MENCARI RIDHA ALLAH

Dari Aisyah radhiyallah anha, beliau berkata,
“Beruntunglah bagi yang mendapatkan banyak istighfar dalam buku catatan amalnya.”

Ali radhiyallah anhu berkata, ”
Yang aneh adalah orang yang binasa padahal keselamatan ada bersamanya,” beliau ditanya, “Apa keselamatan tersebut?” Ali menjawab, “Istighfar.”

Abu Musa berkata,
“Dahulu kita memiliki dua pelindung dari azab, salah satunya telah pergi, yaitu keberadaan Rasul shallallahu alaihi wasallam di tengah-tengah kita, dan tersisa istighfar. Apabila ia (juga) pergi, niscaya kita binasa.”

Al-Hasan al-Bashri berkata,
“Perbanyaklah istighfar di rumah-rumah kalian, di meja-meja makan kalian, di jalan-jalan kalian, di pasar-pasar kalian, dan di majelis-majelis kalian, karena kalian tidak tahu kapan ampunan akan turun.”

Seorang Badui berkata,
“Siapa yang ingin menjadi tetangga kami di tanah kami, hendaklah memperbanyak istighfar. Karena istighfar adalah (penyebab) awan tebal yang mengandung air (hujan).”

Ibnu Taimiyah berkata,
“Pikiranku terpaku pada sebuah masalah yang sulit bagiku. Maka aku beristighfar kepada Allah seribu kali sampai dadaku dilapangkan dan masalah yang sulit terpecahkan. Aku kadang berada di pasar, masjid, atau sekolah, tapi hal itu tidak menghalangiku dari dzikir dan istighfar sampai aku meraih apa yang aku inginkan.”

Abu al-Minhal berkata,
“Tidaklah seorang hamba didampingi di dalam kuburnya oleh pendamping yang lebih dicintainya daripada istighfar.”

Qatadah  berkata,
“Al-Qur`an menunjuki kalian penyakit dan obat penyembuh kalian. Penyakit kalian adalah dosa, dan obat penyembuh kalian adalah istighfar.”

WAKTU-WAKTU DIANJURKAN BERISTIGHFAR

1. SETELAH MELAKSANAKAN IBADAH, untuk (menambal) kekeliruan dan kelalaian yang terjadi di dalam menunaikan ibadah. Siapa yang menjamin ibadah kita semprna dan diterima Allah. Maka ucapan selesai salam dari shalat fardhu adalah “Astaghfirullah 3x” bukan ucapan “alhamdulillah”.

2. DI AKHIR MALAM, karena Allah senantiasa turun di sepertiga malam terakhir, di antaranya untuk mengampuni orang yang memohon ampun (HR. Al-Bukhari dan Muslim).

3. SELESAI DARI MAJELIS (HR. Al-Hakim), yakni ketika hendak bangkit dari majelisnya khususnya bila dia bersama saudara-saudaranya. Berharap agar Allah mengampuni bila ada ucapan atau tindakan dalam majelis tersebut yang menimbulkan dosa.

4. SELESAI MENGUBURKAN JENAZAH MUSLIM (HR. Abu Dawud). Betapa butuhnya mayit pada saat sulit ini untuk didoakan dan dimohonkan ampunan kepada Allah. Oleh karena itu Nabi memohonkan ampun bagi orang-orang yang meninggal jika beliau menziarahi dan berdiri di atas kuburan mereka.

Keajaiban Sedekah & Istighfar


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s