Dosa-dosa besar

Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah menulis sebuah kitab berjudul Al-Kabair yang menerangkan sebanyak tujuh puluh dosa besar. Pengertian kabair (dosa-dosa besar) adalah semua larangan Allah dan Rasulullah yang tercantum di dalam Al-Quran dan As-Sunn­ah, serta atsar dari para salafus shalih.

Allah menjamin bagi siapa saja yang menjauhi dosa-dosa besar dan perkara-perkara yang diharamkan akan diampuni semua dosa-dosa kecil yang dilakukannya. Allah berfirman,

“Jika kamu menjauhi dosa-dosa besar di antara dosa-dosa yang dilarang kamu mengerjakannya, niscaya Kami hapus kesalahan-kesalahanmu (dosa-dosamu yang kecil) dan Kami masukkan kamu ke tempat yang mulia (Surga).” (QS. An-Nisa’: 31)

Berdasarkan nash di atas, Allah menjamin Surga bagi yang menjauhi dosa-dosa besar.
Allah juga berfirman,

“Dan (bagi) orang-orang yang menjauhi dosa-dosa besar dan perbuatan-perbuatan keji, dan apabila mereka marah mereka memberi maaf.” (QS. Asy-Syura’: 37)

 

“(Yaitu ) orang yang menjauhi dosa-dosa besar dan perbuatan keji yang selain dari kesalahan-kesalahan kecil. Sesungguhnya Rabb-mu maha luas ampunan-Nya.” (QS. An-Najm: 32)

Rasulullah bersabda, “Shalat lima waktu, shalat Jumat, dan puasa Ramadhan menghapuskan dosa-dosa yang dilakukan di sela-selanya jika dosa-dosa besar telah dijauhi.” (HR. Muslim)

Dari sini lazim bagi kita untuk meneliti apa saja yang termasuk kabair (dosa-dosa besar) supaya kita dan semua orang Islam bisa menjauhinya. Para ulama berbeda pendapat di dalam menentukannya. Ada yang mengatakan kabair itu ada tujuh, berdasarkan sabda Nabi, “Jauhilah tujuh perkara yang merusak!” Lalu beliau menyebutkan, “Syirik kepada Allah, sihir, membunuh jiwa yang diharamkan oleh Allah kecuali karena alasan yang dibenarkan, memakan harta anak yatim, memakan riba, meninggalkan medan perang, dan menuduh wanita mukminah baik-baik telah berzina.” (HR. Bukhari & Muslim)

Ibnu ‘Abbas berkata, “Kabair itu jumlahnya lebih dekat kepada tujuh puluh daripada kepada tujuh.”

Demi Allah, ucapan Ibnu ‘Abbas di atas benar adanya. Hadits sebelumnya tidaklah membatasi jumlah kabair. Pendapat yang benar dan dilandasi dengan dalil menyebutkan bahwa siapapun yang melakukan perbuatan dosa yang memiliki had di dunia, seperti membunuh, berzina, mencuri, atau yang pelakunya mendapat ancaman, kemurkaan, serta laknat dari Nabi Muhammad di akhirat, maka perbuatan itu termasuk dosa besar. Harus diterima pula bahwa dosa besar yang satu bisa lebih besar daripada dosa besar yang lain. Adalah Rasulullah menghitung syirik sebagai salah satu dosa besar, padahal pelakunya kekal di neraka dan tidak akan diampuni selama-lamanya.

Allah berfirman,

“Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa selain dari (syirik) itu, bagi siapa yang dikehendaki-Nya.” (QS. An-Nisa: 48 & 116)

Tujuh Puluh Dosa Besar

1. Syirik (mempersekutukan Allah)
2. Membunuh
3. Sihir
4. Meninggalkan Shalat
5. Tidak membayar Zakat

6. Berbuka di siang hari pada bulan Ramadhan tanpa udzur
7. Meninggalkan haji padahal mampu
8. Mendurhakai orang tua
9. Memutuskan hubungan kerabat
10. Zina

11. Liwath (homoseks)
12. Riba
13. Memakan harta anak yatim dan menzhaliminya.
14. Berbuat dusta terhadap Allah dan Rasulullah
15. Melarikan diri dari medan perang

16. Pemimpin penipu dan penganiaya rakyat
17. Sombong dan yang sejenisnya
18. Kesaksian palsu
19. Minum-minuman keras
20. Berjudi

21. Menuduh wanita mukminah berbuat zina
22. Ghulul terhadap harta ghanimah, baitul mal, dan zakat
23. Mencuri
24. Menyamun
25. Sumpah palsu

26. Berbuat aniaya
27. Memungut cukai
28. Memakan barang haram
29. Bunuh diri
30. Banyak berdusta

31. Hakim yang jahat
32. Menerima suap
33. Perempuan menyerupai lelaki dan sebaliknya
34. Lelaki yang membiarkan istrinya berbuat serong (dayyuts)
35. Muhallil dan muhallil lahu

36. Tidak menjaga diri dengan saksama terhadap air seni
37. Riya’
38. Menuntut ilmu untuk dunia dan menyembunyikan ilmu
39. Khianat
40. Mengungkit-ungkit pemberian

41. Mendustakan takdir
42. Menguping rahasia orang lain
43. Namimah (mengadu domba)
44. Banyak melaknat
45. Menipu dan mengingkari janji

46. Membenarkan dukun dan tukang ramal
47. Durhaka terhadap suami
48. Menggambar dan melukis
49. Memukul wajah, menjerit-jerit, merobek baju, menggunduli kepala, dan bersumpah serapah di kala mengalami musibah

50. Bertindak melampaui batas
51. Bertindak semena-mena terhadap orang yang lemah, budak, istri, dan binatang
52. Menyakiti tetangga
53. Menyakiti orang-orang Islam dan mencela mereka
54. Menyakiti hamba Allah dan bertindak lalim terhadap mereka

55. Isbal (menjulurkan kain di bawah mata kaki dengan sombong)
56. Memakai kain sutera dan emas bagi kaum lelaki
57. Budak yang melarikan diri dari tuannya
58. Menyembelih karena selain Allah
59. Menasabkan diri kepada selain bapaknya sendiri
60. Berdebat dan bersengketa

61. Menahan kelebihan air dari orang yang memerlukan
62. Mengurangi timbangan dan ukuran
63. Merasa aman dari makar Allah
64. Berputus asa dari rahmat Allah
65. Meninggalkan shalat jamaah lalu mengerjakannya sendirian tanpa udzur
66. Terus-menerus menginggalkan shalat Jumat dan shalat jamaah tanpa halangan
67. Mendatangkan kerugian dalam wasiat
68. Makar dan tipu daya
69. Memata-matai orang Islam dan membeberkan rahasia mereka
70. Mencela salah seorang sahahat Nabi

Referensi:
Adz-Dzahabi. Al-Kabair. Terjemahan: Imtihan Asy-Syafi’i. 2013. Dosa-dosa Besar. Solo: Pustaka Arafah


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s