Tinggalkan Maksiat, Jadi Ahli Surga

ORANG yang melakukan maksiat kini bertebaran di mana-mana. Hampir seluruh isi bumi ini dihuni oleh orang-orang yang melakukan maksiat kepada Allah SWT. Zaman ini sungguh semakin bobrok, hingga tak mampu lagi menahan diri dari kebinasaan. Dan orang-orang shalih yang ada di dalamnyalah yang menjadi penguat bumi ini agar tidak berguncang.

Sebenarnya orang yang melakukan maksiat itu bisa saja kembali pada jalan kebenaran. Hanya, masih adakah yang mau untuk bertaubat dengan sungguh-sungguh kepada Allah? Jika keragu-raguan untuk kembali pada kebenaran menyerang diri Anda, ingatlah di akhirat kelak ada tempat yang lebih indah daripada perbuatan maksiat yang Anda lakukan. Seperti halnya kisah seorang pelaku maksiat, yang meninggalkan perbuatan buruk itu, hingga ia dijadikan ahli surga oleh Allah SWT.

Abu Imran al-Jauni berkata, “Ada seorang laki-laki dari Bani Israil yang tidak pernah mencegah diri dari perbuatan dosa. Saat itu ada sebuah keluarga dari Bani Israil yang sedang dalam keadaan butuh bantuan. Maka, mereka mengutus seorang wanita dari kalangan keluarga tersebut kepada laki-laki tadi untuk meminta sesuatu. Tetapi laki-laki itu menjawab, ‘Tidak, kecuali bila kau membolehkanku menjamah dirimu.’ (Wanita itu pun menolak), lalu beranjak keluar.

Keluarga itu bertambah sengsara, dan wanita itu datang lagi kepadanya seraya berkata, ‘Berilah kami sesuatu.’ Laki-laki itu menjawab, ‘Tidak, kecuali kau membolehkanku menjamah dirimu.’ Wanita itu pun kembali (ke rumahnya). Lalu, keluarga itu pun bertambah sengsara lagi.

Keluarga tersebut akhirnya mengirim wanita itu lagi. Maka, laki-laki tersebut mengatakan hal yang sama. Wanita itu berkata, ‘Ya, tidak apa-apa.’

Maka, tatkala laki-laki itu sedang berdua dengannya, tiba-tiba wanita itu gemetar seperti bergetarnya pelepah kurma. Laki-laki itu bertanya, ‘Ada apa denganmu?’ Wanita itu menjawab, ‘Aku takut kepada Allah, Tuhan semesta alam. Ini adalah perbuatan yang belum pernah aku lakukan sekali pun.’

Laki-laki ini berkata, ‘Kau merasa takut kepada Allah, padahal kau belum pernah melakukannya, sementara aku sering melakukannya (namun aku tidak pernah merasa takut kepada-Nya)? Aku berjanji kepada Allah bahwa aku tidak akan melakukan lagi dosa yang pernah aku lakukan.’ Maka, Allah memberikan wahyu kepada seorang nabi dari nabi-nabi mereka bahwa si fulan itu telah dicatat termasuk ahli surga.” Wallahu ‘alam. []


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s