TANGGAPAN MUQAWAMAH MEDIA TERHADAP BANTAHAN JURNALIS VOA-ISLAM

 

 Segala puji bagi Allah Rabb alam semesta, dan shalawat beserta salam semoga selalu tercurahkan kepada baginda Rasulullah SAW. Amma ba’du :

Telah sampai kepada kami berita bahwasanya sebuah website Islam yang bernama VOA-ISLAM membuat sebuah bantahan terhadap salah satu konten yang kami tampilkan, yang berjudul “Kontradiksi Terbaru dari Jubir ISIS”.

Ketika kami membaca judul bantahan tersebut, pada awalnya kami tidak terlalu menanggapinya dikarenakan bantah-membantah dalam dunia media itu adalah hal yang biasa. Namun yang kemudian menjadi perhatian adalah ketika website VOA-ISLAM menampilkan gambar screenshot website kami dengan ditambahi palang dan ditulis perkataan : Media “Jihad” Nyerang Jihad, yang mena kemudian didalam isi bantahannya dikatakan :

“Sangat disayangkan di tengah-tengah umat Islam yang cinta akan jihad dan mujahidin, ada media yang mengatasnamakan jihad namun malah menyerang mujahidin dengan seribu alasan yang ia sendiri belum bisa membuktikannya. Ya, bagaimana ia bisa membuktikannya sedangkan ia tidak menyaksikan langsung apa yang terjadi di medan jihad.

Situs Muqawamah adalah situs “jihad” yang gencar mempropagandakan “kejelekan-kejelekan” Daulah Islam Irak dan Syam (ISIS). Segela sumber pun menjadi bahan baginya untuk menyerang Daulah Islam Irak dan Syam. Hingga twitter yang ia tidak tau siapa di balik pemilik akun tersebut pun dipungut olehnya untuk memuaskan nafsunya menyerang Daulah Islam Irak dan Syam. Ya Allah, kami serahkan apa yang mereka sembunyikan di hati mereka kepada-MU”.

Maka dengan memohon petunjuk kepada Allah kami katakan :

PERTAMA

Sesungguhnya sebelum media VOA-ISLAM melayangkan kritikan terhadap kami, telah datang beberapa orang kepada kami yang meminta agar kami membongkar kecurangan-kecurangan website ini terhadap mujahidin Suriah. Dan pada saat itu kami tidak menanggapinya disebabkan kami tidak menginginkan media-media Islam di Indonesia saling menyerang antara yang satu dengan yang lainnya. Kami berpikir biarlah umat yang akan menilai mana yang berada diatas kebenaran.

Lagipula, kami memang melihat sebenarnya yang selalu melakukan kecurangan didalam website VOA-ISLAM ini hanyalah seorang jurnalis mereka yang bernama Usamah, atau di dalam dunia Facebook ia memiliki akun bernama :  أبو أشبال أسامة

Akun Facebook Jurnalis VOA-ISLAM pelaku kecurangan

Silahkan bagi para pembaca melihat kepada akun tersebut dan perhatikan apakah dia adalah seorang yang bersikap adil terhadap seluruh mujahidin sebagaimana kritik yang ia berikan kepada kami? Ataukah dia hanyalah seorang fanatikus buta dan pendengki yang akan menyerang mati-matian kepada siapa saja yang mencoba mengkritik ISIS, walaupun ia manusia sekaliber Syaikh Aiman Azh Zhawahiri sekalipun.

Lagipula, selama ini kami menganggap adalah sebuah langkah mundur jika kami harus menghabiskan waktu kami untuk meladeni orang-orang seperti jurnalis VOA-ISLAM ini. Kami tidak pernah mendengar namanya sebelum ini, juga tidak mengetahui apakah kakinya pernah sekali saja terkena debu fisabilillah, juga tidak mengetahui apakah ia pernah menembakkan sebutir peluru fi sabilillah, dan juga tidak mengetahui apakah ia pernah sekali saja mendapatkan penderitaan di jalan Allah, atau minimal apakah ia pernah mendapatkan cubitan kecil dalam rangka memperjuangkan agama Allah. Lalu apa gunanya kami meladeni orang-orang seperti ini???

Abdurrahman alias Abu Asybal Usamah, jurnalis VOA-ISLAM

Namun dikarenakan permintaan dari seorang ikhwan dan efek-efek negative yang kami perhatikan muncul dikarenakan tulisan sang jurnalis VOA-ISLAM, maka kami akan sedikit memberikan tanggapan, serta membongkar berbagai kecurangan dan kedustaan dirinya, sekaligus ingin sedikit memberikan sedikit pencerahan akan permasalahan-permasalahan yang muncul belakangan ini.

KEDUA

Didalam kritikannya terhadap kami, VOA-ISLAM melalui jurnalisnya tersebut menyatakan : “Sangat disayangkan di tengah-tengah umat Islam yang cinta akan jihad dan mujahidin, ada media yang mengatasnamakan jihad namun malah menyerang mujahidin dengan seribu alasan yang ia sendiri belum bisa membuktikannya. Ya, bagaimana ia bisa membuktikannya sedangkan ia tidak menyaksikan langsung apa yang terjadi di medan jihad”.

Kami katakan : Dari mana sang jurnalis VOA-ISLAM tersebut mengetahui bahwa di dalam Tim kami belum ada orang-orang yang menyaksikan langsung apa yang terjadi di Suriah? Apakah ia mengetahui perkara ghaib yang tidak diketahuinya? Atau ini hanyalah representasi dari sifat sok tau yang ada dalam dirinya? Kemudian yang lebih menggelikan lagi, apakah sang jurnalis tersebut telah menyaksikan langsung apa yang terjadi di medan jihad Suriah sebagaimana kritikannya?

Adapun sikap kami mengenai permasalahan ISIS dan mujahidin-mujahidin lain yang ada di Suriah, kami menyatakan sikap : Ya, memang benar saat ini kami meyakini bahwasanya ISIS telah menyimpang, dan kini mereka masuk kedalam golongan khawarij modern. Sikap ini kami ambil setelah melalui sikap tawaqquf yang panjang dan sampai benar-benar memiliki bukti-bukti yang terang serta penjelasan-penjelasan para ulama rabbani yang gamblang.

Kami tidak malu-malu menyatakan sikap seperti ini dikarenakan hampir setiap orang yang terlibat dalam tim Muqawamah Media ini adalah orang-orang yang dulunya paling getol dalam mempromosikan Daulah Islam Iraq ketika ia pada masa-masa awal diproklamirkan. Lagipula mengapa kami harus merasa malu? Karena sesungguhnya sikap seperti ini adalah sikap yang sesuai dengan sikap para pemimpin dan ulama-ulama rabbani.

Sikap ini kami ambil setelah kami benar-benar merasa yakin dan pasti, bahwa Daulah Islam Iraq yang dulu sangat kami banggakan kini telah menyimpang dan berubah haluan menjadi bermanhaj khawarij, yang mana mereka telah mengkafirkan dan membunuh banyak mujahidin dan kaum muslimin di Syam.

Sikap ini kami ambil justru karena kami ingin membersihkan manhaj para mujahidin fii sabilillah dari manhaj-manhaj yang menyimpang. Dan apakah kami ini hanyalah bermodalkan seribu alasan serta tidak memiliki bukti sedikitpun sebagaimana tuduhan sang jurnalis VOA-ISLAM? Maka inilah kami katakan :

  1. Kami memiliki hubungan dengan para ikhwan Indonesia yang sedang berada di Suriah ataupun yang sudah kembali dari sana, sehingga kami senantiasa berkonsultasi dan berkoordinasi dengan mereka tentang fakta-fakta yang terjadi  di lapangan.
  2. Sumber yang kami jadikan rujukan dalam permasalahan ini adalah sumber-sumber yang dirilis oleh media resmi milik mujahidin. Dan berikut adalah diantaranya :
  • Pernyataan Syaikh Abu Abdullah Asy Syami yang dirilis oleh Yayasan Media Al-Bashirah (lihat disini : Pernyataan Syaikh Abu Abdullah Asy-Syami). Yang mana dari pernyataannya ini beliau langsung mendapatkan gelar “Al-Kadzdzab” oleh ISIS dan para pendukung fanatiknya, termasuk sang jurnalis VOA-ISLAM tersebut. Bahkan di dalam akun Facebook nya yang lama, sang jurnalis VOA-ISLAM tersebut berkali-kali melecehkan Syaikh Abu Abdullah Asy-Syami. Kami bersumpah atas nama Allah akan hal ini. Di dalam pernyataannya ini, Syaikh Abu Abdullah Asy-Syami membeberkan seluruh penyimpangan dan kesesatan ISIS lengkap dengan nama-nama pelaku dan tempat kejadian.  Akan tetapi kemudian seluruh data-data dalam penyataan beliau ini ditanggapi oleh Juru Bicara ISIS hanya dengan sebuah tantangan mubahalah, yang mana dengan tantangan mubahalah ini gembiralah jiwa-jiwa yang lemah, dan mereka menganggap tantangan mubahalah ini adalah pemutus segala perkara dan dengannya ISIS sudah pasti diatas kebenaran serta Abu Abdullah Asy-Syami sudah pasti seorang pendusta!! Maka kemanakah akal orang-orang yang berakal??? Seluruh data-data yang disajikan hanya cukup dibantah dengan sebuah tantangan mubahalah?? Inna lillahi wa inna ilai raji’un. Jika begini standart kebenaran itu, maka apalah gunanya lagi dibangun mahkamah-mahkamah dan pengadilan syari’ah. Sungguh para penjahat, pelaku maksiat dan orang-orang munafik akan bergembira ria jika hanya seperti ini standart sebuah kebenaran.
  • Tantangan mubahalah dari Juru Bicara ISIS ini ditanggapi dengan bijak oleh Syaikh Abu Abdullah Asy-Syami dalam sebuah rilisan yang dikeluarkan oleh Yayasan Media Al-Bashirah (lihat disini : Tanggapan Syaikh Abu Abdullah Asy-Syami atas Tantangan Mubahalah) Beliau disini memberikan tenggat waktu kepada Juru Bicara ISIS untuk berpikir ulang dan menarik kembali tantangan mubahalahnya tersebut, sambil beliau menghadirkan saksi-saksi dan bukti-bukti dari pernyataan awalnya.
  • Kesaksian seorang Dewan Syariat Jabhah Nushrah, Syaikh Abu Sulaiman Al-Muhajir, yang dirilis oleh Yayasan Media Al-Bashirah (lihat disini : Kesaksian Syaikh Abu Sulaiman Al-Muhajir). Dalam kesaksiannya ini, beliau menceritakan apa yang beliau lihat dengan mata kepala beliau sendiri akan perkara yang diangkat oleh Syaikh Abu Abdullah Asy-Syami yang kemudian dibantah oleh Juru Bicara ISIS. Dan beliau membawakan kesaksian ini dengan bersumpah atas nama Allah. Masih terlintas dalam ingatan kami ketika sang jurnalis VOA-ISLAM ini mengatakan terhadap Syaikh Abu Sulaiman Al Muhajir sebagai mantan penjahat dari Mesir. Tapi sayang perkataan itu dia bawakan pada akun Facebook nya yang telah diblokir. Namun kami bersumpah dengan nama Allah bahwa kami menyaksikan sendiri tulisannya tersebut. Padahal website VOA-ISLAM tempat ia bernaung sendiri pernah mengangkat profil singkat dan memuji Syaikh Abu Sulaiman Al-Muhajir (lihat disini), bahkan memakai featured image screenshot video kesaksian beliau terhadap perselisihan dengan ISIS.

Kami juga pernah diceritakan oleh seorang ustadz yang pada waktu itu baru pulang dari Suriah mengenai Syaikh Abu Sulaiman Al-Muhajir. Beliau menceritakan pernah bertanya kepada Syaikh Abu Sulaiman Al-Muhajir mengenai ISIS, dan saat itu Syaikh Abu Sulaiman Al-Muhajir mengatakan hanya akan menjawab berdasarkan apa yang beliau alami sendiri.

  • Kesaksian seorang mujahid senior Al-Qaeda, Syaikh Abu Faras As-Suri, yang dirilis oleh Yayasan Media Al-Bashirah (lihat disini : Kesaksian Syaikh Abu Faras As-Suri). Dalam video kesaksiannya ini beliau menjelaskan bahwa pada awalnya beliau tidak berpikir untuk berbicara mengenai ISIS dan tindakan yang mereka lakukan berupa kejahatan-kejahatannya terhadap umat Islam, bahkan terhadap Islam itu sendiri. Akan tetapi setelah keluarnya pernyataan Juru Bicara ISIS yang mengatakan bahwa Syaikh Abu Adullah Asy-Syami telah berdusta dan ia menantang bermubahalah, maka Syaikh Abu Faras As-Suri memandang bahwa didalamnya terdapat perkara besar yang perlu dijelaskan. Silahkan dilihat sendiri video kesaksian beliau.
  • Kesaksian dari mujahid senior Al-Qaeda, Syaikh Abu Hammam As-Suri, yang dirilis oleh Yayasan Media Al-Bashirah (lihat disini : Kesaksian Syaikh Abu Hammam). Dalam kesaksian ini beliau memaparkan apa yang terjadi antara beliau dengan Umar Al-Shishani dengan disertai bukti perjanjian diantara mereka, juga berbagai kesaksian lainnya.
  • Kesaksian dari mujahid senior Al-Qaeda, Syaikh Abu Hafs Al-Binsyi, yang dirilis oleh Yayasan Media Al-Bashirah.
  • Disamping itu juga banyak kesaksian-kesaksian lain dari Syaikh Al-Muhaisiny, atau dari para petinggi mujahidin Jabhah Islamiyah, juga rilisan-rilisan dari Yayasan Media As-Sahab.

Adapun atas tuduhan sang jurnalis VOA-ISLAM ini bahwa kami menyerang mujahidin, maka kami ingin bertanya : Menyerang mujahidin yang bagaimana yang dia maksudkan?? Setiap orang yang pernah mengunjungi website Muqawamah  Media walau sekali saja akan dapat melihat bahwa Muqawamah Media adalah website yang membela dan menyalurkan aspirasi mujahidin dari seluruh dunia. Kecuali jika yang dimaksud dengan mujahidin oleh sang jurnalis adalah ISIS, dan untuk hal ini kami tidak merasa malu untuk mengatakan bahwa kami memang akan senantiasa menghadang segala macam bentuk kejahatan ISIS, sampai ISIS bertaubat dan kembali kepada al-haq.

Dari perkataannya ini juga sang jurnalis VOA-ISLAM seolah-seolah ingin menggambarkan kepada umat bahwa yang dinamakan mujahidin itu hanyalah ISIS. Karena jika tidak demikian tidak mungkin ia mengatakan kami adalah media yang menyerang mujahidin sedangkan isi dari Media kami hampir seluruhnya berita tentang mujahidin dari berbagai belahan dunia.

Atau taruhlah sang jurnalis VOA-ISLAM ini memang jujur dalam perkataannya, tapi mengapa ia tidak mengkritisi situs www.al-mustaqbal.net dan www.millahibrahim-news.com yang bahkan sampai mengatakan para mujahidin diluar ISIS sebagai kelompok shahawat yang murtad dan tidak segan-segan menjelek-jelekkan para senior mujahid?? Apakah karena kedua website tersebut adalah website pendukung ISIS maka ia selamat dari kritikan sang jurnalis?? Atau memang sang jurnalis sepemahaman dengan mereka dalam menilai mujahidin?? Sampai disini kita sudah mulai bisa melihat bukti-bukti kecurangan sang jurnalis VOA-ISLAM ini.

KETIGA

Sang jurnalis VOA-ISLAM juga menulis :

“Situs Muqawamah adalah situs “jihad” yang gencar mempropagandakan “kejelekan-kejelekan” Daulah Islam Irak dan Syam (ISIS). Segela sumber pun menjadi bahan baginya untuk menyerang Daulah Islam Irak dan Syam. Hingga twitter yang ia tidak tau siapa di balik pemilik akun tersebut pun dipungut olehnya untuk memuaskan nafsunya menyerang Daulah Islam Irak dan Syam. Ya Allah, kami serahkan apa yang mereka sembunyikan di hati mereka kepada-MU.

Bahkan menanggapi pernyataan Syaikh Abu Muhammad al-‘Adnani, Jubir Daulah Islam Irak dan Syam, pun ia menggunakan kultuwit dari @ShamLovers. Lalu ia pun menulis judul yang sangat menyayat hati pecinta jihad dan mujahidin “Kontradiksi Terbaru Dari Perkataan Seorang Mafia dari Syam, Al-Adnani”.

Sekali lagi kami katakan : Bahwasanya kami tidak malu-malu untuk mengakui bahwa kami memang akan senantiasa memperingatkan umat dengan keras dari setiap orang atau kelompok yang ghuluw dan berfaham khawarij. Karena orang-orang yang jauh lebih mulia daripada kami yang terdiri dari para ulama rabbani sudah lebih dahulu melakukan hal ini daripada kami.

Lihat disini :

  1. Kumpulan Perkataan Ulama Senior Terhadap perselisihan Mujahidin Suriah (http://muqawamah.com/kumpulan-perkataan-para-ulama-senior-terhadap-perselisihan-mujahidin-di-suriah.html)
  2. Surat Syaikh Abu Qatadah Al-Filisthin Kepada Mujahidin Syam (http://muqawamah.com/surat-terbaru-dari-abu-qatadah-al-falistini-kepada-mujahidin-bumi-syam.html)
  3. Belasungkawa Syaikh Aiman Azh-Zhawahiri atas Pembunuhan Syaikh Abu Khalid As-Suri (http://muqawamah.com/terjemahan-pidato-syaikh-aiman-az-zhawahiri-belasungkawa-terhadap-pembunuhan-syaikh-abu-khalid-as-suri-rahimahullah.html)
  4. Pernyataan Berlepas Dirinya Dr. Hani As-Siba’I dan Dr. Thariq Abdul Halim terhadap ISIS (http://muqawamah.com/eksklusif-pernyataan-berlepas-dirinya-2-dua-syaikh-dari-isis.html)
  5. Surat dari Abu Rabi’ Asy-Syami, Wakil Utama Syaikh Az-Zarqawi, Berlepas Diri dari Al-Baghdadi dan Daulahnya (http://muqawamah.com/wakil-utama-abu-musab-azzarqawi-berlepas-diri-dari-al-baghdadi-dan-daulahnya-isis.html)
  6. Surat Mantan Qadhi Agung ISIS, Syaikh Abu Sulaiman Al-‘Utaibi, yang menjelaskan sejarah awal dan sebab-sebab keterpurukan Daulah (http://muqawamah.com/surat-mantan-qadhi-agung-daulah-islam-irak-yang-menjelaskan-sejarah-awal-dan-sebab-sebab-keterpurukan-daulah.html)
  7. Risalah Syaikh Al-Maqdisi tentang Celaan ISIS kepada Para Tokoh-tokoh Islam : “Menahan Busur para Bandit yang Meluncur ke Arah Para Pembesar Islam” (http://muqawamah.com/pembelaan-syaikh-al-maqdisi-terhadap-para-ulama-islam-yang-dilecehkan-isis.html)

Adapun mengenai sumber, seperti yang sudah kami jelaskan sebelum ini, bahwa kami akan senantiasa mengutip dari sumber-sumber resmi. Adapun selain daripada itu, baik itu dari akun Twitter ataupun yang selainnya, maka kami hanya mengambil jika memang isinya sesuai dengan apa yang dikeluarkan oleh sumber-sumber resmi.

Seperti saja misalnya akun Twitter @ShamLovers ini, kami mengambil darinya hanyalah kultwit yang kami nilai sesuai dengan fakta-fakta yang terjadi. Dan itupun kami lakukan setelah melalui penelitian yang panjang terhadap akun ini, dimana kami menyelidiki berbagai interaksinya di dunia Twitter, dan kami mendapati bahwa interaksinya tersebut dilakukan bersama orang-orang yang tsiqah yang telah kami ketahui. Kami persilahkan kepada para pembaca untuk mengunjungi akun tersebut, dan silahkan menilai sendiri, siapakah yang lebih berhak untuk berbicara mengenai permasalahan jihad di Suriah, apakah pemilik akun @ShamLovers tersebut atau sang jurnalis VOA-ISLAM ini??

Duhai sekiranya ia mau merenungi dirinya sendiri… Selama ini ia senantiasa membuat analisa dan komentar terhadap berbagai permasalahan yang terjadi di Suriah. Bahkan ketika Yayasan Media As-Sahab merilis pernyataan Syaikh Aiman Azh-Zhawahiri, ia tanpa rasa malu berada di garis terdepan dalam rangka mengomentari pernyataan Syaikh Aiman Azh-Zhawahiri tersebut seolah-olah dialah yang paling memahami permasalahan ini. Lalu siapakah sang jurnalis ini wahai umat? Apakah kalian mengenalnya? Coba tanyakan kepada para mujahidin di Suriah, apakah mereka mengenal sang jurnalis ini? Dan coba tanyakan juga kepada mereka, siapakah yang lebih pantas untuk mengomentari permasalahan-permasalahan di Suriah, pemilik akun @ShamLovers atau sang jurnalis VOA-ISLAM ini?

Didalam komentarnya terhadap pernyataan terakhir Syaikh Aiman Azh-Zhawahiri yang ia beri judul “Qoul Qodim & Qoul Jadid Syaikh Aiman Tentang Status Daulah Islam Irak”, ia menulis : “Catatan yang kami sampaikan agar diletakkan di setiap benak pembaca adalah kami tidak bermaksud dengan tulisan ini untuk merendahkan, melecehkan, menyepelakan dan lain-lain berupan sikap buruk terhadap seseorang yang telah menghabiskan sebagian umurnya di medan jihad bersama al-Mujaddid Syaikh Usamah bin Ladin taghmmadahullahu bi rahmatih. Namun, tak ada manusia di dunia ini dalam masalah agama yang lepas dari kesalahan kecuali Nabi dan Rasul”.

Perhatikan kata-kata “bijak”-nya dalam tulisan yang kami garis bawahi, kemudian mari perhatikan apa yang dia katakan di akun Facebook miliknya :

Wahai para pembaca, kelancangan macam apa ini dari seorang bocah ingusan terhadap Hakimul Ummah? Lihatlah bagaimana kontradiksi yang terang ini. Kemudian perhatikan kembali apa yang dia tulis dalam akun Facebook miliknya berikut ini :

Silahkan para pembaca melihat sendiri pelecehan yang ia lakukan terhadap Hakimul Ummah Syaikh Aiman Azh-Zhawahiri ini, padahal didalam tulisannya tersebut ia menulis : “kami tidak bermaksud dengan tulisan ini untuk merendahkan, melecehkan, menyepelakan dan lain-lain berupa sikap buruk terhadap seseorang yang telah menghabiskan sebagian umurnya di medan jihad bersama al-Mujaddid Syaikh Usamah bin Ladin taghmmadahullahu bi rahmatih”.

Mungkin sang jurnalis ini merasa ketika umat diam dan tidak bereaksi atas berbagai perilaku curangnya sama dengan umat tidak mengetahui.

Adapun mengenai perkataannya terhadap kami : “Segala sumber pun menjadi bahan baginya untuk menyerang Daulah Islam Irak dan Syam. Hingga twitter yang ia tidak tau siapa di balik pemilik akun tersebut pun dipungut olehnya untuk memuaskan nafsunya menyerang Daulah Islam Irak dan Syam”.

Mari kita melihat sejauh mana amanah ilmiah sang jurnalis ini… Ketika terjadi penyerangan terhadap rumah amir Jabhah Nushrah Wilayah Idlib, Abu Muhammad Al-Fatih, yang mana dalam penyerangan tersebut ikut terbunuh istri dan anak beliau, juga ikut terbunuh saudara beliau beserta istri dan anaknya, Jabhah Nushrah melalui Yayasan Media Al-Bashirah mengeluarkan sebuah video yang menghadirkan kesaksian dari korban penyerangan, saksi mata, sekaligus pelakunya langsung, yang mana dalam video rilisan tersebut disebutkan bahwa pelaku penyerangan tersebut adalah ISIS. (Lihat disini : Video Terjemahan : Tidak, inilah Manhaj Mereka! Kesaksian Korban dan Pelaku Pembunuhan Komandan Jabhah Nushrah)

Bagi orang-orang yang masih memiliki akal sehat, kesaksian dari korban, saksi mata, dan pelaku sudah lebih dari cukup untuk mengambil sebuah kesimpulan akan sebuah kejadian. Tapi tidak demikian dengan sang jurnalis VOA-ISLAM, ia tidak rela jika ISIS dikatakan sebagai pelaku kejahatan (walaupun faktanya memang demikian). Maka mulailah ia mengais-ngais tong sampah untuk mencari sedikit kotoran guna menutupi sebuah kejahatan yang telah nyata dilakukan. Maka ditemukanlah sebuah berita singkat dari Orient TV, stasiun TV milik oposisi sekuler Suriah, yang menyatakan bahwa pembunuhan itu dilakukan oleh pasukan Qadisy yang berafiliasi dengan Garda Republik.

Sang jurnalis pun kegirangan dan segera mempublikasikan kotoran yang baru didapatkannya dari tong sampah tersebut.

Dan kegirangannya ini pun ia tumpahkan didalam akun Facebook pribadi miliknya :

Duhai seandainya manusia ini mau merenungi dirinya sendiri… Bila saja kakinya pernah sekali saja tersentuh debu fii sabilillah, mungkin ia akan sedikit memahami bahwa para mujahidin masih sangat menghargai rilisan-rilisan yang dikeluarkan oleh media resmi mujahidin. Bagaimana mungkin ia mengatakan gegabah kepada mujahidin yang berada langsung di tempat kejadian, sementara ia sendiri hanya mengutip dari sebuah sumber murahan?? Tapi sebagaimana yang dikatakan oleh baginda Nabi SAW : “Jika rasa malu telah hilang dari dirimu, maka berbuatlah sesukamu”.

Belum pernah kami menjumpai ada sebuah media yang mengaku jihadi, tapi mengambil sumber dari media sekuler untuk membantah rilisan dari media resmi mujahidin. Maka silahkan para pembaca menilai siapakah yang sebenarnya mengambil segala sumber untuk menjadi bahan rujukan?? Dan sayangnya, ternyata Orient TV media sekuler yang menjadi rujukannya itu tidak sesuai dengan harapannya. Karena mereka merevisi berita yang sudah terlanjur mereka sebar sebelumnya melalui akun FP milik mereka bahwa memang benar ISIS yang telah melakukan pembunuhan terhadap Abu Muhammad Al-Fatih dan keluarganya.

Oh sungguh kasihan… Ketika media sekuler lebih bisa berkata jujur daripada media Islam.

KEEMPAT

Situs VOA-ISLAM melalui sang jurnalis menyebutkan didalam bantahannya terhadap kami :

“Para Pembaca yang dimuliakan oleh Allah

Siapakah dia yang dengan percaya diri dan congkak menamakan mujahid, yang telah berjuang di Irak selama bertahun-tahun dan di Suriah, dengan gelar mafia. Apakah Syaikh al-‘Adnani pernah mendirikan klub malam atau menguasai suatu klub malam, bandar narkoba, dan pemalak ulung sehingga ia namakan mafia?

Sungguh Allah akan menanyakan itu di hari kiamat nanti. Jika ia orang yang beriman, niscaya ia tidak akan mengobral kata-kata seperti apalagi berkaitan dengan kehormatan mujahidin”.

Jika kita perhatikan, sang jurnalis VOA-ISLAM berkata seperti ini dikarenakan sempitnya wawasan dirinya akan makna kata “Mafia”. Dia berfikir jika dikatakan mafia, maka itu hanyalah berkaitan dengan kejahatan-kejahatan yang bersinggungan dengan dunia kemaksiatan. Padahal kata mafia bermakna setiap perkumpulan rahasia yang bergerak di bidang kejahatan. Ya, kejahatan apa saja. Termasuk didalamnya kejahatan operasi-operasi rahasia melakukan pembunuhan terhadap para mujahidin dan kaum muslimin yang telah dianggap shahawat dan murtad.

Ditambah lagi, sebenarnya akun Twitter @ShamLovers tidak sendirian ketika mengatakan ini. Sebelum ini Syaikh Abu Muhammad Al-Maqdisi fakkallahu asrah telah membuat judul yang serupa dengan ini ketika merilis risalah untuk menanggapi pernyataan Jubir ISIS, Abu Muhammad Al-‘Adnani. Tapi kenapa sang jurnalis diam seribu bahasa terhadap Syaikh Al-Maqdisi namun bak singa yang garang terhadap akun Twitter @ShamLovers??

Sebagaimana yang sudah kami jelaskan sebelumnya, menurut informasi yang kami dapatkan, bahwa pemilik akun Twitter @ShamLovers itu adalah seorang mujahid yang saat ini berada di Suriah. Jika ia berkata seperti itu kepada Al-‘Adnani, maka ia yang akan menanggung akibatnya dari Allah jika ternyata kenyataannya tidaklah sebagaimana yang ia ucapkan. Namun yang jelas, ketika ia berbicara seperti itu dirinya juga sedang berada di medan Jihad.

Justru yang mengherankan itu adalah ketika ada seseorang yang tidak berada di medan jihad, juga belum pernah merasakan debu-debu fii sabilillah berkoar-koar kesana kemari seolah-olah dialah yang paling memahami permasalahan jihad. Tidak ada rasa tawadhu’ sedikitpun. Apalagi gayanya bak seorang pengamat jempolan.

Sedangkan kami dari Muqawamah Media Team, senantiasa berusaha menahan diri kami dari membuat analisa-analisa dari apa yang terjadi di medan jihad Suriah. Kami hanya mencukupkan diri dengan menterjemah dan menampilkan apa-apa yang datang dari para pelaku langsung disana. Bagi yang selama ini mengikuti website kami akan membenarkan perkataan kami ini.

Adapun berkaitan dengan masalah kehormatan mujahidin, mari kita saksikan apa yang dikatakan oleh sang jurnalis dalam akun facebook pribadinya :

Apa yang akan anda katakan setelah ini wahai para pembaca?? Inilah perkataan dari seseorang yang mendengung-dengungkan kehormatan mujahidin. Tidak cukup sampai disini, dia pun membuat beberapa kedustaan atas nama mujahidin, perhatikanlah :

Apa yang ditulis dalam akun Facebook pribadinya ini, sang jurnalis membahas tentang kejadian eksekusi terhadap 7 orang anggota ISIS yang sempat ramai beberapa waktu yang lalu. Disini ia memberikan sebuah link dari website VOA-ISLAM dan mengatakan bahwa pelaku eksekusi tersebut adalah Jabhah Nushrah. Tapi ketika kita perhatikan isi dari link yang diberikan tersebut, hanya tersebut nama Jabhah Islamiyah dan sama sekali tidak tersebut Jabhah Nushrah didalamnya. Dan ajaibnya, berita yang dibawakan dalam link VOA-ISLAM tersebut ternyata ditulis oleh dirinya sendiri.

Ajaib bukan? Sang jurnalis VOA-ISLAM ini bukan saja berdusta atas nama Jabhah Nushrah, namun bahkan ia berdusta terhadap dirinya sendiri. Dan hal seperti ini ternyata ia ulangi sekali lagi ketika ia memposting kecaman dari seorang ulama yang ia maksudkan tersebut. Didalam akun Facebook pribadinya ia menulis :

Akan tetapi ketika kita membaca pernyataan ulama yang ia sebarkan tersebut, sama sekali tidak disebutkan nama Jabhah Nushrah didalamnya. Dan sebagaimana yang terjadi sebelumnya, ternyata dirinya sendiri lah yang menterjemahkan pernyataan ulama tersebut.

Maka silahkan setelah ini anda menilai sendiri, model orang macam manakah sang jurnalis VOA-ISLAM  ini??

KELIMA

Pada bagian ini ia mulai membahas tentang isi dari kultwit akun @ShamLovers dan melakukan bantahan-bantahan terhadapnya. Dia berkata :

“Melalui kultuwit “majhul”  tersebut, situs Muqawamah dengan congkaknya ikut menantang Syaikh Abu Muhammad al-Adnani untuk menghadirkan fakta bahwa Al-Qaidah Irak telah bubar? Maka hendaklah ia mendengarkan perkataan Syaikh Aiman Azh-Zhawahiry sendiri tentang Daulah Islam Irak dan Syam serta nasehatnya kepada jamaah-jamaah lainnya:

“Saya jelaskan bahwa sekarang tidak ada yang namanya al-Qaidah. Akantetapi Tanzim al-Qaidah fi biladirrafidain bersama kelompok jihad lain telah melebur ke Daulah Islam Irak. Dan ia adalah Imarah Syar’iyyah yang berdiri di atas manhaj syar’i yang terbentuk dengan musyawarah. Daulah Islam Irak adalah langkah penegakkan khilafah lebih maju dibanding jamaah-jamaah jihad yang ada. Maka, jamaah-jamaah jihad itulah yang membaiat Daulah Islam Irak bukan sebaliknya” tutur Syaikh Aiman Azh-Zhawahiry.

Begitu juga dengan salah seorang komadan al-Qaidah pusat, Syaikh Athiyyatullah al-Liby, belau berkata dalam pernyataan dukunagn beliau kepada Daulah Islam Irak

“Adapun status baiat kepada daulah yang diberkahi ini -in sya Allah- dan kepada amirnya -semoga Allah meneguhkannya- adalah baiat syar’iyyah atas dasar dia sebagai pemimpin muslimin di negri tersebut. Dan hukumnya -wallahu a’lam- sebagaimana informasi yang kami terima, adalah seperti baiat imam a’zham dalam segala hukum. Namun dia bukan imam a’zham dalam artian bukan imam bagi seluruh muslimin. Akantetapi dia amir dan imam di muslimin yang di bawah kekuasaannya “

Dan bahwasanya Amir tanzim al-Qaidah fi biladir rafidain, Syaikh Abu Hamzah al-Muhajir, telah membaiat Syaikh Abu Umar al-baghdadi sebagai Amir daulah islam Irak.”

Kami katakana : Disini sang jurnalis melakukan 2 buah kedustaan. Yang pertama adalah kedustaan atas diri kami, dan yang kedua adalah kedustaan atas nama Syaikh Aiman Azh-Zhawahiri.

Kedustaan atas diri kami adalah perkataannya : “Melalui kultuwit “majhul”  tersebut, situs Muqawamah dengan congkaknya ikut menantang Syaikh Abu Muhammad al-Adnani untuk menghadirkan fakta bahwa Al-Qaidah Irak telah bubar?”. Padahal kami tidak pernah menantang Juru Bicara ISIS, Abu Muhammad Al-‘Adnani, karena tantangan itu dikeluarkan oleh pemilik akun @ShamLovers. Dalam postingan tersebut kami juga tidak mengeluarkan sepatah kata apapun melainkan terjemahan dari kultwit akun @ShamLovers tersebut.

Adapun kedustaan atas nama Syaikh Aiman Azh-Zhawahiri adalah perkataannya : “Maka hendaklah ia mendengarkan perkataan Syaikh Aiman Azh-Zhawahiry sendiri tentang Daulah Islam Irak dan Syam serta nasehatnya kepada jamaah-jamaah lainnya”. Padahal Syaikh Aiman pada waktu itu berbicara tentang DAULAH ISLAM IRAK, bukan Daulah Islam Irak dan SYAM. Tapi dengan sifat curangnya, sang jurnalis seolah-olah ingin menggambarkan bahwa pernyataan Syaikh Aiman tersebut mengenai Daulah Islam Irak dan Syam (ISIS).

Dan disini kami juga ingin sedikit membahas mengenai pernyataan Syaikh Aiman Azh-Zhawahiri tentang meleburnya nama Al-Qaeda kedalam Daulah Islam Irak, dan hubungan antara Daulah Islam Irak dengan pimpinan pusat Al-Qaeda Pusat di Khurasan. Karena kami melihat hal ini termasuk kedalam salah satu syubhat terbesar yang menyebabkan terpengaruhnya jiwa-jiwa yang lemah akan propaganda pembunuhan karakter terhadap beliau hafizhahullah.

Selama ini, perkataan Syaikh Aiman ini telah difahami oleh sebagian pihak sebagai bukti bahwa tidak adanya lagi hubungan antara pimpinan Daulah Islam Irak dengan pimpinan pusat Al-Qaeda di Khurasan. Kami hanya ingin bertanya : Atas dasar apa peleburan nama berarti sama dengan putusnya hubungan organisasi?? Jika memang hal ini bisa dijadikan dalil, maka seharusnya ISIS tidak perlu merengek-rengek kepada amir Jabhah Nushrah meminta beliau untuk kembali sembari menggelari beliau sebagai pengkhianat. Karena beliau berbai’at kepada Daulah Islam Irak (ISI) bukan kepada Daulah Islam Irak dan Syam (ISIS), jadi seharusnya sah-sah saja beliau memutuskan hubungan ketika nama ISI berubah menjadi ISIS. Bukankah demikian wahai kaum muslimin??

Tapi apakah seperti ini cara bagi kita untuk memahami? Tentu tidak, karena cara berpikir seperti ini adalah cara berpikir bocah ingusan yang belum memiliki kedewasaan. Kita harus memahami, bahwa ketika Syaikh Aiman berkata nama Al-Qaeda sudah melebur dan diganti dengan Daulah Islam Irak serta beliau mengatakan bahwa jamaah-jamaah jihad yang harus berbai’at kepada Daulah islam Irak, bukan sebaliknya, maka hal ini ditujukan khusus kepada jamaah-jamaah jihad yang ada dibawah kekuasaan Daulah Islam Irak. Dan hal inilah yang diisyaratkan oleh Syaikh Athiyatullah Al-Liby ketika beliau berkata : “Akan tetapi dia amir dan imam di muslimin yang di bawah kekuasaannya”.

Hal ini sama sekali bukan sebuah pertanda putusnya hubungan organisasi antara Daulah Islam Irak dengan pimpinan pusat Al-Qaeda di Khurasan. Karena kita semua mengetahui, bahwa pilar utama Daulah Islam Irak itu adalah Al-Qaeda Irak. Dan bukti terbesar akan hal ini adalah ketika dibentuknya Majlis Syura Mujahidin yang merupakan cikal bakal Daulah Islam Irak, yang menjadi amirnya adalah Amir Al-Qaeda Irak, Syaikh Abu Mush’ab Az-Zarqawi taqabbalahullah. Terbentuknya Daulah Islam Irak itu adalah keberhasilan Al-Qaeda Irak merangkul berbagai jamaah jihad yang ada di Irak untuk melebur menjadi satu dibawah nama baru Daulah Islam Irak. Akan tetapi Daulah Islam Irak tetaplah memiliki hubungan organisatoris dengan pimpinan pusat Al-Qaeda di Khurasan. Jika pada awalnya cabang Al-Qaeda di Irak bernama Al-Qaeda fi Biladir Rafidain, maka setelah bersatunya berbagai jamaah jihad di Irak nama cabang Al-Qaeda di Irak menjadi Daulah Islam Irak.

Mana buktinya? Buktinya adalah kesaksian Syaikh Aiman Azh-Zhawahiri tentang hubungan Al-Qaeda Pusat dengan Daulah Islam Irak yang beliau sertakan dengan bukti surat-menyurat diantara mereka (Lihat disini Kesaksian Syaikh Aiman Azh-Zhawahiri). Juga sebagaimana yang diceritakan oleh Syaikh Abu Hasan Al-Kuwaiti dalam risalahnya yang berjudul : Bagaimana Proses Berdirinya Daulah Islam Iraq?

Sebagian orang yang berjiwa lemah akan bertanya : Bukankah Syaikh Abu Muhammad Al-‘Adnani sudah membantah hal ini dalam pernyataan terakhirnya yang berjudul : “Maaf, Wahai Amir Al-Qaeda”??

Memang benar… Akan tetapi kami lebih mempercayai sang Hakimul Ummah Syaikh Aiman Azh-Zhawahiri daripada sang Juru Bicara ISIS yang telah terbukti beberapa kebohongannya dalam tantangan mubahalahnya. Apalagi kami melihat Juru Bicara ISIS ini tidak membawakan satu bukti pun untuk membantah bukti surat-menyurat yang dibawakan oleh Syaikh Aiman Azh-Zhawahiri, kecuali hanya sebatas retorika indah semata.

Jika memang tidak terdapat hubungan antara Al-Qaeda pusat dengan Daulah Islam Irak, mengapa Syaikh Aiman berani menyalahkan Deklarasi ISIS karena tidak berkoordinasi dengan mereka dan memerintahkan ISIS agar kembali menjadi Daulah Islam Irak?? Lalu kenapa Syaikh Aiman juga berani menyalahkan Jabhah Nushrah karena menolak deklarasi ISIS tanpa berkoordinasi dengan Al-Qaeda pusat?? Mungkinkah hal seperti ini dilakukan oleh seorang Hakimul Ummah jika memang tidak terdapat sebuah hubungan organisasi diantara mereka??

Bagi setiap orang yang selama ini mengikuti arahan-arahan, tulisan-tulisan, serta senantiasa mengikuti sepak terjang beliau dalam memimpin jihad global bersama sang singa yang telah syahid (insya Allah) Syaikh Usamah bin Ladin, pasti akan berpikiran tidak mungkin Syaikh Aiman melakukan hal memalukan seperti itu. Maka dari itu kami memilih sikap untuk lebih mempercayai beliau dalam permasalahan ini, apalagi setelah beliau memberikan kesaksian dan membawakan bukti-bukti.

Jika kita ingin membuat sebuah bagan, maka akan tergambar bahwa Al-Qaeda adalah pimpinan pusat, Daulah Islam Irak sebagai cabang, dan Jabhah Nushrah sebagai anak cabang. Maka dari itu ketika Jabhah Nushrah melihat kebijakan Daulah Islam Irak tidak sesuai dengan arahan pimpinan pusat, mereka langsung mengalihkan bai’at dari pimpinan cabang kepada pimpinan pusat. Dan hal ini tergambar dalam pernyataan bai’at amir Jabhah Nushrah kepada Syaikh Aiman Azh-Zhawahiri : “Inilah bai’at dari putra-putra Jabhah Nushrah dan pimpinan umumnya, kami memperbaharui bai’at tersebut untuk Syaikhul Jihad, Syaikh Aiman Azh-Zhawahiri -semoga Allah menjaganya-“.

Perhatikanlah beliau disini memakai kalimat “memperbaharui bai’at” bukan “membai’at”, yang mana tidak mungkin kalimat seperti ini dikeluarkan jika memang tidak ada ikatan bai’at  sebelumnya antara Daulah Islam Irak dan Jabhah Nushrah dengan pimpinan pusat Al-Qaeda. Maka dari sini juga kita dapat menyimpulkan bahwa merupakan sebuah kedustaan jika dikatakan Abu Muhammad Al-Jaulani telah berkhianat. Bahkan jika opini khianat ini tetap ingin dipaksakan, maka yang lebih layak menyandang gelar pengkhianat adalah Daulah Islam Irak dan Syam yang tidak lagi mengakui bahwa mereka berada dibawah pimpinan pusat Al-Qaeda.

Tapi bukankah Jabhah Nushrah diutus oleh Daulah Islam Irak, bahkan sampai-sampai mereka  menyumbangkan setengah dari harta mereka kepada Jabhah Nushrah?? Bagaimana mungkin tidak dikatakan pengkhianat?? Memang benar, tapi jangan lupa jika Daulah Islam Irak itu lahir dari rahim Al-Qaeda, namun pada akhirnya mereka mengkhianati Al-Qaeda dan mengatakan tidak ada hubungan apapun antara mereka dengan pimpinan pusat Al-Qaeda.

Hendaknya para pembaca memahami dengan baik permasalahan ini, karena memang syubhat inilah yang terus mereka gelontorkan agar mereka semakin mendapatkan dukungan daripada umat, dan di sisi lain mereka bisa semakin menjatuhkan wibawa dan karakter pimpinan Al-Qaeda pusat dan Jabhah Nushrah. Walaupun syubhat seperti ini tidak akan laris kecuali terhadap jiwa-jiwa yang lemah.

Kemudian diantara syubhat lain yang sangat merebak dan laris manis di kalangan para pemula adalah anggapan bahwa seluruh dunia saat ini memusuhi ISIS, oleh karena itulah bukti bahwa ISIS berada diatas kebenaran. Slogan yang selalu mereka ulang-ulang yaitu “jika kalian ingin melihat siapa yang berada diatas kebenaran, maka lihatlah kemana arah panah musuh diarahkan”.

Maka kami katakan sebagaimana perkataan Ali bin Abi Thalib kepada khawarij : “kalimatul haq, yuriidu bihal bathil” (kalimat yang benar, tapi dimaksudkan untuk kebathilan). Perhatikanlah wahai kaum muslimin, seandainya yang melancarkan arah panah kepada mereka adalah orang-orang kafir,tentulah hal ini benar adanya. Namun lihatlah, arah panah itu meluncur dari para ulama rabbani, jamaah-jamaah jihad, dan mayoritas umat Islam di Suriah. Lalu apa yang akan kita katakan terhadap sebuah kelompok yang dimusuhi oleh mayoritas umat Islam dan tokoh-tokohnya?? Jika ini standart kebenarannya, maka Syiah dan Ahmadiyah lebih layak menyandang sebagai pemilik kebenaran.

Tapi justru kita katakan, inilah bukti kesesatan mereka ketika para ulama dan kaum muslimin bersepakat dalam menentang mereka. Dan jika saja memang benar klaim mereka tersebut, tentu pesawat-pesawat tempur rezim Asad sudah membombardir wilayah Raqqah yang saat ini mereka kuasai. Tapi apa kenyataannya?? Mereka dapat hidup dengan tenang tanpa khawatir akan sebuah serangan dari rezim syiah Bashar Asad.

Bukan pula dengan maksud ini kami berharap wilayah Raqqah yang berada dibawah kekuasaan ISIS dibombardir sehingga jatuh korban dari kalangan kaum muslimin tak berdosa. Hal ini kami ungkapkan hanya sebagai pencerahan akan syubhat yang selama ini selalu mereka gelontorkan dan laris di kalangan orang-orang awam.

Kemudian coba bandingkan dengan kota Nawa yang baru-baru ini jatuh kedalam kekuasaan mujahidin. Begitu juga dengan kota tua Homs. Rezim Asad tidak pernah membiarkan mujahidin sebentar saja menguasai suatu wilayah, kecuali mereka akan mengirimkan serangan darat dan udara untuk meluluhlantakkannya. Hal ini belum lagi ditambah dengan serangan ISIS terhadap wilayah-wilayah yang telah dikuasai oleh mujahidin. Dan inilah kerjaan ISIS di Suriah sekarang, merebut wilayah-wilayah yang telah dikuasai oleh mujahidin, dengan dalih memperluas wilayah kekuasaan. Ya Allah, sungguh begitu berat perjuangan mujahidin Syam karena harus menghadapi musuh dari luar dan dalam. Teguhkan mereka ya Rabb, dan lindungilah mereka dari makar para pendengki.

Akhirnya, kami cukupkan sampai disini tanggapan yang dapat kami berikan atas bantahan seorang jurnalis VOA-ISLAM, dikarenakan terbatasnya waktu dan kami melihat inilah inti-inti permasalahan, maka kami tidak melanjutkan lagi beberapa point tanggapan walaupun sebenarnya masih ada beberapa hal yang masih harus kami luruskan dari sang jurnalis VOA-ISLAM.

Sebelum kami tutup lembaran-lembaran ini, kami ingin memberikan beberapa nasehat kepada Pimpinan VOA-ISLAM.

Sesungguhnya, kami adalah termasuk diantara salah satu dari sekian banyak pihak yang merasa senang ketika dimunculkannya website VOA-ISLAM. Banyak hal-hal berharga dan menarik dari apa-apa yang telah kalian lakukan kepada umat Islam. Dan kami senantiasa berdo’a terhadap diri kalian : Semoga Allah senantiasa membimbing kalian dan membalas segala macam kebaikan yang telah kalian berikan kepada umat Islam dengan sebaik-baik balasan.

Namun ada satu hal yang harus kalian perhatikan dalam 1 tahun belakangan, khususnya mengenai sepak terjang sang jurnalis kalian Abu Asybal Usamah dalam menyikapi persilisihan antara mujahidin Syam. Kami nasehatkan kalian agar kembali dan merujuk kepada para ulama rabbani, pemimpin-pemimpin jihad yang sudah tidak diragukan lagi komitmen perjuangan mereka terhadap Islam, dan para pemikir Islam yang senantiasa memperhatikan urusan umat Islam. Bagaimana mungkin kalian meninggalkan para pembesar Islam dan menyerahkan urusan ini kepada seorang pemuda gegabah yang sudah terbukti sebagai pelaku kecurangan dan kedustaan??

Tidakkah kalian mendengarkan firman Allah :

“Maka bertanyalah kepada orang-orang yang mempunyai pengetahuan jika kamu tidak mengetahui”. (Qs. An-Nahl : 43)

Lalu siapakah orang-orang yang mempunyai pengetahuan dalam permasalahan ini?? Jika memang dianggap ini adalah ketergelinciran ulama, maka manakah yang lebih layak dikatakan tergelincir, minoritas ulama yang pro kepada ISIS, ataukah mayoritas ulama yang menentang dan mengkritik ISIS?? Mungkinkah mayoritas ulama dan para pembesar Islam tersebut bersepakat diatas kesesatan??

Sadarilah bahwa banyak umat yang telah berpaling dari kalian dikarenakan ulah sang jurnalis kalian ini. Maka inilah kami mengajak kepada kalian untuk kembali menyuarakan kebenaran. Atau jika memang kalian merasa tidak mampu, minimal kalian mengambil sikap diam sebagaimana yang dilakukan oleh beberapa website Islam.

Nasehat ini kami tujukan sebagai bentuk kasih sayang kami kepada website VOA-ISLAm yang dulu sangat kami banggakan. Dan setelah ini, hanya kepada Allah kami menyerahkan segala urusan.

Akhir kata, alhamdulillahi rabbil ‘alamin…

Ditulis Oleh:

MUQAWAMAH MEDIA TEAM

 


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s