Ulama Senior, Syaikh Husain bin Mahmud Mengobarkan Semangat Jihad Mujahidin Palestina

بسم الله الرحمن الرحيم

 

KEJAYAAN GAZA

 

Segala puji bagi Allah yang selalu menolong para wali-Nya, memuliakan para penganut agama-Nya, menghinakan musuh-musuh-Nya, menjadikan bangsa Yahudi sebagai bangsa yang hina dan miskin, dan menimpakan penderitaan yang memalukan kepada mereka, maka setiap kali bangsa Yahudi melakukan kerusakan di muka bumi, Allah pasti mengirimkan kepada mereka hamba-hamba-Nya yang memiliki kekuatan, ini adalah sunnatullah dan janji dari-Nya yang akan terus berlaku hingga hari kiamat. Shalawat serta salam kepada Sayyidina Muhammad bin Abdullah, kepada keluarganya, para sahabatnya dan siapa saja yang berwala’ kepadanya dab mengikuti sunnah dan petunjuknya, amma ba’du:

Ketika seorang mujahidin menyaksikan pesawat tempur terbang di atas kepalanya, tank-tank canggih tengah menjelajah kotanya, ketika ia melihat rudal-rudal berjatuhan di atas rumahnya dan rumah-rumah keluarganya, ketika itulah orang yang beriman berada pada posisi terdekat dengan Allah Ta’ala, ketika itulah orang yag beriman mendekat kepada Allah untuk meminta pertolongan kepada-Nya, meminta rahmat kepada-Nya, meminta kelembutan dan kasih sayang dari-Nya, ketika itulah hati orang yang beriman menjadi jujur, ia akan meninggalkan segala pekerjaan duniawinya lalu beralih ke pekerjaan akhirat, ketika itulah orang yang beriman berubah menjadi orang-orang yang bertawakkal kepada Allah dan benar-benar dalam beribadah, ketika itulah Allah memberikan kepadanya kabar gembira berupa karunia dan kenikmatan yang akan Allah berikan kepadanya, “Sesungguhnya orang-orang yang beriman, orang-orang yang berhijrah dan berjihad di jalan Allah, mereka itu mengharapkan rahmat Allah, dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang” [Qs. Al Baqarah: 218], ketika itulah orang yang beriman akan bergantung dengan firman Allah: “…Maka orang-orang yang berhijrah, yang diusir dari kampung halamannya, yang disakiti pada jalan-Ku, yang berperang dan yang dibunuh, pastilah akan Ku-hapuskan kesalahan-kesalahan mereka dan pastilah aku masukkan mereka ke dalam Surga yang mengalir sungai-sungai di bawahnya, sebagai pahala di sisi Allah. dan Allah pada sisi-Nya pahala yang baik” [Qs. Ali Imran: 195].

Wahai para penjaga bumi Allah yang diberkahi sekitarnya, wahai orang yang hingga kini masih terus menjadi pedang yang menghunus leher orang-orang kafir zionis dan salibis, wahai para penjaga agama Islam yang terus menjaganya walaupun fitnah dan cobaan datang menghadang, wahai kalian orang yang tetap tabah walaupun propaganda dan fitnah terus datang menerjang, wahai kalian orang-orang yang tetap tegar menghadapi para pengusung perjanjian damai dari anak keturunan kalian yang rela menjual segala apa yang ia miliki untuk mengais rezeki dari apa yang bangsa Yahudi curi dari kalian berupa kekayaan kalian, “Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan carilah jalan yang mendekatkan diri kepada-Nya, dan berjihadhah pada jalan-Nya, supaya kamu mendapat keberuntungan” [Qs. Al Maidah: 35]. Lihatlah pintu kemenangan telah dibukakan untuk kalian, maka carilah jalan agar kalian dapat mendekatkan diri kepada Allah.

Kalian telah diboikot dari persediaan kalian, kalian tidak dapat dihancurkan dengan ujian, orang-orang selain kalian menutup seluruh perbatasan mereka, namun kalian tetap memilih untuk tabah, kalian diputus dari aliran listrik, namun kami meminta kepada Allah agar kalian dapat melihat dengan bantuan cahaya dari langit, mereka membuat kalian lapar, mereka membuat kalian mengungsi, dan mereka mengusir kalian, maka peganglah erat-erat tali Allah yang kuat ini dan genggamlah kuat-kuat ayat-Nya, saya akan bacakan kepada kalian ayat Allah yang ditujukan kepada kalian: “Dan orang-orang yang berhijrah di jalan Allah, kemudian mereka di bunuh atau mati, benar-benar Allah akan memberikan kepada mereka rezki yang baik (Surga). Dan Sesungguhnya Allah adalah Sebaik-baik pemberi rezki” [Qs. Al Hajj: 58], rezeki itu dari Allah, maka berharaplah kepada-Nya semata.

Janganlah kalian berpaling dari Allah, kuatkan tekad kalian dan bertawakkallah kepad Allah, karena jihad adalah salah satu dari amalan terbesar di dalam Islam, dan salah satu kewajiban yang paling ditekankan pada zaman ini, janganlah kalian berpaling kepada hal-hal yang dapat melemahkan dan hal-hal yang penuh dengan kenikmatan, yaitu segala sesuatu yang dapat membuat manusia tidak mendapatkan keridhaan dari Yang Maha Pengasih. Neraka itu dikelilingi oleh syahwat, seringkali setan menggoda manusia melalui pintu yang satu ini, maka kalian harus berkomitmen di atas jalan yang lurus ini, ada sebuah hadits shahih yang disabdakan oleh Nabi kalian:

“Setan mengintai untuk menghalang-halangi anak Adam di seluruh jalannya, ia menghalanginya di jalan Islam, lalu berkata; apakah engkau masuk Islam dan meninggalkan agamu, agama bapakmu dan bapaknya bapakmu?
Kemudian orang tersebut menentangnya dan masuk Islam. Kemudian ia menghalanginya di jalan Hijrah, lalu berkata; apakah engkau akan berhijrah dan meninggalkan bumi dan langitmu?
-sesungguhnya permisalan orang yang berhijrah seperti kuda yang dikendalikan tali kusir-, lalu orang tersebut menentangnya, maka iapun berhijrah. Kemudian setan duduk menantinya di jalan Jihad, lalu berkata; apakah engkau akan berjihad -yaitu berjuang dgn jiwa dan harta- lalu engkau berperang, dan terbunuh sehingga isterimu akan dinikahi orang lain, dan hartamu dibagi-bagi?
Lalu orang tersebut menentangnya, maka iapun berjihad. Kemudian Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Barang siapa melakukan hal tersebut, maka menjadi hak atas Allah ‘azza wa jalla untuk memasukkannya ke Surga, dan barang siapa yang terbunuh maka menjadi hak atas Allah ‘azza wa jalla untuk memasukkannya ke Surga, dan jika ia tenggelam maka menjadi hak atas Allah untuk memasukkannya ke Surga, atau ia dijatuhkan kendaraannya maka menjadi hak atas Allah untuk memasukkannya ke dalam Surga” [HR. Nasai No.3083]

Jagalah kitab Allah dengan membacanya pada waktu malam dan siang hari, ubahlah rumah kalian sehingga menjadi seperti sarang lebah yang terdengar darinya suara dengungan zikir kepada Allah, perbanyaklah berdoa kepada Allah, karena kalian sedang berada pada kondisi yang doa itu akan diijabahi, jadikanlah manhaj kalian dalam memerangi musuh-musuh kalian sebagaimana yang Allah perintahkan di dalam kitab-Nya,

“Apabila kamu bertemu dengan orang-orang kafir (di medan perang) maka pancunglah batang leher mereka. Sehingga apabila kamu telah mengalahkan mereka maka tawanlah mereka dan sesudah itu kamu boleh membebaskan mereka atau menerima tebusan sampai perang berakhir…” [Qs. Muhammad: 4]

“…Maka bunuhlah orang-orang musyrikin itu dimana saja kamu jumpai mereka, dan tangkaplah mereka. Kepunglah mereka dan intailah ditempat pengintaian…” [Qs. At Taubah: 5].

“Dan bunuhlah mereka di mana saja kamu jumpai mereka, dan usirlah mereka dari tempat mereka telah mengusir kamu (Mekah)…” [Qs. Al Baqarah: 191].

“Perangilah mereka, niscaya Allah akan menghancurkan mereka dengan (perantaraan) tangan-tanganmu dan Allah akan menghinakan mereka dan menolong kamu terhadap mereka, serta melegakan hati orang-orang yang beriman dan menghilangkan panas hati orang-orang mukmin. Dan Allah menerima taubat orang yang dikehendakiNya. Allah Maha mengetahui lagi Maha Bijaksana” [Qs. At Taubah: 14-15].

“Hai orang-orang yang beriman, perangilah orang-orang kafir yang di sekitar kamu itu, dan hendaklah mereka menemui kekerasan daripadamu, dan ketahuilah, bahwasanya Allah bersama orang-orang yang bertaqwa” [Qs. At Taubah: 123].

“(ingatlah), ketika Tuhanmu mewahyukan kepada Para Malaikat: “Sesungguhnya aku bersama kamu, maka teguhkan (pendirian) orang-orang yang telah beriman”. Kelak akan aku jatuhkan rasa ketakutan ke dalam hati orang-orang kafir, maka penggallah kepala mereka dan pancunglah tiap-tiap ujung jari mereka” [Qs. Al Anfal: 12] kami memohon kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala agar Ia mengirimkan pasukan bantuan kepada kalian berupa para Malaikat yang turun dengan berbaris dan memasukkan rasa takut ke dalam hati musuh-musuh kalian, yaitu orang-orang kafir.

Inilah perang yang sesuai dengan kriteria yang telah ditetapkan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala di dalam kitab-Nya, tidak ada ketakutan di dalam hati orang yang beriman terhadap musuh-musuhnya, jika mereka menggantungkan hati mereka ke langit , pandangannya selalu mendongak ke langit, ia tidak melihat dan tidak memalingkan wajahnya kecuali kepada Dzat yang menciptakan langit dan bumi, timpakanlah kekerasan darimu kepada mereka. Ketahuilah bahwa kemenangan itu ada seiring dengan adanya kesabaran, “Hai orang-orang yang beriman, bersabarlah kamu dan kuatkanlah kesabaranmu dan tetaplah bersiap siaga (di perbatasan negerimu) dan bertakwalah kepada Allah, supaya kamu beruntung” [Qs. Ali Imran: 200].

Sesungguhnya hari-hari terakhir ini adalah harinya Allah, ia adalah hari kemenangan agama Islam dan kemuliaan, maka janganlah kalian menjadikan semangat kalian kecuali untuk membela Islam dan berjihad melawan musuh-musuh agama ini, janganlah kalian disibukkan dengan gosip-gosip, obrolan dan perdebatan, karena pada hari ini peluru adalah lebih ampuh daripada omongan. Sesungguhnya ia adalah jual beli yang menguntungkan dengan Allah, jika engkau meluruskan niat lalu beramal sesuai dengan manhaj yang benar, maka ia akan menghasilkan keuntungan yang besar, Allah berfirman: “Hai orang-orang yang beriman, sukakah kamu aku tunjukkan suatu perniagaan yang dapat menyelamatkanmu dari azab yang pedih? (yaitu) kamu beriman kepada Allah dan RasulNya dan berjihad di jalan Allah dengan harta dan jiwamu. Itulah yang lebih baik bagimu, jika kamu mengetahui. Niscaya Allah akan mengampuni dosa-dosamu dan memasukkanmu ke dalam jannah yang mengalir di bawahnya sungai-sungai; dan (memasukkan kamu) ke tempat tinggal yang baik di dalam jannah ‘Adn. Itulah keberuntungan yang besar. Dan (ada lagi) karunia yang lain yang kamu sukai (yaitu) pertolongan dari Allah dan kemenangan yang dekat (waktunya). Dan sampaikanlah berita gembira kepada orang-orang yang beriman”. [Qs. Ash Shaf: 10-13].

Seluruh kaum lelaki yang berada di Gaza pada hari ini diharuskan untuk berjihad, tidak ada seorangpun yang boleh terlambat untuk melakukannya, bahkan kaum wanitanya juga harus bergabung dengan kaum lelakinya untuk berjihad sesuai dengan kemampuan mereka, setiap hari mereka adalah mujahid, setiap hari mereka berada di medan perang, siapa yang tidak mampu berjihad dengan jiwa raganya, maka dengan hartanya, dan bagi mereka yang tidak memiliki harta, maka harus mengajak orang-orang untuk berperang, para wanita memotivasi dan mendorong anaknya untuk berjihad, karena anak itu tidak lebih mahal daripada agama, para dokter, insinyur, pengusaha, pedagang, dan seluruh mengerahkan seluruh tenaga mereka, jangan sekali-kali ia terlambat untuk melakukannya, sehingga ia mendapat ancaman dari Allah Yang Maha Mengetahui dan Maha Melihat: “Hai orang-orang yang beriman, Apakah sebabnya bila dikatakan kepadamu: “Berangkatlah (untuk berperang) pada jalan Allah” kamu merasa berat dan ingin tinggal di tempatmu? Apakah kamu puas dengan kehidupan di dunia sebagai ganti kehidupan di akhirat? Padahal kenikmatan hidup di dunia ini (dibandingkan dengan kehidupan) diakhirat hanyalah sedikit. Jika kamu tidak berangkat untuk berperang, niscaya Allah menyiksa kamu dengan siksa yang pedih dan digantinya (kamu) dengan kaum yang lain, dan kamu tidak akan dapat memberi kemudharatan kepada-Nya sedikitpun. Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu” [Qs. At Taubah: 38-39].

Ini adalah hari cobaan dan ujian, ini adalah hari kesabaran dan jalan menuju Surga, ini adalah hari dimana orang-orang yang beramal dapat bergembira, “Apakah kamu mengira bahwa kamu akan dibiarkan, sedang Allah belum mengetahui (dalam kenyataan) orang-orang yang berjihad di antara kamu dan tidak mengambil menjadi teman yang setia selain Allah, RasulNya dan orang-orang yang beriman. Dan Allah Maha mengetahui apa yang kamu kerjakan” [Qs. At Taubah: 16].

Inilah dia kehidupan abadi dan kemuliaan rabbani telah mendatangi kalian, maka janganlah kalian menggantikan sesuatu yang lebih baik dengan sesuatu yang lebih rendah nilainya. Sesungguhnya jihad adalah kehidupan bagi seorang mukmin, kemuliaan bagi seorang muslim dan kekuatan bagi agama, agama tidak akan tegak kecuali dengan jihad, oleh karenanya para mujahidin akan berjihad dengan dipelopori oleh Thaifah Manshurah dan Firqah Najiyah, karena mereka merupakan ujung tombak Islam dalam melakukan amalan puncak agama isam (dzirwatus sanam), Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman: “Hai orang-orang yang beriman, penuhilah seruan Allah dan seruan Rasul apabila Rasul menyeru kamu kepada suatu yang memberi kehidupan kepada kamu, ketahuilah bahwa Sesungguhnya Allah membatasi antara manusia dan hatinya dan Sesungguhnya kepada-Nyalah kamu akan dikumpulkan” [Qs. Al Anfal: 24], para ahli tafsir berkata: “Rasul menyeru kamu kepada suatu yang memberi kehidupan kepada kamu” maknanya adalah jihad dan perang, sebagaimana yang dikatakan oleh Al Qurthubi.

Kalian mengerti bahwa kalian itun lebih unggul daripada anak keturunan kera dan babi, mereka adalah makhluk Allah yang paling pengecut dan paling penakut, mereka tidak akan mendatangi kalian lalu berhadapan dan bertatap muka secara langsung dengan kalian, akan tetapi mereka akan memerangi kalian dari dalam pesawat, dari dalam kendaraan lapis baja, dari belakang tameng, irondome dan panser-panser mereka, “Mereka tidak akan memerangi kamu dalam keadaan bersatu padu, kecuali dalam kampung-kampung yang berbenteng atau di balik tembok…” [Qs. Al Hasyr: 14]. Kini lihatlah mereka, mereka telah keluar dari sarang dan menuju ke area kalian, maka terkamlah mereka layaknya terkaman singa, mereka tidak akan melihat wajah kalian dan mendengar suara kalian, yang mereka lihat adalah dara mereka sendiri dan yang mereka dengar adalah gemuruh suara puluru kalian.

Berapa banyak kaum muslimin yang cemburu dengan kalian, berapa banyak dari mereka yang berangan-angan alangkah indahnya bisa bergabung dengan kalian, bagaimana tidak padahal Nabi Muhammad SAW telah bersabda:

مَنْ اغْبَرَّتْ قَدَمَاهُ فِي سَبِيلِ اللَّهِ حَرَّمَهُ اللَّهُ عَلَى النَّارِ

“Barangsiapa yang keduanya kakinya berdebu dijalan Allah, Allah mengharamkannya dari neraka” [HR. Ahmad No.20957].

لَا يَجْتَمِعُ غُبَارٌ فِي سَبِيلِ اللَّهِ وَدُخَانُ جَهَنَّمَ فِي مَنْخَرَيْ مُسْلِمٍ أَبَدًا

“…tidaklah debu-debu dijalan Allah berkumpul dgn asap Jahannam pada kedua lubang tenggorokan seorang muslim selamanya” [HR. Nasai No.3056].

مَنْ اغْبَرَّتْ قَدَمَاهُ فِي سَبِيلِ اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ سَاعَةً مِنْ نَهَارٍ فَهُمَا حَرَامٌ عَلَى النَّارِ

“Barangsiapa yang kedua kakinya berdebu dijalan Allah Azza wa jalla sesaat, keduanya haram bagi neraka” [HR. Ahmad No.20956].

مَنْ رَاحَ رَوْحَةً فِي سَبِيلِ اللَّهِ كَانَ لَهُ بِمِثْلِ مَا أَصَابَهُ مِنْ الْغُبَارِ مِسْكًا يَوْمَ الْقِيَامَةِ

“Barangsiapa yang pergi satu kali di jalan Allah, maka debu yang didapatkannya akan menjadi minyak misik di hari kiamat” [HR. Ibnu Majah No.2765].

لَغَدْوَةٌ فِي سَبِيلِ اللَّهِ أَوْ رَوْحَةٌ خَيْرٌ مِنْ الدُّنْيَا وَمَا فِيهَا

“Keluar di jalan Allah (jihad) di pagi hari atau di sore hari lebih baik dari pada dunia dan seisinya”. [HR. Muslim No.3492].

Maka bukankah kalian berada pada posisi yang terbaik??

Surga itu menurut sabda Nabi Muhammad SAW adalah berada “di bawah naungan pedang” [HR. Muslim], “pedang-pedang itu adalah kunci Surga” [sanadnya bagus: As Silsilah Ash Shahihah], dan pada hari ini, Surga itu berada di bawah naungan pesawat-pesawat, dan kuncinya adalah peluru dan meriam, sungguh benar apa yang telah dibuat oleh para insinyur kalian, yaitu mereka yang menciptakan roket-roket Al Qassam yang dapat membukakan pintu-pintu Surga bagi kalian!!

Sesungguhnya ia adalah Ihda Al Husnayain (satu dari dua kebaikan, menang atau mati syahid – red.), sedangkan bagi musuh kalian ia adalah satu dari dua keburukan, bagi kalian ini merupakan kemuliaan di dunia dan kemuliaan di akhirat, sedangkan bagi musuh kalian ini adalah kehinaan dan rasa malu di dunia dan neraka di akhirat, Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam bersabda:

لَا يَجْتَمِعُ كَافِرٌ وَقَاتِلُهُ فِي النَّارِ أَبَدًا

“Orang kafir tak akan berkumpul dengan pembunuhnya (Mukmin) dalam neraka” [HR. Muslim No.3506] maka kirimlah para saudara kera tersebut ke neraka Jahannam.

Biarlah rumah dari batu-bata kalian hancur, biarlah dinding kalian hancur, biarlah tembok-tembok kalian musnah, karena bagi orang yang membenarkan firman Allah dan melihat bahwa kewajibannya pada hari ini adalah berjihad hingga Allah ridha kepadanya, maka baginya rumah-rumah di Surga, Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam bersabda:

وَأَنَا زَعِيمٌ لِمَنْ آمَنَ بِي وَأَسْلَمَ وَجَاهَدَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ بِبَيْتٍ فِي رَبَضِ الْجَنَّةِ وَبِبَيْتٍ فِي وَسَطِ الْجَنَّةِ وَبِبَيْتٍ فِي أَعْلَى غُرَفِ الْجَنَّةِ مَنْ فَعَلَ ذَلِكَ فَلَمْ يَدَعْ لِلْخَيْرِ مَطْلَبًا وَلَا مِنْ الشَّرِّ مَهْرَبًا يَمُوتُ حَيْثُ شَاءَ أَنْ يَمُوتَ

“Aku adalah penjamin dan penjamin adalah orang yang menanggung, bagi orang yang beriman kepadaku, masuk Islam dan berhijrah, ia akan mendapatkan rumah yang berada di sekeliling Surga dan rumah di tengah Surga, dan aku penjamin bagi orang yang beriman kepadaku, masuk Islam dan berjihad dijalan Allah, ia mendapatkan rumah disekeliling Surga, rumah ditengah Surga dan rumah di atas ruangan-ruangan tertinggi di Surga. Barangsiapa yang melakukan hal itu, dan ia juga tak pernah meninggalkan tempat berburu kebaikan dan tempat lari dari keburukan, maka ia meninggal ditempat yang ia ingini” [HR. Nasai No.3082].

Wahai para mujahidin, “Barang siapa dari orang muslim yang berperang di jalan Allah ‘azza wa jalla seukuran dua kali memerah unta, wajib baginya masuk Surga…” [HR. Nasai No.3090]. Dua kali memerah unta itu hanya beberapa detik, maka bagaimana dengan orang yang berperang berjam-jam, berhari-hari, berbulan-bulan, dan bertahun-tahun, bagaimana dengan orang yang berperang demi membela martabat kaum muslimin, bagaimana dengan orang yang berperang demi menjaga tempat Nabi Muhammad Al Amin ber-isra’!! Mintalah karunia kepada Allah, maka Allah akan memberikannya kepada kalian, dan orang yang merugi adalah orang yang tidak pernah meluangkan waktunya untuk merengguk nikmat Allah Subhanahu wa Ta’ala ini.

Sesungguhnya Allah telah menjadikan kalian berada di medan perang yang paling dahsyat kadar kekacauannya, Allah telah memilih kalian untuk menempati posisi ini, dan menggiring kalian kepada kebaikan yang hanya dimengerti oleh Allah, ini adalah posisi yang tidak dapat dibayar dengan harga yang murah, ia adalah posisi yang dapat menghasilkan derajat yang agung di Surga, maka mintalah kepada Allah surga Firdaus yang tertinggi, Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam bersabda:

إِنَّ فِي الْجَنَّةِ مِائَةَ دَرَجَةٍ أَعَدَّهَا اللَّهُ لِلْمُجَاهِدِينَ فِي سَبِيلِهِ كُلُّ دَرَجَتَيْنِ مَا بَيْنَهُمَا كَمَا بَيْنَ السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ فَإِذَا سَأَلْتُمُ اللَّهَ فَسَلُوهُ الْفِرْدَوْسَ فَإِنَّهُ أَوْسَطُ الْجَنَّةِ وَأَعْلَى الْجَنَّةِ وَفَوْقَهُ عَرْشُ الرَّحْمَنِ وَمِنْهُ تَفَجَّرُ أَنْهَارُ الْجَنَّةِ

“Dalam surga terdapat seratus derajat yang Allah persiapkan bagi para mujahidin di jalan-Nya, yang jarak antara setiap dua tingkatan bagaikan antara langit dan bumi, maka jika kalian meminta Allah, mintalah surga firdaus, sebab firdaus adalah surga yang paling tengah dan paling tinggi, di atasnya ada singgasana Arrahman, dan daripadanya sungai surga memancar” [HR. Bukhari No.6873] mintalah karunia dan anugerah dari Allah, janganlah kalian berputus asa dengan rahmat Allah, karena Allah itu Maha Mulia, Maha Luas, Maha Pemurah dan Maha Penyayang.

Janganlah kalian berpaling darinya karena banyaknya orang-orang yang tidak berangkat berperang, orang-orang yang gampang menyerah dan para penakut serta pengecut, kalian harus yakin, mintalah kemenangan yang nyata kepada Yang Maha Kuat dan Maha Kokoh, orang yang berhenti berjihad pada hari ini maka ia tidak benar, orang seperti ini berada di bawah posisi kalian dan tidak sama dengan kalian, dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu, ia berkata:

مَرَّ رَجُلٌ مِنْ أَصْحَابِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِشِعْبٍ فِيهِ عُيَيْنَةٌ مِنْ مَاءٍ عَذْبَةٌ فَأَعْجَبَتْهُ لِطِيبِهَا فَقَالَ لَوْ اعْتَزَلْتُ النَّاسَ فَأَقَمْتُ فِي هَذَا الشِّعْبِ وَلَنْ أَفْعَلَ حَتَّى أَسْتَأْذِنَ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَذَكَرَ ذَلِكَ لِرَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ لَا تَفْعَلْ فَإِنَّ مُقَامَ أَحَدِكُمْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ أَفْضَلُ مِنْ صَلَاتِهِ فِي بَيْتِهِ سَبْعِينَ عَامًا أَلَا تُحِبُّونَ أَنْ يَغْفِرَ اللَّهُ لَكُمْ وَيُدْخِلَكُمْ الْجَنَّةَ اغْزُو فِي سَبِيلِ اللَّهِ مَنْ قَاتَلَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ فَوَاقَ نَاقَةٍ وَجَبَتْ لَهُ الْجَنَّةُ قَالَ أَبُو عِيسَى هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ

“Ada seorang lelaki dari sahabat-sahabatnya Rasulullah SAW berjalan melalui suatu tempat di pegunungan yang di situ terdapatlah sebuah mata air kecil dari air tawar, lalu merasa heran dengan itu  yakni ia ingin sekali menempatinya. la berkata: Andaikata aku memencilkan diri di sini dari orang banyak, kemudian aku berdiam di sini tentulah lebih senang. Tetapi sama sekali aku tidak akan melakukan kehendakku ini sehingga aku akan meminta izin dulu kepada Rasulullah SAW. Hal itu disebutkan kepada Rasulullah SAW lalu Beliau SAW bersabda: “Jangan kamu lakukan! Sungguh, tempat salah seorang dari kalian di jalan Allah (jihad) lebih utama dari ibadah selama enam puluh tahun di dalam rumahnya. Apakah kalian tak suka jika Allah mengampuni dosa-dosa kalian dan memasukkan kalian ke dalam surga? Berperanglah kalian di jalan Allah, barangsiapa berperang di jalan Allah meskipun hanya sekadar orang memerah susu unta, maka telah wajib baginya masuk surga”. Abu Isa berkata, Hadits ini derajatnya hasan. [HR. Tirmidzi No.1574].

Maka tidaklah orang yang ahli ibadah, orang yang shalat, imam masjid, orang yang mendirikan shalat di malam hari dan berpuasa di siang hari, orang yang bersedekah dan orang yang menunaikan ibadah haji, kecuali kalian pada hari ini lebih baik dari mereka jika kalian meluruskan niat kalian ikhlash semata-mata karena Allah dan kalian berperang demi meninggikan kalimat Allah.

Tidak ada orang yang amalannya lebih baik dari jihad kalian pada hari ini jika kalian mengikhlashkan niat, Nabi Muhammad SAW telah ditanya: “Amalan apakah yang (pahalanya) sebanding dengan jihad di jalan Allah?”. Beliau menjawab, “Kamu tidak akan sanggup melakukannya.” Orang itu bertanya lagi sampai dua atau tiga kali. Namun beliau tetap menjawab: “Kamu tidak akan mampu melakukannya.” Dan pada kali yang ketiga beliau bersabda: “Perbandingan seorang mujahid fi sabilIlah seperti orang yang berpuasa, mendirikan shalat dgn menjalankan ayat-ayat Allah dan ia tak berhenti dari puasa dan shalatnya, sehingga seorang Mujahid fi sabilIlah Ta’ala tersebut pulang dari medan perjuangan” [HR. Muslim No.3490].

Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam bersabda:

مَثَلُ الْمُجَاهِدِ فِي سَبِيلِ اللَّهِ وَاللَّهُ أَعْلَمُ بِمَنْ يُجَاهِدُ فِي سَبِيلِهِ كَمَثَلِ الصَّائِمِ الْقَائِمِ وَتَوَكَّلَ اللَّهُ لِلْمُجَاهِدِ فِي سَبِيلِهِ بِأَنْ يَتَوَفَّاهُ أَنْ يُدْخِلَهُ الْجَنَّةَ أَوْ يَرْجِعَهُ سَالِمًا مَعَ أَجْرٍ أَوْ غَنِيمَةٍ

“Perumpamaan seorang mujahid di jalan Allah, dan hanya Allah yang paling tahu siapa yang berjihad di jalan-Nya, seperti seorang yang melaksanakan shoum (puasa) dan berdiri (shalat) terus menerus. Dan Allah berjanji kepada mujahid di jalan-Nya, dimana bila Dia mewafatkannya maka akan dimasukkannya ke surga atau bila Dia mengembalikannya dalam keadaan selamat dia akan pulang dengan membawa pahala atau ghonimah (harta rampasan perang)” [HR. Bukhari No.2579]

Sesungguhnya ayat-ayat dan hadits-hadits ini tidak akan mendatangkan manfaat sedikitpun kepada seorang muslim jika ia tidak meyakininya dan tidak mengamalkan tuntutan-tuntutannya, dahulu orang-orang sebelum kalian mendengar ayat-ayat dan hadits-hadits dan mereka bersegera mengerjakannya, karena mereka yakin dengan janji Allah dan Rasul-Nya dan mereka membenarkan, mempercayai serta berusaha sekuat tenaga untuk meraih apa yang ada di sisi Rabb mereka.

عَنْ أَبِي بَكْرِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ قَيْسٍ عَنْ أَبِيهِ قَالَ سَمِعْتُ أَبِي وَهُوَ بِحَضْرَةِ الْعَدُوِّ يَقُولُا قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّ أَبْوَابَ الْجَنَّةِ تَحْتَ ظِلَالِ السُّيُوفِ فَقَامَ رَجُلٌ رَثُّ الْهَيْئَةِ فَقَالَ يَا أَبَا مُوسَى آنْتَ سَمِعْتَ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ هَذَا قَالَ نَعَمْ قَالَ فَرَجَعَ إِلَى أَصْحَابِهِ فَقَالَ أَقْرَأُ عَلَيْكُمْ السَّلَامَ ثُمَّ كَسَرَ جَفْنَ سَيْفِهِ فَأَلْقَاهُ ثُمَّ مَشَى بِسَيْفِهِ إِلَى الْعَدُوِّ فَضَرَبَ بِهِ حَتَّى قُتِلَ

Dari Abu Bakar bin Abdullah bin Qubais, dari ayahnya, ia berkata: saya mendengar ayah saya berkata pada saat ia tengah berhadapan dengan musuh, ia berkata, Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam bersabda: “Sesungguhnya pintu-pintu surga terletak di bawah bayangan pedang.” Tiba-tiba seorang laki-laki berdiri sambil menangis, katanya, “Hai Abu Musa, apakah anda pernah mendengar Rasulullah bersabda seperti itu?”. Dia menjawab, “Ya”. Kakeknya Qais berkata, Kemudian dia kembali menemui kawan-kawannya seraya berkata, “Saya menyampaikan salam buat kalian”. Kemudian dia mengeluarkan pedang dari sarungnya lalu membuang sarung pedangnya, dengan pedang terhunus, dia lalu berjalan menemui musuh dan berperang dengan pedangnya hingga terbunuh. [HR. Muslim No.3521].

Dari Anas Radhiyallahu anhu, ia berkata:

فَانْطَلَقَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَأَصْحَابُهُ حَتَّى سَبَقُوا الْمُشْرِكِينَ إِلَى بَدْرٍ وَجَاءَ الْمُشْرِكُونَ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا يُقَدِّمَنَّ أَحَدٌ مِنْكُمْ إِلَى شَيْءٍ حَتَّى أَكُونَ أَنَا دُونَهُ فَدَنَا الْمُشْرِكُونَ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قُومُوا إِلَى جَنَّةٍ عَرْضُهَا السَّمَوَاتُ وَالْأَرْضُ قَالَ يَقُولُ عُمَيْرُ بْنُ الْحُمَامِ الْأَنْصَارِيُّ يَا رَسُولَ اللَّهِ جَنَّةٌ عَرْضُهَا السَّمَوَاتُ وَالْأَرْضُ قَالَ نَعَمْ قَالَ بَخٍ بَخٍ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَا يَحْمِلُكَ عَلَى قَوْلِكَ بَخٍ بَخٍ قَالَ لَا وَاللَّهِ يَا رَسُولَ اللَّهِ إِلَّا رَجَاءَةَ أَنْ أَكُونَ مِنْ أَهْلِهَا قَالَ فَإِنَّكَ مِنْ أَهْلِهَا فَأَخْرَجَ تَمَرَاتٍ مِنْ قَرَنِهِ فَجَعَلَ يَأْكُلُ مِنْهُنَّ ثُمَّ قَالَ لَئِنْ أَنَا حَيِيتُ حَتَّى آكُلَ تَمَرَاتِي هَذِهِ إِنَّهَا لَحَيَاةٌ طَوِيلَةٌ قَالَ فَرَمَى بِمَا كَانَ مَعَهُ مِنْ التَّمْرِ ثُمَّ قَاتَلَهُمْ حَتَّى قُتِلَ

“…Kemudian Rasulullah dan para sahabatnya berangkat sehingga mereka lebih dahulu tiba di Badar daripada kaum Musyrikin. Tidak lama kemudian kaum Musyrikin tiba, maka Rasulullah bersabda:
“Janganlah kalian bertindak sebelum ada perintah dariku”. Ketika kaum Musyrikin semakin dekat, maka Rasulullah bersabda: “Majulah kalian ke surga, yang luasnya seluas langit dan bumi”. Anas berkata, tiba-tiba ‘Umair bin Al Hammam Al Anshari berkata, “Ya Rasulullah, surga yang luasnya seluas langit dan bumi!”. Beliau menjawab: “Ya”. ‘Umair berkata, “Wah, wah..!”. Maka Rasulullah bersabda: “Mengapa kamu mengatakan wah…wah..?”.  Umair menjawab, “Tidak, demi Allah wahai Rasulullah, saya mengharap semoga saya menjadi penghuninya”. Beliau bersabda: “Ya, sesungguhnya kamu termasuk dari penghuninya”. Kemudian dia mengeluarkan kurma dari dalam sakunya dan memakannya sebagian. Sesudah itu dia berkata, “Sungguh kehidupan yang lama bagiku, seandainya aku menghabiskan kurmaku ini”. Anas berkata, “Maka kurma yang masih tersisa di tangannya ia lemparkan begitu saja kemudian dia bertempur hingga gugur” [HR. Muslim No.3520].

Sesungguhnya pada hari ini kita tidak membutuhkan pertolongan dari PBB, dari organisasi internasional, dari Pemerintahan Palestina yang sudah jelas hanya pemerintahan boneka dan pengkhianat, dari Liga Arab yang hanya bisa berteriak-teriak untuk menolong orang-orang kafir dalam memerangi kaum muslimin (sebagaimana yang mereka lakukan di Somalia sesuai dengan perintah Amerika) dan dari pemerintahan-pemerintahan boneka, karena mereka semua tunduk di bawah ketiak Amerika, dan Amerika melayani kepentingan Yahudi. Akan tetapi pada ini kita harus meminta pertolongan kepada Allah saja, Allah telah menjadikan beberapa hal sebagai sebab datangnya pertolongan Allah, di antaranya adalah:

MENGIKHLASHKAN NIAT KARENA ALLAH DAN MEMILIKI TUJUAN YANG JELAS, Allah berfirman: “Dan perangilah mereka, supaya jangan ada fitnah dan supaya agama itu semata-mata untuk Allah…” [Qs. Al Anfal: 39], maka jangan sampai ada peperangan demi membela partai, kelompok, organisasi atau suku, ikhlash itu adalah penyebab datangnya pertolongan yang paling penting dan paling kuat, maka setiap mujahid wajib berperang demi menjadikan agama dan urusan itu semata-mata untuk Allah, ia juga harus menghindari segala kotoran dan jebakan yang dapat mengotori keikhlasannya.

SABAR, terus-menerus melakukan ibadah, tetap teguh dalam beribadah, bersabar dalam menghadapi musuh, dan bertaqwa kepada Allah dalam setiap perkataan dan perbuatannya, Allah berfirman: “Hai orang-orang yang beriman, bersabarlah kamu dan kuatkanlah kesabaranmu dan tetaplah bersiap siaga (di perbatasan negerimu) dan bertakwalah kepada Allah, supaya kamu beruntung” [Qs. Ali Imran: 200].

MENEGUHKAN HATI KETIKA BERTEMU DENGAN MUSUH, memperbanyak dzikir dan doa, mentaati Allah dan Rasul-Nya baik secara sembunyi-sembunyi, maupun secara terang-terangan, dan menjauhi konflik dan perselisihan yang dapat melemahkan, Allah berfirman: “Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu memerangi pasukan (musuh), maka berteguh hatilah kamu dan sebutlah (nama) Allah sebanyak-banyaknya agar kamu beruntung. Dan taatlah kepada Allah dan Rasul-Nya dan janganlah kamu berbantah-bantahan, yang menyebabkan kamu menjadi gentar dan hilang kekuatanmu dan bersabarlah. Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar” [Qs. Al Anfal: 45-46]

MELAKUKAN PERSIAPAN SESUAI DENGAN KEMAMPUAN serta memberikan ancaman kepada musuh dengan menanamkan rasa takut dan gentar di dalam hati mereka, Allah berfirman: “Dan siapkanlah untuk menghadapi mereka kekuatan apa saja yang kamu sanggupi dan dari kuda-kuda yang ditambat untuk berperang (yang dengan persiapan itu) kamu menggentarkan musuh Allah dan musuhmu dan orang orang selain mereka yang kamu tidak mengetahuinya; sedang Allah mengetahuinya…” [Qs. Al Anfal: 60].

MENCINTAI ALLAH DAN RASULULLAH, rendah hati kepada orang-orang yang beriman, menampakkan kemuliaan di hadapan para musuh, merendahkan mereka dengan perkataan, perbuatan atau kekerasan, tidak takut dan ragu-ragu dalam melaksanakan perintah-perintah Allah dan tidak mencari selain ridha Allah. Mujahidin tidak akan peduli dengan apa yang dikatakan oleh timur dan barat, mereka juga tidak mengharapkan pengakuan dari orang lain, akan tetapi seluruh fokusnya hanya ditujukan untuk orang Islam, pelaku jihad dan keluarga-keluarga yang ditinggal oleh anggotanya mati syahid. Mereka tidak ingin menjadi kaum nasionalis, kaum pengusung demokrasi, ataupun kaum nasionalis arab, yang ia inginkan adalah bagaimana menjadi kaum muslimin, Allah berfirman: “Hai orang-orang yang beriman, Barangsiapa di antara kamu yang murtad dari agamanya, maka kelak Allah akan mendatangkan suatu kaum yang Allah mencintai mereka dan merekapun mencintaiNya, yang bersikap lemah lembut terhadap orang yang mukmin, yang bersikap keras terhadap orang-orang kafir, yang berjihad dijalan Allah, dan yang tidak takut kepada celaan orang yang suka mencela. Itulah karunia Allah, diberikan-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya, dan Allah Maha Luas (pemberian-Nya), lagi Maha mengetahui” [Qs. Al Maidah: 54].

TIDAK RAGU-RAGU DALAM MENAPAKI AGAMA ALLAH, mempercayai sepenuhnya bahwa Allah pasti memberikan pertolongan, dan menggabungkan antara jihad menggunakan harta dengan jihad menggunakan jiwa dan raga, Allah berfirman: “Sesungguhnya orang-orang yang beriman itu hanyalah orang-orang yang percaya (beriman) kepada Allah dan Rasul-Nya, kemudian mereka tidak ragu-ragu dan mereka berjuang (berjihad) dengan harta dan jiwa mereka pada jalan Allah. Mereka Itulah orang-orang yang benar” [Qs. Al Hujurat: 15].

BERSIKAP KASAR KEPADA ORANG-ORANG KAFIR DAN ORANG-ORANG MUNAFIK, serta memerangi mereka dengan menggunakan jiwa, harta, lisan dan doa, Allah berfirman: “Hai Nabi, perangilah orang-orang kafir dan orang-orang munafik dan bersikap keraslah terhadap mereka. Tempat mereka adalah Jahannam dan itu adalah seburuk-buruknya tempat kembali” [Qs. At Tahrim: 9].

Ini semua adalah sebagian dari sebab-sebab datangnya pertolongan yang Allah sebutkan di dalam kitab-Nya, barangsiapa yang mampu mewujudkannya, maka ia berhak meraih kemenangan dan kekuasaan sesuai dengan sunnatullah. Dan barangsiapa yang melenceng darinya, maka ia akan diberikan sesuai dengan kehendak Allah, jika Allah berkehendak ia akan memberikan kemenangan kepadanya.

Kepada kaum muslimin pada hari ini, maka yang wajib mereka lakukan adalah memberikan pertolongan kepada para mujahidin, karena saudara-saudara kita di Palestina sangat membutuhkan tenaga, harta dan doa, dan barangsiapa yang dapat bergabung dengan mereka, maka baginya kehormatan dunia dan akhirat. Barangsiapa yang belum mampu, maka ia dapat berjihad dengan menggunakan hartanya dan itu hukumnya adalah wajib ‘ain kepada kaum muslimin pada hari ini, jangan sampai ada seorangpun yang terlambat sehingga ia menjadi malas dan kikir. Dari Zaid bin Khalid Radhiyallahu anhu, bahwasanya Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam bersabda:

مَنْ جَهَّزَ غَازِيًا فِي سَبِيلِ اللَّهِ فَقَدْ غَزَا وَمَنْ خَلَفَهُ فِي أَهْلِهِ بِخَيْرٍ فَقَدْ غَزَا

“Barang siapa yang mempersiapkan pejuang di jalan Allah maka sungguh ia telah berperang, dan barang siapa yang menyantuni keluarganya dengan kebaikan maka sungguh ia telah berperang” [HR. Nasai No.3129]

Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam juga bersabda:

أَفْضَلُ الصَّدَقَاتِ: ظِلُّ فُسْطَاطٍ فِي سَبِيلِ اللَّهِ، أَوْ طُرُوقَةُ فَحْلٍ فِي سَبِيلِ اللَّهِ

“Seutama-utamanya sedekah adalah kemah berteduh (untuk para mujahid) di jalan Allah, atau pemberian pelayan di jalan Allah, atau hewan tunggangan di jalan Allah.” [HR. Tirmidzi, ia berkata: ini adalahah hadits hasan shahih], jadi yang paling utama bagi seorang muslim pada hari ini dalam mengeluarkan hartanya adalah: berjihad di jalan Allah, dan medan perang yang terbesar pada hari ini adalah: medan perang yang berada di tanah yang diberkahi, nafkah seperti ini adalah lebih besar di sisi Allah daripada memberi makan kepada orang yang lapar, atau mencetak mushaf Al-Quran dan kiswah ka’bah.

Wahai para pemuda Palestina…

Hari ini adalah hari kembali dan bertaubat kepada Allah, barangsiapa yang tengah sibuk berjihad, maka hendaknya ia kembali kepada agamanya lalu menenteng senjatanya untuk berperang di jalan Rabbnya saja, masa lalunya tidak akan mempengaruhinya – insya Allah –, karena amalan itu tergantung pada bagaimana ia berakhir, dari Al Barra’ Radhiyallahu anhu ia berkata: Ada seorang laki-laki bertopeng besi datang menemui Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam seraya berkata: “Apakah aku berperang atau masuk Islam lebih dulu?” Maka Beliau bersabda : “Kamu masuk Islam dulu kemudian berperang”. Maka laki-laki itu masuk Islam lalu berperang hingga terbunuh. Kemudian Rasulullah bersabda: “Orang ini amalnya sedikit namun diberi pahala yang banyak” [HR. Bukhari No.2597].

Barangsiapa yang melupakan masa lalunya dan bertaubat kepada Allah kemudian ia mengejar ketertinggalannya, maka lihatlah Anas bin Nadhir Radhiyallahu anhu ketika ia tidak mengikuti perang Badar,

عَمِّي أَنَسُ بْنُ النَّضْرِ عَنْ قِتَالِ بَدْرٍ فَقَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ غِبْتُ عَنْ أَوَّلِ قِتَالٍ قَاتَلْتَ الْمُشْرِكِينَ لَئِنْ اللَّهُ أَشْهَدَنِي قِتَالَ الْمُشْرِكِينَ لَيَرَيَنَّ اللَّهُ مَا أَصْنَعُ فَلَمَّا كَانَ يَوْمُ أُحُدٍ وَانْكَشَفَ الْمُسْلِمُونَ قَالَ اللَّهُمَّ إِنِّي أَعْتَذِرُ إِلَيْكَ مِمَّا صَنَعَ هَؤُلَاءِ يَعْنِي أَصْحَابَهُ وَأَبْرَأُ إِلَيْكَ مِمَّا صَنَعَ هَؤُلَاءِ يَعْنِي الْمُشْرِكِينَ ثُمَّ تَقَدَّمَ فَاسْتَقْبَلَهُ سَعْدُ بْنُ مُعَاذٍ فَقَالَ يَا سَعْدُ بْنَ مُعَاذٍ الْجَنَّةَ وَرَبِّ النَّضْرِ إِنِّي أَجِدُ رِيحَهَا مِنْ دُونِ أُحُدٍ قَالَ سَعْدٌ فَمَا اسْتَطَعْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ مَا صَنَعَ قَالَ أَنَسٌ فَوَجَدْنَا بِهِ بِضْعًا وَثَمَانِينَ ضَرْبَةً بِالسَّيْفِ أَوْ طَعْنَةً بِرُمْحٍ أَوْ رَمْيَةً بِسَهْمٍ وَوَجَدْنَاهُ قَدْ قُتِلَ وَقَدْ مَثَّلَ بِهِ الْمُشْرِكُونَ فَمَا عَرَفَهُ أَحَدٌ إِلَّا أُخْتُهُ بِبَنَانِهِ قَالَ أَنَسٌ كُنَّا نُرَى أَوْ نَظُنُّ أَنَّ هَذِهِ الْآيَةَ نَزَلَتْ فِيهِ وَفِي أَشْبَاهِهِ { مِنْ الْمُؤْمِنِينَ رِجَالٌ صَدَقُوا مَا عَاهَدُوا اللَّهَ عَلَيْهِ }

Pamanku, yaitu Anas Bin al-Nadhr ra. tidak mengikuti peperangan Badar, kemudian ia berkata: “Ya Rasulullah, aku tidak mengikuti pertama-tama peperangan yang Tuan lakukan untuk memerangi kaum musyrikin. Jikalau Allah mempersaksikan aku – menakdirkan aku ikut menyaksikan – dalam memerangi kaum musyrikin pada waktu yang akan datang, niscayalah Allah akan memperlihatkan apa yang akan aku perbuat”. Ketika pada hari peperangan Uhud, kaum Muslimin menderita kekalahan, lalu Anas -Bin al-Nadhr – itu berkata: “Ya Allah, aku mohon keuzuran – pengampunan – pada-Mu dari apa yang dilakukan oleh mereka itu – yang dimaksudkan ialah kawan-kawannya karena meninggalkan tempat-tempat yang sudah ditentukan oleh Nabi SAW. juga aku berlepas diri – maksudnya tidak ikut campurtangan pada-Mu dari apa yang dilakukan oleh mereka yang dimaksudkan ialah kaum musyrikin yang memerangi kaum Muslimin”. Selanjutnya iapun majulah, lalu Sa’ad Bin Mu’az menemuinya. Anas Bin al-Nadhr berkata: “Hai Sa’ad Bin Mu’az, marilah menuju surga. Demi Tuhan yang menguasai Ka’bah (Baitullah), sesungguhnya aku dapat menemukan bau harum surga itu dari tempat di dekat Uhud”. Sa’ad berkata: “Aku sendiri tidak sanggup melakukan sebagaimana yang dilakukan oleh Anas itu, ya Rasulullah”. Anas – yang merawikan Hadis ini yakni Anas bin Malik keponakan Anas Bin al-Nadhr  berkata: “Maka kami dapat menemukan dalam tubuh Anas Bin al-Nadhr itu delapan puluh buah lebih pukulan pedang ataupun tusukan tombak ataupun lemparan panah. Kita menemukannya telah terbunuh dan kaum musyrikin telah pula mencabik-cabiknya. Oleh sebab itu seorangpun tidak dapat mengenalnya lagi, melainkan saudara perempuannya saja, karena mengenal jari-jarinya’. Anas  perawi Hadis ini berkata: ‘Kita sekalian mengira atau menyangka bahwa ayat ini turun untuk menguraikan hal Anas Bin al-Nadhr itu atau orang-orang yang seperti dirinya, yaitu ayat -yang artinya: Di antara kaum mu’minin itu ada beberapa orang yang menempati apa yang dijanjikan olehnya kepada Allah, sampai seterusnya ayat tersebut” [HR. Bukhari No.2595].

Maka inilah waktunya bagi orang-orang yang benar-benar beriman kepada Allah…

Sesungguhnya ia adalah surga, sesungguhnya ia adalah arwah dan wangi-wangian, ia adalah bidadari, maka janganlah kalian menggantikan sesuatu yang lebih baik dengan sesuatu yang lebih rendah nilainya, itu seperti kalian menggantikan manna dan salwa (manna: manisan yang lezat, salwa: seekor burung yang gemuk tubuhnya – red.) dengan bawang putih dan bawang merah. Mintalah ketabahan kepada Allah dan bongkarlah pembatas-pembatas itu, bunuhlah saudara-saudara kera itu agar kalian mendapatkan pahala yang telah disebut-sebutkan dan telah dijanjikan, dari Anas bin Malik Radhiyallahu anhu, dari Nabi SAW beliau bersabda:

لَرَوْحَةٌ فِي سَبِيلِ اللَّهِ أَوْ غَدْوَةٌ خَيْرٌ مِنْ الدُّنْيَا وَمَا فِيهَا وَلَقَابُ قَوْسِ أَحَدِكُمْ مِنْ الْجَنَّةِ أَوْ مَوْضِعُ قِيدٍ يَعْنِي سَوْطَهُ خَيْرٌ مِنْ الدُّنْيَا وَمَا فِيهَا وَلَوْ أَنَّ امْرَأَةً مِنْ أَهْلِ الْجَنَّةِ اطَّلَعَتْ إِلَى أَهْلِ الْأَرْضِ لَأَضَاءَتْ مَا بَيْنَهُمَا وَلَمَلَأَتْهُ رِيحًا وَلَنَصِيفُهَا عَلَى رَأْسِهَا خَيْرٌ مِنْ الدُّنْيَا وَمَا فِيهَا

“Pergi keluar berperang di jalan Allah pada awal (pagi) hari atau pergi keluar berperang pada akhir (siang) hari lebih baik dari pada dunia dan seisinya. Dan sungguh panjang (sehasta) busur panah seorang dari kalian di surga atau tempat (sarung) cambuknya lebih baik dari dunia dan seisinya. Dan seandainya seorang perempuan (bidadari) penduduk surga muncul di tengah penduduk bumi niscaya ia akan menerangi apa yang ada diantara keduanya (cakrawala langit dan bumi) dan aroma wanginya akan memenuhi cakrawala itu dan sungguh kerudung yang ada di kepalanya itu lebih baik dari pada dunia dan seisinya” [HR. Bukhari No.2587].

Wahai para pemuda Islam, wahai para penjaga Masjid Al Aqsha, “Berangkatlah kamu baik dalam keadaan merasa ringan maupun berat, dan berjihadlah kamu dengan harta dan dirimu di jalan Allah. Yang demikian itu adalah lebih baik bagimu, jika kamu mengetahui” [Qs. At taubah: 41].

Ya Allah, sesungguhnya kaum Yahudi yang pengkhianat telah membangkang, melampaui batas, berbuat semena-mena, menimbulkan kerusakan, dan menyombongkan diri di muka bumi, maka Ya Allah, jadikanlah saudara-saudara kami para mujahidin di Palestina sebagai golongan yang kuat yang mampu memasuki Masjid (Al Aqsha) sebagaimana dahulu kaum muslimin memasukinya, dan jadikanlah mereka mampu Ya Allah, untuk memusnahkan kaum Yahudi dan mereka yang bersamanya.

Ya Allah, sesungguhnya kaum Yahudi telah membunuh anak-anak, menodai kaum wanita, merampas kehormatan, menumpahkan darah dan memusnahkan rumah-rumah, maka izinkanlah kami membalaskan dendam kami kepada mereka wahai Yang Maha Kuat dan Maha Berkuasa.

Tiada Ilah yang berhak disembah kecuali Allah Yang Maha Besar lagi Maha Penyantun, Tiada Ilah yang berhak disembah kecuali Allah, Sang Pemilik Arsy yang agung, Tiada Ilah yang berhak disembah kecuali Allah, Sang Pemilik langit-langit, Sang Pemilik bumi, dan Sang Pemilik Arsy yang mulia.

Tiada Ilah yang berhak disembah kecuali Allah Yang Maha Penyantun lagi Maha Mulia, Maha Suci Allah Sang Pemilik tujuh lapis langit dan Pemilik Arsy yang agung, Tiada Ilah yang berhak disembah kecuali Engkau, tidak ada daya dan upaya kecuali dari Allah Yang Maha Kuat dan Maha Mulia, sesuai dengan kehendak Allah, tidak ada kekuatan kecuali dari Allah, kami berpegang teguh kepada Allah, kami meminta pertolongan kepada Allah, dan kami memasrahkan diri kami kepada Allah.

Ya Allah, bentengilah para mujahidin dengan Diri-Mu wahai Yang Maha Hidup dan Maha Kekal, Yang tidak akan mati selamanya, jauhkanlah mereka dari keburukan karena tidak ada daya dan upaya kecuali dari Engkau wahai Yang Maha Tinggi dan Maha Besar… Ya Allah Yang menurunkan Kitab, Menjalankan awan dan menghancurkan pasukan Ahzab, hancurkanlah musuh-musuh agama-Mu dan berikanlah kemenangan kepada orang-orang yang beriman… Ya Allah berikanlah janji-Mu yang telag Engkau janjikan kepada orang-orang yang beriman, datangkanlah apa yang telah Engkau janjikan kepada mereka.

Ya Allah, kami sedang membutuhkan janji-Mu wahai Dzat Yang Paling Terhormat dari sekian banyak yang terhormat… Ya Allah, guncangkanlah orang-orang kafir dan orang-orang munafik… Ya Allah, cabik-cabiklah mereka… Ya Allah isikanlah rumah dan kuburan mereka dengan api… Ya Allah, Engkau adalah tempat bergantung bagi orang-orang yang beriman dan para penolong mereka, dengan-Mu mereka berusaha, dengan-Mu mereka menunaikan shalat, dengan-Mu mereka berperang… Ya Allah, kami menjadikan Engkau berada di leher musuh-musuh kami dan para pembantu mereka, dan kami menghindari keburukan mereka dengan diri-Mu… Ya Allah, sesungguhnya Engkau adalah Rabb kami dan juga Rabb mereka, hati kami dan hati mereka ada di Tangan-Mu, dan yang dapat mengalahkan mereka hanya Engkau.

Ya Allah, perlihatkanlah janji-Mu kepada kami tentang apa yang akan Engkau lakukan terhadap musuh-musuh kami… Ya Allah berikanlah pertolongan-Mu… Ya Allah tepatkanlah tembakan para mujahidin dan kabulkanlah doa mereka… Ya Allah berkahilah kendaraan mereka dan pasukan mereka… Ya Allah selamatkanlah orang-orang beriman yang tertindas… Ya Allah tindaslah orang-orang kafir dan orang-orang yang bersama mereka… Ya Allah kurangilah jumlah mereka, bunuhlah mereka dan janganlah Engkau melewatkan satupun dari mereka.

Wahai Pemberi Kebaikan, wahai Yang Kebaikannya melebihi segala kebaikan yang ada, wahai Raja di dunia dan di akhirat… Ya Hayyu ya Qayyum, wahai Yang Memiliki Kebesaran dan Kemuliaan, wahai Dzat yang tidak ada yang mampu melemahkan-Nya dan mengungguli-Nya, berikanlah pertolongan kepada para mujahidin atas musuh-musuh agama-Mu dari kaum Yahudi yang kafir, dan berikanlah kepada mereka semua kesehatan dan keselamatan dengan segera, wahai Rabb semesta alam.

Ya Allah, sesungguhnya kami meminta maaf kepada-Mu dari apa yang diperbuat oleh para pengecut, orang-orang yang mulutnya dibungkam dan orang-orang yang hina, kami berlepas diri dari apa yang diperbuat oleh orang-orang kafir dan orang-orang munafik… Ya Allah, gunakanlah kami untuk membela agama-Mu, dan janganlah Engkau menjadikan kami di antara orang-orang yang tidak berjihad, para pemalas dan orang-orang yang terlambat dalam mendatangi medan perang… Ya Allah, tolonglah kami.

Ya Allah, tidak ada kehidupan kecuali kehidupan akhirat, maka dari itu berkahilah para mujahidin dan siapa saja yang membantu mereka dengan jiwanya, hartanya dan lisannya baik di dunia maupun di akhirat… Ya Rabb kami, jadikanlah para mujahidin menang dari kaum perusak…

Ya Allah, bantulah mujahidin dan janganlah Engkau celakakan mereka, tolonglah mujahidin dan janganlah Engkau buat mereka kalah, buatkanlah mereka makar dan janganlah Engkau jadikan mereka terkena makar, berikanlah petunjuk kepada mereka dan mudahkanlah mereka dalam meraih petunjuk, menangkanlah mereka dari siapa saja yang membangkang kepada mereka…

Ya Allah, tolonglah para mujahidin dari orang yang menzhalimin mereka… Ya Allah, bunuhlah orang kafir yang menghalangi jalan-Mu, mendustai Rasul-Mu dan tidak percaya dengan janji-Mu… Ya Allah, jadikanlah mereka berselisih, masukkanlah rasa takut ke dalam hati mereka, dan siksalah mereka.

Ya Allah kami diintimidasi dan Engkau adalah Dzat yang paling mulia…

Akhir kata, segala puji bagi Allah, Rabb semesta alam.

Wallahu A’lam, shalawat serta salam kepada Nabi kita, Nabi Muhammad, kepada keluarganya dan kepada para sahabatnya.

 

Ditulis oleh: Husain bin Mahmud
Gaza –  Jumadil Akhir, 1427 H

 


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s