Keyakinan As Syafi’i kepada Allah dalam Masalah Rizki

MAM AS SYAFI’I telah berazam untuk tinggal di Mesir, dan hal itu disampaikan kepada muridnya yang berasal dari Mesir Abdullah bin Abdil Hakam.

“Jika Anda berazam untuk tinggal di Mesir, maka Anda mesti memiliki makanan selama satu tahun dan dengan majelis penguasa Anda bisa memperoleh kehormatan”, saran Abdullah bin Abdil Hakam.

“Wahai Abu Muhammad, barang siapa tidak memperoleh kehormatan dengan taqwa, maka ia tidak memiliki kehormatan. Aku terlahir di Ghaza, lalu aku dididik di Hijaz dan kami tidak memiliki makanan untuk malam hari dan kami bangun dalam keadaan lapar”, jawab Imam As Syafi’i.* (Manaqib As Syafi’i li Al Baihaqi, 2/166)

Memperoleh Ilmu dengan Menuntun Bighal As Syafi’i

IMAM AHMAD suatu saat dalam kondisi sakit berbaring di tempat tidurnya. Hingga datanglah Imam As Syafi’i menjenguknya. Melihat hal itu, Imam Ahmad pun segera bangkit dan mencium kening sang guru. Setelah itu Imam Ahmad pun mempersilahkan  sang guru untuk duduk di sisi tempat tidur dan ia sendiri duduk di sisi lainnya. Untuk beberapa saat keduanya terlibat perbincangan dalam masalah ilmu.

Setelah itu, ketika Imam As Syafi’i hendak pergi dan menunggang bighalnya, Imam Ahmad segera memegang tali kendali bighal dan menuntun kendaraan yang dinaiki sang guru. Imam Ahmad pun berjalanan untuk menghantarkan kepergian sang guru.

Di saat bersamaan datanglah Yahya bin M’ain, ia terkejut melihat apa yang ia saksikan,”Subhanallah, nampaknya jiwamu terguncang hingga engkau berjalan di samping bighal As Syafi’i?”

Mendengar itu Imam Ahmad pun membalas,”Dan engkau, kelau seandainya engkau berjalan di sisi lainnya (dari bighal) niscaya negkau akan memperoleh manfaat”. Yakni manfaat dari ilmu dan fiqih Imam As Syafi’i.* (Hilyah Al Auliya, 9/99)

Imam As Syafi’i Malu Ketika Tak Bisa Memberi untuk Peminta

IMAM AS SYAFI’I pada suatu saat berjalanan dengan tunggangannya. Di saat yang bersamaan datanglah peminta. Rasa malu tidak bisa disembunyikan dari wajah Imam As Syafi’i ketika ia tidak bisa memberikan kebutuhan si peminta.

“Dimana engkau tinggal, agar aku bisa memberikan kabutuhanmu itu?” Tanya As Syafi’i kepada si peminta.

Setelah si peminta member tahu latak rumahnya, Imam As Syafi’i pun kembali ke rumahnya untuk mengambil apa yang dibutuhkan si peminta lalu mengirimnya ke rumahnya.* (lihat, Manaqib As Syafi’i li Al Baihaqi, 2/235)

 


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s