PERNYATAAN MEDIA ‘ARIN AL MUJAHIDIN TENTANG PERKATAAN ZAWABIRI DARI SYAM

بسم الله الرحمن الرحيم

  • Pembelaan terhadap Syaikh Dr. Ayman Azh Zhawahiri dan bantahan terhadap Zawabiri dari Syam, Al-’Adnani.
  • Pernyataan Syabkah Arin Al Mujahidin terkait pernyataan terbaru Al-’Adnani, “Maaf Wahai Pemimpin Al Qaeda”.

Al-’Adnani memulai perkataannya dengan khutbah yang membuat hati para muwahhidin menjadi geli, ia berkata tentang demokrasi dan sistem keparlemenan karena ini adalah persoalan keislaman dikalangan penganut aliran jihad namun kemudian ia menipu para pendengar dengan mengatakan bahwa Al Qaeda telah menyimpang dan berubah manhaj.

Syaikh Dr. Ayman Azh Zhawahiri berkata dalam rilis As Sahab media pada Februari 2014, yang berjudul  “Pembebasan Diri dari Lingkaran Kerusakan dan Kegagalan” :

“Kita semua wajib menuntutnya dengan jelas dan kuat bagaikan sinar matahari serta tegas bagaikan pedang yang memisah, bahwa tata negara yang berdasarkan syariah tidak dapat diganggu gugat dan tidak ada tata kenegaraan lain yang lebih tinggi darinya, ia juga tidak menerima pemilihan, referendum, pemungutan suara, jumlah suara mayoritas, manipulasi hukum dan mengakali istilah syariat. Kita wajib menuntut syariat sebagai pengatur dan bukan yang diatur, memerintah dan bukan yang diperintah, memimpin dan bukan yang dipimpin.”

Saudara-saudaraku kaum muslimin sekalian yang berada di Mesir, Libya, Tunisia, Pakistan, Palestina dan di seluruh dunia.. Sesungguhnya seluruh aliran yang mengusung atribut keislaman kemudian ia mengklaim akan berhasil mendapatkan kekuasaan melalui kotak-kotak pemungutan suara kaum sekuler dan menyerahkan keputusannya kepada kehendak mayoritas rakyat, karena ia lebih memilih faktor mayoritas, maka aliran tersebut telah tertinggal dalam dua dimensi yang dampaknya sangat berbahaya, yaitu ia mulai menjauhi bumi-bumi jihad kaum muslimin.

Dimensi pertama: ia menjauhi prinsip utama dalam konflik, karena sesungguhnya konflik yang terjadi di dunia Islam bukanlah sekedar konflik antar kelompok dan partai-partai politik untuk memperebutkan kursi pemerintahan. Sesungguhnya ini adalah konflik antar orang-orang yang pro syariat berhadapan dengan orang-orang yang kontra dengan syariat, ini adalah kenyataan sebenarnya yang jelas dan gamblang. Dimensi kedua yang tidak ingin diketahui oleh mereka yang ingin meraih kekuasaan melalui jalur kotak suara kaum sekuler dan menyerahkan keputusannya kepada kehendak mayoritas rakyat, karena ia lebih memilih faktor mayoritas atau mereka memang tamak akan dukungan mayoritas suara walaupun harus berkoalisi dengan partai sekuler adalah: mereka menjauhi kenyataan yang sesungguhnya dari konflik ini, karena sesungguhnya ini bukanlah konflik antar partai-partai nasional, namun sesungguhnya ia adalah konflik antar dua kubu saja, kubu pertama ditempati oleh kaum salibis dan zionis, sedangkan kubu kedua ditempati oleh kaum muslimin”. (untuk membaca teks lengkap dari Syaikh Dr. Ayman Azh Zhawahiri diatas, anda dapat mengunjunginya disini : https://nokbah.com/~w3/?p=4389)

Wahai para anggota Daulah yang kriminal, wahai orang yang membenci pemilu dan kotak pemungutan suara, sesungguhnya pemilihan umum telah dilaksanakan di depan mata kalian di Iraq dan kalian tidak dapat berbuat untuk melarangnya, maka mengapa kalian menjelek-jelekkan Al Qaeda dengannya?

Sang Zawabiri dari Syam berkata : “Dan Daulah Islamiyyah selama itu selalu berkomitmen dengan nasehat-nasehat dan arahan-arahan para syaikh jihad dan simbol-simbolnya, oleh sebab itu Daulah tidak menghantam Rafidhah di Iran sejak Daulah berdiri, ia membiarkan Rafidlah aman sentosa di Iran dan mengekang kendali bala tentaranya yang bergejolak marah, padahal Daulah saat itu mampu untuk merubah Iran menjadi kolam-kolam darah, Daulah menahan kegeramannya selama tahun-tahun belakangan ini seraya memikul berbagai tuduhan sebagai antek Iran – padahal ia adalah musuhnya yang paling utama – dengan sebab Daulah tidak menyerang Iran lagi membiarkan kaum Rafidhah bersenang-senang di dalamnya, sebagai wujud kepatuhan Daulah terhadap perintah Al Qaeda demi menjaga kepentingan-kepentingan dan jalur-jalur logistik Al Qaeda di Iran. Benar, Daulah telah mengekang bala tentaranya dan menahan kegeramanannya selama bertahun-tahun demi menjaga persatuan kalimat mujahidin dan kerapatan barisan mereka. Maka hendaklah sejarah mencatat bahwa Iran memiliki hutang budi terhadap Al Qaeda”.

Disini ia menjelek-jelekkan Al Qaeda karena telah melarangnya untuk menyerang Iran demi menjaga jalur-jalur logistik, namun Syaikh Usamah bin Laden yang disanjung-sanjung oleh si Zawabiri dalam pernyataannya adalah orang yang mengeluarkan perintah larangan menyerang Iran sebelum Syaikh Azh Zhawahiri, maka apakah ini merupakan bentuk ketidakpercayaan anda terhadap Syaikh Usamah?

Disini kami menyertakan pendapat kami dan Syaikh Dr. Ayman Azh Zhawahiri tentang Iran : http://www.tawhed.ws/r?i=zta7deht

Seluruh pandangan politik Al Qaeda yang ia jelek-jelekkan adalah pandangan politik yang sudah ada sejak masa kepemimpinan Syaikh Usamah bin Laden Rahimahullah yang selalu ia sanjung-sanjung, maka sungguh mencengangkan kontradiksi dari perkataan orang ini!

Lagipula, Daulah mereka yang kriminal ini bahkan tidak pernah memerangi setiap orang di luar Iraq, bukan hanya Iran saja (yang tidak ia perangi), karena seluruh kegiatannya terfokus kepada menyerang kelompok perlawanan lain di Iraq atau menghilangkan setiap kemungkinan berdirinya sebuah jamaah jihad yang menyerupai jamaah jihad legendaris pada awal-awal penjajahan Iraq.

Benar, dia menjelek-jelekkan Al Qaeda karena ia melarang Jamaah Daulah untuk menyerang Iran demi menjaga jalur-jalur logistik, namun dia tidak berani menyerang konvoi pasukan Turki yang memasuki Suriah untuk mengamankan area taman pemakaman Kesultanan Turki Utsmani. Bahkan bala tentaranya justru mengamankan konvoi itu dan turut menjaga area taman pemakaman tersebut dengan tujuan demi menjaga stabilitas jalur suplai logistik dan SDM mereka dari Turki!

Vidoe Militer pemerintahan Turki melewati Jarablus dengan persetujuan dari Jamaah Daulah.

Si Zawabiri berkata : “Dan untuk kedua kalinya kami mengajakmu untuk memperbaiki manhaj-mu, dengan terang-terangan mengkafirkan rafidhah yang musyrik lagi najis itu, dan terang-terangan menvonis murtad militer Mesir, Pakistan, Afghanistan, Tunisia, Libya, Yaman dan yang lainnya dari kalangan bala tentara thaghut”.

Wahai Al-’Adnani, bagaimana dengan kemurtadan militer Turki? Bagaimana tentang hubungan kalian dengan mereka sampai mereka dapat memasuki Suriah dengan aman? Apakah mereka tidak masuk ke dalam daftar vonis murtadmu?!

Si Zawabiri melanjutkan : “Ya, dengan sebab Al Qaeda juga Daulah tidak melakukan operasi di Tanah Haramain, ia membiarkan Alu Salul bersenang-senang dengan rasa aman, mereka berbuat semena-mena terhadap para ulama umat dan para pemuda tauhid di sana, Alu Salul memenuhi penjaranya dengan mereka”.

Apakah anda sibuk mengkafirkan para tahanan yang berada di dalam penjara Jazirah Arab dan anda melupakan orang Jazirah Arab yang berada di Iraq, yaitu Abdullah Azzam Al Qahthani dan teman-temannya yang bergabung bersama anda?

Anda bercerita tentang para tahanan yang berada di penjara pemerintah Jazirah Arab dan tentang para gadis kaum sunni Iraq yang diperkosa oleh tentara Al Maliki dan tentara Iran.

Siapa saja yang mendengar ceritamu maka ia akan berfikir bahwa Iraq bersenang-senang dan stabil di bawah naungan syariat, dan yang kurang bagi mereka adalah ekspansi ke Iran dan Jazirah Arab. Sekarang coba tunjukkan pada kami bahwa anda memang benar-benar mampu menguasai penjara-penjara rezim yang dipenuhi oleh para wanita muslimah serta perlihatkanlah kepada kami kemampuanmu, atau apakah anda hanya membebaskan tahanan yang merupakan anggota jamaahmu saja?

Si Zawabiri berkata : “Sesungguhnya kami sampai saat ini selalu menjawab pertanyaan setiap orang kepada kami tentang hubungan Daulah dengan Al Qaeda dengan jawaban bahwa hubungannya adalah hubungan prajurit dengan amir-nya. Akan tetapi wahai doktor, sesungguhnya sifat keprajuritan ini adalah dalam rangka menjadikan kalimat jihad global menjadi satu”.

Disini dia lupa untuk berkata : Dan dalam rangka menipu para mujahidin dan jamaah-jamaah jihad lainnya agar daulah dapat mengambil sumpah setia dari mereka dengan mengatasnamakan Al Qaeda, dasar Dajjal Daisy!

Si Zawabiri berkata : “Sikap kami yang tidak mengindahkan permintaanmu yang berulang-ulang agar menahan diri dari mentargetkan orang awam Rafidhah di Iraq dengan status hukum mereka (menurutmu) adalah orang-orang muslim yang diudzur dengan sebab kebodohan mereka, dan seandainya kami ini telah memiliki bai’at kepadamu tentu kami telah melaksanakan perintahmu walaupun kami ini menyelisihimu di dalam sikap menghukumi mereka dan keyakinan perihal mereka”.

Kami menukil kembali perkataannya : “dan untuk kedua kalinya kami mengajakmu untuk memperbaiki manhaj-mu, dengan terang-terangan mengkafirkan rafidhah yang musyrik lagi najis itu”.

Syaikh Islam Ibnu Taimiyah Rahimahullah berkata tentang orang awam Rafidhah : “Maka ini dikhususkan untuk penganut Rafidhah Imamiah yang tidak menyekutukan Allah dengan sesuatu apapun, begitu juga dengan Syiah Zaidiyah dan juga seluruh aliran-aliran kelompok kaum muslimin lainnya, kecuali bagi mereka yang jahat seperti Syiah Ismailiyah yang telah mengatakan tentang kemaksuman Bani Ubaid, yaitu golongan yang berafiliasi kepada Muhammad bin Ismail bin Ja’far. Mereka juga berkata bahwa kepemimpinan setelah Ja’far ada di tangan Muhammad bin Ismail bin Ja’far, maka mereka adalah orang-orang ateis dan munafik. Sedangkan Syiah imamiah Itsna Asyariah kondisinya masih jauh lebih baik dari mereka. Karena Imamiah dengan kebodohan dan kesesatannya yang sangat, masih terdapat akhlak kaum muslimin baik yang batin dan yang zhahir, mereka bukanlah kaum zindiq dan munafik, akan tetapi mereka bodoh dan sesat serta mengikuti hawa nafsunya. Para pemimpin dan pembesar mereka yang mengetahui hakekat dari dakwah kebathinan mereka, maka mereka adalah orang zindik dan munafik, sedangkan orang-orang awamnya yang tidak mengetahui persoalan, maka mereka bisa saja masih menjadi orang Islam”.

Ini adalah sebuah video perkataan Syaikh Abu Muhammad Ashim Al Maqdisi – semoga Allah menyegerakan kebebasannya –tentang Syaikh Islam Ibnu Taimiyah dan persoalan larangan mengkafirkan seluruh orang syiah awam.

Yang perlu diperhatikan disini adalah Al-’Adnani sangat terpengaruh dengan apa yang terjadi di Twitter dan Facebook dan mengutarakannya dalam setiap khutbahnya yang sebelum ini. Dia adalah orang yang selalu menukil dengan mentah-mentah segala rumor dan kebohongan serta argumen dan pembenaran yang ditulis oleh orang yang tidak jelas di internet serta para ABG di Twitter dan forum-forum obrolan. Yang jelas ia mengatur Daulah-nya tersebut melalui Twitter dan Skype dan mempercayai apa yang dikatakan oleh orang-orang yang tidak jelas di dunia internet.

Sungguh saya heran dengan sebuah “negara” yang dipimpin oleh para ABG Twitter, juru bicara kenegaraannya berkhutbah dengan mengulangi setiap apa yang dikatakan oleh orang-orang anonim di dunia internet yang mereka adalah para pendusta dan orang-orang bodoh.

Tidak asing lagi bagi Daulah yang meniti karirnya dengan kedustaan dan kepalsuan bahwa jubirnya berkata seperti perkataan orang-orang bodoh yang belum cukup umur ini.

Taruhlah jika kita mempercayai perkataan pendusta ini sebagai kebenaran, maka seseorang pernah mendatangi Hasan Al Bashri rahimahullah kemudian dia berkata: “Sesungguhnya si fulan berkata tentangmu”. Maka beliau menjawab : “Apakah engkau menjadikan syaithan sebagai rasulmu?”.

Dan di dalam pernyataannya tampak jelas sekali kebenciannya yang buta terhadap Syaikh Al Fatih Al Jaulani, dia berkali-kali menjuluki beliau sebagai pengkhianat yang licik dengan nada kebencian dan dendam. Semoga Allah menjaga syaikh kami itu dari makar orang-orang yang licik tersebut. Sungguh Syaikh Al Jaulani memiliki sifat-sifat yang tidak dimiliki oleh Al-’Adnani, yaitu mulai dari akhlak yang baik, ketenangan fikiran, kebijaksanaan, sampai pengalaman yang tampak dalam khutbah-khutbah dan perbuatan beliau.

Yang berbahaya dari semua itu adalah si Zawabiri dari Syam ini mengancam dalam khutbahnya untuk menyalakan api peperangan antar para mujahidin di seluruh dunia!! Artinya dia telah merendahkan dan menghina kedudukan darah kaum muslimin!

Begitu juga ia mengkritik Syaikh Aiman Azh Zhawahiri karena beliau menggunakan istilah-istilah semacam ‘Pemerintahan yang rusak’, ‘Konstitusi yang batil’, ‘Militer Mutaamrikin (Pro Amerika)’, dia mengkritiknya sebagai julukan yang tidak syar’i dan bermain dengan kata-kata. Lalu apakah istilah ‘Shahawat’ dan ‘Sururiyah’ yang selalu kami dengar merupakan sebuah julukan yang sesuai syar’i?

Dan yang paling mengherankan dari sekian banyak hal-hal yang membuat kami heran adalah dia bersumpah dengan nama Allah dengan berbohong bahwa jamaahnya tidak pernah memulai peperangan dengan satu orang pun. Sungguh Bumi Syam menjadi saksi atas pembangkangan dan permusuhan mereka, kebohongan dan kezhaliman mereka tampak jelas terdeteksi disana.

Lucunya lagi – sekaligus menyedihkan – adalah ketika ia memisahkan seluruh manusia menjadi dua kubu, kubu pertama bersamanya sedangkan kubu kedua adalah kubu yang berseberangan dengannya. Dia menyebutkan bahwa mustahil kedua kubu tersebut bersatu di bawah Mahkamah Syariah yang memutuskan perkara diantara mereka, kemudian ia langsung mengajukan tuntutan (seakan-akan dia mampu memberikan solusinya) agar kedua kubu tersebut bersatu di bawah naungan Khalifah Islam.

Semoga Allah senantiasa menolong Al Qaeda, karena pernyataan dari jubir Daulah tersebut telah menunjukkan kepada kita dengan jelas bagaimana kesungguhan upaya Al Qaeda dalam mengekang kenekatan para ekstrimis tersebut.

Sungguh benar perkataan Syaikh Abu Qatadah Al Filishthini – semoga Allah cepat membebaskan beliau – ketika beliau mengatakan bahwa kelemah-lembutan tidak akan berguna untuk mengatasi orang-orang seperti mereka, karena yang sesuai untuk mereka adalah dengan menggunakan pedang hingga mereka punah atau mereka bersedia kembali menggunakan akal sehatnya.

Ya Allah, perlihatkanlah kepada kami dengan keajaiban kemampuan-Mu siapa sesungguhnya yang merusak jihad dan menumpahkan darah yang haram untuk ditumpahkan.

Ya Allah balaslah makar siapa saja yang menginginkan keburukan bagi kaum muslimin, Allahumma Amin.

 

Saudara-saudara kalian

Media ‘Arin Al Mujahidin


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s