Khutbah Pertama Amir Al-Qaeda Cabang Anak Benua India : “Jalan Kami Adalah Perang”

 

By Doen Fahri September 7, 2014 12:47

Khutbah Pertama Amir Al-Qaeda Cabang Anak Benua India : “Jalan Kami Adalah Perang”


بسم الله الرحمن الرحيم
 
JALAN KAMI ADALAH PERANG
Oleh: Syaikh Ashim Umar – hafizhahullah –
Amir Jamaah
Al-Qaeda di Wilayah Anak Benua India
 
Segala puji bagi Allah yang telah memberikan nikmat kepada umat ini dengan mewajibkan perang kepada kekasih-Nya Shallallhu alaihi wa sallam, yang telah diutus dengan membawa rahmat bagi sekalian alam, dengan membawa 4 bilah pedang untuk meninggikan kalimat Islam dan menjaganya, serta menghinakan kalimat kekufuran dan melenyapkannya.

Kami bersaksi bahwa tidak ada Ilah yang berhak diibadahi kecuali Allah saja, tidak ada sekutu bagi-Nya dalam hal penciptaan dan kuasa, kami juga bersaksi bahwa Nabi kita adalah Muhammad hamba sekaligus Rasul-Nya yang diutus dengan membawa petunjuk dan agama yang benar agar ia dapat menujukkannya kepada agama-agama yang lain, kepada keluarga dan para sahabat beliau yang bagaikan para rahib di malam hari dan singa di siang hari, Amma ba’du:

Allah berfirman di dalam Al-Quran:

“Maka berperanglah kamu pada jalan Allah, tidaklah kamu dibebani melainkan dengan kewajiban kamu sendiri. Kobarkanlah semangat Para mukmin (untuk berperang). Mudah-mudahan Allah menolak serangan orang-orang yang kafir itu. Allah Amat besar kekuatan dan amat keras siksaan(Nya)” [Qs. An Nisa’: 84].

Dari Ibnu Umar Radhiyallahu Anhuma, ia berkata bahwa Rasulullah SAW telah bersabda:

بُعِثْتُ بَيْنَ يَدَيْ السَّاعَةِ بِالسَّيْفِ حَتَّى يُعْبَدَ اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَجُعِلَ رِزْقِي تَحْتَ ظِلِّ رُمْحِي

“Aku diutus dengan pedang menjelang hari kiamat hingga hanya Allah semata lah yang disembah, tidak ada sekutu bagi-Nya; dijadikan rizkiku di bawah bayangan tombakku.”

Wahai saudara-sauda yang terhormat!

Assalamu’alaikum warahmatullah wa barakatuh…

Pertama-tama kami ingin mengucapkan selamat kepada umat kita yang tercinta atas dibentuknya Jamaah Qa’idatul Jihad di Wilayah Anak Benua India, dan kami meminta kepada Al Maula Azza wa Jalla agar menjadikan permulaannya ini dapat menimbulkan sukacita kaum muslimin, dan kemarahan bagi orang-orang kafir serta para murtaddin.

Pada kesempatan ini kami ingin memperbarui bai’at kami kepada Amir Jamaah Qa’idatul Jihad, Syaikh Ayman Azh Zhawahiri – hafizhahullah –, yang bersamaan dengannya kami juga ingin memperbarui bai’at kepada amirul mukminin Mulla Muhammad Umar Mujahid – hafizhahullah –, dengan menyatakan bahwa kami akan mendengar dan taat selama dalam hal kebaikan, akan menjaga rahasia kaum muslimin, dan akan terus berjalan di atas landasan perang di jalan Allah, demi menegakkan kembali kekhilafahan Islam yang berdasarkan manhaj nubuwah.

Kami juga ingin mengingatkan kepada diri kami sendiri serta kaum muslimin secara umum, dan para mujahidin secara khusus, bahwa Allah Subhanahu wa Ta’ala telah mewajibkan perang ini dengan cara yang menarik, yaitu dengan mengkhususkan pembebanannya kepada Nabi kita Al Habib Shallallhu alaihi wa sallam secara personal, sebagaimana yang disebutkan di dalam firman-Nya: “Maka berperanglah kamu pada jalan Allah”, berperanglah kamu sendirian wahai Muhammad, “tidaklah kamu dibebani melainkan dengan kewajiban kamu sendiri”, maka janganlah menghiraukan apa yang diperbuat oleh orang selain dirimu. Lalu setelah itu Allah memerintahkan kepada beliau untuk memotivasi orang-orang yang beriman, sebagaimana firman-Nya: “Kobarkanlah semangat Para mukmin (untuk berperang)”, maksudnya adalah memotivasi orang-orang yang beriman untuk berperang serta mendorong mereka, mengarahkan dan mengajak mereka untuk melakukannya, sedangkan orang-orang yang memilih untuk berdiam diri dan tidak berangkat berperang, maka itu tidak membahayakan dirimu dan kamu tidak akan dihukum karenanya, karena kamu dibebani untuk berperang sendirian.

Kita kemudian menyaksikan sayyidina Abu Bakar Radhiyallahu Anhu mengikuti petunjuk yang diberkahi ini, sebagaimana perkataannya yang diucapkan secara terang-terangan, bahwa ia akan memerangi orang-orang yang tidak mau membayar zakat: “Saya akan memerangi mereka sendirian, bahkan walaupun tangan kananku ini menyelisihi diriku, maka akan memerangi mereka dengan menggunakan tangan kiriku”, maksudnya adalah saya akan memerangi mereka baik ada orang yang menolongku, maupun tidak ada. Saya akan memerangi orang yang tidak mau mengerjakan walaupun hanya satu kewajiban dari ketetapan-ketetapan syariat yang telah ada dengan diriku sendiri, walaupun separuh dari badanku tidak mau memerangi mereka, maka saya akan tetap berperang dengan separuh badan yang lain. Walaupun tangan kananku tidak mau berperang, namun aku akan tetap memerangi mereka dengan tangan kiriku.

Sejarah Islam menyaksikan bahwa sejak saat itu, para ulama tidak ada yang ragu-ragu untuk menyerukan jihad baik siang maupun malam, kemudian mereka keluar berperang untuk megalahkan musuh-musuh Allah bersama orang-orang yang merespon ajakan mereka, baik jumlahnya banyak maupun sedikit. Di sini kami mulai bertanya-tanya, apalah arti dari melawan orang-orang kafir seorang diri dan tanpa memiliki persiapan dan persenjataan, bagaimana bisa kita mengalahkan orang-orang kafir jika seperti ini? Namun Allah menjawab pertanyaan kita ini di dalam ayat yang sama, Allah berfirman: “Mudah-mudahan Allah menolak serangan orang-orang yang kafir itu. Allah Amat besar kekuatan dan amat keras siksaan(Nya)” [Qs. An Nisa’: 84]. Jadi Allah lah yang akan menggoyahkan tekad orang-orang kafir sehingga mereka melarikan diri dari peperangan.

Wahai saudaraku sesama muslim dan juga mujahid, jadi keberangkatan kalian untuk berperang lah yang akan menjadikan nyali orang-orang kafir ciut, walaupun kalian hanya memiliki sedikit perbekalan dan persenjataan, teknik mereka akan runtuh di hadapan keteguhan kalian. Biarkanlah orang-orang kafir memiliki bala tentara dan kekuatan, dan biarkanlah pesawat-pesawat tempur mereka itu terbang di udara pagi dan petang, serta armada mereka menjelajahi samudera, karena jika urusanmu engkau serahkan kepada Allah dan engkau bertawakkal kepada-Nya, maka tekad mereka akan jatuh, moral mereka akan runtuh, dan mereka akan ditimpa dengan rasa takut, namun syaratnya satu: jangan sampai engkau meninggalkan setiap peperangan yang ada, “Berangkatlah kamu baik dalam keadaan merasa ringan maupun berat..”.

Allah lah yang telah menjatuhkan Rusia, dan akan menghinakan Amerika yang mengklaim sifat Rububiyah untuk dirinya. Tidak akan ada seorangpun dari hamba-hamba Amerika, melainkan ia ragu terhadap kerububiyahannya, bahkan tidak mengakuinya. Maka engkau harus berperang dan jangan ragu, berperanglah maka engkau akan mendapati bahwa tatanan politik dunia akan jatuh, poros kedigdayaan akan berganti, dasar-dasar persahabatan dan permusuhan akan berubah, garis-garis yang dibuat oleh PBB akan hancur karena terkena pukulan perang, dan bala tentara kafir yang jahat akan berbalik mundur dan melarikan diri dari medan perang.

Ketahuilah, bahwa janji Allah ini adalah kekal hingga hari kiamat. Benar, janji ini akan terus berlaku seperti dahulu sejak 14 abad yang lalu, dan agar orang-orang melihat dengan mata kepalanya sendiri bagaimana Allah memberikan kekuatan dalam amal jihad ini. Amerika yang pernah bermimpi untuk merebut Afghanistan dari tangan kami, berapa banyak Afghanistan-afghanistan lain yang bermunculan di muka bumi ini dan kita melihatnya dengan jelas, dahulu fir’aun ini pernah mengancam untuk datang datang menjajah, namun hari ini ia takut mendatangi kita di Somalia, Yaman, dan Syam berkat dakwah kami.

Wahai para pemuda umat ini, saksikan dan perhatikanlah, sesungguhnya zaman kebangkitan Islam telah memasuki fase baru, peta dunia dan keseimbangannya mulai berubah, barisan-barisan dan pasukan-pasukan yang ada mulai menampakkan kubu manakah yang ia bela, para mujahidin sudah  berada di puncak gunung, menyelam di lautan, teriakan takbir mereka juga menggema di angkasa, lihatlah kepada peta dunia..

Allah telah memberikan anugerah kepada para hamba-Nya di Afghanistan sebuah kemenangan yang bersejarah, para mujahidin Yaman sudah mulai menguasai medan perang di wilayah teluk Aden, yaitu pintu masuk bagi orang-orang barat menuju terusan Suez. Di sisi lain dari teluk Aden, para mujahidin Somalia terus merangsek dan menyerang. Lalu lihatlah ke wilayah-wilayah yang ada di sebelah selatan laut tengah, maka kalian akan menyaksikan pergerakan-pergerakan jihad di Mesir, Libya, Aljazair dan Tunisia mulai mempersiapkan bekal serta persenjataan mereka, sedangkan jarak antara pantai Tunisia dengan Italia itu hanya 150 kilometer.

Allah telah mewajibkan perang kepada umat ini agar mereka menghempaskan orang-orang kafir, Allah telah mengumumkan di dalam kitab-Nya: “dan perangilah mereka, supaya jangan ada fitnah dan supaya agama itu semata-mata untuk Allah”.

Perangilah mereka, tidak hanya satu tahun, tidak juga dua tahun atau beberapa tahun, namun perangilah mereka hingga tidak ada fitnah dan hingga agama itu semata-mata untuk Allah, hingga kekuatan kufur dan seluruh pemerintahan yang ada kecuali pemerintahan Islam jatuh, hingga syariat Allah tegak dengan sempurna tidak ada yang kurang. Allah telah berfirman di sini: ”dan supaya agama itu semata-mata untuk Allah” maksudnya adalah seluruh aspek pemerintahan itu haruslah diperuntukkan kepada Allah, sesuai dengan apa yang Ia ridhai, sesuai dengan apa yang di arahkan oleh Al-Quran, bukan sebagian untuk Islam dan sebagian lagi untuk orang kafir, akan tetapi semuanya adalah untuk Allah.

Maka agar semua orang tahu bahwa kami dan seluruh mujahid di dunia tidak akan duduk tenang hingga kekuatan orang-orang kafir menjadi binasa, dan hingga Al-Quran itu berhasil diterapkan. Karena tidaklah Allah mengutus kekasih-Nya ini dengan membawa Al-Quran, kecuali agar seluruh pemerintahan yang ada berpegang kepadanya dan agar kegelapan dunia dapat dihilangkan.

Waka wahai saudara-saudaraku para mujahidin, jika kalian ingin mendapatkan ridha Allah maka kalian harus melanjutkan perang ini. Jika kalian ingin menghancurkan kezhaliman kufur, maka kalian harus melanjutkan perang.  Jika kalian ingin menerapkan agama kalian, maka kalian harus meneruskan langkah jihad ini. Jika kalian ingin menjaga kehormatan Nabi kalian Al Habib Shallallhu alaihi wa sallam dan ingin melihat martabat para sahabat tetap terjaga, maka sekali-kali janganlah kalian berhenti dari berperang, sekali-kali janganlah kalian memperlambat langkah, entah mungkin kepala kami yang harus jatuh, dan potongan-potongan jasad kami yang harus berceceran, sebegaimana yang dialami oleh para ustadz dan teman-teman kami, atau Allah akan memberikan kemenangan kepada kita. Saya bersumpah demi Sang Pemilik Ka’bah, sesungguhnya kemenangan itu adalah sekutu bagi agama Muhammad Shallallhu alaihi wa sallam, dan tidak akan ada yang tersisa kecuali agama yang dianut oleh beliau.

Wahai para mujahidin! Ucapan-ucapan keputus-asaan bukanlah merupakan tabiat para salaf, bacalah Al-Quran, karena Allah Azza wa Jalla telah berfirman:

“dan berapa banyaknya Nabi yang berperang bersama-sama mereka sejumlah besar dari pengikut (nya) yang bertakwa. Mereka tidak menjadi lemah karena bencana yang menimpa mereka di jalan Allah, dan tidak lesu dan tidak (pula) menyerah (kepada musuh). Allah menyukai orang-orang yang sabar” [Qs. Ali Imran: 146].

Wahai saudara-saudaraku para mujahidin di seluruh dunia, kalian harus mengikuti jejak para pendahulu kalian semisal Sayyid Ahmad Asy Syahid, Syah Ismail Asy Syahid, Syaikh Abdullah Azzam, Syaikh Usamah bin Laden, Mulla Burjan, Mulla Dadullah, Syaikh Abu Mushab Az Zarqawi, Mufti Nizhamuddin Syamzi, Ghazi Abdur Rasyid, Syaikh Anwar Al ‘Aulaqi, – Rahimahumullah –. Darah para ulama yang tumpah demi membela agama tengah memanggil kalian. Wahai kalian yang mengorbankan masa muda kalian di jalan Allah! Wahai kalian yang di hatinya terkumpul harapan umat! Wahai kalian yang menyalakan lentera-lentera agama dengan darah kalian! Janganlah sekali-kali langkah kalian menjadi berat karena panjangnya perjalanan, janganlah sekali-sekali terbersit rasa putus asa di dalam hati kalian ketika kalian telah berada di garis depan, karena Allah telah mengumumkannya: “dan Allah menyukai orang-orang yang sabar”.

Wahai para mujahidin! Telah tiba waktunya untuk menjalankan semboyan yang telah saya kemukakan tadi, “kalau bukan syariah, maka syahadah”, yakinlah kalian bahwa Allah telah menuliskan kemenangan bagi agama kalian, kalimat tauhid tidak mungkin dapat dikekang di dalam batasan-batasan yang lemah, melalui tangan putra-putra tauhid, ia akan menerjang segala kekuatan, segala batasan dan segala rencana yang dibuat untuk melawannya. Dan kalian akan menyaksikan dengan mata kepala kalian, bahwa kekuatan kekufuran internasional akan jatuh dengan izin Yang Maha Esa.

Darah para muwahhidin tumpah untuk menyirami taman syariat, tetesan darah orang-orang yang beriman tumpah di berbagai belahan dunia, darah orang arab tumpah, darah keluarga Nabi Muhammad SAW tumpah, darah putra-putra sahabat juga tumpah, darah rakyat Afghan mengalir menjadi sebuah danau, darah muslim Anak Benua India juga tumpah menyirami taman ini. Dan ini tidak terbatas dilakukan oleh kaum lelaki saja, namun putri-putri agama Muhammad Shallallhu alaihi wa sallam juga memiliki kisah yang tak kalah mengagumkan demi meninggikan kalimat Allah, yang hingga kini kita masih dapat mengenang mereka, ada Khaulah, Khansa’, Sumayyah dan Zunairah Radhiyallahu Anhunna, wanita-wanita lainnya ada juga yang berhijrah demi kalimat ini.

Demi menegakkan syariat ini, para mahasiswi Universitas Hafshah rela dibakar tubuhnya dengan menggunakan fosfor putih, para wanita-wanita paruh baya juga rela kehilangan liver mereka di dalam gelapnya penjara, apakah semua ini hanya akan menjadi pengorbanan yang sia-sia? Tidak akan, sungguh tidak akan. Saya bersumpah dengan nama Sang Pemilik Ka’bah, bahwa seluruh pengorbanan ini akan membuahkan hasil, bukan hanya di Pakistan saja, bahkan kafilah jihad ini akan mampu menjangkau New Delhi, tapak kakinya akan mampu menginjak-injak perbatasan-perbatasan antar negara. Bahkan tidak sampai di situ saja, semua orang harus tahu bahwa dengan keberanian yang kami miliki – berkat upaya dari Allah – kami telah menetapkan untuk menginjakkan kaki kami di New Delhi lalu menyebarkan gelora kebangkitan islam di Dhakka dan Burma.

Barangsiapa di antara saudara-saudara kami para mujahidin yang Allah panjangkan umurnya, maka dirinya akan menyaksikan bahwa pasukan tersebut akan merubah Anak Benua India menjadi Anak Benua Islam dengan izin Allah.

Pengorbanan-pengorbanan ini telah berlangsung selama 40 tahun, dan tersebar mulai dari Khurasan hingga Maghribi, ini semua agar menjadikan kalian mengingat bahwa darah-darah yang tumpah tersebut tidak akan berakhir sia-sia, ini adalah darah para wali Allah yang akan merubah perjalanan sejarah, yang menjadi landasan bagi kebangkitan Islam.

Saya bersumpah dengan nama Rabbnya Muhammad Shallallhu alaihi wa sallam, pemerintahan kufur internasional ini harus musnahkan, Amerika harus hengkang dari medan-medan perang tersebut, bala tentara murtad bayaran harus melarikan diri, promosi dan gembar-gembor mereka telah gagal, kedustaan, makar dan Dajjal telah musnah, miliaran dollar telah dihabiskan dengan sia-sia. Jika menilik kembali sejarah pasukan bayaran koalisi internasional, maka kalian akan mendapatkan bahwa ia dipenuhi dengan sikap pengecut dan kabur dari medan perang, maha benarlah firman Allah:

“Sesungguhnya orang-orang yang kafir menafkahkan harta mereka untuk menghalangi (orang) dari jalan Allah. Mereka akan menafkahkan harta itu, kemudian menjadi sesalan bagi mereka, dan mereka akan dikalahkan. dan ke dalam Jahannamlah orang-orang yang kafir itu dikumpulkan” [Qs. Al Anfal: 36].

Biarlah mereka membentuk koalisi sesuka hati mereka untuk memadamkan cahaya Allah, karena Rabb kita telah mengabarkan kepada kita di dalam firman-Nya:

“supaya Allah memisahkan (golongan) yang buruk dari yang baik dan menjadikan (golongan) yang buruk itu sebagiannya di atas sebagian yang lain, lalu kesemuanya ditumpukkan-Nya, dan dimasukkan-Nya ke dalam neraka Jahannam. Mereka Itulah orang-orang yang merugi” [Qs. Al Anfal: 37]

Koalisi yang buat tidak menujukkan akan kecerdasan dan kesuksesan strategi mereka, karena Allah telah mengunci hati mereka; mereka bersama koalisi mereka bersatu padu agar dibedakan antara yang buruk dan baik, agar seluruh dunia tahu siapa yang berkoalisi dengan siapa, siapa yang berjihad melawan Hindu dan siapa yang senang dengan perjanjian damai dengannya, siapa yang meyakini bahwa Hindustan adalah musuh bagi mereka, siapa yang mengalungkan bunga ke lehar para pembantai, Allah akan memperlihatkannya kepada dunia. Kami tahu bahwa lidah-lidah akan mampu menipu kami dan mampu untuk menuduh serta menfitnah kami, akan tetapi kami akan berkata seperti perkataan para sahabat Nabi Muhammad SAW: “Cukuplah Allah menjadi Penolong kami dan Allah adalah sebaik-baik Pelindung”. Walaupun lidah-lidah itu dapat menipu, walaupun gembar-gembor tersebut memusuhi kami, walaupun fitnah-fitnah tertuju kepada kami, akan tetapi Allah akan menyingkap kebenaran di hadapan seluruh dunia, dan kalian akan menyaksikan orang-orang yang busuk itu menjadi kayu bakar di neraka.

Allah berfirman: “Katakanlah kepada orang-orang yang kafir itu: ‘Jika mereka berhenti (dari kekafirannya), niscaya Allah akan mengampuni mereka tentang dosa-dosa mereka yang sudah lalu; dan jika mereka kembali lagi, sesungguhnya akan berlaku (kepada mereka) sunnah (Allah terhadap) orang-orang dahulu’ ” [Qs. Al Anfal: 38].

Kami ulangi ayat ini di hadapan kekuatan kufur internasional dan para murtadin, dan kami katakan kepada mereka: Hentikanlah permusuhan kalian terhadap Islam dan kezhaliman kalian terhadap kaum muslimin, karena itu lebih baik bagi kalian. Jika kalian tidak mau menghentikannya, maka dengan upaya dari Allah kami akan menjadi seperti angin badai yang menimpa Kaum ‘Ad dan gempa bumi yang menimpa Kaum Tsamud bagi kalian. Jika kalian tidak mau menghentikan permusuhan kalian kepada Allah dan Rasul-Nya, maka Allah akan mengirimkan sejumlah lelaki kepada kalian yang telah berkorban dengan segala apa yang mereka miliki demi agama Allah, dan mereka menjual nyawa mereka kepada Allah. Para lelaki yang menyambut kematian dengan segenap kebahagiaan dan suka cita, Allah akan mengutus mereka untuk menolong agama-Nya dan menerapkan syariat-Nya, mereka rindu untuk bertemu rabb mereka sebagaimana kalian rindu dengan botol-botol minuman keras. Mereka akan memberikan contoh yang mengagumkan dalam hal kecintaan, sejarah akan mencatat mereka dengan bangga, para pelajar akan belajar dari buku-buku yang mengisahkan tentang mereka. Mereka adalah orang-orang yang memiliki hati yang hidup, mereka mennghiasi diri mereka dengan senapan karena kecintaannya kepada Allah serta kepada agama dan kekasih-Nya Shallallhu alaihi wa sallam. Mereka akan berjalan memasuki barisan kalian sembari menggaungkan kalimat tauhid, kemudian akan menembus markas-markas kalian dengan menggunakan mobil yang penuh dengan bom dan meledakkannya dengan ledakan yang setinggi istana. Ketika mereka melihat bidadari, maka bertambahlah kecintaan mereka kepada Allah, mereka berani menghadapi kematian sedangkan kalian takut. Sesungguhnya pengorbanan mereka akan merubah segala pelatihan kalian, teknik kalian, dan strategi kalian menjadi remeh seperti tumpukan pasir. “Sesungguhnya akan berlaku (kepada mereka) sunnah (Allah terhadap) orang-orang dahulu”, ia adalah sunnatullah, dan kami akan mengulangnya kembali insya Allah, dengan memusnahkan patung pemerintahan kufur kalian sepotong demi sepotong, dan kami akan mengembalikan eksistensi pemerintahan Muhammad Shallallhu alaihi wa sallam.

Kalian membohongi publik dengan jargon-jargon keamanan internasional, bagaimana mungkin masyarakat dapat menikmati rasa aman di bawah pemerintahan kalian yang kafir, padahal ia adalah asal-usul kehancuran, sumber kerusakan dan mainan setan. Kami mengundang seluruh umat manusia untuk membaca sejarah sekali lagi agar mereka dapat menyadari bahwa masyarakat tidak pernah menikmati rasa aman kecuali di bawah naungan Kitab Allah. Kajilah sejarah Islam yang telah berlalu selama 14 abad, agar kalian dapat mengetahui bahwa siapakah sebenarnya yang berhasil mewujudkan rasa aman bagi masyarakat dan siapakah sebenarnya yang memenuhi dunia dengan kerusakan. Kami selalu mewujudkan rasa aman di dunia ini setiap kali kami memimpin, bahkan para kafir dzimmi dapat hidup dengan aman di bawah naungan kekhilafahan.

Wahai bangsa Yahudi musuh Allah, apakah kalian tidak ingat bahwa kekhilafahan kami pernah melindungi kalian ketika kalian diusir dari Eropa, lalu kalian hidup dengan aman di sisi kami, akan tetapi kalian mengkhianati kami??

Wahai kaum musyrikin Hindu, apakah kalian lupa bahwa kesultanan Islam di India telah mengajarkan peradaban manusia kepada kalian? Jika tidak, maka kalian masih akan membakar para wanita yang ditinggal mati oleh para suami mereka, kalian akan masih tidak memberikan hak waris dari ayah yang meninggal kepada anaknya yang wanita, kalian masih akan menyembah batu, ular, kalajengking dan kotoran hewan.

Kaum muslimin di India dan Pakistan harus tahu, dan orang-orang kafir juga harus mendengarkan; bahwa sesungguhnya dunia tidak mungkin dapat menikmati rasa aman dan nyaman kecuali di dibawah naungan satu agama dan satu pemerintahan, agama milik Sang Pencipta dunia, pemerintahan milik Sang Pengatur alam semesta, pemerintahan yang menjadikan tujuan diutusnya Nabi yang penuh kasih sayang Shallallhu alaihi wa sallam. Jika tidak, maka kita tidak akan mendapati adanya rasa aman di masa lalu dan saya menjamin kalian tidak akan bisa mewujudkannya di masa depan. Bahkan sebaliknya kalian menghadiahi dunia ini dengan dua perang dunia dalam kurun waktu 20 tahun sejak kekhilafahan mengalami kelemahan dan keruntuhan, dan kini kalian ingin membuat perang yang ketiga. Kami juga memperingatkan kepada kalian sekali lagi, janganlah kalian menzhalimi rakyat demi menjalankan skema ala setan, hentikanlah.. hentikanlah, jika kalian tidak mau maka dengarkanlah:

Percikan api dan lahar kematian akan mendatangi benteng-benteng kalian, agar kalian dapat menyaksikan kehancuran kalian dengan mata kepala kalian sendir, kalian akan menjilati luka kalian di seluruh sisa umur kalian, kalian akan menangisi diri kalian sendiri, dan merasakan racun yang bernama kehinaan, maka kondisi kalian seakan-akan tidak hidup dan juga tidak mati.

Bagaimana bisa kalian mengimpikan surga jika kalian masih saja menghancurkan bangunan iman? Bagaimana mungkin kalian akan dapat hidup enak jika kalian masih terus menyiksa umat kami?

Waspadalah kalian dan tunggu saja!!

“Katakanlah: ‘tidak ada yang kamu tunggu-tunggu bagi Kami, kecuali salah satu dari dua kebaikan. Dan Kami menunggu-nunggu bagi kamu bahwa Allah akan menimpakan kepadamu azab (yang besar) dari sisi-Nya. Sebab itu tunggulah, Sesungguhnya Kami menunggu-nunggu bersamamu’ ” [Qs. At Taubah: 52].

Akhir kata, segala puji bagi Allah rabb semesta alam.

 


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s