Kewajiban Mengamalkan ilmu

Wahai para dai Islam, wahai para pencari ilmu, wahai pembawa ijasah tinggi, umat islam masih dalam keadaan bodoh, syirik, bidah, terbelakang, tidak tahu syariat Islam dan tersia-sia. Siapa yang akan menyelamatkan mereka setelah Allah kecuali anda? Allah mengancam bila seseorang menyembunyikan ilmunya, mereka akan dilaknati dan disiksa. Bagaimana Allah mengancam bagi orang-orang yang berilmu untuk menularkan keilmuan kepada orang yang membutuhkan.
Wahai Nabi, ingatlah ketika Allah menerima sumpah setia kaum Yahudi dan Nasrani untuk melaksanakan perintah Allah kepada mereka. “Wahai kaum Yahudi dan Nasrani, hendaklah kalian benar-benar menjelaskan tetang kenabian Muhammad kepada manusia. Janganlah kalian menyembunyikan keterangan itu untuk selamanya.” Tetapi ternyata kaum Yahudi dan Nasrani mengingkarinya, mereka telah menjual agama Allah dengan sangat murah. Sungguh sangat buruk jual beli yang mereka lakukan (Ali Imran 187)
Sesungguhnya orang-orang yang menyembunyikan apa yang telah Kami turunkan berupa keterangan-keterangan (yang jelas) dan petunjuk, setelah Kami menerangkannya kepada manusia dalam Al Kitab, mereka itu dila’nati Allah dan dila’nati (pula) oleh semua (mahluk) yang dapat mela’nati, (Al Baqarah 159)
Para pendeta Yahudi dan Nasrani yang merahasiakan (menyembunyikan) kenabian Muhammad sebagaimana Allah terangkan dalam turat dan Injil, lalu menukarnya dengan kesenangan dunia yang sedikit, maka hasil yang mereka masukkan dalam perut mereka hanyalah api neraka. Pada hari kiamat, Allah tidak mau berbicara kepada mereka. Allah tidak mau membersihkan mereka dari dosa-dosa mereka. Mereka kelak terima adzab yang pedih diakhirat. (Al Baqarah 174)
Mereka membeli jabatan dan kedudukan dengan janji Allah itu. Mereka bersembunyi di rumah-rumah mereka, sementara umat Islam tenggelam dalam kebodohan, kesyirikan, bid’ah dan khurofat. Amat buruklah apa yang mereka beli itu.
Marilah kita bertanya wahai kaum muslimin? Berapa banyak ulama dinegara kita? Berapa banyak hafis qur”an? Beribu-ribu! Namun demikian, masih banyak kampung-kampung yang bodoh, pedalaman-pedalaman yang hidup dalam khurafat, orang-orangy yang tidak mengenal aturan-aturan agama dan persoalan-peroalan syariat. Mereka kehausan, padahal di sekitar kita mereka banyak air. Sayang, semunya itu kikir terhadap airnya, bahkan mereka mengusir orang-orang dari air tersebut.
Orang kikir akan ilmunya, akan cahaya yang mereka bawa, mereka itu lebih tercela, dibenci dan kikir dari orang-orang kikir terhadap hartanya. Orang-orang yang tidak benar dan para pernyeru kezaliman, dan musuh-musuh Islam, mereka itu mencerahkan segala macam kabatilan yang ada pada mereka. Mereka menebarkan kezaliman itu kepada orang lain. Mereka senang seandainya kebatilan yang mereka tebarkan dikonsumsi oleh seluruh manusia dimuka bumi ini. Paham materistik sudah mengakar kesemau lapisan umat dari kelas atas sampai akar rumput. Anehnya penyeru kebajikan, ulama dan dai tererang penyakit ini tanpa menyadarinya. Karena begitu kuatnya musuh-musuh Allah menjauhkan dari Islam.
Al-Manawi berkata, “perumpamaan seorang yang mempelajari ilmu dan tidak menyampaikannya seperti orang yang menumpuk harta dan enggan untuk berinfak. Keduanya sama-sama akan menyebabkan petaka pada dirinya dengan diazab pada hari kiamat. Maka, sudah menjadi suatu kewajiban bagi setiap orang yang berilmu mencurahkan ilmunya pada orang-orang yang berhak untuk mendapatkannya untuk mengharap ridha Allah dan janganlah ia merasa lebih dari orang-orang yang berada di sekitarnya. Akan tetapi hendaklah ia melihat keutamaan yang ada karena telah meyiapkan hati dalam rangka mendekatkan hati kepada Allah. Hati sebagai lahan yang akan disemai benih-benih ilmu, seumpama oran gyang menyiapkan lahan subur yang bermanfaat untuk dirinya. Kalaulah tidak karena para pelajar, seorang guru takkan berarti.
Umar bin Khatab berkata, “Kalian jangan merasa kagum pada orang yang membaca Al-Qur’an tetapi lihatlah orang yang mengamalkannya.
Abu Hurairah berkatam “Ilmu yang tidak diamalkan seperti halnya harta karun yang tidak diinfakkan.
Kadang kita tanpa disadari belajar atau ikut kajian agar dikatakan rajin, cerdas, sholeh, baik, dekat dengan ulama agar mereka memperhatikan kita atau bisikan-biskan lainnya, mari kita lihat hadist Nabi Saw
Diriwayatkan dari Abu Hurairah ra ia berkata, “Aku mendengar Nabi Saw bersabda,”
Sesugguhnya orang pertama yang akan diperhitungkan oleh Allah pada hari Kiamat adalah seseorang yang syahid dalam pertempuran. Dia dihadakan dan di beritahukan kepadanya nikmat-nikmat Allah dan ia mengakuinya, lalu ditanyakan kepadanya, “Apa yang kaulakukan padanya? Ia menjawab, “Aku berperang di jalan Muhingga aku syahid.” Allah berfirman, “Bohong”. Akan tetapi, engkau berperang agar engkau dikatakan sebagai seorang emberani dan itu sudah kaudapatkan. Kemudian, mukanya pun diseret hingga masuk ke dalam neraka. Seorang yang menuntut ilmu dan mengajrkannya serta membaca Al-Qur’an, ia dihadapkan dan diberitahukan keadanya nikmat-nikmat ALlah dan ia mengakuinya, lalu ditanyakan kepadanya, “Apa yang kau lakukan padanya? Ia menjawab, “Aku menuntut ilmu dan mengajarkannya serta aku membaca Al-Qur’an karena Mu”. Allah berfirman, “Bohong”. Akan tetapi, engkau belajar agar engkau dikatakan orang yang berilmu dan engkau membaca Al-Qur’an agar dikatakan sebagai seorang qori dan hal tersebut telah kau dapatkan. Kemudian mukanya pun diseret hingga masuk kedalam neraka. Seorang yang diberi kelapangan rezeki dan diberikan harta yang banyak. Di hadapkan dan diberitahukan kepadanya nikmat-nikmat Allah dan ia mengakuinya. Lalu ditanyakan kepadanya, “Apa yang kaulakukan padanya Ia menjawab, “Tidak ada satu pun jalan yang Engkau sukai seseorang untuk berinfaq padanya, kecuali telah kuinfakkan hartaku ada jalan tersebut karena-Mu. Allah berfirman, “Bohong”. Akan tetapi, engkau melakukannya agar dikatakan seorang yang dermawan dan hal tersebut telah kaudapatkan. Kemduian, mukanyapun diseret hingga masuk kedalam neraka. (diriwayatkan olh muslim)
Rasulullah saw bersabda, “Barangsiapa menuntut ilmu untuk mendebat orang-orang bodoh atau untuk membanggakan diri dihadapan atau untuk menarik perhatian manusia agar tertuju kepadanya, Allah akan memasukkannya ke dalam Neraka Jahanam (diriwayatkan ibnu Majah, albani mengatakan shahih)
Rasulullah saw bersabda, “Janganlah kalian belajar agar kalian membanggakan diri dengan dengan para ulama atau untuk menentang orang-orang jahil atau tidak memilih majelis yang baik
Rasulullah saw bersabda, “Barangsiapa ditanya tentang suatu ilmu yang diketahuinya namun ia menyembunyikannya, maka pada hari kiamat nanti ia akan dikekang dengan kekang dari api neraka ( Abu Dawud)
Rasulullah saw bersabda, “Barangsiapa memperlajari suatu ilmu namun tidak diamalkannya, maka itu tidak menambahkan baginya kecuali kesombongan (Tirmizi)
Diantara doa Nabi adalah, “Aku berlindung dari ilmu yang tidak bermanfaar (HR muslim, tirmizi dan an-Nasa’iy)
Barangsiapa memperlajari suatu ilmu yang sebenarnya ilmu itu dipergunakannya untuk mengharap wajah Allah, namun ia tidak memperlajarinya kecuali untuk memperoleh materi dunia, maka ia tidak akan mencium bau surga (HR Abu Dawud, Ibnu Majah, Ibnu Hibban dan al-Hakim)
Rasulullah saw bersabda, “Tidak akan bergerak tapak kaki ibnu Adam ada hari kiamat, hingga ia ditanya tentang lima perkara; umurnya untuk apa dihabiskannya, masa mudanya, kemana dipergunakannya, hartanya dari mana ia memerolehnya dan kemana dibelanjakannya dan ilmunya sejauh mana pengalamannya

 


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s