NASEHAT UNTUK PARA JURU DAKWAH

azzamTugas seorang juru dakwah adalah selalu ingat kepada Allah, meski pun banyak orang yang lalai. Ia menghiasi dengan ibadah meskipun banyak orang yang tidur, Ia berpuasa, meskipun banyak orang yang tidak berpuasa, Ia bersungguh-sungguh melakukan kebajikan saat orang banyak yang lupa. Boleh dikatakan tingkat ibadahnya diatas rata-rata dibandingkan dengan saudara yang lain. Jika anda membayangkan bahwa dunia saat ini hanya ada satu orang saja yang sadar dan waspada, maka bayangkan orang itu adalah anda. Baik buruknya umat Islam bergantung kepada dirimu. Ukurlah kemampuan dirumu. Mulailah melakukan perjanjian dengan Tuhanmu untuk melakukan ketaatan dan kesetiaan. Jika anda tidak mau melakukan hal ini, maka anda dan juga orang-orang bersama anda akan binasa dan anda menganggung dosa generasi-generasi yang datang setelah anda.


Jadilah teladan
Yang selalu saya khawatirkan dari para juru dakwah adalah mereka hanya bisa mengantarkan orang lain masuk surga, tetapi dirinya sendiri terlupakan dan akhirnya masuk neraka, Hendaklah para juru dakwah merenungkan ungkapan Ibnu Uyaniyah berikut ini : “Jangan kalian seperti ayakan yang mampu menghasilkan tepung halus, namun dedaknya masih menempel pada dirinya. Kamu keluarkan kata-kata mutiara dari mulutmu, tetapi kausimpan kebusukan di hatimu”
Usamah bin zaid meriwayatkan bahwa Rasulullah saw bersabda,”
Dihari kiamat nanti ada seorang yang dihadirkan dan kemudian dimasukkan ke dalam neraka. Didalam neraka orang tersebut akan berputar-putar seperti berputarnya keledai yang diikat dengan alat penumbuk gandum. Penghuni neraka berkumpul dan bertanya kepada orang tersebut,”Kamu ini kenapa wahai Fulan? Bukankah kamu ini orang yang menyuruh kami untuk melakukan kebajikan dan melarang kami melakukan kemungkaran? Orang tersebut menjawab,”Memang betul saya telah memerintahkanmu melakukan kebajikan, namun saya sendiri tidak pernah melakukannya, juga saya memang orang yang melarang melakukan kemungkaran, tetapi saya sendiri melakukannya (HR. Bujhari dan ahmad)
Dalam Al-Qur’an Alllah swt berfirman,” Amat besar kebencian di sisi Allah bahwa kamu mengatakan apa-apa yang tidak kamu kerjakan. (Ash Shaff 3)
Mengapa kamu suruh orang lain (mengerjakan) kebaktian, sedang kamu melupakan diri (kewajiban) mu sendiri, padahal kamu membaca Al Kitab (Taurat)? Maka tidaklah kamu berpikir? (Al Baqarah 44)
Ayat diatas yang mengilhami Ibnul Jauzi untuk berdoa, Ya Allah, jika Engkau mengazabku, maka aku mohon janganlah hal itu Engkau beri tahukan kepada makhluk-Mu supaya tidak ada orang yang berkata,”Orang yang berdakwah di jalan Allah disiksa.

Beliau juga pernah berkata saya telah berjumpa banyak ulama (guru beliau sekitar 200 orang). Mereka banyak kemampuan ilmiahnya. Tapi yang paling bermanfaat bagi saya adalah berkawan dengannya adalah mengamalkan ilmunya, meskipun ada orang lain yang lebih berilmu dari padanya. Saya bertemu dengan Abudulah wahab al manathi dan abu Mansyur tapi dari kedua beliau itu akan dapatkan lebih banyak dari selain keduanya. Subhanallah masa itu aja susah cari ulama sejati apalagi sekarang.

Tidak ada musibah paling besar yang menimpa kita dimana salah seorang dari kita membaca Al-Quran malam dan siang akan tetapi tidak mengamalkannya sedangkan semua risalah-risalah dari Rabb kita untuk semua (Fudhail bin Iyadh)
Ibnu Qoyyim berkata,”Ulama-ulama yang buruk nanti akan duduk dipintu surga. Mereka mengajak-ajak menusia masuk surga dengan ucapannya dan mereka mengajak-ngajak manusia untuk masuk neraka dengan perilakunya. Ketika ucapan-ucapannya berkata kepada manusia,”Ayo kita bersama-sama masuk surga! Perilakaunya berkata,”Jangan kaudengarkan perkataannya, kalau memang yang diucapkannya itu benar, tentunya mereka orang yang pertama kali melakukannya. Mereka kelihatannya penujuk jalan, namun pada hakikatnya mereka adalah perompak
Bila ucapanmu bagus, hendaknya perbuatanmu juga bagus
Ketahuilah bahwa tingkah laku anda adalah indikator utama komitmen tidaknya anda terhadap ucapan anda. Jangan sampai tingkha laku anda menjadi fitnah bagi pengikut anda.
Kalau orang bijak berkata,”Tingkah laku seseorang di hadapan seribu orang jauh lebih baik dan lebih efektif dibandingkan ucapan seribu orang di hadapan satu orang
Hasan Basri berkata,”Bila engkau mendapatkan perkataan baik dari seseorang, tunggulah sebentar. Jika orang yang mengatakan itu menyesuaikan perlakunya dengan perkataannya maka itulah kenikmatan yang paling indah, jadikanlah ia saudaramu, cintailah dia, kasihilah dia. Tapi jika perkataannya mengingkari perbuatannya, maka apalagi yang tersembunyi darinya kepadamu? Hati-hatilah kepadanya dan jangan sampai ia menipumu
Imam Syafii berkata,”Siapa menasehati saudaranya dengan perilakunya maka dialah pemberi petunjuk sebenarnya.
Kata murid hasan basri, jika beliau menyampaikan sesuatu kecuali dia telah melakukan sesuatu itu lebih dahulu.
Seseorang salafus sholeh berkata,”Siapa saja orang yang jika engkau memandangnya dan pandanganmu kepadanya itu tidak membuatmu menjadi baik, maka ketahuilah dia adalah orang yang tidak memiliki perilaku yang baik”
Malik bin dinar,”Seorang alim yang tidak mengamalkan ilmunya, maka nasihatnya akan lenyap dari hati orang yang mendengarnya, sebagaimana hilangnya setetes embun dari batu yang halus”

Jangan lupa dirimu adalah manusia biasa
Juru dakwah tidak boleh melupakan hal yang penting karena sibuk dengan hal penting lainnya. Kadang para juru dakwah ketika sibuk dengan dakwahnya melupakan zikir kepada Allah. Mereka bisa dikatakan tidak pernah berpuasa sunnah, tidak pernah bersedekah, semangatnya kendur, ibadahnya standar seperti ibadahnya orang-orang biasa, jarang bertafakur dan bertadabur, jika sempat bangun malam lupa untuk muhasabah, jarang melakukan silahturahmi dan melupakan amal-amal kebaikan lainnya.
Apabila diminta untuk berceramah tentang amal-amal kebaikan sebagaimana yang disebut diatas, mereka siap dan fasih menerangkannya seakan-akan wahyu mengalir dari mulutnya. Mereka pandai menerangkan ajaran Islam dan bisa dikatakan tidak pernah salah dalam menerangkan. Namun, pada tataran praktik mereka jauh dari harapan. Kita hendaknya selalu memohon perlindungan dan keselamatan dari Allah swt
Seorang juru dakwah hendaknya menyempatkan diri untuk menyendiri guna berzikir kepada Allah. Ia juga hendaknya selau bertafakur tentang fenomena-fenomena alam, menggauli sesama manusia dengan baik, meningkatkan hubungan silathurahmi dengan kerabat dan saudaranya.

Penulis : Abu Azzam
(referansi : buku nasehat orang-orang lalai dll )


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s