Seruan Jihad dari Syaikh Al-Muhaisiny Ditengah Gencarnya Serangan Koalisi Salibis Terhadap Umat Islam

By Doen Fahri October 9, 2014 10:31

Seruan Jihad dari Syaikh Al-Muhaisiny Ditengah Gencarnya Serangan Koalisi Salibis Terhadap Umat Islam

Kondisi peperangan di Syam demi Allah dipenuhi dengan kabar gembira dan kemenangan yang tidak dapat kami hitung, dari Dar’a ke Damaskus, lalu ke Aleppo dan As Sahil, inilah janji Rabb kita.

Di Qalamoun dan Lebanon, Hizbusy syaithan dibantai oleh para singa Jabhah Nushrah, puluhan personel tewas dan sejumlah lainnya berhasil ditangkap, kini dengan izin Allah, para tentara Hizbusy syaithan itu sebentar lagi akan dieksekusi.

Para mujahidin juga berhasil merebut sejumlah besar roket anti tank yang berasal dari bantuan Amerika kepada Hizbusy syaithan.

Sedangkan di Dourin (Provinsi Latakia), para mujahidin berjuang dengan penuh keberanian melawan pasukan Nushairiyah dan berhasil membunuh puluhan personel mereka, di antaranya adalah sejumlah pejabat penting di kemiliteran.

Di Handarat (Aleppo) para pejuang Jaisy Muhajirin dan Jabhah Islamiyah melakukan pengintaian dan berhasil menyergap dan menawan sejumlah orang syiah yang berkebangsaan Afghan! Sedangkan sisanya terbunuh dan pertempuran masih terus berlanjut.

Ini adalah beberapa kabar gembira dari Syam, adapun kabar gembira dari Yaman adalah para pejuang Anshar Syariah berhasil menawan sejumlah pasukan Hautsiyyin.

Saya meminta kepada sang singa pertempuran, Abu Ahmad Al Maghribi – Taqabbalahullah –, sang Amir Harakah Syam Islam untuk bernasyid dengan suaranya yang merdu:

Banyak orang meninggalkan jihad di jalan Allah berdalih dengan banyak alasan, dan ia tidak takut dengan firman Allah:

إِلَّا تَنفِرُواْ يُعَذِّبۡكُمۡ عَذَابًا أَلِيمٗا وَيَسۡتَبۡدِلۡ قَوۡمًا غَيۡرَكُمۡ

“Jika kamu tidak berangkat untuk berperang, niscaya Allah menyiksa kamu dengan siksa yang pedih dan digantinya (kamu) dengan kaum yang lain” [Qs. At Taubah: 39]

Barangsiapa yang beralasan bahwa ia meninggalkan jihad lantaran para mujahidinnya telah rusak, buruknya perekrutan mereka, terdapat perpecahan di antara mereka, atau ada yang mengendalikan mereka, maka kami akan menjawabnya dengan firman Allah:

فَقَٰتِلۡ فِي سَبِيلِ ٱللَّهِ لَا تُكَلَّفُ إِلَّا نَفۡسَكَۚ

“Maka berperanglah kamu pada jalan Allah, tidaklah kamu dibebani melainkan dengan kewajiban kamu sendiri” [Qs. An Nisa’: 84].

Merugilah bagi setiap bapak dan ibu yang tidak mengizinkan anaknya berangkat berperang.. Wahai ayah dan ibu yang terhormat: apakah kalian tidak senang jika kalian mengikutkan mereka untuk mendapatkan pahala yang agung dari Allah?

Sungguh beruntung apabila ada pemuda yang berangkat berjihad lalu ibunya berkata kepadanya: “wahai anakku, aku ingin agar engkau membahagiakanku dengan kesyahidanmu” lalu anaknya menjawab: “wahai ibu, saya ingin mempersembahkan kepadamu kesyahidan sehingga saya dapat memberikan syafaat kepadamu dan 70 orang sanak familiku”.

Berikut ini adalah seorang lelaki yang berperang di jalan Allah lalu kedua tangannya putus, namun ia terus saja berjuang hingga jihadnya ini menjadi hujjah terhadap para qaidun (orang yang duduk-duduk tidak berjihad,-red).

Di saat peristiwa-peristiwa akhir-akhir ini, beberapa orang di antara mereka yang tertinggal dari jihad beralasan bahwa jihad telah dikendalikan oleh kepentingan lain, maka kami katakan: “tidaklah kamu dibebani melainkan dengan kewajiban kamu sendiri”.

Seorang mujahidin bertanya kepadaku dengan suara yang tinggi dan berapi-api, apakah masuk akal apabila ada orang yang tidak mengeluarkan satupun pernyataan yang mengingkari operasi salibis? Bukankah ini berkenaan dengan aqidah dan agama?

Maka saya jawab: “Yang lebih disayangkan lagi adalah ketika kita mendapati puluhan kicauan twitter darinya yang membahas apa perbedaan antara takbir muthlaq (takbir pada bulan Duzl Hijjah) dan takbir muqayyad (takbir pada setiap sehabis shalat 5 waktu dimulai sejak shalat shubuh hari Arafah / 9 Dzulhijjah hingga shalat asar hari Tasyriq yang terakhir) dan kami tidak melihat satupun kicauan twitter darinya yang menentang para salibis!

Saya disini ingin mengajukan pertanyaan kepada para pelajar, jika kalian berasalan bahwa diamnya kalian terhadap serangan salibis karena kondisi yang terpaksa, maka apakah seorang manusia akan terus merasa terpaksa walaupun saudaranya tengah sekarat.

Jikalau sebuah keputusan menetapkan bahwa kaum wanita boleh menyetir mobil, spontan bermunculanlah pernyataan-pernyataan yang membantah, namun di manakah mereka ketika pasukan salibis muncul dan menyerang kaum muslimin?

Apakah kalian tega Islam tengah dilanda oleh perang yang hebat di Syam, Yaman, Lebanon, Iraq, dan negeri lainnya, kemudian satu-satunya peran yang kalian berikan pada saat ini adalah menonton headlines news di Al Jazeera Channel sambil bersikap tidak peduli?

Ia meninggalkan jihad lantaran para mujahidinnya berselisih, tidak ada organisasi, tidak mengetahui kebenaran, takut fitnah, perang yang panjang, kesalahan-kesalahan yang dilakukan oleh beberapa faksi dan lain-lain, namun ia lupa dengan firman Allah:

لَا تُكَلَّفُ إِلَّا نَفۡسَكَۚ

“tidaklah kamu dibebani melainkan dengan kewajiban kamu sendiri” [Qs. An Nisa’: 84].

Wahai para mujahidin, apakah kalian kira kalian tidak akan diuji dan mengalami berbagai bencana sedangkan kalian tengah menjalankan amalan puncak Islam? Namun cukuplah bagi kalian bahwa sesaat berada di medan jihad di jalan Allah lebih baik dari pada beribadah 60 tahun, begitu sabda Nabi Shallallahu alaihi wa sallam.

Wahai para mujahidin, di dalam surga tidak ada pintu yang bernama Jabhah Nushrah, Jabhah Anshar Din, atau Ahrar Syam, yang ada hanyalah pintu jihad di jalan Allah.

“Tidak akan terkumpul seorang kafir dengan pembunuhnya di dalam neraka selamanya”.

“Barangsiapa yg berdebu kedua kakinya menuju di Jalan keridhoan Allah, maka Allah haramkan ia dari api neraka”.

“Barangsiapa yang menembakkan sebuah panah, maka baginya surga”.

“Barang siapa yang berperang seukuran dua kali memerah unta, maka baginya masuk Surga”.

 

Dr. Abdullah Al Muhaisini

 


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s