Kisah Pemuda yang Menantang Allah

Saat ini, mungkin masih sering kita melihat orang-orang yang masih meragukan kekuasaan Allah sehingga membuatnya sombong dan tidak mau mentaati perintah-Nya, bahkan terang-terangan melawan atau menantang Allah. Kondisi tersebut dapat digambarkan seperti kisah pemuda yang menantang Allah di bawah ini. Kisah yang diterjemahkan dari muftisays ini mungkin bisa menjadi gambaran bagaimana Maha Kuasanya Allah, semoga bisa diambil hikmahnya.

Seorang pemuda di sebuah desa benar-benar tidak percaya bahwa Allah Maha Menguasai dan Mengatur atas segala sesuatu apapun. Dia mengatakan bahwa Allah tidak akan bisa membuatnya makan jika ia tidak mau makan. Untuk membuktikan pendapat itu, ia tetap dalam kondisi lapar dalam sehari sembari menanti apakah Allah sanggup membuatnya untuk makan.

Ibunya terus berusaha untuk menghentikan kebodohan anaknya ini, tapi tetap ia tidak peduli. Karena kesal dengan ibunya, menjelang petang hari ia memutuskan untuk memanjat pohon dan mengisolasi diri di sana. Walaupun demikian, dengan penuh kasih sayang, ibunya membungkuskan dan meninggalkan makanan lezat di bawah pohon. Tujuannya agar anaknya menyerah dan kembali untuk makan.

Ketika tiba malam hari, sekelompok perampok melewati pohon itu. Mereka melihat sepiring makanan lezat ditempatkan di bawah pohon. Mereka saling memandang heran dan berpikir bahwa ada seseorang yang ingin menjebak mereka. Mungkin seseorang berusaha mencoba untuk meracuni mereka dengan makanan yang lezat itu. Mereka memandang sekeliling untuk melihat apakah ada orang di dekat pohon itu. Maka, mereka melihat seorang pemuda di atas pohon.

Para perampok memaksanya turun dan menyuruhnya untuk makan makanan itu untuk uji coba makanan itu beracun atau tidak. Pemuda itu menolak untuk makan karena masih melakukan tantangan kepada Allah. Para perampok curiga kenapa pemuda itu tidak memakannya. Merekap pun memukuli pemuda itu agar ia mau makan. Dia akhirnya menyerah dan mulai makan. Melihat bahwa makanan itu tidak beracun, para perampok meninggalkannya dan berlalu begitu saja. Akhirnya, pemuda itu mengakui bahwa “Allah Maha Menguasai dan Mengatur atas segala sesuatu!”

(fauziya/muslimahzone.com)


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s