinggalkan dua rakaat shalat sunnah Subuh meskipun kalian berada di punggung kuda. (HR Abu Dawud dan Ahmad)
Subhanallah setiap satu kali melakukan sholat dua rakaat sunah subuh bagaimana jika dilakukan setiap hari? Oleh sebab itu apabila beliau terluput mengerjakannya sebelum shalat beliau akan mengerjakannya sesudah shalat subuh. Semua itu karena pengagungan terhadap shalat nafilah ini. Begitu besar pahalanya bagaimana dengan shalat fardhu subuh?
Saat peperangan dengan Persia, Anas bin Malik ikut serta perang, dan beliau menangis terlupa shalat subuh dalam sekali seumur hidupnya. Beliau menangis, sambil berkata Apa gerangan Tustar (kota Persia)? Sungguh telah lepas dariku shalat subuh aku tak ingin sekiranya aku memiliki dunia seisinya dengan meningalkan shalat subuh!
Saudaraku, jika anda mempunyai janji dengan seorang pengusaha mau di beri uang satu milyar, syaratnya saat shalat subuh ketemu di Masjid, apakah anda terlambat mene muinya? Padahal Allah yang akan memberikan pahala lebih baik dari dunia dan seisinya, jika shalat sunnah apakah masih kita tidak percaya?
Mengapa kita justru sedih tidak masuk kerja, tidak sedih meninggalkan shalat subuh berjamaah? Padahal dua rakat saja hanya beberapa menit dapat pahala lebih baik dari isi dunia? Dibandingkan kerja sampai sebulan, hanya mendapatkan beberapa juta? Astagfirullah.
Ibnu Qurtubu meriwayatkan pada suatu ketika seorang laki-laki mengerjakan sholat dua rakaat diluar sebuah kubur. Setelah itu ia bersandar hingga tertidur. Dalam tidurnya bermimpi, didatangi penghuni kubur berkata, “Menjauhilah dariku karena kamu telah menyakitiku. Demi Allah dua rakaat yang engkau kerjakan jika itu miliki itu lebih aku cintai daripada dunia beserta isinya. Sungguh kalian beramal tapi sama sekali tidak tahu hakekat kematian ini. Tapi kami telah mengetahuinya namun kami tidak dapat lagi mengerjakan amalan apapun !
Amir bin Abdullah saat meregang nyawa ia mendengar adzan, ia berkata, “Angkatlah aku, kerabat-kerabatnya berkata, “Mau kemana? Jawabnya, “Subhanallah, apakah aku tidak menjawabadzan padahal aku mendengar suara adzan? Kemudian mereka memapah ia untuk sholat berjamaah. Sesampai di masjid, beliau sempat mengerjakan shalat satu rakaat saja ia meninggal dalam keadaan sujud.

Di masukkan dalam kelompok abraar dan golongan delegasi ar-Rahman
Rasulullah saw bersabda, “Barangsiapa berwudhu di rumahnya lantas mendatangi masjid dan mengerjakan shalat dua rakaat sebelum subuh kemudian duduk hingga ia mengerjakan shalat subuh kemudian keluar dari masjid maka shalatnya pada hari itu ditulis dalam golongan shalat kaum abaar dan akan ditulis dalam golongan delegasi Ar-Rahman. (HR. Ath-Thabrani)
Allah telah berfirman tentang kaum abraar, “Orang-orang shalih pasti masuk ke dalam surga Na’im. Penghuni surga Na’im duduk di atas sofa-sofa seraya melihat-lihat pemandangan sekelilingnya. Wahai Muhammad, engkau melihat pada wajah mereka tampak cahaya cerah penuh kesenangan. (QS Al-Muthafifin 22-24)
Ibnu Katsir berkata dalam tafsirnya, “Delegasi ar-Rahman adalah orang-orang yang akan dibangkitkan pada hari kiamat dengan mengendai kendaraan dari cahaya.

Mendapatkan Keutamaan Shalat Sepanjang Malam
Rasulullah saw bersabda, “Barangsiapa mengerjakan shalat Isya berjamaah seolah-olah ia mengerjakan shalat separuh malam. Dan barangsiapa shalat subuh berjamaah seolah-olah ia mengerjakan shalat semalam penuh (Hr Muslim)
Diriwayatkan Umar bin Khatab kehilangan Sulaiman bin Abi Khaitsamah di waktu shalat subuh. Ketika Umar pegi ke pasar kebetulan rumah Sualaiman berada di antara pasar dan masjid An-Nabawi-ia bertemu Asy-Syifa’ Unnu Sulaiman. Beliau berkata kepadanya, “Mengapa aku tidak melihat Sulaiman di waktu shalat jamaah subuh? Ummu Sulaiman menjawab, “ Ia shalat, kemudian tertidur. Umar berkata, “Shalat subuh berjamaah lebih aku sukai daripada bangun sepanjang malam.

Generasi yang berhak menyambut Nabi Isa Al-Masih adalah generasi yang menjaga shalat subuh.
Nabi saw bersabda, “Dan mayoritas mereka berada di Baitul Maqdis (yaitu mayoritas kaum mukmin kala itu berada di Baitul Maqdis). Imam mereka adalah seorang laki-laki yang shalih. Ketika imam mereka maju untuk mengimami mereka shalat subuh tiba-tiba turunlah kepada mereka Isa bin Maryam pada waktu subuh itu, lantas imam merekapun mundur ke belakang dengan perlahan agar nabi Isa maju ke depan mengimami shalat. Namun Nabi Isa menahannya dengan tangannya di antra kedua pundaknya sembari berkata “Majulah, imamilah shalat, karena shalat ini ditegakkan untukmu. Maka imam merka itulah yang mengimami shalat mereka. (HR Ibnu Majah)

Pertolongan dan kemenangan umat Islam berada di tangan orang-orang yang mengerjakan shalat subuh
Salah seorang pemimpin Yahudi berkata, “Kalian tidak akan bisa mengalahkan kami hingga jumlah kaum muslimin yang mengerjakan shalat subuh sama seperti jumlah mereka saat mengerjakan shalat jumat
Shalahuddin Al-Ayyubi, mendidik pasukannya untuk mengerjakan shalat khususnya shalat malam dan shalat subuh. Setiap kali melewati suatu kaum yang sedang shalat beliau berkata, “Dari sinilah turun pertolongan.” Setiap kali melewati kaum yang tidur beliau berkata, “Inilah faktor penyebab kekalahan!”
Manakala seorang hamba menolong Allah, yaitu dengan melaksanakan apa yang diperintahkan-Nya dan menjauhi apa yang dilarang-Nya, maka kemenangan merupakan jaminannya
Sungguh Allah pasti menolong siapa saja yang membela agama-Nya. Sungguh Allah Mahakuat lagi Mahaperkasa menghancurkan kezhaliman. (QS Al-Hajj(40)
Kebiasaan Ibnu Taimiyah adalah duduk berdzikir setelah shalat subuh. Muridnya, Ibnu Qoyyim menceritakan hal ini, “Suatu kali saya mendatangi Syaikh Islam Ibnu Taimiyah setelah shalat subuh. Ia duduk berdzikir sampai matahari mulai meninggi, setelah itu ia memandangku dan berkata. “Ini sarapanku, apabila aku tidak sarapan (membaca dzikir) niscaya hilang kekuatanku”
Ibnu Taimiyah mungkin tidak pernah menganggap bahwa dzikirnya setelah subuh adalah beban atau pekerjaan yang menyita waktu yang akan menghalanginya menunaikan kesibukan-kesibukkan yang lain. Sebab dzikir itu, baginya adalah sebuah kebutuhan, sumber kekuatan, penambah energi dan pencerah jiwa yang mesti dipenuhi guna meringankan beban-beban hidupnya yang lain.

Meraih pahala yang besar
Diriwayatkan dari Jabir bin Samuroh ra, ia berkata,”Bahwasanya setiap kali Nabi Muhammad saw selesai sholat fajar, beliau duduk ditempatnya hingga matahari terbit dengan terang (HR Muslim)
Rasulullah sw bersabda,”Barangsiapa yang ikut shalat subuh berjamaah di masjid, lalu duduk berdzikir mengingat Allah sampai matahari terbit, lantas mengerjakan shalat dua rakaat, maka baginya pahala bagaikan orang yang menunaikan ibadah haji dan umroah dengan sempurna-sempurna dan sempurna (HR Tirmidzi)
Hai orang-orang yang beriman, berdzikirlah dengan menyebut nama Allah, dzikir yang sebanyak-banyaknya. Dan bertasbihlah kepada-Nya di waktu pagi dan petang (Al-Ahzab[33]41-42)
Dan sebutlah nama Tuhanmu dalam hatimu dengan merendahkan diri dan rasa takut, dan dengan tidak mengeraskan suara di waktu pagi dan petang, dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang lali (QS Al-A’raf 205)
Umar bin Khatab terkenal sebagai orang yang sangat menjaga shalatnya. Suatu ketika, beliau shalat subuh dalam keadaan lemah karena menderita luka tusuk, setelah seorang budak Majusi menikamnya. Shabat al-Miswar bin Mahrumah saat menjenguk Umar bin Katab pada suatu malam karena telah terjadi penusukan terhadap dirinya, ketika mereka membangunkan Umar untuk shalat subuh, beliau berkata, “Ya aku akan menunaikannya karena orang yang meninggalkan shalat tidak mempunyai bagian dalam Islam. Umar pun mendirikan shalat dalam keadaan darah dari lukanya terus mengalir.

Sholat subuh menyelamatkan dari api neraka
Saudaraku bayangkan jika istri kita membangunkan pada pukul empat pagi seraya berteriak-teriak, “Kabakaran!! Tentunya kita akan melompat dengan cepat, mengapa kita tidak takut kepada api neraka? Api neraka lebih panas daripada api dunia. Rasulullah saw bersabda, “Api kalian ini, yang dinyalakan oleh bani Adam, hanyalah satu bagian dari tujuh puluh bagian panasnya api jahanam (HR Bukhari & Muslim)
Api jahanam dinyalakan selama seribu tahun hingga memerah, kemudian dinyalakan lagi selama seribu tahun hingga memutih, kemudian dinyalakan lagi selama seribu tahun hingga menghitam, maka neraka itu menjadi hitam kelam!
Wahai saudaraku tercinta, kita bisa menghindari semua dengan dua rakaat shalat subuh
Rasulullah saw bersabda, “Tidak akan masuk Neraka seseorang yang mengerjakan shalat sebelum matahari dan sebelum terbenam matahari

Dilapangkan Rezeki
Pernah suatu ketika Nabi SAW shalat subuh. Begitu selesai, beliau pun kembali ke rumah dan mendapati putrinya Fathimah ra sedang tidur. Kemudian beliau pun membalikkan tubuh Fatimah dengan kaki beliau, kemudian mengatakan kepadanya, “Hai Fathimah, bangun dan saksikanlah rezeki Rabb-mu karena Allah membagi-bagikan rezeki para hamba antara shalat subuh dan terbitnya matahari.”(H.R. Baihaqi).

Doa agar diri pribadi dan anak keturunan senantiasa menjaga shalat
Mi’raj nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa salam dari Baitul Maqdis di kota Al-Quds, Palestina menuju langit ketujuh dan Sidratul Muntaha merupakan peristiwa sejarah yang sangat agung. Bukan saja bagi nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa salam, namun juga bagi seluruh umatnya. Pada peristiwa itulah Allah Ta’ala mewahyukan perintah shalat wajib lima waktu dalam sehari-semalam kepada nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa salam.
Mi’raj membawa “oleh-oleh” perintah syariat yang sangat agung, yaitu shalat lima waktu dalam sehari-semalam. Shalat wajib diwahyukan secara langsung oleh Allah Ta’ala kepada nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa salam tanpa melalui perantaraan malaikat Jibril ‘alaihis salam. Waktu dan tempat menerimanya pun sangat istimewa karena nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa salam langsung menghadap Allah Ta’ala di Sidratul Muntaha.
Shalat wajib lima waktu adalah rukun Islam terpenting setelah dua kalimat syahadat. Menegakkan shalat wajib adalah perkara yang membedakan antara seorang muslim dan seorang kafir. Seorang muslim adalah orang yang menegakkan shalat. Orang yang tidak menegakkan shalat nyaris tidak ada bedanya dengan orang kafir dan orang musyrik, sebab orang kafir dan orang musyrik juga tidak melaksanakan shalat. Sebagaimana dijelaskan dalam hadits shahih:
عَنِ جَابِرِ بْنِ عَبْدِ اللهِ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ يَقُولُ: سَمِعْتُ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ: «بَيْنَ الرَّجُلِ وَبَيْنَ الشِّرْكِ وَالْكُفْرِ تَرْكُ الصَّلَاةِ»
Dari Jabir bin Abdullah radhiyallahu ‘anhu berkata: “Saya mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa salam bersabda: “Batas antara seseorang dan kesyirikan serta kekafiran adalah meninggalkan shalat.” (HR. Muslim no. 82, Abu Daud no. 4678, Tirmidzi no. 2620, Ibnu Majah no. 1078 dan Ahmad no. 15183)
Begitu pentingnya shalat wajib sehingga Al-Qur’an dan as-sunnah berulang-ulang memerintahkan kaum muslimin untuk menjaganya. Bahkan para nabi dan rasul pun sampai berdoa kepada Allah Ta’ala agar dikaruniai kemampuan menjaga shalat wajib. Para nabi dan rasul berdoa untuk diri mereka sendiri dan anak keturunan mereka. Sebagaimana doa yang dibaca oleh nabi Ibrahim ‘alaihis salam:
رَبِّ اجْعَلْنِي مُقِيمَ الصَّلَاةِ وَمِنْ ذُرِّيَّتِي رَبَّنَا وَتَقَبَّلْ دُعَاءِ
“Wahai Rabbku, jadikanlah aku dan anak keturunanku orang yang menegakkan shalat. Wahai Rabb kami, terimalah doa kami!” (QS. Ibrahim [14]: 40)
Mengugah semangat Qiyamulail
Malam adalah waktunya tubuh beristirahat dan melepaskan lelah akibat bekerja sepanjang hari. Malam adalah waktunya berangan-angan atau berkumpul bersama keluarga dan istri tercinta. Tapi, malam juga merupakan waktu yang sangat tepat untuk meyempurnakan iman lewat shalat malam. Sayangnya, manusia cenderung mendahulukan kesenangan duniawi mereka daripada memikirkan urusan akhirat. Lebih memilih berbaring dalam balutan selimut di atas kasur empuk dari pada bersujud di atas gelajaran sajadah di lantai yang keras. Lebih memilih terbuai mimpi ciptaan hati dan pikiran daripada menghadap-Nya dalam shalat malam.
Ketahuilah, wahai saudaraku. Hati manusia ibarat cermin tak dapat melihat kecuali yang ada di hadapannya. Jadi, jika yang terletak di depan hatimu adalah keduniawaan (harta), maka yang terus menerus terpantul dalam mata dan pikiranmu hanyalah persoalan harta, hingga akhirnya hidupmu hanya dipenuhi kecintaan kepadanya.
Allah berfirman, “Pada hati manusia ditanamkan rasa cinta kepada kelezatan, berupa cinta kepada perempuan, anak-anak, emas dan perak yang berkuntal-kuintal, kuda yang dijadikan tunggangan hewan ternak dan sawah ladang. Semuanya itu hanyalah kesenangan hidup sementara di dunia. Padahal tempat tinggal disisi Allah (surga) (QS Ali Imran [3]14).
Pada suatu malam Rasulullah saw bangun lalu berjalan keluar rumah. Melalui sebuah rumah beliau bersabda, “Siapakah yang bangun diantara kalian, wahai penghuni kamar? Kalian di dunia saling menutupi (berpelukan) sedang di akhirat tidak ada selembar kain pun yang menutupi kalian (HR Bukhari)
Wahai saudaraku, cobalah satukan jiwa dan raga diatas sajadah malam yang sepi seraya berucap, Inilah hamba, yaa Rabb. Berdiri di antara kekuasaan-Mu di saat semua makhluk-Mu sedang terlelap. Ya Allah, hamba serahkan semua takdir ini kepada-Mu. Jagalah diri untuk selalu mengingat-Mu, mensyukuri-Mu dan selalu memperbaiki ibadah kepada-Mu
Allah swt berfirman, “Wahai orang yang berselimut. Shalatlah pada malam hari sekalipun sebentar, yaitu separuh pada malam atau kurang sedikit dari itu atau lebih sedikit dari itu. Bacalah al-Qur’an dengan tartil. Kami akan menurunkan kepadamu perintah yang berat. Shalat malam itu lebih berkesan dalam hati daripada shalat siang. Bacaan shalat malam lebih berkesan dalam hati. Engkau mempunyai kesibukan yag padat pada siang hari. Ingatlah Tuhanmu dan hadapkanlah hatimu kepada-Nya sepenuh hati (QS [74] AL-Muzalim 1-8)
Mu’adz bin Jabal pernah bertanya kepada Rasulullah saw, “Rasulullah, ajari saya satu amal yang membuat saya masuk surga dan selamat dari neraka, “Rasulullah saw bersabda, “Kamu telah menanyakan sesuatu yang sangat besar dan agung. Itu sangat mudah bagi orang yang dikehendaki Allah. Menyambah Allah, tanpa menyekutukan-Nya dengan apa pun, melaksanakan salat, membayar zakat, berpuasa di bulan Ramadhan dan berhaji, “Rasulullah saw melanjutkan sebdanya, “Maukah kamu, aku tunjukkan beberapa pintu kebaikan? Puasa adalah perisai sedekah adalah pemadam dan penghapus dosa seperti memadamkan api dan shalat seseorang di tengah malam.
“Kemudian Rasulullah saw membaca firman Allah swt. “ Mereka bangun di malam hari untuk berdoa kepada Tuhan mereka dengan penuh rasa takut dan harap. Mereka juga mendermakan sebagaian harta yang Kami karuniakan kepada mereka. Tidak seorangpun mengetahui rahasia pahala yang menyejukkan mata yang Allah sediakan bagi orang-orang yang beriman. Pahala itu sebagai balasan atas amal shalih yang telah mereka dilakukan didunia (QS as-Sajadah [32]:16-71)
Berikut ini adalah beberapa pahala shalat qiyamulaial mudah-mudahan bisa menggugah semangat qiyamulail
1. Shalat Tahajud sebagai tiket masuk surga, Abdullah Ibn Muslin berkata “kalimat yang pertama kaliku dengar dari Rasulullah Saw saat itu adalah, “Hai sekalian manusia! Sebarkanlah salam, bagikanlah makanan, sambunglah silaturahmi, tegakkanlah shalat malam saat manusia lainnya sedang tidur, niscaya kalian masuk surga dengan selamat.” (HR. Ibnu Majah).
Wahai Muhammad, apakah sama orang yang bangun malam hari untuk melakukan shalat tahajud dan zakat kepada hari akhirat denga orang-orang yang kafir? Wahai Muhammad, katakanlah, “Apakah sama orang yang berilmu dengan orang yang tidak berilmu? Sungguh hanyalah orang yang mempunyai akal sehat yang mau ingat kepada peringatan Allah. (QS Az-Zumar [39] 9)
2. Amal yang menolong di akhirat, Allah SWT berfirman, “Sesungguhnya orang-orang yang bertaqwa berada di dalam taman-taman surga dan di mata air-mata air, seraya mengambil apa yang Allah berikan kepada mereka. Sebelumnya mereka adalah telah berbuat baik sebelumnya (di dunia), mereka adalah orang-orang yang sedikit tidurnya di waktu malam dan di akhir malam mereka memohon ampun kepada Allah.” (QS. Az Zariyat: 15-18)
Nabi SAW : “Wahai manusia! Sebarkanlah salam, berilah makan dan sholatlah di malam hari ketika manusia sedang tidur lelap, niscaya kamu masuk surga dengan penuh kedamaian.” (HR. Ibnu Majah)
Ayat di atas menunjukkan bahwa orang yang senantiasa bertahajud Insya Allah akan mendapatkan balasan yang sangat nikmat di akhirat kelak.
3. Sholat malam adalah ibadah yang biasa dikerjakan orang-orang sholeh, ibadah yang mendekatkan diri kepada Allah SWT, penghapus berbagai kesalahan, Pembersih penyakit hati dan jasmani dan pencegah dari perbuatan dosa, Salman Al Farisi berkata, Rasulullah Saw bersabda, “Dirikanlah shalat malam, karena sesungguhnya shalat malam itu adalah kebiasaan orang-orang shaleh sebelum kamu, (shalat malam dapat) mendekatkan kamu kepada tuhanmu, (shalat malam adalah) sebagai penebus perbuatan buruk, mencegah berbuat dosa, dan menghindarkan diri dari penyakit yang menyerang tubuh.” (HR. Ahmad)
4. Orang-orang yang paling mulia di antara umat ini, mereka yang senantiasa mengerjakan sholat di malam hari, Abdullah bin Abbas r.a. meriwayatkan dari Rasulullah SAW beliau bersabda : “Orang-orang yang paling mulia dari umatku adalah para pembawa Al-Qur’an dan orang-orang yang senantiasa sholat di malam hari.” (HR. Ibnu Abid Dun-ya dan al-Baihaqi)
Dalam hadits Sahl bin Sa’ad dia berkata :“Jibril pernah datang kepada Nabi SAW lalu berkata, “Wahai Muhammad! hiduplah sesukamu, sesungguhnya engkau akan mati, berbuatlah sekehendakmu sesungguhnya engkau akan dibalas dengannya dan cintailah siapa saja yang engkau sukai, sesungguhnya engkau akan berpisah dengannya, ketahuilah bahwa kemuliaan seorang mu’min adalah (dengan) sholat malam dan kehormatan/keperkasaan manakala tidak tergantung kepada manusia.” (HR. Thabrani)
5. Jalan mendapatkan rahmat Allah, Abu Hurairah berkata bahwa Rasulullah Saw bersabda, “Semoga Allah merahmati laki-laki yang bangun malam, lalu melaksanakan shalat dan membangunkan istrinya. Jika sang istri menolak, ia memercikkan air di wajahnya. Juga, merahmati perempuan yang bangun malam, lalu shalat dan membangunkan suaminya. Jika sang suami menolak, ia memercikkan air di wajahnya.” (HR. Abu Daud)
6. Sarana Pengabulan permohonan, Allah SWT berjanji akan mengabulkan doa orang-orang yang menunaikan shalat tahajud dengan ikhlas. “Dari Jabir berkata, bahwa nabi Saw bersabda, “Sesungguhnya di malam hari , ada satu saat yang ketika seorang muslim meminta kebaikan dunia dan akhirat, pasti Allah memberinya, Itu berlangsung setiap malam.” (HR. Muslim)
7. Penghapus dosa dan kesalahan, Dari Abu Umamah al-Bahili berkata bahwa Rasulullah Saw bersabda, “Lakukanlah Qiyamul Lail, karena itu kebiasaan orang saleh sebelum kalian, bentuk taqarub, penghapus dosa, dan penghalang berbuat salah.” (HR. At-Tirmidzi)
Rasulullah saw bersabda, “Adakah orang yang memohon ampun kepada-Ku, maka akan aku ampuni. Dan siapakah yang bertaubat kepadaku maka akan Aku terima tobatnya (HR Muslim)
8. Jalan mendapat tempat yang terpuji, Allah berfirman,“Dan pada sebagian malam bertahajudlah kamu sebagai suatu ibadah tambahan bagimu, mudah-mudahan Tuhanmu mengangkat kamu ke tempat yang terpuji.” (QS. Al-Isra’:79)
Rasulullah saw bersabda, “ “Wahai manusia! Sebarkanlah salam, berilah makan dan sholatlah di malam hari ketika manusia sedang tidur lelap, niscaya kamu masuk surga dengan penuh kedamaian.” (HR. Ibnu Majah)
9. Pelepas ikatan setan, melapangkan dada dan membahagiakan hati diriwayatkan dari Abu Hurairah ra bahwa Rasulullah Saw bersabda, “Setan akan mengikat kepala seseorang yang sedang tidur dengan ikatan, menyebabkan kamu tidur dengan cukup lama. Apabila seseorang itu bangkit seraya menyebut nama Allah, maka terlepaslah ikatan pertama, apabila ia berwudhu maka akan terbukalah ikatan kedua, apabila di shalat akan terbukalah ikatan semuanya. Dia juga akan merasa bersemangat dan ketenangan jiwa, jika tidak maka dia akan malas dan kekusutan jiwa.”.
Imam Nawawi mengatakan ketenangan jiwa berarti gembira karena taufik Allah yang diberikan kepadanya atas ketaatannya dan pahala yang dijanjikan Allah kepadanya sehingga menjadikan jiwanya tentram serta dimudahkan dalam segala urusan, dihilangkan darinya ikatan syetan dan kemalasan yang menghalanginya untuk berbuat baik.
10. Waktu utama untuk berdoa, Amru Ibn ‘Abasah berkata, “Aku bertanya kepada Rasulullah Saw, “Ya Rasulullah! Malam apakah yang paling dekat dengan Hamba-Nya?”, Rasulullah Saw menjawab, “Tengah malam terakhir, maka shalatlah sebanyak yang engkau inginkan, sesungguhnya shalat waktu tersebut adalah maktubah masyudah (waktu yang apabila bermunajat maka Allah menyaksikannya dan apabila berdoa maka didengar doanya)” (HR. Abu Daud)
11. Membuat wajah cemerlang dan bersinar, karunia yang diberikan Alllah kepada orang yang bangun malam dengan benar dan ikhlas adalah wajah cemerlang dan bersinar. Jika anda melihat wajah orang yang bangun malam, seakan-akan ada cahaya yang bersinar darinya
Al-Qurthubi di dalam tafsirnya, ketika mengomentari firman Allah, “Banyak muka pada hati itu berseri-seri tertawa dan gembira ria (QS Abasa 38-39)
Ditanyakan kepada Hasan Basri mengapa orang-orang yang berthajud itu dikatakan sebagai orang yang paling baik wajahnya? Dia menjawab, “Karena mereka menyendiri bersama Dzat Yang Maha Pengasih, lalu Dia pakaikan sebagian dari cahaya-Nya.
Abdul Aziz bin Umar berkata, “Anda lihat keagungan di wajah mereka dan bekas pengabdian di antra kedua wajah mereka. Seseorang yang mengabdi kepada raja dunia terlihat pengaruhnya, lalu bagaimana tidak terlihat pengaruhnya bagi orang yang mengabdi kepada Allah?
12. Allah membanggakan orang yang bangun malam, Nabi Muhammad Saw bersabda “Allah kagum dengan dua jenis manusia : Seseorang yang bangun dari tempat tidurnya , mengabaikan keluarga dan kekasihnya , untuk melaksanakan shalat malam, lalu Allah Azza Wajjala berfirman : ” Wahai Malaikat-Ku, Lihat hamba-Ku yang bangun dari tempat tidur nya, meninggalkan keluarga dan yang dikasihinya , untuk melaksanakan shalat malam karena rindu untuk mendapatkan apa yang ada di sisi-Ku” Seseorang yang berperang di jalan Allah. Dia dan lainnya mengalami kekalahan dan menyadari akibat kekalahan itu, serta mengetahui juga ada pahala yang akan didapat jika kembali berperang. Lalu orang ini kembali berperang hingga akhirnya terbunuh. Allah berfirman kepada malaikatNya : “Wahai Malaikat-Ku, Lihat hamba-Ku yang kembali berperang karena mengharap dan rindu dengan apa yang Kumiliki hingga akhirnya dia terbunuh” (HR.Ahamd, Abu Yá’la, Al-Thabarani dan Ibn Hibban)
13. Qiyamulallail menyelamatkan kita dari neraka, Ibnu Umar ra saat masih muda berimimpi dan bermimpi seakan-akan ada dua malaikat mengajakku pergi keneraka (behenti di depannya tetapi aku tidak memasukinya), neraka itu diungan seperti bangunann sumur yang mempunyai dua tiang seperti tiangnya sumur (maksudnya tiang yang digunakan untuk menggantungkan tali timba untuk mengambil air) Tiba-tiba di dalamnya ada orang-orang yang aku kenal, aku katakan, Aku berlindung dari api neraka 3x. Seorang malaikat mendekat kedua tiang itu seraya berkata kepadaku, Tidak usah takut? Lalu aku ceritkan mimpi kepada Hafshah dan hafshah menceritkannya kepada Nabi saw seraya bersabda, “Yaa, orang itu adalah hamba Allah jika dia mengerjakan salamat malam. Setelah itu Ibnu Umar tidak tidur diwaktu malam kecuali sedikit (Bukhari)
Nabi saw juga bersabda, “Sebaik-baik hamba adalah Abdullah bin Umar, jika dia selalu mengerjakan shalat malam (HR Bukhari) Al Qurtubi berkata, hadist itu merupakan peringatan bahwa bangun malam bisa mencegah dari api neraka dan mendekat kepadanya. Mada dari itu dia tidak meninggalkan qiyamulail sesudahnya
14. Pahala Qiyamulail adalah bidadari yang cantik, Rasulullah saw bersabda, “Seandainya wanita-wanita penghuni surga melihat ke bumi, tentu menerangi jarak antara keduanya dan dipenuhi dengan bau wangi. Tutup yang ada di kepalanya lebih baik dari dunia dan seisinya! (Mutthafaw Alaih). Itu baru penutup kepalanya, lalu bagiaman dengan yang ditutupi
Pada suatu malam, Malik bin Dinar pernah lupa membaca wirid, dia pun tertidur. Tiba-tba, dia bermimpu bertemu seorang bidadari yang cantik, ditangannya terdapat selembar kertas. Bidadari itu bertanya, “Apakah anda bisa membaca? Malik Bin Dinar menjawab “Bisa.” Bidadari memberikan kertas itu kepada Malik. Ternyata, didalam kertas itu terdapat syair-syair berikut :
Apakah kelezatan dan angan-angan telah melalaikan Anda? Dari bidadari yang putih bersih sebagai pendamping di surge. Anda akan hidup kekal. Tidak ada kematian di sana. Anda akan bermain di suga bersama bidadari. Bangkitlah dari tidur anda! Ada yang lebih baik dari tidur, tahajud dengan membaca Al-Qur’an
Pada suatu malam Azhar bin Mughits salah seorang sahabat yang rajin shalat, pernah bermimpi melihat seseorang wanita cantik yang tiada duanya di dunia ini. Dalam mimpi itu dia bertanya, “Siapakah kamu? Wanita itu menjawab, “Aku adalah bidadari.” Azhar kembali bertanya, “Bagaimana itu menjawab, pinanglah aku kepada tuanku dan berilah aku mahar.” Azhar bertanya lagi, “Apa maharmu? Bidadari itu menjawb, “Memperbanyak shalat malam.”
15. Sholat malam memasukkan seorang hamba tergolong orang-orang yang banyak berdzikir mengingat Allah, berdasarkan hadits Abu Hurairah dan Abu Sa’id al-Khudri r.a.,
Rasulullah SAW bersabda : “Apabila seorang suami membangunkan isterinya di malam hari lalu mereka sholat berjama’ah dua raka’at niscaya mereka dicatat tergolong orang-orang yang banyak mengingat (Allah).” (HR. Abu Dawud)
Sedangkan orang yang banyak berdzikir mengingat Allah, akan memperoleh ampunan dan pahala yang besar di sisi-Nya. Allah SWT berfirman : “Sesungguhnya laki-laki dan perempuan yang muslim, laki-laki dan perempuan yang mukmin, laki-laki dan perempuan yang tetap dalam ketaatannya, laki-laki dan perempuan yang benar, laki-laki dan perempuan yang sabar, laki-laki dan perempuan yang khusyuk, laki-laki dan perempuan yang bersedekah, laki-laki dan perempuan yang berpuasa, laki-laki dan perempuan yang memelihara kehormatannya, laki-laki dan perempuan yang banyak menyebut (nama) Allah, Allah telah menyediakan untuk mereka ampunan dan pahala yang besar.” (Al-Ahzaab : 35)
16. Orang-orang yang senantiasa sholat malam memiliki surga yang khusus untuk mereka. Dari Abdullah bin Umar dari Nabi SAW bersabda :
Rasulullah SAW bersabda : “Sesungguhnya di surga ada sebuah ruangan yang mana bagian luarnya dapat dilihat dari dalamnya dan bagian dalamnya dapat dilihat dari luarnya, Allah menyiapkannya untuk orang yang memberikan makan, melembutkan tutur kata, senantiasa mengikuti sholat dan sholat di malam hari ketika manusia sedang tidur lelap.” (HR. Thabrani)
Pada redaksi yang lain berbunyi : “Sesungguhnya di surga itu ada sebuah ruangan yang mana bagian luarnya dapat dilihat dari dalmnya dan bagian dalamnya dapat dilihat dari luarnya”, maka Abu Malik al-Asy’ariy bertanya : “untuk siapakah ruangan itu, wahai Rasulullah? “beliau bersabda : “Untuk orang yang baik pembicaraannya, yang memberikan makan dan sholat di malam hari ketika manusia sedang tidur.” (HR. Thabrani)
18. Sholat malam sholat yang paling afdhol setelah sholat lima waktu, berdasarkan hadits Abu Hurairah, Nabi SAW bersabda : “Puasa yang paling afshol setelah puasa ramadhan adalah di bulan Muharram dan sholat yang paling afdhol setelah sholat wajib adalah sholat malam.” (HR. Muslim)
Dan Riwayat yang lain beliau bersabda : “Sholat yang paling afdhol setelah sholat wajib adalah sholat di tengah malam.” (HR. Muslim)
19. Sholat malam merupakan sholatnya para abraar (orang-orang yang banyak berbuat kebaikan), Nabi Saw jika mendoakan salah seorang diantara sahabat beliau berkata :
“Semoga Allah menjadikan atas kamu sholatnya orang-orang yang banyak berbakti, mereka sholat di malam hari dan berpuasa di siang hari, mereka tidak mempunyai dosa dan tidak pula melakukan kejahatan.” (HR. Abd al-Humaid dan abd-Dhiyaa’ al Maqdisi dan disahihkan oleh Syeikh al-Albani r.a [silsilah al-Ahadits ash-Shahiihah no : 1810])
20. Orang yang mengerjakan sholat malam memperoleh cinta Allah, dari Abu Darda’ r.a. berkata Nabi SAW bersabda : “Tiga golongan yang Allah mencintai dan tertawa kepada mereka serta memberi mereka berita gembira; orang yang manakala ada sekelompok pasukan terbuka peluang perang, dia berperang di belakang barisan pasukan itu dengan dirinya karena Allah SWT, (dia diantara satu dari dua pilihan) terbunuh atau dimenengkan oleh Allah SWT dan dicukupinya, maka Dia berkata : “Lihatlah kepada hamba-Ku ini, bagaimana ia bersabar dengan dirinya karena Aku. Orang yang mempunyai isteri yang cantik dan kasur yang lembut lagi bagus, lalu dia bangun sholat di malam hari, maka Allah berkata : Dia meninggalkan syahwatnya dan mengingat Aku, sekiranya dia mau tentunya dia tidur dan orang yang mana bila dia berada dalam perjalanan bersama para musafir yang bergadang lalu tidur maka dia bangun sholat di akhir malam baik dalam kondisi tidak senang atau senang.” (HR. Thabrani)
21. Orang yang berniat akan bangun di malam hari untuk melaksanakan sholat malam, lalu tertidur maka dicatat baginya pahala sholat malam, dari Abu Darda r.a. berkata, Nabi SAW bersabda : “Barang siapa mendatangi kasurnya dengan niat akan bangun untuk sholat di tengah malam, kemudian dia tertidur hingga pagi hari, niscaya dicatat baginya niatnya, dan tidurnya sebagai sedekah dari Rabb-nya.” (HSR Nasaa’i, Ibn Majah, Ibn Khuzaimah)
22. Menjadi taat, ahli ibadah, dan dapat pahala terus menerus
Dari Abdullah bin Umar bin Al-Ash r.a. ia berkata bahwa Rasulullah saw bersabda, “Barangsiapa yang shalat malam denan membaca sepuluh ayat, maka dia tidak akan ditulis sebagai orang yang lalai dengan ajaran Allah. Barang siapa yang shalat malam dengan membaca seratus ayat, maka dia tulis sebagai orang yang ahli ibadah. Dan barang siapa yang shalat malam dengan membaca seribu ayat, maka dia ditulis sebagai orang yang berhak mendapatkan pahala terus menerus (HR Tirmidzi)
23. Orang yang paling bahagia
Diriwayatkan oleh Salim bin Abdillah bin Umar bin Khatab ra dari ayahnya bahwa Rasulullah saw bersabda, “Hamba Allah yang paling berbhagia adalah mereka yang shalat di keheningan malam. Salim berkata, “Setelah nabi mengatakan hadist ini, maka Abdullah tidak pernah tidur kecuali sebentar saja

 

 


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s