Al-Muzhaffar Qutz

Fathu Makkah yang terjadi pada tahun ke 8 hijrah. Fathu Makkah merupakan sebuah kemenangan besar ajaran tauhid dengan semua sistem syari’atnya atas ideology, keyakinan dan sistem hidup jahiliyah yang dipenuhi kekufuran, kemusyrikan dan kezaliman. Indikator kongkritnya adalah masuknya manusia dengan berbondong-bondong ke dalam Islam. Peristiwa ini mengajarkan kepada kita bahwa Fathu Makkah adalah bukti tegaknya syariat Allah di muka bumi. Tidak ada lagi syari’at lain di negeri-negeri Islam dan masyarakat Islam selain syari’at Rabbul ‘Alamin. Semua sistem jahiliyah baik yang diciptakan sendiri maupun peninggalan nenek moyang hancur berkeping-keping di hadapan syari’at Allah, Tuhan Pencipta alam semesta. Inilah kemenangan total dakwah Islam yang sebenarnya. Kemenangan dakwah Islam yang tidak seperti kemenangan pada Fathu Makkah adalah kemenangan semu, juz-iyyah (parsial) dan bahkan bisa juga kemenangan tipu-tipuan.

Allah mencatatkan peristiwa ini dalam kitab-Nya yang abadi ketika Dia berfirman :

“Apabila telah datang pertolongan Allah dan kemenangan, dan kamu lihat manusia masuk . Ma`rakah [perang] Ain Jalut yang terjadi pada tanggal 24 bulan Ramadhan tahun 658 hijrah.

Pada peperangan ini kaum Muslimin di bawah pimpinan seorang amir /pemimpin yang shalih; Al-Muzhaffar Qutz berhasil menghancurkan pasukan Tartar di sebuah lembah di Negri Palestina yang dikenal dengan nama Ain Jalut..

Ada peristiwa yang sangat menarik dari Ma`rakah [perang] Ain Jalut yang dicatat oleh sejarah dengan tinta emas. Pada saat Al-Muzhaffar Qutz melihat moral tentara kaum Muslimin menurun akibat pukulan dan serangan yang luar biasa dari pasukan Tartar yang dikenal sangat tangguh dan ganas itu, Al-Muzhaffar Qutz dengan cerdas menciptakan yel-yel atau syi’ar yang akan mengingatkan para prajuritnya bahwa mereka bukanlah sedang mengejar harta dan kedudukan, dan bukan pula sedang membela sejengkal tanah atas dasar nasionalisme. Akan tetapi, mereka sedang meperjuangkan Islam yang sudah diinjak-injak kesuciannya oleh pasukan Tartar sejak mereka memasuki kawasan Islam, khsusnya setelah mereka berhasil menaklukkan Baghdad sebagai ibu kota negera Islam. Lalu Al-Muzhafar memilih kata “wa Islamah” yang berarti “Duhai Islamku”

Sebagai pemimpin dan sekaligus panglima Mujahidin, Al-Muzhaffar Qutz bukan hanya mengeluarkan syi’ar dan yel-yel itu dari atas menara dan gedung tinggi dan membiarkan prajuritnya bertempur mati-matian atas dasar perintah dari al-qiyadah al-‘ulya (pemimpin tertinggi). Akan tetapi, ia maju ke baris terdepan setelah kuda yang Beliau tunggangi jatuh terkena anak panah musuh. Dengan keyakinan yang kuat pada Allah, Beliau berjalan sambil bertempur mengahadapi musuh yang ada di hadapnya satu persatu. Melihat sang pemimpin bertindak seperti itu para perajuritnya mengatakan : ” janganlah anda membahayakan diri dengan berbuat seperti itu, kalau anda mati bagaimana dengan Islam? Ini kuda kami, silahkan anda tunggangi”

Mendengar tawaran yang logis itu, Al-Muzhaffar Qutz berkata :” Saya sedang mencium aroma syurga, mengapa harus saya berlambat-lambat menujunya? Islam itu memiliki Pelindung yang akan senantiasa menjaganya dan sungguh telah terbunuh si fulan dan sifulan..Telah meninggal Abu Bakar, Umar, Utsman dan Ali. Namun, Allah tetap menegakkan dan memelihara agama-Nya dengan orang lain sepeninggalan mereka”.

Inilah keteladanan seorang pemimpin sejati dalam sejarah Islam. Tidak silau dengan berbagai fasilitas duniawi, kapanpun dan di manapun. Di bawah pemimpin seperti inilah prajurit kaum Muslimin mampu mengalahkan dan menghancurkan pasukan Tartar dalam Ma`rakah Ain Jalut yang sangat terkenal itu dan dikenang sepanjang sejarah umat Islam dan tercium harumnya semerbak sampai akhir zaman.

Semua kemenangan dan pertolongan Allah atas kaum Muslimin dalam sepanjang sejarah Islam yang lebih 14 abad itu tidaklah datang tanpa sebab dan tidak pula turun sim salabim. Harus ada upaya yang dilakukan dengan mewujudkan sebab-sebab diturunkannya pertolongan dan kemenangan tersebut. Sejarah Islam itu panjang, lebih dari 14 abad, bukan dari tahun 80-an… Sepanjang sejarah Islam kita menemukan


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s