Imam Abu Hanifah Pernah Bermimpi Aneh, Tentang Apa Ya?

Imam Abu Hanifah pernah berguru kepada Hammad bin Abu Sulaiman. Dia berguru kepada Hammad selama 18 tahun sejak berusia 22 tahun. Ketika gurunya meninggal, usia Abu Hanifah menginjak 40 tahun. Maka, sejak saat itu berbagai halaqah dan majelis taklim Hammad diampu oleh Abu Hanifah.

Saat masih bersama gurunya, Abu Hanifah pernah bermimpi aneh. Dalam mimpinya ia melihat seekor babi tengah menggerogoti batang pohon. Tiba-tiba, sebatang dahan kecil di pohon itu melengkung dan memukul babi itu dengan keras sehingga membuatnya lari menjauh sambil mengorok keras.

Kemudian, babi itu berubah menjadi seorang manusia yang duduk di bawah pohon sambil beribadah. Setelah terbangun, Abu Hanifah bergegas menghadap gurunya untuk menanyakan makna dari mimpinya. Ketika sampai di rumah gurunya, ia mendapatinya sedang bersedih.

Ingin mengetahui apa yang menimpa gurunya, Abu Hanifah bertanya, “Mengapa Anda bersedih?”

“Beberapa orang Ateis—yang meyakini alam ini tercipta oleh alam dan bukan oleh Tuhan—menghadap Gubernur Kuffah dan memintanya mengirimkan salah satu ulama yang bisa menjelaskan adanya Tuhan. Maka, Gubernur pun memanggilku. Lalu kami pun menyepakati waktu dan tempat debat. Anakku, kami akan berdebat untuk membuktikan Dzat yang tak kasat mata. Aku khawatir Ateis itu akan menimbulkan masalah untuk orang awam,” jawab gurunya.

Abu Hanifah tampak berpikir sejenak, kemudian berkata, “Oh… Inilah makna mimpiku. Babi itu adalah gembong orang Ateis yang ingin menggerogoti batang ilmu—yaitu Anda. Lalu sebatang dahan kecil adalah murid Anda—melengkung dan mengalahkannya dengan argumentasi hingga ia masuk Islam dan berguru kepada Anda.”

“Kalau begitu, izinkan aku mendebatnya. Jika aku saja dapat mengalahkan mereka, kenapa musti Anda yang mendebat mereka? Bila mereka mengalahkanku, sudah wajar karena aku murid juniormu. Kalau Anda yang maju berdebat, sudah pasti Anda akan mengalahkan mereka.” tukas Abu Hanifah.

Mendengar keteguhan muridnya, Hammad pun memberikan restu sambil mendoakan, “Semoga Allah memberkahimu!”


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s