Bagaimana lisan berpuasa?

Lisan juga dianjurkan berpuasa. Pada puasa lisan bersifat khusus. Hanya orang-orang yang tidak mau berbuat sia-sia saja yang tahu cara lisan berpuasa. Puasa pada lisan ini bisa dilakukan pada bulan Ramadhan atau pun diluar bulan Ramadhan. Namun, puasa di bulan Ramadhan lebih dianjurkan dan disukai. Lisan sangat berbahaya dan membawa banyak bahaya. Ia bagaikan binatang buas yang liar, ular yang berbisa dan api yang bergejolak.
Kepada Mu’adz bin Jabal, Rasulullah saw bertanya, ”Maukah kamu aku beritahukan kunci dari semua itu? Aku (Mua’dz) menjawab, ”Tentu wahai Rasulullah”. Lalu Rasul memegang lidahnya dan berkata, “Peliharalah ini! Aku pun bertanya, ”Wahai Nabi Allah,

benarkah kita akan disiksa karena pembicaraan kita? Rasul menjawab, ”Ibumu kehilanganmu (kalimat yang biasa untuk menekankan suatu masalah) Muadz! Bukankah manusia itu diseret ke neraka pada wajah-wajah atau hidung-hidung mereka disebabkan oleh perkataan mereka?
Ibnu Abbas ra pernah berkata kepada lisannya sendiri, “Wahai lisan, ucapkan perkataan yang baik-baik saja. Ucapkan yang bermanfaat atau diam dari keburukan. Dengan begitu kamu akan selamat. Allah akan merahmati orang yang memperhitungkan ucapan, memilihara lidahnya, memperbaiki lisannya dan menimbang-nimbang perkataannya.
Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wassalam bersabda; “Siapa saja yang memberikan jaminan kepadaku dengan menjaga bagian tubuh antara dua rambut (kumis dan jenggot) dan antara dua pahanya maka aku akan memberikan jaminan berupa surga kepadanya (HR Bukhari).
Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wassalam “Jika kalian sedang berpuasa, maka hendaklah tidak berkata kotor dan bersuara keras (marah). (HR Bukhari & Muslim)
Rasusullah Shalallahu ‘Alaihi Wassalam Siapa yang tidak meninggalkan perkataan dan perbuatan tercela maka Allah tidak punya kepentingan atas puasanya (HR Bukhari)
Rasusullah Shalallahu ‘Alaihi Wassalam “Semua ucapan anak Adam (manusia) itu akan berdampak negatif kepadanya, tidak akan berdampak positif kecuali, ucapan untuk amar ma’ruf atau nahi munkar atau dzikir kepada Allah (At-Tirmizi)
Rasusullah Shalallahu ‘Alaihi Wassalam Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah ia berkata yang baik atau diam (HR Bukhari & Muslim)
Rasusullah Shalallahu ‘Alaihi Wassalam Banyak berdiam diri merupakan ciri khas orang-orang saleh. Mereka tidak akan berbicara kecuali un tuk hal-hal yang mengandung pemberian manfaat.
Rasusullah Shalallahu ‘Alaihi Wassalam Nabi saw bersabda, ”Termasuk (salah satu tanda) kebaikan Islam seseorang yaitu (bila) dia meninggalkan hal-hal yang tidak berguna (HR Tirmizi)
Orang yang sering menyakiti hati orang lain meski dia ahli ibadah maka dia termasuk ahli neraka. Dari Abu Hurairah ra, ”Ada seseorang yang mengatakan, ”Wahai Rasulullah, sesungguhnya seorang wanita banyak mendirikan shalat, mengeluarkan shadaqah dan melaksanakan puasa, tetapi ia sering menyakiti hati tetangganya dengan perkataannya. Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wassalam ia berkata, ”Ia tidak memiliki kebaikan sama sekali. Dia akan masuk neraka.” Orang itu mengatakan lagi, ”Wahai Rasulullah, seorang wanita lain disebut-sebut tidak banyak puasanya, shalatnya dan ia hanya bershadaqah dengan sedikit susu kambing, akan tetapi ia tak pernah menyakiti tetangganya,” Rasulullah menjawab,”Ia akan masuk surga (HR. Ahmad,dll)
Persoalan lisan tidaklah sama dengan organ tubuh yang lainnya. Rasusullah Shalallahu ‘Alaihi Wassalam bersabda, “Bila seorang hamba berada di pagi hari, maka semua anggota tubuh memberikan peringatan kepada lidah dan berkata, ”Takutlah engkau kepada Allah, sesungguhnya kami ini tergantung kepadamu. Bila kamu istiqamah kami akan istiqamah dan bila kamu melenceng kami pun ikut melenceng (HR Ahmad, at-Tirmizi)
Barang siapa yang menyebutkan aib seseorang maka akan diungkap oleh Allah. Rasusullah Shalallahu ‘Alaihi Wassalam “Wahai orang yang telah menyatakan iman dengan lidahnya, namun keimanan belum mengendap di hatinya, janganlah engkau menceritakan kejelekan kaum muslim di belakang mere ka, karena barangsiapa menyebutkan aib-aib me reka, maka Allah akan menyebutkan aib-aibnya. Barangsiapa yang aibnya disebutkan oleh Allah, maka akan terungkap walupun dilakukan di sudut rumah (HR abu dawud)
Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wassalam bersabda, “Allah akan selalu menolong seseorang selama dia menolong sesama (HR Muslim)
Jadi tolonglah saudaramu dan jangan menolong setan dalam menjerumuskannya. Tolonglah dia dengan cara menutupi kejelekan-kejelekannya dan menjaga aib-aibnya.
Rasulullah, apa yang dimaksud kesuksesan? tanya Ukbah bin Amir. “Jagalah ucapanmu, nafkahi keluargamu, dan tangisi kesalahanmu,” Jawab Rasusullah Shalallahu ‘Alaihi Wassalam (HR Tirmidzi)
Seseorang lelaki bertanya kepada Rasusullah Shalallahu ‘Alaihi Wassalam, “Beritahukan kepadaku suatu dalam Islam yang takkan kutanyakan kepada selain dirimu.” Katakan aku beriman kepada Allah, kemudian istiqamahlah.” Rasulullah apa yang harus aku takuti? Rasulullah saw menunjuk lidahnya dengan tangannya (HR Ahmad)
“Yaitu ketika dua orang malaikat mencatat amal perbuatannya, seorang duduk di sebelah kanan dan yang lain duduk di sebelah kiri. Tiada suatu ucapanpun yang diucapkannya melainkan ada di dekatnya malaikat pengawas yang selalu hadir. (Qaf : 17-18)
Sungguh banyak malaikat yang selalu mengawasi perbuatan kalian. Para malaikat itu selalu mencatat perbuatan-perbuatan kalian. Mereka mengetahui perbuatan kalian (QS 82;10-12)
Hasan Basri mengomentari ayat ini, “Wahai anak Adam, catatan amalmu akan dibentangkan, dua malaikat berada di dekatmu. Satu disebelah kanan dan satu lagi disebelah kiri. Malaikat di sebelah kanan mencatat kebaikanmu. Jadi berbuatlah semaumu, sedikit ataupun banyak, sampai ketika mati, catatan itu akan dihamparkan kepadamu di dalam kubur dan diikat di lehermu sampai Hari Kiamat tiba. Saat itu Allah berfirman, “Kami kalungkan catatan amal setiap orang pada lehernya. Kami akan mengeluarkan catatan amal itu pada hari kiamat kelak sebagai sebuah catatan terbuka yang akan diberikan kepadanya (QS Isra[17]13)
Ada seorang yang mengatakan,”Demi Allah, Allah tidak akan mengampuni si Fulan itu.” Maka Allah swt berfirman,”Siapa orang yang bersumpah bahwa Aku tidak akan mengampuni si Fulan? Sungguh aku telah mengampuninya dan menggugurkan amalmu (HR Muslm).
Lihatlah, hamba yang satu ini dia telah beribadah kepada Allah dalam waktu yang cukup lama namun satu kalimat yang diucapkannya telah menyebabkan semua amalnya terhapus.
Dan di dalam hadist Abu Hurariah juga dikisahkan cerita seperti itu, kemudian Abu Hurairah berkomentar, “Dia telah mengucapkan satu kalimat yang dapat menghancurkan dunia dan akhiratnya ((HR Abu Dawud & Ahmad).
Rasusullah Shalallahu ‘Alaihi Wassalam bersabda, “Sesungguhnya seorang hamba itu terkadang mengucapkan satu kalimat yang termasuk dicintai oleh Allah, dia tidak terlalu perhatian dengan itu, namun ternyata Allah berkenan meninggikannya beberapa derajat. Dan sesungguhnya seorang hamba itu terkadang mengucapkan satu kalimat yang termasuk dibenci Allah, dia tidak terlalu perhatian dengan itu, namun ternyata dengan kalimat itu dia masuk ke dalam Neraka Jahanam” dalam riwayat Muslim, ”Se sungguhnya seorang hamba itu mengucapkan satu kalimat yang tidak jelas apa yang dikandungnya, namun dia dapat menjatuhkannya kedalam neraka (yang jaraknya) lebih jauh dari jarak antara timur dan barat. (HR Bukhari & Muslim)
Ibnu Mas’ud berkata, “Demi Allah, dimuka bumi ini tidak ada hal yang lebih berhak dikekang dalam waktu yag lama selain lisan.
Ibnu Mas’ud juga pernah berkata, “Wahai lisan, ucapkanlah yang baik-baik, niscaya kamu akan beruntung! Berhentilah dari mengucapkan yang buruk-buruk, niscaya kamu akan selamat sebelum menyesal!
Mulut dan kemaluan penyebab kebanyakan manusia masuk neraka Rasulullah saw bersabda “Takwa dan budi pekerti yang baik! Kemudian Rasusullah Shalallahu ‘Alaihi Wassalam ditanya mengenai hal apakah yang paling banyak menyebabkan manusia masuk neraka. Rasul menjawab, “Dua lubang, yaitu mulut dan kemaluan (HR Ibnu Majah dan ahmad)
Allah menafikan kebaikan dari orang-orang yang pembicaraan tidak ada manfaat diantara mereka,
Kebanyakan pembicaraan orang-orang yang tidak beriman itu tidak ada manfaatnya. Adapun pembicaraan yang bermanfaat yaitu pembicaraan yang menyuruh berderma atau mendamaikan orang-orang yang berselisih. Siapa saja yang malakukan perbuatan demikian itu demi mencari keridhaan Allah, Kami akan memberikan pahala yang sangat besar kepadanya (an-Nisa 114) Terjemah tafsiriyah
Pada suatu hari Umar menemui Abu bakar dan ia mendapati Abu Bakar sedang menarik lidah dengan tangannya. Umar berkata, “Apa (yang sedang kamu lakukan ini)? Semoga Allah mengampuni.” Kemu dian Abu Bakar berkata, “Lisan inilah yang menjeru muskanku ke neraka.”
Rasusullah Shalallahu ‘Alaihi Wassalam bersabda, “Seorang Muslim itu adalah orang yang dapat membuat kaum Muslim lainnya aman dari gangguan lidah dan tangannya (HR Bukhari & Muslim)
Wahai Muhammad, katakanlah kepada hamba-hamba-Ku yang menyukai perkataan baik. Sungguh setan suka mengadu domaba sesama manusia. Sungguh setan adalah musuh yang jelas bagi semua manusia (QS Al-Isra [17]53) ) Terjemah tafsiriyah
Ar-Rabi bin Khautsam berkata, “Jika kamu berbicara, ingatlah pendengaran Allah kepadamu. Jika kamu berkeinginan, ingatlah pengetahuan Allah kepadamu. Jika kamu melihat, ingatlah penglihatan-Nya kepadamu. Dan jika kamu berfikir, ingatlah pengawasan-Nya terhadapmu.
”Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati setiap orang kelak di akhirat akan diminta tanggung jawabnya.” (QS Al-Israa [17]36)
Ketika Aisyah mencela Shafiyyah ra dengan perkataan dia orang yang pendek, wajah Rasusullah Shalallahu ‘Alaihi Wassalam tiba-tiba berubah dan berkata, “Engkau telah mengucapkan sebuah perkataan. Apabila perkataan diceburkan ke lautan akan menjadikan lautan itu berguncang.”
Ataha bin Abbi Rabah mengatakan, ”Wahai manusia, bertakwalah kepada Allah berkenan dengan lisan kalian dan jangan berbicara kecuali dengan kebajikan, tilawah, dzikir, menyuruh yang ma’ruf atau mencegah yang mungkar. Sebab amal-amal kalian diperhitungkan.
Umar bin Khatab berkata, “Orang yang banyak bicara banyak pula salahnya. orang yang banyak salah, banyak pula dosanya. dan orang yang banyak dosanya, nerakalah tempatnya.
Hasan Basri berkata, “Mulut orang Mukmin berada di belakang hatinya. Ketika hendak berbicara, otomatis, hatinya akan mengontrolnya, baru kemudian diucapkan oleh lidahnya. Ketika menginginkan sesuatu, lidahnya langsung berucap, tanpa diproses oleh hatinya.”
Hasan Basri juga pernah berkata, “Perkataan baik lebih baik diucapkan daripada diam, dan diam lebih baik daripada mengucapkan perkataan buruk.
Hasan Basri berkata,”Orang yang tidak menjaga lisannya, dianggap tidak memahami dein (agama) nya
Abu Darda berkata, “Gunakan telingamu melebihi mulutmu. Engkau dikarunia dua telinga dan satu mulut, agar engkau banyak mendengar dari pada berbicara.
Ibnu Jauzi berkata, “Berapa banyak orang puasa menahan diri dari aneka makanan namun ia berbuka dengan aneka perkataan? Berapa banyak orang yang melaksanakan shalat malam, tetapi ia gemar menganiaya orang lain? Orang seperti itu telah berdosa atas lisan dan tindakannya, serta tidak mendapat pahala atas shaum dan shalat malamnya! Dimana itu orang yang telah berpaling dari hidayah dan mengarah ke jalan sengsara! Bahkan dimanakah itu orang yang terjejali hatinya oleh aneka dosa dan tidak segera bertaubat dari dosanya serta tidak khawatir akan siksaan Rabb-nya?!
“Dan yang paling mengherankan yaitu bahwa banyak orang yang merasa mudah dalam menjaga dari makanan yang haram, perbuatan aniaya, zina, mencuri, minum-minuman keras serta melihat pada apa yang diharamkan dan lainnya sebagainya, namun merasa kesulitan dalam mengawasi pema haman agama, dikenal dengan kezuhudan dan ibadahnyapun, juga masih berbicara dengan kalimat-kalimat yang dapat mengundang kemurkaan Allah Swt dia sadari bahwa, satu kata saja dari apa yang dia ucapkan dapat menjauhkan nya (dari Allah dengan jarak) lebih jauh dari jarak antara timur dan barat, dan betapa banyak anda lihat orang mampu mencegah dirinya dari perbuatan kotor dan aniaya namun lidahnya tetap saja membicarakan aib orang-orang, baik yang sudah mati ataupun yang masih hidup dan dia tidak sadar akan apa yang dia katakan (Ibnu Qayiim)
Saudaraku, Ramadhan adalah hari-hari yang terbatas, maka agungkanlah ia dan manfaatkanlah momen-momennya. Pagarilah ia dari pedang lidah dan panah kata-kata, baik dalam kondisi serius maupun canda, serta kondisi suka maupun marah.
Ancaman bagi yang menggunjingkan saudaranya. Jangan kalian menggunjing satu sama lain. Patutkah seorang di antra kalian dengan senang hati memakan daging bangkai saudaranya? Tentu kalian benci hal itu. Taatlah kepada Allah. Sungguh Allah Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang kepada semua makhluk-Nya (QS. Al-Hujarat [49]12)
Rasusullah Shalallahu ‘Alaihi Wassalam bersabda, pada malam Isra, aku melewati kaum yang mencakar-cakar wajah sendiri. Aku diberitahu, ”Mereka adalah kaum yang suka menggunjing (HR Muslim)
Sai’id ibn Jubayr ra bertutur, pada hari kiamat seorang hamba dihadirkan dan diberi kitab amalnya. Didalamnya ia tidak melihat shalat, puasa dan amal saleh lain yang pernah dikerjakannya. Ia bertanya, “Wahai Tuhan, ini mungkin kitab amal orang lain. Sejumlah amal baikku tidak tercantum. Ia diseru, “Tuhan tidak lalai dan tidak lupa. Amalmu hilang karena engkau menggunjing manusia
Allah menegaskan agar bertakwa dalam perkataan, Allah berfirman, “Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kamu kepada Allah dan katakanlah perkataan yang benar, niscaya Allah memperbaiki bagimu amalan-amalanmu dan mengampuni bagimu dosa-dosamu. Dan barang siapa mentaati Allah dan Rasul-Nya, maka sesungguhnya ia telah mendapat kemenangan yang besar. (QS. Al Ahzab 70-71)
Imam Nawawi berkata, ”Ketahuilah bahwa orang yang sudah dewasa harus menjaga lidahnya dari segala perkataan, kecuali yang mendatangkan kebaikan. Saat berbicara dan diam, posisinya sama, maka sunnahnya tidak berbicara. Karena perkataan mubah biasanya dapat berubah haram atau makruh, padahal keselamatan tidak bisa dibandingkan dena apapun
Ya Allah, kami memohon kepada-Mu hati yang bersih, akhlak yang lurus dan lisan yang selalu mengucapkan kebenaran (Abu Azzam)


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s