Zina, Sebab Dan Bahayanya

zinahSaudaraku, di Kabupaten Mojokerto krisis moral terkait temuan data Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kabupaten Mojokerto menyebutkan, 172 siswi di Kabupaten Mojokerto terdeteksi pernah hamil di luar nikah terhitung sejak bulan Januari hingga November 2014. Musibah, Innalillahi wainna ilaihi roji’un.
Kita berada di suatu zaman yang dikabarkan oleh Rasulullah SAW sebagai salah satu tanda dari tanda-tanda datangnya hari Kiamat. zaman itu adalah zaman tersebarnya zina, sebagaimana sabda Nabi SAW:
”Di antara tanda-tanda kiamat ialah kebodohan menjadi dominan, ilmu berkurang, zina dilakukan terang-terangan dan diminumnya minuman keras (seolah-olah ia minuman biasa).” (HR. Bukhari).


Buruknya Zina Dan Hukumannya
Zina adalah perbuatan yang keji dan buruk. Ia merusak kehidupan dunia dan agama seseorang, mematikan rasa malu, mencoreng kehormatan, menyeret pelakunya ke segala jenis keburukan dan diakhiri dengan kekejian. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
”Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. Dan suatu jalan yang buruk.” (QS. Al-Israa’: 32)
Pada ayat di atas Allah Subhanahu wa Ta’ala melarang hal-hal yang menjadi penyebab-penyebab zina dengan firman-Nya:
” Dan janganlah kamu mendekati zina….” (QS. Al-Israa’: 32)
Dan menjelaskan hakekatnya (zina) secara singkat dan padat dengan firman-Nya:
” ….Sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. …” (QS. Al-Israa’: 32)
Serta memperingatkan dari akibatnya yang membinasakan dengan forman-Nya:
” …. Dan suatu jalan yang buruk.” (QS. Al-Israa’: 32)
Sa’id bin Ubadah Ra. berkata, “Seandainya aku melihat seorang lelaki bersama istriku, pasti aku akan menebasnya dengan pedang tanpa ampun.” Ketika ucapannya itu terdengar oleh Rasulullah, beliau Saw. bersabda, “Adakah kalian heran dengan kecemburuan Sa’id? Demi Allah, aku lebih pencemburu daripada dia, dan Allah lebih pencemburu daripada aku. Karena itu, Dia mengharamkan perbuatan keji, baik yang tampak maupun yang tersembunyi.( HR. Al-Bukhari & Muslim )”
Diriwayatkan dalam Shahih al-Bukbaridan Muslim bahwa Nabi Saw bersabda, “Sesungguhnya, Allah memiliki rasa cemburu dan orang beriman juga memiliki rasa cemburu. Kecemburuan Allah itu muncul ketika manusia melakukan perkara yang diharamkan baginya.”
Rasulullah Saw. bersabda, “Tidak ada seorang pun yang lebih pencemburu daripada Allah. Oleh karena itu, Dia mengharam¬kan perbuatan keji, baik yang tampak maupun yang tersembunyi. Tidak ada yang lebih menyukai alasan daripada Allah. Maka dari itu, Dia mengutus para utusan-Nya sebagai pemberi kabar gem¬bira dan peringatan. Tidak ada seorang pun yang lebih menyukai pujian daripada Allah. Karena itu, Dia memuji diri-Nya sendiri.” (HR. Bukhari Muslim)
Perbuatan keji zina mengundang kemurkaan Allah SWT, dan menyebabkan adzab-Nya. dari ‘Aisyah ra hadits yang panjang- beliau berkata:
” Dahulu terjadi gerhana matahari pada zaman Rasulullah SAW. Kemudian beliau SAW. –setelah shalat gerhana- bersabda:“ Wahai ummat Muhammad! Demi Allah, tidak ada seorang pun yang lebih cemburu dibandingkan Allah saat hamba (budak) laki-lakinya atau hamba perempuannya berzina. Wahai ummat Muhammad! Demi Allah, seandainya kalian mengetahui apa yang aku ketahui, niscaya kalian akan banyak menangis dan sedikit tertawa! Ketahuilah sudahkan aku menyampaikannya?!”

api neraka
Dalam kitab zabur tertulis, “Sesungguhnya para pezina itu akan di gantung pada kemaluan mereka dineraka dan akan disiksa dengan cambuk besi. Maka jika mereka melolong karena pedihnya ca, bukan malaikat Zabaniyah berkata, “Kemana suara ini ketika kamu tertawa-tawa, bersuka ria dan tidak merasa di awasi oleh Allah serta tidak malu kepada-Nya.
Dan dari Samurah bin Jundab radhiyallahu ‘anhu berkata dalam hadits yang panjang, di mana

Rasulullah SAW bersabda:
Sesungguhnya semalam datang kepadaku dua malaikat. (Dalam mimpi) keduanya membangunkanku. Lalu keduanya berkata kepadaku:”Berangkatlah!” Lalu aku berangkat bersama keduanya.”…sampai sabda beliaus SAW:” Lalu kami berangkat lagi. Lalu kami mendatangi sesuatu yang (bentuknya) seperti tungku pembakaran.” (Perawi berkata: Saya kira bahwa Rasulullah SAW sabda:” Ternyata di dalamnya ada hiruk pikuk teriakan dan suara-suara.”). Beliau SAW bersabda:“ Maka kami melihat ke dalamnya. Ternyata di dalamnya ada kaum laki-laki dan kaum perempuan yang semuanya bertelanjang bulat. Tiba-tiba mereka diterpa jilatan api yang datang dari sebelah bawah mereka. Ketika jilatan api itu datang menerpa, mereka berteriak-teriak.” Aku berkata kepada keduanya:” Siapa mereka.” Keduanya berkata kepadaku:” Pergilah, pergilah!.” hingga Rasulullah SAW bersabda:
” Dan adapun para lelaki dan para kaum wanita yang sama-sama telanjang bulat di suatu tempat yang mirip tungku pembakaran adalah para pezina.(HR. al-Bukhari)
Dan di antara dalil yang menunjukkan betapa buruknya perbuatan maksiat ini adalah bahwa ia digandengkan dengan dosa murtad dan membunuh. Dari ‘Abdullah bin Mas’ud ra berkata,

Rasulullah SAW bersabda:
Tidak halal (ditumpahkan) darah seorang muslim melainkan karena salah satu dari tiga sebab; Orang tua (muhshon/pernah menikah) yang berzina, jiwa dengan jiwa (qishash/hukum bunuh bagi pembunuh), dan orang yang meninggalkan agama yang memisahkan diri dari kelompoknya (maksudnya murtad dari Islam).” (HR. Muttafaq ‘alaih)
Maka –wahai hamba Allah- masalah ini adalah masalah yang berbahaya. Dan telah datang hadits dari Abu Hurairah bahwa Nabi saw bersabda:
” Tidaklah berzina seorang pezina ketika dia melakukan zina sedangkan dia dalam keadaan beriman (iman yang sempurna), tidaklah mencuri ketika mencuri sedangkan dia dalam keadaan beriman, dan tidaklah meminum khomr (minuman keras) sedangkan dia dalam keadaan beriman. Dan taubat terbuka (bagi pelakunya) setelah itu.” (HR. Muttafaq ‘alaih)
Dan kejahatan zina yang dilakukan oleh orang yang sudah tua lebih buruk dan jelek dibandingkan yang dilakukan oleh anak muda (walaupun keduanya sama-sama buruk). Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhuberkata.

Rasulullah saw bersabda:
” Tiga (golongan manusia) yang tidak akan diajak bicara oleh Allah pada Hari Kiamat, tidak dilihat oleh-Nya (dengan pandangan kasih I), tidak disucikan oleh-Nya dan bagi mereka siksa yang pedih, yaitu; Laki-laki tua yang berzina, Raja yang suka berbohong dan orang miskin yang berlagak sombong.” (Hadits riwayat Ahmad dan Muslim)
Dan berzina akan lebih besar lagi dosa dan hukumannya jika dilakukan dengan tetangganya.

Dari ‘Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhu berkata:” Aku bertanya:.
”Wahai Rasulullah SAW! Dosa apa yang paling besar?” Beliau menjawab:” Engkau menjadikan sekutu bagi Allah (berbuat syirik), padahal Dialah yg menciptakanmu.” Aku berkata:” Kemudian apa lagi?” Beliau bersabda:” Engkau membunuh anakmu karena khawatir dia makan bersamamu.” Aku bertanya lagi:” Kemudian apa lagi?” Beliau bersabda:” Engkau berzina dengan isteri tetanggamu.”
Dari Shahabat al-Miqdad bin al-Aswad radhiyallahu ‘anhu berkata, Rasulullah SAW berkata kepada para Shahabatnya
” Apa yang kalian katakan pada masalah zina?” Mereka menjawab:“ Ia telah diharamkan oleh Allah dan rasul-Nya, maka ia haram sampai hari kiamat.” Maka Rasulullah bersabda kepada para Shahabatnya: “Sungguh, seseorang berzina dengan sepuluh perempuan, adalah lebih ringan (dosanya) daripada ia berzina (sekali) dengan istri tetangganya.” (HR. Ahmad rahimahullah)

Rularasulullah juga bersabda, “Di Jahanam ada sebuah lembah yang dipenuhi oleh ular berbisa. Ukurannya sebesar leher unta. Ular-ular ini akan mematuk oleh ular berbisa. Ukurannya sebesar leher unta. Ular-ular ini akan mematuk orang yang meninggalkan shalat dan bisanya akan menggerogoti tuuhnya selama 70 thaun, lalu terkelupaslah daging-daginnya. Di sana juga ada lembah yang namnya Jubb al-Huzn. Ia dipenuhi ular dan kalajengking. Ukuran kalajengkinya sebesar bighal (peranakan kudan dan keledai). Ia memiliki 70 sengat. Masing-masingnya memiliki kantung bisa. Ia akan menengat pezina dan memasukkan isi kantung bisanya ke dalam tubuh pezina itu. Ia akan merasakan pedih sakitnya selama 1000 tahun. Lalu terkelupaslah daging-dagingnya dan akan mengalir dari kemaluannya nanah dan darah busuk.”
Tentang tafsir bahwa Jahanam itu “ia memiliki tujuh pintu’ (Al-Hijr 44). Atha’ berkata, “Pintu yang paling hebat panas dan sengatannya dan yang paling busuk baunya adalah pintu yang diperuntukkan Bagi Para pezina yang berzina setelah mereka tahu keharamannya.
Abdullah bin Mas’ud berkata, “Ketika riba dan zina merebak di suatu daerah, niscaya Allah menghendaki kehancuran bumi itu.”
Sebab-sebab Yang Menjerumuskan Kepada Perbuatan Zina
Di antara sebab-sebab yang menjerumus kan pada perbuatan zina adalah
1. Bersolek dan keluarnya wanita dari rumah serta sikap menyepelekan terhadap hijab (jilbab) yang syar’i. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
”Dan hendaklah kamu tetap di rumahmu dan janganlah kamu berhias dan bertingkah laku seperti orang-orang Jahiliyah yang dahulu …” (QS. Al-Ahzaab: 33)
2. Di antara penyebab zina adalah seorang wanita yang melemahlembutkan suaranya,membuka pintu-pintu fitnah.
” Hai isteri-isteri Nabi, kamu sekalian tidaklah seperti wanita yang lain, jika kamu bertakwa. Maka janganlah kamu tunduk dalam berbicara sehingga berkeinginanlah orang yang ada penyakit dalam hatinya(QS: Al-Ahzab : 32)
3. Di antara sebab zina adalah berkhalwat (berdua-duan) dengan orang asing (bukan mahram), safarnya seorang perempuan tanpa mahram. Dari Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma, dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
” Janganlah seorang laki-laki berdua-duaan dengan seorang wanita (di tempat sepi) kecuali bersama mahramnya. Lalu seorang laki-laki bangkit seraya berkata:” Wahai Rasulullah, isteriku berangkat hendak menunaikan haji sementara aku diwajibkan untuk mengikuti perang ini dan ini.” Beliau bersabda:” (kalau begitu) Pulanglah kamu dan tunaikanlah haji bersama isterimu.” [HR Al-Bukhari dalam Al-Jihad (3006), Muslim dalam Al-Hajj (1341)]
4. Di antara sebab zina adalah memandang wanita dan gambar-gambar atau foto-foto mereka. AllahSubhanahu wa Ta’ala berfirman:
” Katakanlah kepada laki-laki yang beriman ”Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat” Katakanlah kepada wanita yang beriman: ”Hendaklah mereka menahan pandangan mereka, dan memelihara kemaluan mereka, …” (QS. An-Nuur: 30-31)
Dalam ayat di atas Allah SWT mendahu lukan perintah untuk menundukkan pandangan sebelum memerintahkan untuk menjaga kemaluan. Karena pandangan adalah perantara menunju zina dan penyebab kekejian.
5. Di antara sebab zina adalah ikhtilath (campur baur antara laki-laki dan perempuan) di pasar-pasar, tempat kerja, sekolah, pesta, dan event-event yang lain.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam telah melarang ikhtilath di masjdi-masjid padahal ia adalah tempat yang paling dicintai Allah, dan juga ketika shalat padahal ia adalah tiang Islam. Maka tentunya selain itu lebih dilarang lagi. Di antara hal itu adalah hadits dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
“Sebaik-baik shaf lelaki adalah shaf yang awal dan sejelek-jelek shaf lelaki adalah yang akhirnya. Sebaik-baik shaf wanita adalah shaf yang terakhir dan sejelek-jelek shaf wanita adalah yang paling awal.” (HR. Muslim


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s