Jangan Pesimis, Inilah 11 Arti Kemenangan Bagi Seorang Mujahid

Terkadang kita terlalu sempit memaknai sebuah kemenangan. Kemenangan hanya dinilai ketika berjaya di medan pertempuran. Padahal Islam telah memberikan definisi yang begitu luas dan jelas. Contohnya adalah dalam memaknai puasa. Secara umum, puasa dimaknai dengan menahan sesuatu. Tetapi Islam memberikan definisi yang jelas bahwa puasa adalah menahan diri dari segala sesuatu yang membatalkan puasa; baik makan, minum atau yang lainnya dari terbit Fajar hingga datangnya Maghrib.

Kebanyakan dari kaum Muslimin mengira bahwa jika kemenangan itu dapat diraih hanya dengan kemenangan fisik. Padahal, faktanya tidak selalu mujahidin mendapat kemenangan di medan pertempuran. Allah SWT berfirman,

إِنْ يَمْسَسْكُمْ قَرْحٌ فَقَدْ مَسَّ الْقَوْمَ قَرْحٌ مِثْلُهُ وَتِلْكَ الأيَّامُ نُدَاوِلُهَا بَيْنَ النَّاسِ وَلِيَعْلَمَ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا وَيَتَّخِذَ مِنْكُمْ شُهَدَاءَ وَاللَّهُ لا يُحِبُّ الظَّالِمِينَ

“Jika kamu (pada perang Uhud) mendapat luka, maka sesungguhnya kaum (kafir) itu pun (pada perang Badar) mendapat luka yang serupa. Dan masa (kejayaan dan kehancuran) itu, Kami pergilirkan di antara manusia (agar mereka mendapat pelajaran); dan supaya Allah membedakan orang-orang yang beriman (dengan orang-orang kafir) dan supaya sebagian kamu dijadikan-Nya (gugur sebagai) syuhada. Dan Allah tidak menyukai orang-orang yang lalim.”(Ali Imran : 140)

Allah SWT telah menjelaskan bahwa Dia terkadang memberikan kemenangan dan kekalahan. Padahal jika kita memperluas cakrawala berpikir, amalan puncak dalam Islam ini tidak pernah mengalami kekalahan dan selalu menuai kemenangan, meskipun tidak selalunya berupa kemenangan fisik. Jika demikian, apa saja makna kemenangan dalam Islam?

Pertama: Memenangkan Diri Sendiri atas Delapan Penghalang

Salah satu kemenangan terbesar adalah ketika seorang muslim mampu mengalahkan diri sendiri dari delapan penghalang. Delapan penghalang itu adalah yang tertera dalam surat At-Taubah ayat 24.

قُلْ إِنْ كَانَ آبَاؤُكُمْ وَأَبْنَاؤُكُمْ وَإِخْوَانُكُمْ وَأَزْوَاجُكُمْ وَعَشِيرَتُكُمْ وَأَمْوَالٌ اقْتَرَفْتُمُوهَا وَتِجَارَةٌ تَخْشَوْنَ كَسَادَهَا وَمَسَاكِنُ تَرْضَوْنَهَا أَحَبَّ إِلَيْكُمْ مِنَ اللَّهِ وَرَسُولِهِ وَجِهَادٍ فِي سَبِيلِهِ فَتَرَبَّصُوا حَتَّى يَأْتِيَ اللَّهُ بِأَمْرِهِ وَاللَّهُ لا يَهْدِي الْقَوْمَ الْفَاسِقِينَ

Katakanlah: “Jika bapak-bapak, anak-anak, saudara-saudara, istri-istri, kaum keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perniagaan yang kamu khawatiri kerugiannya, dan rumah-rumah tempat tinggal yang kamu sukai, adalah lebih kamu cintai daripada Allah dan Rasul-Nya dan (dari) berjihad di jalan-Nya, maka tunggulah sampai Allah mendatangkan keputusan-Nya.” Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang fasik.” (At-Taubah : 24)

Amalan jihad adalah amalan yang berat. Bukan hanya berat ketika telah tiba di gelanggang, melainkan saat berangkat melangkah pun banyak godaan. Kemenangan pertama yang diperoleh seorang muslim adalah ketika mampu mengedepankan Allah dan Rasul-Nya dari delapan penghalang tadi.

Bukanlah suatu hal yang mudah meninggalkan istri dan anak di rumah. Apalagi meninggalkan kedua orang tua yang sedari kecil menyertai, begitu pula harta-harta yang telah kita kumpulkan untuk memenuhi panggilan Allah SWT. Sekali lagi itu bukanlah hal yang mudah.

Tetapi ketika iman dan kecintaan pada Allah SWT telah tertancap di dada, semua hal itu hanyalah sebuah sarana untuk mencapai keridhaan-Nya. Jika meninggalkan kedelapan penghalang itu untuk menggapai cinta-Nya, niscaya  Allah SWT akan menggantikannya dengan sesuatu hal yang lebih baik di akhirat nanti.

Kedua: Mengalahkan Setan

Jika seorang muslim telah memantapkan dirinya untuk keluar rumah dan berjihad fi sabilillah, maka ia telah berhasil mengalahkan godaan setan. Dalam sebuah hadits Rasulullah dari shahabat Abu Hurairah yang diriwayatkan Imam Ahmad menyebutkan bahwa setan selalu menghembuskan keraguan pada hati manusia.

Salah satunya dalam masalah jihad fi sabilillah, setan tidak akan henti-hentinya menggoda manusia agar ragu dengan apa yang akan dia kerjakan. Dengan keraguan itu, akan membuat seorang muslim mengurungkan niatnya untuk melangkah kaki di jalan Allah. Maka, sungguh beruntung jika kita mampu melawan godaan ini. Tentunya, ini adalah bentuk kemenangan tersendiri.

Ketiga: Senantiasa Terbimbing kepada Jalan yang Benar

Allah SWT berfirman,

وَالَّذِينَ جَاهَدُوا فِينَا لَنَهْدِيَنَّهُمْ سُبُلَنَا وَإِنَّ اللَّهَ لَمَعَ الْمُحْسِنِينَ

“Dan orang-orang yang berjihad untuk (mencari keridaan) Kami, benar-benar akan Kami tunjukkan Kepada mereka jalan-jalan Kami. Dan sesungguhnya Allah benar-benar beserta orang-orang yang berbuat baik.” (Al-Ankabut : 69)

Bukankah suatu bentuk kemenangan jika diri kita dibimbing dan terlindungi? Bukankah setiap dari kita membutuhkan petunjuk dan bimbingan? Maka dari itu, Allah SWT memberitahukan bahwa orang-orang yang berjihad atas keridhaan-Nya, akan senantiasa mendapat bimbingan dan petunjuk dari-Nya. Apakah ada petunjuk yang terbaik selain dari Allah SWT?

Jika umat Islam saat ini telah tersadar kembali akan pentingnya jihad dan berjuang di jalan Allah atas keridhaan-Nya, maka –subhanallah- umat ini akan selalu mendapat petunjuk dari Allah SWT dan siap mendapat gelar khairu ummah.

Keempat: Kemenangan Melawan Orang Munafik

Jika kita ingin melangkahkan kaki ke medan juang, pasti ada suara-suara sumbang yang ingin menggembosi. Suara-suara ini keluar dari orang-orang yang berpakaian seperti kita dan mengklaim membela mujahid. Akan tetapi suara yang ia dendangkan berisi cemoohan dan penggembosan bagi para mujahid. Allah SWT berfirman,

لَوْ خَرَجُوا فِيكُمْ مَا زَادُوكُمْ إِلا خَبَالا وَلأوْضَعُوا خِلالَكُمْ يَبْغُونَكُمُ الْفِتْنَةَ وَفِيكُمْ سَمَّاعُونَ لَهُمْ وَاللَّهُ عَلِيمٌ بِالظَّالِمِينَ

“Jika mereka berangkat bersama-sama kamu, niscaya mereka tidak menambah kamu selain dari kerusakan belaka, dan tentu mereka akan bergegas-gegas maju ke muka di celah-celah barisanmu, untuk mengadakan kekacauan di antaramu; sedang di antara kamu ada orang-orang yang amat suka mendengarkan perkataan mereka. Dan Allah mengetahui orang-orang yang zalim.” (At-Taubah : 47)

Orang-orang yang Allah sebut dalam ayat ini terkadang juga berwujud sebagai seorang ulama. Yaitu ketika ia mengatakan bahwa saat ini belum waktunya untuk berjihad. Padahal, perkataannya banyak didengarkan oleh kaum Muslimin. Maka dari itu, Allah SWT berfirman dalam ayatnya,

وَفِيكُمْ سَمَّاعُونَ

“Sedang di antara kamu ada orang-orang yang amat suka mendengarkan perkataan mereka.” (At-Taubah : 47)

Memang terkadang hambatan dan gangguan justru berasal dari dalam. Jika kita mampu menghadapi mereka dengan keteguhan hati untuk berjuang di jalan Allah, maka itu adalah salah satu kemenangan.

Kelima: Ketegaran di Jalan Jihad

Ketika seorang mujahid mampu bertahan dan tegar di jalan jihad, maka itu adalah suatu capaian kemenangan. Medan jihad dipenuhi berbagai macam godaan dan cobaan. Hanya orang-orang yang dirahmati Allah SWT saja yang mampu terus bertahan.

Zaman ini sangatlah berbeda dengan zaman Rasulullah SAW. Dulu, ketika seorang mujahid kembali dari medan perang, maka ia akan dielu-elukan sebagai pahlawan Islam, kisahnya di medan perang akan dijadikan teladan, dan keluarga menanti di rumah dengan kebahagiaan.

Zaman ini semua bertolak belakang. Para mujahid yang berjuang dikatakan sebagai teroris oleh kebanyakan orang dan media sekuler. Hingga, tidak sedikit kaum Muslimin yang terhasut berita bualan itu. Jadi, ketika mujahid kembali dari medan juang, maka dia akan dijauhi, dicemooh sebagai teroris dan mungkin akan ditangkap dan disiksa.

Begitu beratnya menjadi mujahid. Jadi, ketika seorang pejuang mampu bertahan di medan juang dan tegar dengan segala rintangannya, maka itu adalah salah satu bentuk kemenangan. Keadaan di zaman ini menjadi ujian tersendiri bagi para mujahid masa kini. Jika ia benar-benar mempunyai niat yang ikhlas dan lurus, niscaya seberat apapun cobaannya, atas izin Allah SWT pasti akan mampu dilewati.

Penulis: Dhani El_Ashim


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s