Jika Hidupmu Begitu Berharga, Mengapa Malas?

Untukmu wahai jiwa yang malas,

Betapa ruginya dirimu ,jika engkau memperturutkan rasa malas yang menggelayut dalam jiwamu.

Orang lain telah mendahuluimu dengan amal, keutamaan, cita-cita, serta prestasi hidup.

Sementara dirimu masih tertidur, belum berbuat apa-apa dan tertinggal. 

Orang lain telah menghafal puluhan juz, bahkan hafal 30 juz, sementara dirimu juz 30 pun tak hafal-hafal dari dulu sampai sekarang

Orang lain telah mendahuluimu berpagi-pagi menjemput rezeki, sementara dirimu masih nyaman dalam hangatnya selimut.

Orang lain telah mengumpulkan bekal sebanyak-banyaknya, sementara engkau belum mengumpulkan apa-apa.

Kafilah kebaikan telah berangkat, tapi engkau masih sibuk mempersiapkan diri.

Para perindu malam telah sibuk bermunajat,, dan mendirikan malam-malamnya dengan shalat tahajud, membaca Al-Qur’an dan memohon ampun kepada Allah dikeheningan malam. Sementara dirimu masih terbuai dengan mimpi-mimpi.

Bangunlah wahai para pemimpi!

Sungguhnya kemulian tak akan bisa kau dapatkan dengan kemalasan.

Cita-cita tertinggi tak akan bisa kau raih dengan sikap santai, dan berlambat-lambat. 

Semua keutamaan itu hanya bisa kau raih dengan bangun, bangkit, dan bersegera,

Maka bergegaslah, berangkatlah lebih awal,  jangan menunda-nunda, milikilah tekad yan membara serta istiqamahlah dalam menjalaninya.

Wahai orang bermalas-malasan, mungkin sebuah syair ini cocok menggambarkan keadaanmu,

“Hai orang yang tertipu, siang harimu hanya ada lupa dan lalai

Dan malam harimu hanya ada tidur lelap

Kamu tentu akan hancur binasa

Karena kamu hanya memperjuangkan sesuatu yang justru kelak akan kamu ingkari sendiri

Hidupmu didunia tak ubahnya laksana binatang

Kamu suka hal-hal fana dan bergelimang dalam angan-angan hampa

Sama seperti orang tidur yang sedang dibuai oleh nikmat-nikmat mimpi”

Wahai jiwa yang lemah,

Jika engkau  menyadari betapa menyesalnya ahli surga atas setiap  detik yang mereka lewatkan tanpa melakukan amal kebaikan, tanpa ada ucapan dzikir didalamnya, tanpa ada memberi manfaat kepada yang lain, karena melihat balasan dan ganjaran yang begitu besar  atas setiap amal kebaikannya. Mereka ingin dikembalikan kedunia agar bisa menambah kebaikannya, walaupun itu cuma satu tasbih,

“Penduduk surga tidak menyesali sesuatu kecuali terhadap satu saat yang lewat, sementara mereka tidak berzikir kepada Allah didalamnya.” (diriwayatkan At-Thabrani)

Wahai jiwa,betapa berhaganya kesempatan yang  engkau punya sekarang! 

Tapi kenapa engkau sia-siakan!

Jika hidup begitu berharga , mengapa engkau malas?

Mumpung masih hidup dialam dunia.Kesempatan bagimu melakukan amal masih terbentang luas.

Manfaatkanlah setiap detiknya yang begitu beharga.

Coba bayangkan apabila engkau telah berpindah dari alam dunia ini,terputus sudah segala kesempatan untuk beramal,yang ada engkau hanya  menunggu balasan. Tidak akan pernah ada peluang, tidak akan pernah ada harapan untuk kembali kedunia agar engkau bisa memperbaiki segalanya.

Tidakah engkau dengar berita dari Al-qur’an tentang rengekan orang yang dihadapkan kematian kepadanya; 

“Hingga apabila datang kematian kepada seseorang dari mereka, ia berkata, ‘Tuhanku, kembalikan aku (ke dunia), agar aku berbuat amal shalih terhadap yang telah aku tinggalkan. Sekali-kali tidak. Sesungguhnya itu perkataan yang diucapkannya saja dan didepan meraka ada dinding sampai hari mereka dibangkitkan.”’.” (Al-Mukminun: 99-100)

Atau berita tentang penyesalan ahli neraka, dan mereka minta dikembalikan kedunia;

“Dan jika kamu (Muhammad) melihat ketika mereka dihadapkan ke neraka, lalu mereka berkata, ‘Kiranya kami dikembalikan (kedunia) dan tidak mendustakan ayat-ayat Tuhan kami,serta menjadi orang-orang yang beriman’.” (Al-An’am:47)

Jika kesempatatan begitu beharga, kenapa engkau tak bergegas!

Bangunlah,hempaskan  setiap kemalasan yang membelenggu jiwa.!

Sungguh saudaraku, jika engku  benar-benar tahu akan berharganya hidup, tentu engkau tak akan bermalasan lagi.

Jika engkau tahu keutamaan orang-orang yang datang lebih awal, tentu engkau akan bergegas.

Jika engkau tahu keutamaan mendirikan shalat berjamaah di mesjid, niscaya engkau akan mendatanginya dengan merangkak.

Seandainya engkau paham akan besarnya ganjaran pahala syahid dijalan Allah, mungkin engkau akan menjadi arang yang pertama menyambut seruan jihad.

Jika engkau merasakan keutamaan serta kemulian yang dimiliki oleh para ahli ilmu, tentu engkau akan berlelah-lelah untuk belajar, menghafal, dan menuntut ilmu.

Maka saudaraku, hempaskanlah kemalasan! Raihlah keutamaan!

Wahai jiwa, agar kemalasan tak bersarang dalam jiwamu!

Karena sungguh malas dalam beribadah adalah salah sifat yang dimiliki kaum munafik:

“Dan apabila mereka berdiri untuk sholat, mereka berdiri dengan malas.” (An-Nisa’: 142)

Jika malas masih bersemayam dalam dirimu maka mohonlah pertolongan dan perlindungan kepada Allah, bukankah Rasululah telah mengajarkannya keada kita.

“Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari ketidak berdayaan,malas, pengecut dan pikun ( HR. Muslim)

Karena dengan hanya pertolongan Allah  lah kita bisa terhindar dari sifat-sifat jelek.          

 

 

Salam santun

Abik


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s