Jangan habiskan rezki untuk bersenang-senang!

enak“Kamu telah menghabiskan rezkimu yang baik dalam kehidupan duniawimu (saja) dan kamu telah bersenang-senang dengannya.” (Al-Ahqaf : 20)

Manusia yang paling sempurna disurga adalah mereka yang paling bisa menjaga dirinya yang diharamkan didunia ini. Ketetapan ini sama dengan yang dinyatakan dalam hadis bahwa orang yang meminum arak di dunia, nanti tidak meminumnya di akhirat. Barangsiapa di dunia mengenakannya pakain sutra maka kelak di akhirat tidak akan mengenakannya. Barangsiapa yang didunia mengenakan piring emas dan perak, maka kelak di akherat ia tidak akan makan di dua tempat tersebut.

Pada suatu ketika umar bin Khatab ra masuk ke rumah Rasulullah saw, disana ia melihat Rasulullah saw sedang berbaring di atas sebuah tikar, sama lekukan tikar itu membekas di punggung beliau, bantalnya hanya berupa rerumputan dan saat melihat keatas tidak terlihat atap selain kain yang sangat usang. Umar langsung menangis saat melihat keadaan Rasullullah saw yang sedemikian rupa. Kemudian beliau bertanya kepada Umar : “Kenapa kau menangis wahai Umar? Umar menjawab : “Kisra dan Kaisar yang kafir hidupnya sangat enak, dipenuhi dengan kesenangan dunia, tapi engkau adalah seorang utusan Allah yang lebih mulia dari mereka semua dan cara hidupmu seperti ini, hanya tidur diatas tikar?” Nabi menjawab: “Wahai putera Khatab! Tidak relakah kamu bahwa segala kesenangan dunia itu milik mereka sekarang tapi saat di akhirat kita yang akan menguasainya. Apakah kau masih meragukan hal ini wahai putra Khatab? Ketahuilah! Mereka itulah orang-orang yang kenikmatannya disegerakan di dunia, tapi diakherat hanya penderitaan pedihlah yang mereka dapatkan!

Barangsiapa menghabiskan kebaikan-kebaikan dunia dan kelezatannya, maka kelak di akherat ia haramkan dari itu semua sebagaimana yang dicela Allah terhadap prang yang menghabiskan seluruh kebaikannya di dunia dan menikmati semua hingga habis. Maka tidaklah mengherankan kalau para sahabat dan generasi tabi’in amat takut terhadap hal diatas.

Imam Ahmad menyebutkan dari jabir bin Abdullah ra bahwa ia pernah dilihat Umar bin Khatab sedang membawa daging seharga satu dirham yang ia beli untuk keluarganya. Kata Umar: “Apa ini, wahai Jabir? Jawab Jabir,”Daging seharga satu dirham yang aku beli untuk keluargaku.” Kata Umar: ” Apakah jika salah seorang dari kalian menginginkan sesuatu kemudian ia langsung membelinya di pasar? Tidakkah engkau mendengar Allah swt berfirman,”

“Kamu telah menghabiskan rezkimu yang baik dalam kehidupan duniawimu (saja) dan kamu telah bersenang-senang dengannya (Al-Ahqaf : 20)

Imam ahmad berkata bahwa kami Affan yang berkata bahwa berkata kepada kami jarir bin hazim yang berkata bahwa kepada kami hasa yang berkata,” Rombongan tamu dari Basrah yang ditemani Abu Musa Al-Asy’ri datang menghadap Amirul Mukminin Umar bin Khatabb. Setiap kali kami masuk ketempat umat, maka pasti dia mempunyai tiga roti. Terkadang kita mendapatkan roti yang dimasak dengan mentega atau minyak atau susu atau endapan menterga yang telah ditumbuk kemudian dimasak dengan roti atau terkadang semacam kaldu daging namun yang terakhir relatif jarang. Pada suatu hari. Umar berkata,”Sungguh demi Allah, aku tahu nama besar kalian dan ketidak senangan kalian terhadap makanan suguhanku. Sungguh demi Allah, kalau aku mau pasti kalian aku beri makanan yang paling lezat didunia dan aku beri kehidupan yang paling mewah. Namun aku mendengar bahwa Allah mencela suatu kaum atas tindakan yang telah dilakukannya.

Allah berfirman “Kamu telah menghabiskan rezkimu yang baik dalam kehidupan duniawimu (saja) dan kamu telah bersenang-senang dengannya.”(Al-Ahqaf : 20)

Usman bin Affan saat menjamu tamu buat orang-orang fakir miskin, diberi jamuan yang paling istimewa tetapi buat dia sendiri beliau makan hanya dengan roti dan air putih.

Pernah Umar bin Abdul Aziz sedang duduk-duduk di serambi bersama Fatimah, umar berkata pada istrinya bahwa dia ingin makan anggur, jawab Fatimah istrinya,” Ya khalifah kita tidak punya uang punya uang untuk beli anggur. Kata Umar bin Abdul Aziz, “biarlah kita tidak jadi makan anggur, siksa neraka lebih pedih.

Suatu ketika Umar Abdul Aziz pulang, saat masuk tiba-tiba anak-anaknya berpencar sambil menutup mulutnya, ditanya kepada pembantunya kenapa anak-anak menutup mulutnya, jawab pembantunya karena tidak ada yang di makan, mereka makan bawang merah

“Barangsiapa yang menginginkan kelezatan yang diharamkan karena Allah, maka pada hari kiamat Allah menggantinnya dengan kelezatan yang lebih sempurna. Barangsiapa yang menikmatanya disini, maka disana kelak ia diharamkan daripadanya atau dikurangi kenikmatannya.

Maka dari itu saudaraku jangan terpukau dengan kelezat-kelezatan dunia, lebih baik sabar menunggu janji Allah (Dikutip dari buku taman-taman surga Ibnu Qoyyim dll)

Abu Azzam


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s