Komentar Singkat Terhadap Pernyataan Terbaru dari Syaikh Dr. Ayman Azh Zhawahiri

Dr.-Thariq-Abdul-HalimSegala puji bagi Allah SWT, shalawat serta salam kepada Nabi Muhammad SAW, keluarga-keluarganya, para sahabatnya dan kepada para pengikutnya, amma ba’du.

Baru-baru ini Syaikh Dr. Ayman Azh Zhawahiri mengeluarkan pernyataan yang berisi jawaban terhadap beberapa pertanyaan yang diajukan oleh Dr. Hani As Siba’i kepada beliau, Syaikh Dr. Ayman Azh Zhawahiri menjelaskan dengan bukti yang valid bahwa sesungguhnya jamaah Al Baghdadi adalah merupakan cabang resmi dari Al Qaeda dan mereka kini telah membatalkan bai’at secara sepihak seiring keluarnya mereka dari ketaatan terhadap para pemimpin mereka. Kemudian mereka mengeluhkan tentang keluarnya Al Jaulani dari ketaatannya terhadap Al Baghdadi, lalu mereka mulai meremehkan urusan bai’atnya terhadap Al Qaeda dan mulai melakukan kebohongan dihadapan publik.

Salah satu yang beliau nyatakan dalam rilisan ini setelah kesaksiannya tentang permasalahan Jamaah Daulah adalah memberikan perintah kepada kepemimpinan Jabhah Nushrah agar menghentikan segala bentuk peperangan terhadap Jamaah Daulah, baliau juga menyarankan kepada seluruh mujahidin dari jamaah-jamaah jihad lainnya agar mengikuti apa yang telah diperintahkan kepada Jabhah Nushrah.

Saya ingin memberikan catatan disini, bahwa Syaikh Dr. Ayman Azh Zhawahiri menceritakan tentang Daulah Islam di Iraq dan Syam ditinjau dari sudut pandang keorganisasian, bukan dari sudut pandang aqidah. Saya menduga bahwa beliau melakukannya dengan tujuan membatasi kemungkinan terjadinya fitnah dan menyatukan barisan, ini adalah kemungkinan.

Sebelumnya kami bersama Dr. Hani As Siba’i juga telah mengeluarkan pernyataan sikap berlepas diri dari perbuatan Jamaah Daulah yang telah dinyatakan oleh Syaikh Abu Qatadah Al Filishthini sebagai jamaah yang pemikirannya sama dengan aqidahnya kaum khawarij dan menyamai mereka dalam ciri khasnya yaitu berlebih-lebihan dalam mengakfirkan kaum muslimin, kemudian memerangi dan membunuhi mereka.

Pendapat kami kini adalah mempersilahkan kepada orang yang berinisiatif untuk mendamaikan mereka dengan para mujahidin. Kaum muslimin tidaklah diperintahkan untuk melakukan perdamaian dengan kaum khawarij, akan tetapi diperintahkan agar melakukan perdamaian dengan ahlu bughot, dan status Jamaah Daulah adalah termasuk kelompok ahlu bughot. Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam telah memerintahkan untuk memerangi mereka terlebih dahulu, kecuali jika seorang imam melihat bahwa masih terdapat kemaslahatan yang dapat diperoleh. Maka inilah yang dilakukan oleh Syaikh Dr. Ayman Azh Zhawahiri.

Kami bersama dengan Dr. Hani As Siba’i telah mencoba berulang kali untuk memediasi perdamaian diantara mereka. Akan tetapi karena lemahnya pengetahuan kami mengenai informasi tentang jamaah ini, maka kami tidak dapat meraih hasil yang diinginkan. Dan sesungguhnya ketika Allah Subhanahu wa Ta’ala tidak memerintahkan untuk berdamai dengan mereka juga ketika Nabi Muhammad SAW memerintakan kepada umatnya agar memerangi mereka sebagaimana Nabi Hud Alaihis Salam memerangi kaum ‘Ad maka yang Allah dan rasul maksudkan adalah agar tidak bertentangan dengan maksud Sunnatullah, dan ini telah terbukti menjadikan sirnanya keraguan. Mereka telah menolak segala upaya untuk berdamai, mereka juga berbuat kezhaliman. Maka inilah kondisi dari ahli bid’ah, mereka menjadikan agama sebagai hujjah untuk melindungi kepentingan mereka semata. Dan mereka sebagaimana yang dikatakan oleh Imam Asy Syathibi : “Setiap kali mereka bertambah erat memegang kebid’ahan,  mereka akan semakin jauh dari Allah Subhanahu wa Ta’ala, padahal yang mereka inginkan adalah mendekat kepada Allah”.

Maka pendapat ku – Wallahu A’lam – adalah sebagai berikut :

  1. Diwajibkan kepada seluruh elemen yang terlibat dalam permasalahan ini agar mentaati ucapan dan perintah dari Syaikh Dr. Ayman Azh Zhawahiri, beliau adalah pemimpin tertinggi dari jamaah Al Qaeda dan tak ada hak untuk menyelisihinya sedikitpun.
  2. Sesungguhnya Syaikh Dr. Ayman Azh Zhawahiri telah menuding dengan tudingan “haruri” alias khawarij kepada pihak yang terlibat dalam pembunuhan Syaikh Abu Khalid As Suri Rahimahullah. Akan tetapi beliau menyatakannya dengan menggunakan retorika yang sangat baik, cara seperti ini adalah cara yang hanya dimiliki oleh orang-orang besar layaknya beliau, yang kita pun akan mengerti dengan jelas bahwa siapa sebenarnya yang dituding.
  3. Kita semua wajib menempatkan pembicaraan beliau sesuai konteksnya yang sesuai, saya yakin bahwa beliau tidak bermaksud memerintahkan untuk menghilangkan pencegahan terhadap kejahatan dari mereka. Yang beliau maksudkan adalah agar menghilangkan segala perbuatan yang menyebabkan permusuhan diantara mujahidin. Adapun terhadap siapa saja yang memulai serangan, maka kita semua diwajibkan untuk membela diri dan memeranginya.
  4. Kepada seluruh mujahidin dilarang untuk memulai sikap permusuhan terhadap kelompok haruriyah tersebut dan fokuskanlah langkah kalian dalam memerangi Pasukan Rezim Nushairiyah.
  5. Sesungguhnya prinsip penarikan mundur Jamaah Haruriyah menuju Iraq – sebagaimana yang telah diperintahkan oleh Syaikh Dr. Ayman Azh Zhawahiri – untuk memerangi rezim Maliki haruslah dengan sebuah syarat, yaitu kondisi jamaah ini haruslah lebih baik daripada kondisi pemerintahan rezim syiah Iraq. Jika tidak, maka Al Qaeda wajib untuk turun tangan dalam peperangan di Iraq, agar memastikan bahwa itu adalah peperangan ahlus sunnah bukannya ahlul bid’ah

Ini adalah pendapat saya, akan tetapi Allah-lah yang paling mengetahui persoalan ini.

Dr. Thariq Abul Halim

2 Rajab 1435 – 2 Mei 2014


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s