Sudah saatnya bertaubat

20796Apa arti taubat? Taubat berarti kembali, pulang dan bersarang.Ia merupakan manisfestasi ketakutan di dalam hati yang memotivasi kita dengan kuat untuk kembali kepada Allah Swt. Taubat dimulai dengan ilmu, maka ketahuilah dosa-dosa kita dan pelajarilah maqam Allah Swt. Pengetahuan ini pasti akan membuahkan ketakutan di dalam hati dan ketakutan itu lebih lanjut mendorong kita untuk lebih bermal shalih yang merupakan target taubat dan realisasinya.

Bertaubat kepada Yang Maha Menutupi dan Yang Maha Mengetahui yang Gaib, adalah awal jalan para penempuh.Ia juga modal utama orang-orang sukses, langkah awal para ahli irradah, kunci istiqamah bagi yang gampang melempem dan pangkal pensucian para muqarrabin.

Kedudukan (manzilah) taubat adalah kedudukan paling pertama, paling pertengahan dan paling akhirnya… maka taubat tidak pernah ditinggalkan oleh hamba yang seorang berjalan (menuju Allah swt) dan ia senantiasa berada di dalamnya. Jika ia berpindah dari satu manzilah kepada satu manzilah lain, ia berpindah taubat dan membawanya ikut serta… maka taubat adalah permulaan langkah hamba dan akhirnya. Dan kebutuhannya kepada taubat di penghujung jalan bersifat penting, sama penting dengan kebutuhannya kepada taubat di permulaan jalan.

Bukankah Kami telah memberikan umur panjang kepada kalian di dunia, tetapi ternyata kalian tidak mau mengikuti petunjuk para Rasul Alah yang telah mengingatkan kalian tentang siksa neraka?Karena itu rasakanlah oleh kalian tentang adzab neraka ini.”Orang-orang kafit itu tidak mendapatkan seorangpun yang menolong mereka di neraka (QS. Al-Fathir[35] 37)

Menurut sebagian ahli ilmu mereka tidak mau mengikuti petunjuk para Rasul Allah yang telah mengingatkan kalian tenang siksa neraka.Wajib atas seorang muslim untuk segera bertaubat kepada Allah agar mendapatkan kemenangan dan juga pahala yang banyak serta keuntungan yang besarl

Wahai Muhammad, katakanlah, “Wahai hamba-hamba-Ku yang telah melakukan dosa-dosa besar, jangan kalian berputus asa dari rahmat Allah. Sungguh Allah mengampuni semua dosa hamba-Nya yang mau bertaubat. Sungguh Allah adalah Tuhan Yang Maha pengampun lagi Maha penyayang kepada semua makhlukn-Nya. Wahai hamba-hamba-Ku, bertaubatlah kalian kepada Tuhan kalian. Pasrahkanlah diri kalian kepada-Nya sebelum datangnya azab kepada kalian. Kalian tidak akan menemukan orang yang dapat menolong kalian ketika azab telah turun. Wahai hamba-hamba-Ku, ikutilah Al-Qur’an yang merupakan sebaik-baik perkataan yang turun dari Tuhan kalian, sebelum azab datang mendadak kepada kalian, sedang kalian tidak menyadarinya. (QS. Az-Zumar 53-55)

Jika kita masih belum mau bertaubat, bagaimana situasi yang terjadi pada hari kiamat.

Diakherat kelak, setiap manusia akan berkata,”Alangkah ruginya aku karena meninggalkan amal-amal sholeh yang diperintahkan Allah. Sungguh di dunia dahulu akau termasuk orang-orang yang memperolok-olok agama Allah. (QS. Az-Zumar 56-57)

Atau ia akan berkata, “Alangkah baiknya sekiranya Allah di dunia dahulu memberikan hidayah kepadaku. Pasti aku menjadi orang yang taat kepada Allah.”Atau saat manusia menyaksikan azab di akhirat, ia berkata, “Alangkah baiknya sekiranya aku dikembalikan sekali lagi didunia. Pasti aku menjadi orang yang banyak bermal shalih (QS. Az-Zumar 57-58)

Sudah jelaskah sekarang, mengapa kita perlu segera bertaubat? Bertaubatlah sebelum kita harus menghadapi situasi seperti diatas. Perhatikan ayat berikut ini

Wahai Muhammad, pada hari kiamat kelak, kamu akan menyaksikan orang-orang yang ketika di dunia berdusta terhadap Allah. Engkau saksikan wajah-wajah mereka hitam kelam. (QS. Az-Zumar 57-58)

Pada hari kiamat kelak akan kita lihat orang-orang yang belum sempat bertaubat semasa didunia dan tidak mau menaati Allah. Wajah mereka bak arang. Kemudian diteruskan ayatnya

…Bukankah neraka Jahanam adalah tempat tinggal bagi orang-orang yang menyombongkan diri? (QS. Az-Zumar [39]60)

Mengapa Allah swt menyebut mereka sebagai “orang-orang yang menyombongkan diri? Karena kita tidak mau bertaubat, padahal Allah telah mengatakan pada kita : Akan Kuampuni segala dosamu, namun kita tetap tidak mau bertaubat.

Dia berfirman,sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang taubat dan menyukai orang-orang yang mensucikan diri (QS. Al-Baqarah [2]:222).

Allah mencitai kita jika kita mau bertaubat. Bayangkan!!!

Dan Allah hendak menerima taubatmu, sedang orang-orang yang mengikuti hawa nafsunya bermaksud supaya kamu berpaling sejauh-jauhnya (dari kebenaran). (QS. An-Nisaa[4]:27)

Sebagian ulama salaf berkata,”Masukilah waktu pagi dalam keadaan bertaubat dan jalani waktu sore dalam keadaan taubat. Tidak patut bagi muslim memasuki waktu pagi atau sore, kecuali dalam keadaan bertaubat. Siapa yang masuk waktu pagi dan petang tidak dalam kondisi bertaubat, maka ia berada dalam bahaya besar. Mengapa? Sebab dikhwatirkan ia bertemu Allah dalam keadaan belum bertaubat, hingga dikumpulkan bersama orang-orang zalim. Sebagaimana firman Allah

Dan barangsiapa yang tidak bertobat, maka mereka itulah orang-orang yang zalim.(Al Hujuraat 11)

Yang dimaksud dengan orang-orang yang zalim ialah: orang-orang yang setelah diberikan kepadanya keterangan-keterangan dan penjelasan-penjelasan dengan cara yang paling baik, mereka tetap membantah dan membangkang dan tetap menyatakan permusuhan.

Namun setelah mengancam Allah kembali mengingatkan dengan lembut dan menawan hati.

Allah berfirman,”Bahwasanya Allah menerima taubat dari hamba-hamba-Nya (QS. At-Taubah [9]:104)

Allah swt juga menyebut diri-Nya sebagai, “Yang Mengampuni dosa dan menerima taubat (QS. Al-Mu’min [40] :3)

Mengapa kita tetap tidak mau bertaubat saat mendengar Firman ini?Mengapa kita masih enggan bertaubat?Mengapa kita bersikeras tetap melakukan maksiat?Mengapa kita tidak ingin bertaubat padahal Allah telah memberikan jaminan semua ini?

Allah berfirman, “Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dariTuhanmu(QS. Ali Imraan [3]:133)

Ingat kebanyakan penghuni neraka adalah orang yang suka menunda-nuda pekerjaan (al-musawwirin). Artinya ia berasal dari kata saufa (yang berarti akan). Misalkan Insya Allah tahun depan aku akan rajin sholat jamaah di masjid. Insya Allah tahun depan aku akan rajin ikut pengajian, puasa, dan lain-lain. Ia mengucapakan Insya Allah dan masuk ke dalam kehendak Allah namun berbohong. Inilah yang disebut tasif (menunda-nuda).Dan perilaku ini termasuk “pasukan iblis.Karena itu, bersegeralah kamu.

Hasan Basri berkata, ”Sejumlah orang tertipu oleh angan-angan mendapatkan ampunan, lalu mereka meninggal dunia tanpa sempat bertaubat. Salah seorang dari mereka berkata,”Aku berbaik sangka kepada Tuhanku.Ia bohong. Jika ia berbaik sangka kepada Allah, tentu ia bertaubat berbuat baik dan beramal.” Kemudian Hasan Basri membaca firman Allah

Dan yang demikian itu adalah prasangkamu yang telah kamu sangka kepada Tuhanmu, Dia telah membinasakan kamu, maka jadilah kamu termasuk orang-orang yang merugi. (QS. Fushshilat [41]:23)

Ibnu Qayyim berkata,”Segera bertaubat dari segala dosa wajib dilakukan dengan segera dan tidak boleh ditunda. Jika taubat ditunda, pelakunya bermaksiat kepada Allah dengan penundaan taubatnya. Jika ia bertaubat, ia masih punya kewajiban taubat lainnya, yaitu taubat dari penundaan taubatnya. Hal ini jarang sekali terbersit di jiwa orang yang bertaubat! Dan ia tidak bisa selamat dari hal ini, kecuali dengan taubat umum dari dosa-dosa yang ia ketahui atau tidak ia ketahui

Bayangkan diri anda sedang berada disalah satu sudut nereka jahanam…Yaa Alah, jauhkan kami dari neraka jahanam….selamanya anda menangis selama-lamanya.Pintu-pintunya terkunci rapat sekali…atap-atapnya tertutup rapat… suasananya hitam gelap gulita (mati lampu aja bingung), tak ada tempat untuk bergurau, tidak ada tempat untuk tidur nyenyak, tak ada tangis dan tak ada kematian yang menyudahi kematian.Berkata Ka’ab : “Demi Allah sesungguhnya penduduk neraka memakan tangan mereka sendiri hingga ke pundak karena menyesal.

Dan (ingatlah) hari (ketika itu) orang yang zalim menggigit dua tangannya (QS. Al-Furqan [25] :27)

“Sesungguhnya taubat di sisi Allah hanyalah taubat bagi orang-orang yang mengerjakan kejahata lantaran kejahilan (QS. An-Nisaa [4]: 17)

Kejahilan ialah: Orang yang berbuat maksiat dengan tidak mengetahui bahwa perbuatan itu adalah maksiat kecuali jika dipikirkan lebih dahulu, Orang yang durhaka kepada Allah baik dengan sengaja atau tidak, Orang yang melakukan kejahatan karena kurang kesadaran lantaran sangat marah atau karena dorongan hawa nafsu

Sesungguhnya taubat di sisi Allah hanyalah taubat bagi orang-orang yang mengerjakan kejahatan lantaran kejahilan, yang kemudian mereka bertaubat dengan segera, (QS. An-Nisaa [4]: 17)

Apa maksud dengan segera, artinya adalah langsung bertaubat setelah berbuat maksiat. Orang-orang model inilah yang pantas mendapatkan ampunan

Sesungguhnya taubat di sisi Allah hanyalah taubat bagi orang-orang yang mengerjakan kejahatan lantaran kejahilan, yang kemudian mereka bertaubat dengan segera, maka mereka itulah yang diterima Allah taubatnya; dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana. (QS. An-Nisaa [4]: 17)

Dikesempatan lain Allah swt berfirman, Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung. (QS. An-Nuur [24]: 31)

Ada sesuatu yang menakjubkan di sini. Setiap kali Allah swt membicarakan tentang taubat ada orang-orang yang suka bermaksiat, tentang taubat pada orang-orang yang suka bermaksiat, apa gerangan yang Dia Firmankan? Setelah mengancam bakal memasukkan mereka ke dalam siksaan neraka. Allah swt selalu memberikan pengecualian,

“Kecuali orang yang bertaubat, beriman dan beramal saleh, maka mereka itu akan masuk syurga dan tidak dianiaya (dirugikan) sedikitpun, (QS. Maryam [10] : 60)

Allah disini tidak mengatakan “kecuali orang-orang yang beriman dan bertaubat”, namun Di dahulukan taubat daripada iman. Mengapa? Karena kemaksiatan dapat merusak keimanan. Lalu bagaimana iman dapat kembali puluh dan normal? Jawabannya singkat, dengan taubat. Tidak ada sesuatu yang dapat menandingi efektivitas taubat dalam merenovasi struktur bangunanan keimanan.

Taubat adalah salah satu amalan yang paling mulia, termasuk dari amalan-amalan yang paling dicintai oleh Allah bagi orang yang bertaubat maka ia mendapatkan kecintaan yang khusus dari Allah, Allah berfirman

Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertaubat dan menyukai orang-orang yang mensucikan diri.(Al Baqarah 222)

Bahkan Allah sangat gembira dengan taubat hamba-Nya padahal Allah Maha Kaya dan Maha Terpuji

Dalam riwayat Muslim : Sesungguhnya Allah lebih bergembira terhadap taubat hambaNya ketika ia bertaubat kepadaNya ketika ia bertaubat kepadaNya, daripada seorang dari kamu yang sedang naik kendaraan (untanya)nya di padang pasir, lalu unta itu lepas darinya sedangkan makanan dan minuman ada di atas unta itu. Maka Dia berputus asa, lalu dia datang kesebuah pohon dan berbaring di bawahnya dengan perasaan putus asa.Ketika dalam keadaan demikian tiba-tiba untanya sudah berdiri disisinya, lalu dia pegang kendalinya, kemudian dia berkata karena sangat gembiranya “Ya Allah Engkau adalah hambaku dan aku adalah TuhanMu. Dia salah ucap karena sangat gembiranya (Shahih Bukhari (63090 dan shahih Muslim (2747)

Ketika iblis membangkang dan menolak sujud kepada Adam, seraya berkata, “Tuhan, demi kebenaran dan keagungan-Mu, akan kugoda dan sesatkan mereka selama nyawa mereka masih berada dalam jasad mereka! Allaw Swt berfirman, “Demi kebesaran dan keaguangan-Ku, sungguh akan Kuampuni mereka selama mereka mau meminta ampunan kepada-Ku (HR Ahmad 11321)

Tidakah kita lihat kecintaan dan belas kasih Allah kepada kita?Masih malaskah kita bertaubat?

Ketika Ibnul Qayyim mengomentari hadist ini ia menuturkan kisah yang menurutnya bisa dijadikan contoh kasih sayang Allah terhadap hambaNya yang bertaubat

Seperti seorang anak kecil yang keluar meninggalkan rumah orang tuanya.Pintu rumahnya lalu ditutup dan anak kecil itu berjalan. Tapi, tidak lama kemudian ia berhenti dan berpikir. Ia pasti tidak mendapatkan rumah lain kecuali rumah yang ia tinggalkan. Ia tidak mendapatkan orang lain kecuali rumah yang ia tinggalkan. ia tidak mendapatkan orang lain yang akan melindunginya kecuali ibunya di dalam rumah itu.

Maka, anak kecil itu kembali dengan sedih dan menyesal.Ia datang melihat pintu rumah tertutup, lalu ia letakkan pipinya di depan pintu dan tertidur. Tidak lama kemudian, sang ibu keluar dari rumah dan melihat anak kecil itu, segera memeluknya dan menangis sambil mengatakan, ”Anakku kenapa engkau pergi meninggalkanku? Siapa yang melindungi selain aku?Bukankah aku sudah katakan jangan membantah aku sehingga bisa mencabut kasih sayangku kepadamu dan perasaan baikku kepadamu?Sang ibu lalu memeluk anak itu sambil membawanya masuk kedalam rumah.

Nabi Muhammad saw bersabda, “Sesungguhnya Allah Swt membentangkan tangan-Nya di malam hari agar orang yang berbuat dosa disiang hari bertaubat dan Dia bentangkan tangan-Nya disiang hari agar orang berbuat dosa di malam hari bertaubat. (HR Muslim 2754 & Ahmad 758)

Saudaraku rezeki tidak dibentangkan demikian, satu-satunya yang dibentangkan siang dan malam oleh Allah Swt adalah taubat. Jadi, tidak malukah jika kita tidak mau bertaubat? Sudah dua puluh tahun berlalu namun kita tetap tidak mau bertaubat kepada Allah, padahal Dia bentangkan tangan-Nya siang dan malam sembari berkata, “Adakah orang yang mau bertaubat, niscaya Akau terima taubatnya.” Siapa yang seharusnya mengulurkan tangannya? Kitalah yang seharusnya membentangkan tangan sembari berkata, “Sambutlah hamba Ya Allah

Rasulullah saw juga bersabda, “Tuhan Yang Maha Suci lag Maha Luhur turun ke langit dunia setia malam saat seperempat malam yang terakhir, sembari berseru, “Barangsiapa yang berdoa pasti Aku kakan Kukabulkan. Barangsiapa yang memohon ampun, pasti Kuampuni. (HR. Bukhari (1145) dan Muslim (785))

Saudaraku kita sudah tiga puluh tahun dan empat puluh tahun, namun kita tidur setiap malam. Dan jarang Qiyamulail, padahal setiap malam Allah turun dan berseru, “Adakah orang yang mau bertaubat, niscaya aku terima taubatnya

Dalam hadist Qudsi, Allah berfirman, “Wahai anak Adam, sesungguhnya jika kamu berdoa kepada-Ku dan berharap kepada-Ku, niscaya Aku mengampuni dosa-dosamu yang telah lalu dan aku tidak peduli. Wahai anak Adam, seandainya dosa-dosamu mencapai awan dilangit kemudian kamu memita ampun kepada-Ku, niscaya Aku mengampuni dosa-dosamu terdahulu dan Aku tidak peduli. Wahai anak Adam seandainya kamu datang kepada-Ku dengan membawa dosa-dosa sepenuh bumi kemudian kamu datang keada-Ku dengan tidak menyekutukan-Ku dengan suatu apapun, maka Aku memberi ampunan kepadamu sebanyak dosa-dosa tersebut (HR Tirmidzi no. 3680)

Abu Hurirah meriwayatkan, bahwa Rasulullah saw bersabda, “Demi Allah, Aku benar-benar beristighfar kepada Allah dan bertaubat kepada-Nya lebih dari tujuh puluh kali dalam sehari (HR Bukhari) riwayat lain seratus kali

Abu Hurairah meriwayatkan, “Aku mendengar Rasulullah saw bersabda, “Adalah seorang hamba berbuat dosa, lalu berkata “Duhai Rabbi, aku telah berbuat dosa, ampunilah aku! Rabbnya menjawab, “Hamba-Ku tahu bahwa ia mempunyai Rabb yang mengampuni dosa dan memberi siksa, (karenanya) Kuampuni ia. Kemudian masa berlalu dan orang tadi berbuat dosa lagi. Ia berkata, “Duhai Rabbi, aku berbuat dosa lagi. Ampunilah aku! Rabbnya menjawab, “Hamba-Ku tahu bahwa ia mempunyai Rab ypang mengampuni dosa dan memberi siksa, (karenanya) Kuampuni ia. Lalu masa berlalu dan orang tadi berbuat dosa lagi, Ia berkata, “Duhai Rabbi, aku berbuat dosa lagi. Ampunilah aku! Rabbnya menjawab, “Hamba-Ku tahu bahwa ia mempunyai Rabb yang mengampuni dosa dan memberi siksa, (karenanya). Ia kuampuni untuk ketiga kalinya. Selanjutnya terserah padanya untuk melakukan apa sja (HR. Bukhari & Muslim)

Maksud dari hadist diatas adalah jika si hamba selalu dalam keadaan demikian, beristighfar setiap kali berbuat dosa. Yaitu istighfar yang tidak disertai dengan ishrar (terus menerus dalam melakukan dosa)

Hadist ini dituturkan oleh Al-Bukhari Syahdan, seorang laki-laki Bani Isrel bermaksiat. Ia habiskan seluruh dihidupnya untuk bermaksiat. Ketika maut datang menjemput dan semakin mendekat, ia kumpulkan anak-anaknya lalu berkata, ”Anak-anakku tidak ada seorangpun yang bermaksiat seperti aku. Jika aku mati, bakarlah tubuhku (tentu saja ini tidak diperbolehkan dalam Islam, akan tetap ini adalah kasus Bani Israel) nyalakan api kemudian letakkan aku dalam kobaran api tersebut hingga ketika aku sudah menjadi abu, maka haluskanlah dan sebarkan aku diatas puncak-puncak gunung. Sebab jikalau Tuhan sampai menangkapku, pasti Dia siksakan pada seorangpun sealam semesta. Demi memenuhi wasiat tersebut, begitu meninggal, mereka pun langsung menyalakan api dan membakarnya hingga menjadi abu. Mereka haluskan abu itu, kemudian mereka tebarkan ia ke puncak gungung. Allah bertitah kepadanya,”Jadilah! Maka sekonyong-konyong ia menjadi (jasad utuh). Allah swt lantas menanyainya,”Apa yang mendorongmu berbuat seperti yang kauperbuat? Ia jawab,”Hamba takut kepadaMu. Hamba takut dengan dosa-dosa hamba.” Allah swt menjawab, ”Karena ketakutanmu kepadaKu maka Aku ampuni kamu. Saksikan wahai para malaikat, “Sesungguhnya Aku telah mengampuninya dan akan Kumasukkan ia ke surga.” Hadist ini bersatatus shahih (HR. Bukhari 3481 dan Muslim 2754 dari abu hurairah)

Allah juga berfirman tentang keadaan orang nashara :

Sesungguhnya kafirlah orang-orang yang mengatakan: “Bahwasanya Allah salah seorang dari yang tiga”, padahal sekali-kali tidak ada Tuhan selain dari Tuhan Yang Esa. Jika mereka tidak berhenti dari apa yang mereka katakan itu, pasti orang-orang yang kafir diantara mereka akan ditimpa siksaan yang pedih. Maka mengapa mereka tidak bertaubat kepada Allah dan memohon ampun kepada-Nya?Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (Al Maa’idah 73-74)

Allah juga berfirman tentang keadaan ashabul ukhdud yang membuat tipu daya untuk memfitnah kaum, mukminin dan menyesatkan mereka dari agama mereka

Sesungguhnya orang-orang yang mendatangkan cobaan kepada orang-orang yang mukmin laki-laki dan perempuan kemudian mereka tidak bertaubat, maka bagi mereka azab Jahannam dan bagi mereka azab (neraka) yang membakar (Al Buruuj 10)

Hasan Al-Basri berkata “Perhatikan kemuliaan dan kemurahan dari Allah ini. Mereka membunuh wali-wali Allah akan tetapi Allah masih menyeru mereka menuju taubat dan ampunan”

Seorang hamba itu hendaklah ia segera bertaubat dan secepat mungkin mewujudkannya, sebelum ia kehilangan kesempatan. Nabi saw bersabda, ”Sesungguhnya Allah menerima taubat hamba-Nya selama nyawanya belum sampai kerongkongan (HR Tirmizi)

Nabi saw bersabda : “Barangsiapa yang bertaubat sebelum matahari terbit dari timur maka Allah menerima taubatnya (HR Muslim)

 

Penulis : Abu Azzam


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s