Beberapa Pertanyaan Syaikh Al-Maqdisi tentang Deklarasi Khilafah 2963 views

abu-muhammad-al-maqdisi1

KIBLAT.NET – Deklarasi Khilafah Islam telah menimbulkan pertanyaan banyak pihak. Syaikh Al-Maqdisi hari ini, Selasa 1 Juli 2014, merilis sebuat pernyataan yang di antaranya mempertanyakan beberapa hal terkait deklasi tersebut. Pertanyaan ini sekaligus kekhawatiran. Pertanyaannya ialah apakah nama tersebut telah sesuai dengan kenyataan di lapangan, bagaimana pula kedudukan imarah Taliban dan Kaukasus yang lebih dulu mendeklarasikannnya. Demikian pula posisi baiat dan jamaah-jamaah dakwah maupun jihad yang ada di seluruh dunia.

Sedangkan pertanyaan beliau adalah senjata berat ghanimah dari Irak yang diangkut ke Suriah; untuk memerangi siapakah itu nanti? Berikut ini terjemahan pernyataan beliau selengkapnya:

Segala puji bagi Allah. Shalawat dan salam kepada Rasulullah. Amma ba’du:

Ini adalah beberapa catatan dan ulasan yang saya tulis atas dasar cinta di bulan yang mulia ini; bulan Al-Qur’an. Saya memohon kepada Allah Ta’ala supaya memberikan kemampuan untuk membedakan antara yang benar dan batil. Semoga Allah menjadikan kami sebagai penolong kebenaran, tanpa takut kepada musuh, merasa terancam oleh orang yang akan menyelisihi, atau khawatir menimbulkan permusuhan. Kemudian, mudah-mudahan Allah memberikan kepada kami jalan yang lurus dan petunjuk kepada kami serta seluruh ikhwan kami kepada jalan yang sama.

Pertama: sekitar sepekan yang lalu, saya telah menyimak banyak cerita (dari orang-orang yang berkunjung setelah beliau bebas–Red). Namun disebabkan oleh kunjungan yang terus-menerus, saya belum sempat membaca (yang wujdunya tulisan) kecuali sedikit saja. Saya telah membaca, namun lebih sedikit daripada yang saya dengar. Masih banyak yang harus saya baca dan pelajari. Bersamaan dengan itu, setiap bagian sangat membutuhkan usaha untuk mendapatkan bantuan yang diinginkan.

Saya harus memisahkan manakah yang benar dan sungguh-sungguh dalam mengambil petunjuk dengan dalil-dalil serta diperhitungkan keterangannya berdasarkan bukti-bukti yang jelas. Banyak kabar yang tidak cocok dengan keterangan-keterangan syariat. Sungguh, banyak sekali kabar dibawa kepadaku dan telah saya pelajari sebelum saya keluar dari penjara.

Untuk itu, saya tidak akan menutup pendengaranku atau menutup mata dari apa yang dipaparkan kepada saya. Saya melihat bahwa hal itu tidak lepas dari manfaat, baik untuk menguatkan kebenaran maupun berpulang kepadanya.

Kedua: di setiap pihak yang telah saya dengar, tidak diragukan lagi orang-orang yang berakal dan mulia dari kedua pihak sama-sama menginginkan kebenaran dan mendukungnya. Mereka tidak cenderung kepada kebatilan, namun berlepas diri darinya.

Saya merasa senang dan memutuskan untuk menyambung hubungan dengan mereka. Mereka telah telah mempengaruhi majelisku. Orang-orang seperti mereka inilah yang bisa dipercaya untuk menjadi penengah dalam sengketa dan menutupi kekurangan.

Namun, di antara pihak ada juga orang-orang yang fanatik kepada makalah berjudul: “Orang yang tidak netral tidak akan bisa menjadi penengah.” Mereka tidak banyak memberikan manfaat dalam diskusi. Justru adakalanya malah menambah panas perbincangan. Mereka harus mempelajari cara mendengar dari orang lain dan menyerapnya.

Ketiga: saya telah berulang kali mendapatkan tekanan moral agar saya menarik kembali pernyataan yang pernah saya keluarkan, yang merupakan hasil dari upaya yang lama dengan para pihak untuk berdamai atau meminta pihak ketiga sebagai penengah. Upaya ini telah ditolak oleh jamaah Daulah. Mereka yang menolak semua upaya menuju perdamaian ini mengklaim bahwa pernyataan saya hanya sia-sia dan akan sia-sia. Semua klaim itu tidak bersumber dari sayadan saya menyiapkan seseorang untuk itu.
Sesungguhnya yang saya katakan di depan mereka dan saya ulangi lagi: pernyataan itu tidaklah lepas dari kesalahan dan saya bukanlah orang yang lepas dari kesalahan, sesuai dengan kondisi yang ada. Akan tetapi, itu merupakan kesimpulan dari upaya melalui sambungan telepon dan surat-menyurat dengan semua pihak yang bersengketa, terutama pihak yang menolak inisiatif-inisiatif perdamaian sebelumnya dan enggan bertahkim dengan syariah.

Sebagian dari mereka menuduh saya hanya mendengar dari satu pihak saja. Padahal, di ruang sel saja, para pendukung tanzim Daulah duduk bersama saya dan berbicara dengan orang-orang di Syam dalam kunjuangan mingguan. Dan kebanyakan kabar yang datang adalah yang membela jamaah daulah. Telah sampai kepadaku cerita-cerita, kabar, dan tulisan yang isinya mendukung jamaah daulah sebagaimana saya telah mempelajari penolakan-penolakan dewan syariat Daulah dari surat-menyurat.

Bantahan-bantahan itu masih tersimpan untuk meruntuhkan tuduhan orang-orang yang masih ragu. Meskipun demikian, saya ulangi dan katakan bahwa bila saya telah menzalimi satu pihak dengan pernyataan saya, dan menutupi kebenaran yang sesungguhnya, saya akan segera menarik kembali pernyataan saya itu tanpa alasan apa pun. Kebenaran lebih layak untuk diikuti. Dan saya tidak terikat atau terbelenggu oleh salah satu pihak.

Pernyataan itu saya keluarkan karena adanya penolakan untuk tunduk kepada hukum Allah. Karena itulah, di dalamnya saya menasihatkan agar berpihak kepada orang yang menerima tahkim dengan syariat Allah. Dan itu tidak berarti pihak yang meminta kami sebagai penengah dalam tahkim dengan syariat Allah itu adalah orang-orang yang suci dari kesalahan. Dan bukan pula berarti saya anggap mereka bersih secara mutlak. Akan tetapi, urusan ini seperti ungkapan Syaikhul Islam, “Keadilan yang murni pada setiap sesuatu adalah sulit untuk dilaksanakan, secara ilmu dan amal, namun harus diupayakan seadil-adilnya.” (Fatawa 99/10).

 

ISIS memakerkan Rudal Squad di Raqqah Suriah, sehari setelah deklarasi Khilafah

Keempat: Saya senantiasa mengulangi bahwa adil itu sifat orang-orang mulia dan orang bisa bersikap adil itu jumlahnya paling sedikit di antara semua pihak yang bertikai dan pendukung mereka di seluruh negeri. 

Kurangnya keadilan pada diri tokoh terkemuka, baik bekerja di media maupun sebagai mufti, di masing-masing pihak yang bertentangan, telah memunculkan fenomena yang buruk. Dan ini tersebar di antara para pemuda gerakan jihad di banyak negeri. Mereka telah mendapatkan panutan yang buruk. Wujudnya ialah mencela, kurang sopan santun, berburuk sangka, dan tidak adanya etika dalam berdialog.

Sebelum dibebaskan, saya pernah mendengar kata-kata yang buruk dari insan media maupun dewan syariat dari kedua belah pihak yang bertentangan. Saya telah membantah dan mengingkari sebagian darinya. Setelah saya bebas dari penjara, saya juga mendapatkan kata-kata yang tidak layak diucapkan.

Orang yang mengatakan itu tidak pantasi disebut mujahidin dan dewan syariat. Mereka lebih pantas disebut sebagai begundal jalanan daripada dewan syariat. Bagaimana tidak, setiap orang yang menyelisihi dicap sebagai anak temuan, anak zina dan kata-kata keji dan cabul lainnya. Menebarkan kata-kata yang rendah, kebohongan, dan fitnah yang tidak layak diucapkan oleh orang-orang yang mengeluarkan restu dan fatwa dalam agama Allah.

Bahkan mereka menghasut orang kepada tindakan pertumpahan darah dan menganggap enteng urusan ini. Dan ini telah menjadi panutan buruk bagi pemuda di seluruh penjuru dunia, bukan hanya di bumi Syam saja. Sudah tidak ada lagi kesopanan. Anak-anak kemarin sore telah lancang kepada orang tua, ulama dan pendidik dan ini telah merata. Bahkan, setiap muslim yang menyelisihi diserang dan darah umat Islam halal ditumpahkan. Semoga Allah menolong kita dari penyakit yang mereka sebarkan kepada kalangan awam dan bodoh.

Kami heran, dengan alasan apa orang-orang seperti itu ditempatkan sebagai dewan syariah, mufti, dan juru bicara resmi, padahal moral mereka buruk dan berani menghalalkan darah kaum muslimin!

Oleh karena itu, kami berlepas diri dari kedustaan mereka. Kami menuntut para penanggung jawab mereka dari semua pihak—bila mereka benar-benar memiliki niat untuk membela agama Allah, menghormati para pengusungnya, dan peduli terhadap urusan jihad dan kaum muslimin—agar mereka dijauhkan dari posisi pemberi nasihat dan juru bicara.

Karena setiap hari, mereka mengeluarkan statemen-statemen yang bertentangan dengan dien ini. Mereka menjauh dari manhaj Islam yang lurus ke manhaj mereka yang bengkok. Mereka mendistorsi akhlak agama ini yang mulia dengan akhlak mereka yang tercela.

Siapa saja yang menginginkan maslahat untuk jihad ini harus mengesampingkan orang-orang yang tidak beradab, sesat menyesatkan, penghasut kepada pertumpahan darah kaum muslimin, menyebarkan akhlak yang buruk, dan kata-kata keji di antara para pemuda muslim. Mereka harus diganti dengan orang yang terbimbing dan membimbing, kasih sayang terhadap kaum muslimin, berhias dengan akhlak nubuwwah, dan berjalan di atas petunjuknya di tengah-tengah umat ini. Dan mereka tahu bagaimana berbicara kepada manusia secara luas.

Kelima: beberapa orang yang berbudi luhur mengabarkan kepada saya tentang sebagian orang di Suriah yang berusaha mempengaruhi saya agar menarik kembali pernyataan yang pernah saya keluarkan, dengan alasan pernyataan saya ini—atau setelahnya—telah menyebabkan pertumpahan darah. Dan bahwa aksi pemboman telah dihadiahkan kepada saya dengan nama “Millah Ibrahim” dari pihak yang bermusuhan dengan tanzim Daulah.

Ini adalah bentuk intimidasi dan tekanan kuat agar saya menarik pernyataan. Cara seperti ini mungkin berguna dalam negosiasi atau proses jual beli. Namun tidak bermanfaat bila digunakan sebagai argumen dan pendekatan untuk yang benar itu benar dan yang salah itu salah.

Dalam urusan ini, cara seperti itu tidak akan mempan. Tuduhan tersebut tidak memiliki kredibilitas karena pernyataan saya tidak menghasut ke arah penumpahan darah seorang muslim, atau mengarahkan kepada pembunuhan dan peperangan.

Sebaliknya, semua upaya saya selama delapan bulan dan menghasilkan pernyataan tersebut adalah untuk menghentikan pertumpahan darah dan agar tidak ada lagi senjata yang diarahkan kepada kaum muslimin dan mujahidin. Semoga mereka meninggalkan sikap meremehkan muslim lainnya atau enggan memberikan hak-hak mereka. Dan berhenti dari tindakan menumpahkan darah muslim dengan alasan maslahat daulah, membangun daulah dan sejenisnya. Seolah-olah semua orang selain mereka tidak menginginkan pembangunan daulah dan tahkim syariat Allah.

Bagaimana pun, orang yang menolak tahkim, maka dialah yang bertanggung jawab atas pertumpahan darah yang berlanjut. Ia juga bertanggung jawab atas setiap orang yang melakukan pembunuhan dari semua pihak. Adapun saya, segala puji bagi Allah, Allah telah menyelamatkan saya dari tindak menumpahkan setetes darah muslim. Dan saya berharap kepada-Nya agar tidak menjadikan saya sebagai sebab, walaupun hanya dnegan satgu huruf atau kalimat dalam urusan itu.
Saya katakan kepada orang-orang yang menekan saya dengan cara-cara seperti itu, “Saya bukanlah orang yang takut diancam.” Kepada orang yang menghadiahi saya dengan aksi yang menumpahkan darah muslim dari kubu mana pun, saya katakan, “Kalian terlalu bangga dengan hadiah kalian.”

Hadiahkanlah kepada saya ketaatan kepada nasihat-nasihat saya dan menerima seruan saya agar tiada lagi pertumpahan darah, rela menerima tahkim dan ishlah, istiqamah di atas petunjuk Nabi saw dalam dakwah dan jihad. Inilah hadiah yang saya inginkan dari kalian, bila kalian mencintai kami atau kalian menginginkan kami bangga kepada kalian.

Kami tidak akan pernah gembira oleh pembunuhan terhadapa muslim, dengan cara apa pun, kecuali karena perjuangan membela diri. Dan sudah maklum bahwa membela diri tidak berarti membunuh, melainkan mencegah manakah yang lebih ringan dampaknya. Apabila bisa dicegah dengan lisan atau tangan, maka tidak perlu dicegah dengan pedang karena pada dasarnya darah, harta, dan kehormatan kaum msulimin itu terjaga.

Keenam, saya ditanya tentang kemenangan-kemenangan tandzim Daulah (di Irak), maka saya jawab: Tidak ada seorang mukmin yang tidak senang dengan kemenangan muslim lainnya, walau bagaimanapun keadaannya (walaupun mereka memiliki terminologi tersendiri dalam mengartikan Rafidhah dan Murtaddin).

  • Akan tetapi yang saya takutkan adalah mau dibawa ke mana kemenangan ini?
  • Bagaimana mereka memperlakukan sunni dan jamaah-jamaah lainnya, baik itu jamaah dakwah maupun jihad, dan kaum muslimin secara umum di tempat yang berhasil mereka taklukkan?
  • Akan digunakan melawan siapa senjata-senjata berat hasil ghanimah di Irak dan diangkut ke Suriah?

 

Inilah yang menjadi pertanyaan, sekaligus kegelisahan saya. Dan kami khawatir akan jawaban dari semua ini dalam bentuk tindak nyata, karena kita tidak sepenuhnya percaya kepada pihak yang memegang persenjataan berat ini (ISIS—Red), dengan berbagai macam sebab.

Ketujuh, pada pagi ini saya ditanya, “Apakah Anda telah membaca kitab si fulan, yang di dalamnya dia tidak mensyaratkan tamkin (keamanan wilayah) bagi sebuah khilafah?” Maka saya jawab, “Saya belum membacanya, akan tetapi isinya dapat dibaca dari judulnya bahwa dalam waktu dekat tandzim mereka akan memproklamirkan khilafah.”

Lalu saya ditanya, “Apa pendapat Anda jika mereka benar-benar memproklamirkan hal itu?”

Bagi saya, tidak masalah perubahan nama dan pengumumannya. Dan saya tidak akan menyia-nyiakan waktu saya untuk membantah apa yang fulan tulis di dalam kitabnya. Setiap kita bercita-cita khilafah bisa tegak kembali, sekat-sekat negara lenyap, panji tauhid berkibar, dan panji-panji musuh tumbang.

Akan tetapi yang menjadi tolak ukur adalah seberapa besar kesuaian antara nama dan fakta yang ada, serta keberadaan dan praktik riil di lapangan. Barangsiapa menyegerakan sesuatu sebelum datang waktunya maka dia akan kehilangan hal tersebut.

 

Mujahidin Imarah Islam Kaukasus

Catatan penting saya saat ini adalah dampak bagi dari deklarasi yang dulunya hanya sebuah jamaah menjadi sebuah Daulah Islam Irak (ISI), sekarang menjadi Daulah Irak dan Syam (ISIS) dan terakhir menjadi khilafah. 

  • Apakah khilafah ini menjadi tempat perlindungan bagi orang-orang lemah dan tempat kembali setiap muslim?
  • Atau apakah nama ini (Khilafah) akan menjadi pedang yang tajam kepada setiap pihak yang berbeda dengan mereka, terutama dari kalangan umat Islam, membatalkan setiap imarah yang telah mendahului mereka, dan menghapus setiap jamaah yang berjihad di jalan Allah di berbagai tempat sebelum mereka?

Padahal, dahulu saudara kita di Kaukasus telah mengumumkan Imarah Kaukasus, yang diberkahi. Akan tetapi mereka tidak mewajibkan kepada seluruh kaum muslimin di penjuru dunia untuk berbaiat, dan juga tidak menumpahkan darah kaum muslimin dengan dalih nama ini (nama khilafah atau imarah). Lantas bagaimana posisi Imarah Kaukasus bagi mereka (ISIS) setelah proklamasi khilafah?

Taliban juga telah memproklamirkan Imarah Taliban dan sampai saat ini amir Taliban masih memerangi musuh-musuh Islam. Akan tetapi mereka tidak memaksa umat Islam untuk menumpahkan darah kaum muslimin (agar bergabung kepada keimarahan Taliban) dan juga tidak memerintahkan kaum muslimin untuk menanggalkan baiat-baiat mereka kepada jamaah yang ada, padahal pemerintahan mereka riil dan nyata di lapangan.

Lantas bagaimana mereka ( ISIS—Red) memandang Imarah Taliban? Bagaimana mereka memposisikan setiap anggota jamaah jihad yang berbaiat kepada qiyadah mereka, baik di Irak maupun di Syam dan di seluruh permukaan bumi?

  • Dan bagaimanakah hukum darah mereka bagi kalian(ISIS—Red) yang saat ini kalian terus saja mengancam pihak-pihak yang menyelisihi kalian dengan ancaman peluru?

 

Tantara Imarah Taliban

Pertanyaan-pertanyaan ini adalah pertanyaan penting yang saya butuhkan jawabannya. 

Sebelum masuk sore nanti, kami mengharap Al-Adnani sudah menjawabnya dengan jawaban yang realistis sebagaimana dugaan kami dan kami tidak menzaliminya sedikit pun.

Ya Allah kasihanilah kaum muslimin dan sayangilah mereka wahai Rabb semesta alam. Jadikanlah pemimpin mereka dari orang-orang pilihan mereka dan jauhilah mereka dari segala kejelakan dan kerusakan.

Sebagai peringatan kepada mereka yang melampaui batas dalam urusan darah kaum muslimin, siapa pun mereka, “Jangan kalian kira bahwa omongan besar kalian akan terdengar benar. Jangan sangka, ancaman, kebiadaban, dan permusuhan kalian akan menjadikan kami membisu dari bersaksi atas kebenaran. Tidak, sama sekali tidak! Kami akan terus menjadi penjaga orang-orang ikhlas dalam membela agama ini. Menjadi pelindung para pejuang agama ini. Kami akan membela mereka dari penyelewengan para penyimpang, tiruan para pembangkang, pemalsuan para ekstrimis dan orang-orang yang semisal dengan mereka.

Hendaknya kalian memperbaiki diri, berlaku lurus, bertobat dan kembali kepada jalan yang benar dan berhenti untuk menumpahkan darah kaum muslimin dan berlaku ekstrem dalam agama ini. Bila tidak, kami akan terus menelanjangi kebohongan kalian seperti pedang yang menyambar dengan ketajamannya dan menjadi pegangan para pejuang.

Anda dan yang lain tahu bahwa kita tidak akan diam, baik dalam keadaan gembira maupun marah; tidak akan diam setelah lepas dari kungkungan penjara. Demi Allah, yang telah membangkitkan langit tanpa pilar, kami tidak akan membiarkan siapa pun yang merusak agama ini dan meremehkan darah Muslim, meskipun dia meneror kami dengan permusuhan dan fitnah, kedustaan dan kebohongan baik dekat maupun jauh.

Kami peringatkan kepada kalian dari pemalsuan terhadap agama Allah, tindakan yang merusak, dan dari penumpahan darah kaum Muslimin dan para Mujahidin. Takutlah kepada Allah dan berkatalah dengan perkataan yang benar.

Setiap kejadian ada kata yang sesuai dan setiap tempat ada ungkapan yang sesuai pula.

Saya katakan, ini adalah hanya sebagian dari kami, belum semuanya. Pada bulan yang mulia ini saya ingatkan kalian dengan hadits Nabi, “Barangsiapa yang tidak meninggalkan ucapan dusta dan berbuat dusta, maka Allah tidak peduli ia meninggalkan makan dan minumnya “

Diriwayatkan dari Abdullah bin Mas’ud bahwa beliau ditanya, “Bagaimana dahulu kalian menyambut bulan Ramadhan?”Beliau menjawab, “Tidak ada satupun di antara kami yang berani dan lancang menyambut Ramadhan sedangkan di hatinya masih ada sebesar zarrah kedengkian atau sakit hati terhadap saudaranya.”

Abu Muhammad Al-Maqdisi
Awal Ramadhan 1435

Sumber: http://tawhed.ws/r?i=01071401 [diakses: 1 Juli 2014]

Penerjemah: Tim Kiblatnet

Editor: Abdullah

 


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s