Syaikh Ayman Adz-Dzawahiri memulai pidatonya dengan menyatakan bahwa “Kaum Muslimin di mana-mana dibuat kesal oleh orang-orang Yahudi yang berulang kali melakukan serangan terhadap Masjid Al-Aqsa yang diberkati,” menurut terjemahan yang diperoleh The Long War Journal. Dalam pidatonya, beliau memuji serangan pisau yang dilakukan warga Palestina terhadap Zionis Yahudi, dengan mengatakan itu adalahsebuah epik jihad baru, di mana orang membela Palestina dan Al-Aqsa dengan pisau, mobil, batu, dan segala sesuatu yang mereka miliki.” Dan beliau memohon kepada Allah agar “memberkahi para pencari Syahid ini yang berani menusuk orang-orang Yahudi bahkan saat mereka sadar hampir pasti mereka akan terbunuh di tangan Yahudi.”

Amir Al-Qaeda itu berpendapat bahwa dua hal yang diperlukan untuk membebaskan Yerusalem.

Pertama,“para Mujahidin harus menyerang Barat, dan terutama Amerika, di jantung nya dan juga menyerang kepentingan Barat di mana-mana saja ia berada.”

Kedua, Syaikh Ayman Adz-Dzawahiri mengatakan bahwa “umat Islam harus mendirikan sebuah Imarah di Mesir dan Syam untuk memobilisasi umat membebaskan Palestina.” Amir Al-Qaeda menggunakan poin ini untuk menekankan salah satu tema intinya. Mendirikan Imarah yang berlandaskan hukum Islam”membutuhkan persatuan, menghindari sengketa dan mengakhiri permusuhan antara mujahidin.” “Ini adalah mengacu pada pertikaian antara Daulah Islam (ISIS), yang dipimpin oleh Abu Bakar Al-Baghdadi, dan kelompok Jihad di Suriah dan di berbagai negara.

Oleh karena itu, Syaikh Adz-Dzawahiri sekali lagi menyerukan persatuan Mujahidin melawan musuh bersama Mujahidin. Beliau secara jelas tidak mendukung “kekhilafahan” Al-Baghdadi, dan beliau sudah memberikan kritik yang luas terhadap “Khilafah” Al-Baghdadi dalam pesan sebelumnya. Dalam pesan terakhirnya, beliau mengatakan bahwa Al-Qaeda sedang berjuang untuk menghidupkan kembali kekhalifahan berdasarkan metode kenabian (Minhajin Nubuwwah), yang membutuhkan syura (Musyawarah). Al-Baghdadi tidak berkonsultasi dengan kelompok-kelompok jihad lain sebelum mendeklarasikan sebuah “khilafah” yang meliputi sebagian wilayah Irak dan Suriah.

Tapi, Syaikh Ayman Adz-Dzawahiri ingin para pejuang dalam barisan Al-Baghdadi untuk menghentikan pertempuran dengan Jabhah Nusrah, cabang resmi Al-Qaeda di Suriah, dan kelompok Jihad lainnya di Suriah, serta kelompok jihad di negara lain, sehingga mereka dapat fokus pada aliansi yang seharusnya antara Amerika, Eropa, Rusia, Syiah Rafidhah dan Syiah Nushairiyyah. Syaikh Ayman Adz-Dzawahiri menjelaskan bahwa semua pihak ini “mengkoordinasikan perang mereka melawan Mujahidin dalam sebuah aliansi bersama.” Beliau bertanya mengapa Mujahidin tidak dapat mengesampingkan perbedaan-perbedaan mereka dan menyatukan semua upaya dalam melawan mereka (Salibis).

Kepada seluruh kelompok Jihad dari berbagai kelompok di seluruh dunia, Syaikh Ayman Adz-Dzawahiri mengatakan bahwa “Syam dan Mesir adalah dua gerbang Yerusalem bersejarah dan pertempuran di dua daerah adalah perjuangan melawan aliansi salibis-Syiah.”  Kaum Muslimin di seluruh dunia harus mendukung pertempuran ini semampunya, karena itu adalah pertempuran untuk menunjukkan apa artinya bagi umat Islam untuk melancarkan jihad yang tujuannya adalah meninggikan syariah Allah bukan rezim sekuler dan nasionalis .

Beliau ingin membangun dukungan rakyat bagi upaya Mujahidin, dan berpendapat bahwa ini adalah sebagai kunci kemenangan Mujahidin. “Ini adalah pertempuran jihad politik sehingga kita bisa meyakinkan umat bahwa perilaku kita ini sejalan dengan apa yang kita serukan dan tidak bertentangan dan tidak menjauhkan umat Islam dari mujahidin,” kata Syaikh Ayman. Dengan demikian, “para Mujahidin harus menyempurnakan perilaku untuk meyakinkan umat Islam bahwa kita benar-benar tertarik untuk berhukum dengan syariah Islam jika kita menyerukan untuk menerapkannya” dan tidak menyebut kaum Muslimin lainnya sebagai kafir. Mujahidin harus meyakinkan umat Islam bahwa mereka “penyayang terhadap kaum Muslimin dan tidak berusaha untuk menindas umat Islam.”

Pendekatan Al Qaeda sangat berbeda dengan IS. Sementara keduanya ingin membangun pemerintahan berdasarkan hukum syariah, Al-Qaeda jauh lebih terfokus pada membangun legitimasi untuk proyek ideologis dalam hati dan pikiran umat Islam. Al-Qaeda dan sekutu-sekutunya ingin secara bertahap menerapkan hukum syariah dan akhirnya membangkitkan sebuah kekhalifahan.

Melalui kepemimpinannya yang otoriter, Daulah berusaha untuk meyakinkan umat Islam bahwa ia adalah khalifah yang benar pada hari ini, dan bahwa versi hukum syariah yang tepat, dengan eksekusi dan hukuman (hudud) yang kejam. (Sementara Al Qaeda walaupun menerapkan hukum hudud, pada umumnya menghindari mendokumentasikannya, dan berfokus pada implementasi dari hukuman syariah, sedangkan IS secara eksplisit mengiklankan pemenggalan dan amputasi.) Dari perspektif Daulah, umat Islam yang tidak menerima keabsahan “khalifah” akan dieksekusi.

Syaikh Ayman tidak hanya mengkritisi Daulah, dengan sikap keras, tetapi juga kelompok-kelompok lain yang mengadopsi pendekatan yang lebih “moderat” mencapai tujuan mereka.

Dalam pertempuran jihad politik ini, Syaikh Ayman mengatakan, orang-orang Muslim harus mengetahui bahwa kelompok-kelompok seperti kelompok salafi yang mendukung rezim Mesir, dan Rached Ghannouchi (seorang politikus Tunisia yang ikut mendirikan partai Islam, Gerakan Ennahda di negaranya) telah keliru karena bersekutu dengan pemerintah sekuler dan politisi korup yang menindas umat Islam. Beliau juga mengatakan kelompok ini mengirimkan perwakilan untuk perjanjian yang mengakui legitimasi Israel, “karena mereka telah menyadari bahwa harga untuk mencapai kekuasaan adalah mengakui konstitusi sekuler dan menyerah pada Israel.”

Mujahidin di Palestina harus berjuang untuk membangun sebuah pemerintahan Islam, Syaikh Adz-Dzawahiri mengatakan, dengan alasan bahwa “pemerintah sekuler yang menolak syariah di Yerusalem tidak dapat diterima.”

Menjelang akhir pesannya, Syaikh Ayman sekali lagi menyerukan persatuan Mujahidin di Mesir dan Syam dalam upaya untuk merebut Palestina. “Kita harus bekerja untuk membentuk pemerintahan Muslim di negeri-negeri tetangga Israel, dan pertikaian Mujahidin mengalihkan perhatian dari misi utama ini.”

Arsip rekaman Syaikh Usamah bin Ladin Rahimahullah dihadirkan pada awal dan akhir rilisan tersebut. Rekaman di akhir untuk menekankan bahwa Al-Qaeda berusaha untuk menghidupkan kembali kekhalifahan. Kesalahpahaman yang umum di Barat adalah Al-Qaeda hanya merencanakan “serangan teroris.”

“Hari ini, segala puji bagi Allah, kita menggambar ulang peta dunia Islam untuk membuat satu negara di bawah bendera kekhalifahan, Insya Allah,” kata Syaikh Usamah Rahimahullah dalam rekaman itu. Dan pertempuran Mujahidin di Syam dan Mesir merupakan kunci untuk membuat tujuan ini menjadi kenyataan. Dengan Izin Allah. (lwj/muqawamah.net)


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s