DI ANTARA ADAB-ADAB TIDUR

1. Muhasabah (mengevaluasi diri) sebelum tidur.

2. Menutup pintu-pintu rumah, mematikan api dan lampu sebelum tidur
“Matikanlah lampu-lampu di malam hari apabila kalian tidur, dan tutuplah pintu-pintu….” (HR. al-Bukhari, no. 6296; dan Muslim, no. 2012).

3. Menutup bejana-bejana (tempat makanan dan minuman);
“Tutuplah bejana-bejana dan ikatlah mulut teko air, karena dalam setahun itu terdapat satu malam di mana wabah penyakit turun padanya, di mana tidaklah dia melewati suatu bejana yang tidak ada tutupnya atau teko air yang tidak ada ikatan (mulutnya), melainkan (pasti) wabah penyakit itu hinggap padanya.” (HR. Muslim, no. 5223).

4. Disunnahkan berwudhu sebelum tidur;
“Apabila engkau mendatangi tempat tidurmu, maka hendaklah kamu berwudhu sebagaimana wudhumu untuk shalat.” (HR. al-Bukhari, no. 247 dan Muslim, no. 2710).

5. Mengibaskan alas tidur (agar debunya hilang) sebelum berbaring;
“… maka hendaklah dia mengambil ujung sarungnya, lalu hendaklah dia mengibaskan dengan ujung sarungnya (itu) ke tempat tidurnya, sambil membaca ‘Bismillah’; karena sesungguhnya dia tidak mengetahui sesuatu (yang mendiami) tempat tidurnya setelah dia meninggalkannya ….” (HR. Muslim).

6. Tidur di atas sisi (badan) kanan dan meletakkan pipi di atas telapak tangan kanan;
“Apabila engkau mendatangi tempat tidurmu, maka berwudhulah sebagaimana wudhumu untuk shalat, kemudian berbaringlah di atas sisi (badan) kananmu….” (HR. al-Bukhari, no. 6320, 7393; dan Muslim, no. 2714).

7. Membaca wirid-wirid yang ada seperti: Ayat Kursi, Surat al-Ikhlash, Surat al-Falaq dan an-Nas, kemudian meniup pada kedua telapak tangan (lalu mengusapkan pada bagian anggota badan yang dapat dijangkau), membaca Surat al-Kafirun, kemudian membaca sebagian doa dan dzikir yang (diajarkan Nabi).

8. Makruh tidur tengkurap; berdasarkan hadits Abu Dzar,
“Bahwasanya Rasulullah pernah melewati Abu Dzar, lalu beliau mendapatinya tidur tengkurap di atas perutnya, maka beliau menendangnya (secara pelan) dengan kaki beliau, dan bersabda, ‘Ya Junaidib, sesungguhnya tengkurap seperti ini adalah jenis tidur penghuni neraka’.” (HR. Ibnu Majah, no. 3724, dan dishahihkan oleh al-Albani, no. 905).


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s