Kisah Pembunuhan Terhadap Abu Ja’far Al-‘Iraqi yang Dilakukan oleh ISIS

By Doen Fahri September 6, 2014 22:14

Kisah Pembunuhan Terhadap Abu Ja’far Al-‘Iraqi yang Dilakukan oleh ISIS

Berikut ini adalah kisah pembunuhan terhadap Abu Ja’far Al-Iraqi, seorang mantan anggota ISIS yang bergabung dengan Jabhah Nushrah karena menentang pembunuhan-pembunuhan yang dilakukan oleh ISIS terhadap kaum muslimin.

Beliau dibunuh di wilayah Mayadin, propinsi Dier Ezzour, setelah ISIS berhasil mengambil alih wilayah tersebut dari tangan mujahidin. Dan kisah beliau ini diceritakan oleh Syaikh Sultan Al-‘Athawi, salah seorang ulama Jabhah Nushrah yang sebelum pembunuhan tersebut berada bersama Abu Ja’far Al-Iraqi.

Berikut kisahnya :

PEMBUNUHAN TERHADAP ABU JA’FAR AL IRAQI
Oleh : Syaikh Sulthan Al Athawi
Akun twitter : سلطان بن عيسى العطوي ‏  @sultan_alatwee

Saat itu tengah digelar operasi pengusiran khawarij dari Desa Jadid Akidat. Pada saat kami telah sampai di markas ISIS dan tengah terlibat baku tembak, saya dapat kabar bahwa Abu Ja’far terluka.

Beliau terluka dan berusaha untuk mendekati saya, namun saya tidak bisa mendatanginya selama beliau berada di dalam jangkauan tembak sniper dan terus ditembaki olehnya, namun saya memberanikan diri lalu meletakkan rompi, senapan dan pistol, kemudian bergegas mendekatinya.

Saya pun tiba dan langsung membopongnya namun darah dari tubuhnya terus saja mengalir, saat itu saya ragu apakah nyawanya masih ada di dalam jasadnya, maka saya memikulnya di atas pundak saya, beliau bagaikan seekor singa yang terluka sehingga tidak mampu untuk bergerak.

Tak lama kemudian datanglah sebuah panser yang ingin melakukan evakuasi, saya pun memasukkan beliau ke dalam panser untuk segera mendapatkan pengobatan, setelah itu saya duduk dengan darahnya masih menempel di kedua tangan saya, saya pun berfikir: benarkah saya akan kehilangan dirinya?

Disaat saya ingin berangkat untuk mengetahui kondisinya, masuklah waktu shalat jumat, maka saya naik ke atas mimbar dengan masih mengenakan setelan militer, dan masih ada bekas darah Abu Ja’far di tangan saya, dalam khutbah tersebut saya memberikan motivasi kepada orang-orang untuk berperang.

Selang beberapa waktu, akhirnya beliau berhasil mengatasi luka yang ia derita, namun sebelah paru-parunya mengalami luka sobek dan sebagian sarafnya rusak. Beberapa minggu setelah itu saya menjenguknya dan saya merangkulnya, demi Allah pada saat itu saya memiliki perasaan akan kehilangan dirinya. Setelah itu saya pergi lagi untuk bergabung dalam pertempuran di Desa Jadid Akidat, kemudian berlanjut ke Dahlah, lalu Shabhah, dan terakhir di Khasyam dengan misi melakukan serangan balik kepada khawarij.

Setelah saya yakin bahwa wilayah syarqiyah (Deir Ezzour) akan jatuh, dikarenakan sebab-sebab internal dan eksternal, saya berkata kepada beliau, “Kami akan segera keluar, jadi engkau juga harus keluar”, namun beliau menjawab, “saya tidak mungkin keluar dari Deir Ezzour”.

Saya berulang kali mencoba mencegahnya ketika ia mengumumkan kecurangan khawarij dan kedengkian mereka terhadap kaum muslimin, namun beliau enggan. Beliau juga memutuskan untuk menetap dan tidak keluar dari wilayah Mayadin (salah satu wilayah di Provinsi Deir Ezzour), maka saya meminta kepadanya apabila ia tertangkap oleh pihak ISIS, agar berbai’at dengan niat ‘taqiyah’, namun beliau berkata kepadaku: “anda kan sudah tahu siapa Al Iraqi (diri saya) ini, demi Allah, saya ingin pembalasan.. pembalasan..”.

Ketika kami telah keluar dari Deir Ezzour, dan khawarij telah berhasil memasuki wilayah Mayadin, mereka mencari-cari Abu Ja’far, namun beliau menolak untuk mendatangi mereka demi membela agamanya! Beliau menolak untuk tunduk dan bersikap lemah lembut kepada orang-orang yang membunuh kaum muslimin.

Maka mereka meminta agar beliau berbai’at, namun beliau juga menolaknya. Akhirnya mereka menangkap beliau dan memaksa agar beliau berbai’at, beliau tetap teguh dan tidak mau menyerahkan senjatanya, serta tidak mau membai’at mereka. Beliau tidak menjadikan dirinya bersikap senang di hadapan kekufuran. Maka sekali-kali Abu Ja’far tidak akan melakukannya, akhirnya mereka pun membunuh dan menyalib beliau.

Abu Ja’far memiliki kesempatan untuk berbai’at kepada mereka karena berada di bawah tekanan, namun beliau adalah seorang lelaki yang kuat pendiriannya, beliau tidak suka berada pada kondisi yang hina, dan beliau lebih memilih mati dari pada harus tunduk kepada orang kafir dan orang yang suka mengkafirkan.

Inilah dia Abu Ja’far Al Iraqi, seorang komandan yang telah beristirahat dari kepenatan dunia, setelah melakukan perjalanan jihad, sungguh betapa agung dan mulia posisi beliau tempati sekarang.

Beliau dibunuh oleh ISIS. Sebelumnya beliau pernah berjihad melawan orang-orang kafir, karena sebab itulah beliau dihukum oleh ISIS yang selalu memerangi kaum muslimin.

Tidurlah wahai kekasihku
Tidurlah yang nyenyak
Biarlah jasad engkau ada di sini
Dan terbanglah menuju naungan keberuntungan
Temuilah orang yang paling kami cintai di sana
Semoga kami cepat bertemu denganmu

Berikut ini adalah sebuah nasyid untuk mengenang sosok yang teguh, Abu Ja’far Al Iraqi:
http://m.soundcloud.com/altbukee/brsnzuqazr09/s-RiJiR

iraqi2 iraqi3 iraqi4 iraqi5

 


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s