Sebuah Nasehat dari Abu Mariyah Al-Qahthani Kepada Mujahidin Syam dalam Menanggapi Piagam Kehormatan Revolusi Suriah

Ba5_EkpIMAA5iaZ
Risalah Dari Abu Mariyah Al-Qahthani (Syar’iy Jabhah Nushrah) Kepada Mujahidin Syam Umumnya dan Kepada Pemimpin Jabhah Islamiyah dan Jabhah Nushrah Khususnya. 

بسم الله الرحمن الرحيم

Sesungguhnya dari sebab-sebab utama cepatnya tersebar fikrah ghuluw (ekstrim) dan hilangnya rasa percaya antar sesama mujahid di kancah Jihad adalah karena tidak ada lagi usaha tabayyun dan klarifikasi terhadap persoalan-persoalan secara syar’i. Yang terjadi adalah lebih mengedepankan emosi dibandingkan cara yang syar’i dalam mencari solusi.

Sungguh menyebarnya ketidakpercayaan dan pengambilan sikap yang salah (tergesa-gesa) atas masalah adalah bentuk dari sikap ekstrim (ghuluw) dalam kacamata hukum syar’I dan sangat berkaitan dengan pekerjaan hati dan ketaqwaannya (kualitas ilmu dan aqidahnya).

Sungguh saya telah mengenal dekat para senior dan pemimpin mujahidin terdahulu. Mereka mengabarkan pada saya tentang bagaimana istimewanya generasi awal jihad, mereka selalu berlapang dada kepada sesama mujahidin dalam berijtihad dan menentukan strategi jihad yang mereka tempuh dan tidak melupakan kebaikan-kebaikan para mujahidin lain yang telah mereka torehkan.

Dan hari ini kita dapati sebagian kita mencari-cari kesalahan yang lain. Kita melupakan nilai kasih sayang diantara kita, kita tidak lagi tau membedakan mana cara menasehati dan mana cara mempemalukan sesama kita. Kita terapkan kaidah bara’ (berlepas diri) pada orang-orang yang sebenarnya kita tahu kualitas agamanya, imannya dan kita tahu juga bahwa dia mencintai Allah dan RasulNya, walaupun mungkin cara dia mengikuti sunnah belum benar, dia mungkin salah dalam berijtihad atau cara memahami yang sedikit keliru dan berbeda dari cara kita memahami sunnah.

Saya merenungi apa yang dikatakan oleh Syaikh Athiyatullah Al-Libiy – رحمه الله -, sungguh dalam nasehat beliau penuh dengan kebaikan, dan bantahan yang baik pula, juga keadilan. Keadilan tertujukan pada orang yang cenderung untuk mencari dan menginginkan kebenaran dan kepada orang yang cenderung kepada golongan pembangkang dan pencela.

Syaikh Athiyatullah tahu bahwa yang membaca risalah beliau jika dia memiliki ilmu dalam aqidah dan fiqih dan tidak keluar dari konteks pembahasan maka pastilah si pembaca ini akan mendapatkan pelajaran dalam bersikap adil dan ikhlas (legowo) dan adab kepada orang-orang yang berijtihad. Semua itu disebabkan oleh nilai iman yang bersemi di hatinya.

Sesungguhnya bersikap ghuluw (ekstrim) dilarang dalam segala hal, bukan hanya dalam masalah takfir. Kita adalah umat yang mengemban risalah. Kita berdakwah kepada umat manusia agar mereka menerima Islam, menyeru hamba Allah untuk beribadah hanya pada Allah, menyeru kaum muslimin agar mereka bersatu, dan diwajibkan atas kita untuk berjuang agar umat ini bersatu diatas sunnah Rasulullah –shalallahu alaihi wa sallama-. Janganlah kita berpecah belah karena slogan-slogan yang kita usung. Semua kita mengaku menyeru pada persatuan, tapi ada yang hanya sebatas persatuan yang sesuai kepentingannya, bukan kepentingan umat. Maka orang-orang seperti ini adalah para da’i yang dusta.

Berkata Ibnul Qayyim رحمه الله : “Seperti banyak penggugat cinta, mereka diminta untuk memberikan bukti akan kebenaran gugatannya. Maka ada bermacam-macam para penggugat cinta dalam kesaksiannya, dan dikatakan: tidak diterima gugatan ini kecuali dengan bukti. “Katakanlah (wahai Muhammad) : jika benar kalian mencintai Alllah maka ikutilah aku maka Allah akan mencintai kalian”. (Madarijus Salikin)

Maka pada mereka kita harus memberikan bukti kebenaran dakwah kita dan apa yang kita perjuangkan, bukan sebatas slogan-slogan semata sebagaimana yang Al-Baghdadi atau Hizb An-Nur dan selain mereka elu-elukan dan kampanyekan.

Dan upaya doktrinsisasi ketidakpercayaan yang diprogramkan oleh para thaghut dan khawarij adalah masalah yang paling bahaya dalam barisan kaum muslimin untuk melemahkan mereka, memecah kesatuan mereka, dan mengadu domba sesama mereka.

Sebaik-baik petunjuk adalah petunjuk Nabi Muhammad –shalallahu alaihi wasallama-. Marilah kita berbaik sangka kepada mereka yang berjuang bersama kita (Jabhah Islamiyah -pent), karena hal ini lebih menjaga kepentingan proyek jihad kaum muslimin. Dan mari jangan membesar-besarkan kesalahan sebagian kita, hendaknya kita saling menatap dengan tatapan penuh keridhaan.

Dan Allah maha mengetahui kejujuran cinta kita dalam jihad fi sabilillah ini. Saya ingin mewasiatkan pada saudara-saudara saya para mujahidin fi sabilillah dimanapun kalian berada, dan khususnya saudara-saudara saya mujahidin di bumi Syam hendaknya kalian bersabar atas saudara kalian dan belalah mereka.

Sampai disini surat ini untuk saudara-saudara saya di Jabhah Nushrah yang penuh pengorbanan dan kesetiaan, juga untuk saudara-saudara saya di Harakah Ahrar Syam. Nasehat dan harapan saya umtuk kalian: sudahilah dan tinggalkanlah saling membantah dan berbalas pernyataan sikap di media. Luruskanlah kembali niat kita semua agar tidak ada celah bagi syaithan untuk memecah kesatuan hati kita. Sadarilah bahwa setelah Allah, penduduk Syam selalu mengawasi kita.

Jangan sampai kalian mengingkari keberadaan para pejuang selain dari kelompok kalian. Sangat banyak saudara-saudara kita para kesatria dan pejuang yang sedang berjihad fi sabilillah di bumi Syam dari berbagai fraksi jihad lain. Memang saya mengkhususkan seruan saya ini pada dua fraksi besar (Jabhah Nushrah dan Jabhah Islamiyah) yang sedang saling menyatakan sikap di berbagai media.

Lihatlah para tentara kalian di Syarqiyyah, singa-singa Jabhah Nushrah dan Harakah Ahrar Syam dan Jabhah Islamiyah memerangi thagut dan khawarij dalam satu barisan. Tidak ada perbedaan diantara mereka, dan mereka tidak terpengaruh dengan segala desas-desus. Fokuslah saja dalam membentuk tentara kalian menghadapi musuh Allah.

Efek dari makalah dan risalah sikap dan saling berbantahan antara kalian malah semakin menambah kesedihan hati dan menjadikan para mujahidin menjadi muak. Maafkanlah saya wahai para Komandan dan Masyayikh atas kelancangan ini. Tapi saya wajib mengingatkan kalian walaupun saya tidaklah lebih baik dari kalian dan Allah maha tahu keadaan saya.

Saudara-saudaraku, sesungguhnya umat Islam menunggu pernyataan persatuan dan kekompakan kita bukan perpecahan dan khilaf diantara kita. Saya disini ingin memberi nasehat,  dan saya yakin sekali solusi untuk segala perselisihan di kancah jihad jika diselesaikan dengan cara bertemunya para komandan dan dewan syar’i dari setiap jama’ah maka pasti selesai dan menentramkan hati semua pihak.

Dan saya tidak ragu sedikitpun dengan niat yang tulus saudara-saudara saya di Jabhah Nushrah, terutama amir kami Syaikh Al-Fatih Abu Muhammad Al-Jaulani –hafidhahullah-. Begitu juga kita sangat menghormati saudara-saudara kita di Harakah Ahrar Syam dan segenap para pemimpinnya. Mari Kita selalu berbaik sangka pada mereka (Jabhab Islamiyah –pent). Kita juga harus berbaik sangka pada saudara-saudara kita di Jabhah Nushrah yang telah mengeluarkan risalah sikap Jabhah Nushrah atas Piagam Kehormatan Revolusi Suriah. Semoga pernyataan sikap kami menjadi bahan pertimbangan dan musyawarah yang mana saya sangat yakin sekali hasilnya tidak akan merusak ikatan kasih sayang antara kita.

Sebagaimana yang diungkapakan oleh oleh Syaikh kami Al-Fatih Al-Jaulani: “Kami akan korbankan nyawa kami demi hidup kalian”. Oleh sebab itu Syaikh Al-Hamawi -hafidhahullah- yang kami cintai tidak memungkiri kasih sayang saudara-saudarnya di Jabhah Nushrah untuk para tentaranya yang berada di Harakah Ahrar Syam bahkan di Jabhah Islamiyah.

Maka mari kita berbaik sangka untuk semua pihak, dan saling menasehati karena mungkin sebagian kita sedang berijtihad dan semuanya pasti bertujuan untuk kepentingan Islam dan kaum muslimin.

Mari kita bersama kembali fokus dengan nasib para tawanan kita di penjara-penjara musuh, nasib kaum muslimin yang lemah yang sedang digempur oleh rezim Nushairiyah dan juga gempuran tentara Baghdadi di lain sisi.

Demi Allah jika bukan karena saya sekarang sedang berada di medan tempur pastilah saya akan datang kesana saya akan kumpulkan kalian dan duduk bermusyawarah bersama kalian. Sebagaimana saya dulu telah mengumpulkan para mujahidin dari kalangan muhajirin dan Anshar dan saya berhasil menyatukan mereka Alhamdulillah. Semoga Allah jadikan itu amal shalih saya.

Dan kalian tahu benar bagaimana keadaan saya disini. Kami sedang menghadapi gempuran besar-besaran dari dua arah, gempuran rezim kafir nushairiyah di satu sisi dan gempuran para khawarij Baghdadi di sisi lainnya.  Saya ingin menceritakan kalian sebuah kisah yang belum pernah saya ceritakan sebelumnya. Ada yang berkata padaku : “Beritahu padaku tentang para muhajirin dan anda sebagai amir mereka, apakah kalian akan mundur dan meninggalakan Syarqiyyah?”. Maka saya menangis mendengar pertanyaan ini dan saya berkata padanya : Walaupun akhirnya kaum Anshar mundur yang tentu mustahil mereka mundur, maka kami kaum muhajirin tidak akan pernah meninggalkan kalian dan pilihan kami hanya dua di Syarqiyyah: menang atau syahid.

Yang terakhir saya ingin mengirimkan salam untuk kalian dari penduduk Syarqiyyah yang sangat ramah dan rela berkorban dan gagah berani lagi penyabar. Mereka adalah masyarakat yang mulia dan terhormat.

Ya Allah saya bersaksi padaMu atas cinta saya pada para mujahidin yang ikhlas.

Saya bersaksi pada-Mu atas cinta saya pada kaum Anshar. Ya Allah sungguh saya telah ridha atas mereka, anak-anak mereka dan cucu-cucu mereka.

Ya Allah satukanlah barisan kami diatas jalan yang Engkau cintai dan ridhai.

Dan tolonglah kami atas kaum yang zhalim.

Salam saya kepada seluruh mujahidin di Bumi Syam dan di semua tempat.

Dan terakhir, ya Allah curahkan shalawat dan salam kepada Nabi kami Muhammad, Keluarga dan para Sahabatnya semua.

 

Ditulis dalam keadaan mendesak dan waktu yang sempit : Saudara kalian Abu Mariyah Al-Qahthani

Akun Twitter Resmi Abu Mariyah Al-Qahthani : @alghreebmohajer

 


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s